|
Dengan semakin terbukanya Aceh dan sekitarnya bagi para relawan asing, maka semakin banyak pula dampak yang ditimbulkannya, termasuk dampak positif dan negatif. Salah satunya adalah laporan yang mengatakan bahwa ada beberapa pegungsi yang membawa buku-buku porno. Dan hal ini sangat dikhawatirkan akan mengancam mental masyarakat Aceh. Memang amat disayangkan kalau fakta ini memang ditemukan di lapangan. Sebab kita tahu bahwa Aceh menjalankan syariat Islamnya dengan ketat.
Namun ada juga hal yang mungkin bagi kelompok Nasrani tertentu dapat ditoleransi seperti pemberitaan Injil. Memang dari berbagai organisasi yang datang ke Aceh tersebut ada beberapa di antara mereka berasal dari latar belakang Kristiani atau Katolik. Dilaporkan seorang pastur Australia, Chris Riley, berencana membangun tenda penampungan untuk anak-anak di Aceh. Rencana itu terungkap dalam wawancara khusus stasiun televisi Channel 9 dengan sang pastur, Selasa (4/1) waktu Brisbane. Riley akan berangkat ke Aceh pada 5 Januari 2004. Menurutnya, tenda-tenda penampungan sementara itu akan dibangun permanen di masa mendatang. Bahkan sudah tersebar sebagian buku kisah para nabi dalam versi Kristen.
Dari Strategic World Impact, Kevin Turner bersaksi bahwa sekelompok orang bermaksud mengirimkan makanan dan berbagai sumbangan barang lainnya, tetapi tidak mempunyai uang untuk mengirimkannya. Turner berkata SWI bersedia memberikan dananya sambil berkata bahwa orang Kristen mengasihi mereka. Seorang pria memandanginya sambil menangis dan berkata, "Aku tidak tahu tentang hal ini orang Amerika. Aku tidak tahu kalau orang Kristen juga mengasihi kami." Dan mereka lalu memberitakan Injil kepada sekelompok penyumbang bencana tersebut.
Memang tidak dapat dipungkiri lagi bahwa malapetaka tsunami itu menjadi ladang yang subur bagi Kabar Baik. Memang tidak semua orang Kristen sendiri setuju dengan tindakan tersebut, sebab perbuatan kasih dengan cara menolong para korban sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan kasih Kristus kepada mereka. Tetapi Anda akan dibantahnya, sebab mereka mengatakan bahwa Tuhan Yesus sendiri memerintahkan kita untuk memberitakan Kabar Baik itu. Bagaimana mereka mengerti kalau Yesus telah mati dan disalibkan bagi mereka kalau mereka tidak diberitahu?
Dari saudara kita yang berseberangan keyakinan memang mengkhawatirkan hal-hal semacam ini, tetapi toh mereka tidak dapat menampik gelombang relawan yang berduyun-duyun datang ke Aceh dan sekitarnya. Kita doakan saja agar para relawan itu memberikan dampak yang positif dan bagi para penginjil kita doakan agar mereka memberitakan Injil dengan pimpinan Roh Kudus.(slb/gc)
|