|
Siapakah di antara peselancar dunia maya (baca: internet) yang tidak kenal dengan Google? Sebutan si "raja cari" (search engine) tentunya memang tepat, sebab Google hampir pasti dipakai para peselancar dalam mencari alamat situs di internet.
Menurut berita di situs www.worldnetdaily.com, baru-baru ini Google dikeluhkan oleh sebuah situs organisasi Kristen, Stand to reason, sebab Google mencekal (Ingg: to ban) salah satu iklan dari 4 iklan yang diajukan. Bisa saya jelaskan begini, bila Anda bermaksud mempromosikan produk topi Anda, maka setiap peselancar akan menemukan iklan itu di bagian sebelah kanan dari halaman Google bila ia mencari dengan kata yang berkaitan dengan topi. Lalu iklan apa yang "di-banned" (dilarang) oleh Google? Iklan itu sebenarnya mengarahkan peselancar untuk menuju halaman tentang pertanyaan dan jawaban mengenai Pernikahan dan Seks.
Melinda Penner, direktur operasional Stand to Reason, berkata, "Keberatan Google berkaitan dengan artikel di situs kami mengenai keberatan terhadap homoseksual. Mereka menganggap bahwa situs kami adalah situs "kebencian" dan adalah kebijaksanaan mereka untuk tidak mengizinkan orang mengiklankan sesuatu yang mendiskreditkan kelompok tertentu, termasuk yang menyangkut orientasi seksual."
Sebuah email yang dikirimkan oleh "Kristie" di Google berkata, "Kebijaksanaan iklan Adwords Google tidak pernah mengizinkan iklan atau kalimat yang mempromosikan kebencian, kekerasan, atau kejahatan terhadap organisasi lainnya, seorang, atau kelompok yang dilindungi oleh hukum, termasuk orientasi seksual."
Penner menjawabnya melalui email, "Pencekalan Anda terhadap iklan kami meniadakan satu sisi dari debat mengenai pernikahan sejenis. Kalau begitu seharusnya Anda juga mencekal semua pencarian terhadap masalah itu. Sebaliknya, kriteria pencarian kembali ke link yang mendukung pernikahan sejenis...."
Menurut Penner, tidak ada iklan anti homoseksual yang muncul di iklan bagian kanan Google; semuanya pro homoseksual!
Meskipun Google memiliki motto: "Don???t be evil" (Jangan menjadi jahat), namun banyak iklan yang benar-benar "jahat", seperti video homoseksual yang menampilkan anal seks. Jadi timbul pertanyaan, apakah orang-orang di belakang Google ini adalah para pendukung homoseksual?
Seseorang juga mengeluhkan etika dan kenetralan Google sebagai mesin pencari. Sebab bila seseorang mengetikkan kata "Jew" (Yahudi), maka pada situs pada baris kedua adalah JewWatch yang notabene sebuah situs anti-Semitic yang berbahaya. Begitu juga kalau Anda mengetikkan kata "WMD" (tanpa tanda kutip), maka pada halaman pertama dan situs pada urutan pertama akan menampilan link ke "Cannot find Weapons of Mass Destruction" (tidak dapat ditemukan senjata pemusnah massal) dan keterangan di bawahnya tertulis: "These Weapons of Mass Destruction cannot be displayed. The weapons you are looking for are currently unavailable. The country might ..." (Senjata Pemusnah Massal tidak dapat ditampilkan. Senjata yang Anda cari untuk sementara tidak ada. Negara mungkin....." Dan bila Anda klik linknya maka yang tampil adalah halaman kosong alias tidak ada dan tertulis pesan judul error "Cannot find Weapons of Mass Destruction" (Tidak dapat ditemukan senjata pemusnah massal). Dan pada bagian bawah halaman tertulis "Cannot find weapons or CIA Error" (Tidak dapat ditemukan senjata pemusnah massal atau CIA error). Siapa lagi yang menjadi korban olok-olok ini kalau bukan Presiden George W. Bush! Olokan ini masih berlanjut bila Anda mengetikkan "miserable failure" (kegagalan yang menyedihkan), maka yang tampil pada link pertama menuju pada situs biografi presiden President George W. Bush.
Sudah begitu parahkah Google menjadi alat propaganda untuk menyerang oknum tertentu? Anda yang bisa menjawabnya.
|