|
SI PAHLAWAN DAN SI PECUNDANG
Tuesday, January 17, 2012 (08:05:24)
Posted by admin
Kalau manusia sedang terjepit, akan muncul dua tindakan: menyelamatkan diri sendiri atau mengorbankan diri sendiri untuk kepentingan orang lain. Hari ini saya membaca kisah yang membenarkan pernyataan saya ini. Dalam berita mengenai tenggelamnya kapal Costa Concordia yang karam di perairan Pulau Isola del Giglio, Italia (13 Januari 2012), ada kisah mengenai pecundang dan pahlawan.
Yang membuat saya terkejut adalah, sang pahlawan dan sang pecundang sama-sama tidak mempunyai kans untuk menjadi seperti itu. Anda pasti berpikir bahwa sang pahlawan itu haruslah orang yang mempunyai latar belakang baik dan mempunyai kedudukan yang mentereng dan dihormati oleh segala lapisan masyarakat, dan sebaliknya sang pecundang itu termasuk kelompok orang yang memang tidak mendapatkan tempat di hati masyarakat. Namun irama seperti ini tidak selamanya benar. Lihat saja bagaimana sang kapten kapal Costa Concordia, Francesco Schettino, meninggalkan kapal yang dinakhodainya sebelum seluruh penumpang berhasil dievakuasi secara diam-diam! Pengecut? Adakah kata lain dari kita sebut “pengecut”? Anda pasti setuju kalau kapten kapal itu adalah kedudukan yang dihormati. Namun sebaliknya, seorang penari bayaran yang kebetulan manggung di kapal itu, yang notebene profesi seperti itu pasti mendapatkan cap jelek di masyarakat, namun justru tindakannya bertolak belakang dengan sang kapten kapal. Rose Metcalf, nama penari itu, menjadi penumpang terakhir yang dievakuasi setelah ia berhasil menenangkan banyak penumpang dan menolong proses evakuasi itu.
Anda mungkin mempunyai kedudukan mentereng di masyarakat, dan jabatan yang mengundang decak kekaguman, namun bagaimanakah tindakan Anda ketika dunia ini sedang berada dalam malapetaka? Apakah tindakan Anda itu cocok dengan gelar dan kedudukan Anda? atau mungkin Anda adalah seorang yang biasa saja di masyarakat, atau bahkan profesi Anda mengundang cemoohan orang lain, namun tindakan Anda itulah yang membuktikan bahwa Anda adalah seorang yang mulia – menempatkan kepentingan orang lain daripada diri sendiri! Tuhan tidak bisa ditipu melalui penampilan fisik. Tuhan itu melihat dan menilik hingga ke dasar hati Anda. Jadi, tunjukkanlah kalau Anda adalah murid Kristus, Sang Terang itu.(salib.net) |