|
“Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya” (Yohanes 3:26).
Ian Macpherson menceritakan kembali sebuah cerita kuno tentang kuasa menghancurkan dari iri hati.
Sebuah legenda kuno mengisahkan tentang iblis yang sedang melintasi padang gurun Libya. Di sana ia bertemu dengan seorang suci yang sedang digoda oleh segerombolan setan. Setan-setan ini berusaha menempatkan keraguan dan ketakutan di pikirannya, menggodanya dengan berbagai hawa nafsu, dan mengatakan kepadanya bahwa pengorbanan hidupnya selama ini adalah sia-sia. Tetapi tampaknya orang Kristen saleh ini tidak tergoyahkan.
Melihat segala usaha mereka sia-sia, si iblis memanggil mereka dan berkata bahwa cara mereka salah. “Biarlah aku akan mencobanya,” kata si iblis.
Iblis ini mendekati orang Kristen saleh itu dan berkata kepadanya, “Kayaknya kamu belum mendengar sebuah berita gembira.”
“Berita gembira apa?” Tanya orang suci itu.
“Tahu nggak kalau saudaramu telah diangkat menjadi uskup Alexandria?”
Dengan cara ini, menurut legenda itu, kecemburuan mulai memenuhi hati si orang suci.
Saudara, kecemburuan adalah alat ampuh iblis untuk menghancurkan manusia. Sudah berapa kali ia berbisik di telinga kita, “Lihat, adikmu punya mobil baru. Sedangkan mobilmu sudah ketinggalan zaman.” Atau, “Masakan kamu tinggal di rumah kontrakan, sedangkan adikmu tinggal di rumah sendiri yang mewah dan megah?” Atau kalau Anda adalah seorang pelayan Tuhan, maka iblis juga senang membandingkan Anda dengan orang lain yang lebih “sukses” daripada Anda. “Wah, kamu sudah puluhan tahun menjadi pendeta tetapi jemaatmu cuma selusin. Perhatikan tetanggamu itu yang baru lulus dari sekolah Alkitab, tetapi jemaatnya sudah ratusan.”
Hati Anda menjadi panas, bukan? Apabila Anda menanggapi bisikan-bisikan ini hati Anda akan dipenuhi dengan cemburu dan iri hati. Mulailah timbul kebencian dan dendam dalam hati Anda. Siapa yang gembira kalau sudah begini? Anda pasti tahu jawabannya.
Mari kita bersyukur atas segala hal. Kalau keadaanmu tidak “sebaik” tetanggamu, bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia masih mengasihi Anda. Pokoknya, bersyukurlah jika rumahmu masih kontrakan atau kos, kendaraanmu cuma sepeda motor butut, atau apa saja, supaya Yesus dimuliakan melalui hidup Anda.
Iblis tidak senang bila senjata andalannya, yaitu iri hati, diberitahukan kepada orang benar.
|