salib.net - Mewartakan Salib dari Golgota



· Taruh di Home Page

Welcome Anonymous

Nickname
Password

Membership:
Latest: drullez
New Today: 1
New Yesterday: 0
Overall: 1526

People Online:
Members: 0
Visitors: 1
Bots: 3
Staff: 0
Staff Online:

No staff members are online!
Last 10 Forum Messages

Punya kekurangan sejak kecil
Last post by mawarmerahmuda in Konseling on May 20, 2012 at 16:12:52

Buku2 pengajaran iman Kristen yg ditulis oleh: Denny Teguh S
Last post by Denny in Lainnya on May 18, 2012 at 01:28:12

Buku: "BAHASA LIDAH: MASIH ADAKAH?" (Denny Teguh S.)
Last post by Denny in Lainnya on Apr 18, 2012 at 00:13:58

Renungan Paskah 2012: TUHAN YESUS TELAH BANGKIT! (Denny)
Last post by Denny in Belajar Alkitab on Apr 08, 2012 at 02:52:50

Renungan Jumat Agung 2012: KEMATIAN SANG ANAK ALLAH (Denny)
Last post by Denny in Belajar Alkitab on Apr 05, 2012 at 00:14:12

Get my new book: GENERASI TUA VS GENERASI MUDA (Denny T. S.)
Last post by Denny in Lainnya on Mar 18, 2012 at 02:07:53

Paskah Akbar Surabaya 2012
Last post by Denny in Agenda Kita on Mar 18, 2012 at 02:01:33

Tantangan Untuk Beritakan Injil di Wilayah Timur Tengah
Last post by mawarmerahmuda in Lainnya on Mar 17, 2012 at 12:58:39

Diresmikan, Syarat Dapat Gelar S1 Harus Publikasi Ilmiah
Last post by mawarmerahmuda in Lainnya on Feb 28, 2012 at 07:08:29

Suka duka jadi anak jenius
Last post by mawarmerahmuda in Lainnya on Feb 28, 2012 at 06:41:05

Mewartakan Salib dari Golgota

Copy and paste the text below to insert the button displayed above on your site. Thanks for your support!

We have received
5094622
page views since
April 2004
News > > Pembongkaran Gereja, Negara Lakukan Pembiaran
Result

Pembongkaran Gereja, Negara Lakukan Pembiaran

Seputar Indonesia Jakarta - Peristiwa pembongkaran Gereja Pantekosta di Kampung Bakon RT 01/04 Desa Limusnunggal, Keca­mat­an Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (19/7) siang menambah daftar panjang terjadinya kekerasan terhadap kebebasan beragama.

Kejadian ini menunjukkan bahwa negara terkesan mela­kukan pembiaran terhadap upaya pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) serta konsitusi. Dalam hal ini, Presiden selaku pemegang kekuasaan tertinggi harus turun tangan mengingatkan bawahannya dan menindak siapa saja yang melanggar HAM dan konsitusi.
Demikian benang merah perbincangan dengan Sekre­ta­ris Komisi Hubungan Antar-Agama Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Benny Su­setyo dan Ketua Badan Peng­urus SETARA Institute Hendardi yang dihubungi SH secara terpisah di Jakarta, Selasa (20/7).

Benny mengatakan, setidaknya ada dua hal yang patut digarisbawahi dari insiden ini. Pertama, hal ini menunjukkan kegagalan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri (Perber) No 8 dan 9 Tahun 2006 tentang Kerukunan dan Keharmonis­an Antar-Umat Beragama. Dalam Pasal 13 dan 14 Perber ini jelas disebutkan jika kewenangan pemerintah adalah memfasilitasi pembangunan rumah ibadah dengan syarat minimal 90 orang dalam satu kelurahan atau gabungan kelurahan.
Kedua, hal ini juga menunjukkan bahwa komunikasi an­tar­agama masih menjadi masalah.

Parahnya lagi, selama ini agama sering kali masih dipakai sebagai alat bargaining politik, termasuk di beberapa komunitas seperti Tange­rang, Banten, dan Bogor, Jawa Barat. Ini semakin memperkuat beberapa penelitian, antara lain yang dilakukan Wahid Institute bahwa kekerasan terhadap kebebasan beragama di Indonesia tertinggi terjadi di wilayah Jawa Barat.

Oleh karena itu, Presiden selaku pemimpin tertinggi di negeri ini harus bersikap tegas menyikapi pelanggaran hak beragama ini. “Presiden jangan diam atau terkesan melakukan pembiaran. Ini kan menunjukkan kewibawaan dia digerogoti. Kekerasan terus terjadi tanpa ada penindakan akan menjadikan masyarakat menjadi bar-bar,” tandasnya.
Sementara itu Hendardi menyatakan, kejadian kekerasan terhadap kebebasan beragama ini menunjukkan tidak adanya ketegasan dari aparat penegak hukum, di lain pihak peraturan yang mengatur soal pendirian rumah ibadah selama ini diintepretasikan bermacam-macam.

Ia menyayangkan sikap aparat yang seringkali bertindak keliru. Dalam kasus di Cileungsi misalnya, dari informasi yang diperoleh SETARA, ternyata rumah yang dibongkar salah alamat karena telah memiliki izin. Selain itu, selama ini aparat terkesan lebih mengikuti situasi dominan dalam masyarakat. Alih-alih ‘menenangkan’ massa, aparat malah mengakomodasi keinginan masyarakat tertentu yang ingin merobohkan rumah ibadah. “Ini kan negara bar-bar namanya,” cetusnya.

“Pola perizinan rumah ibadah dan tekanan massa yang seringkali juga didukung oleh Satpol PP dan lainnya, menjadi pola laten. SETARA ingin mengingatkan bahwa negara mestinya menjamin kebebasan dan hak berekspresi warga negaranya, negara tidak boleh tunduk pada logika masyarakat dan menjamin setiap warga negaranya dapat melaksanakan ibadahnya,” tegas Hendardi.

Kronologi
Terkait kasus bentrok antara aparat dengan warga saat pelaksanaan pembongkaran rumah ibadah di Kampung Bakom RT 01/04, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor hingga, Selasa (20/7) siang, masih diusut Polres Bogor. Sebanyak 10 warga yang dijadikan sebagai saksi dalam kasus tersebut, masih dalam pemeriksaan.

Untuk mengungkap peristiwa dalam eksekusi pembongkaran Gereja Pantekosta itu petugas juga sedang mengumpulkan bukti-bukti yang bisa menguatkan perbuatan melawan hukum yang dilakukan warga. Sementara itu, empat anggota Polres Bogor yang terkena lemparan pada bagian kepala dan kaki saat terjadi kericuhan hanya berobat jalan.

Kapolres Bogor AKBP Tomex Korniawan kepada SH, Selasa (20/7) pagi, mengatakan, 10 warga yang diduga terlibat dalam bentrokan masih dimintai keterangan. Statusnya masih sebagai saksi, dan keterangan para saksi itu nantinya dicocokkan dengan bukti-bukti yang ditemukan petugas. “Kita tidak bisa begitu saja menjadikan status tersangka, kalau tidak ada bukti kuat. Untuk pemeriksaan itu, kita punya waktu 1 x 24 jam menentukan apakah bisa dijadikan tersangka atau tidak,’’ tambahnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP ) Kabupaten Bogor, Dace Suprijadi, saat dikonfirmasikan SH melalui telepon selulernya, Selasa pagi, menjelaskan bahwa pembongkaran yang dilakukan terhadap bangunan semi permanen itu sudah sesuai prosedur yang berlaku. Bangunan yang terbuat dari bambu itu tidak memiliki izin sebagaimana aturan yang berlaku.

Bedeng berbentuk saung yang sebagian besar bahan bangunannya terbuat dari bambu itu pun kini sudah rata dengan tanah setelah ratusan aparat Satpol PP dan anggota Polres Kabupaten Bogor membongkar secara paksa, Senin (19/7) siang pukul 13.00 WIB. Kendati pihak jemaat sempat menghalangi dan mencoba berdialog, petugas tak ambil peduli. Hanya satu jam, bangunan itu pun rata dengan tanah. Ratusan aparat itu pun memaksa masuk ke lokasi dan merobohkan bangunan menggunakan tali yang ditarik dengan mobil truk milik Satpol PP.
Sebagian lagi dari aparat merubuhkan bangunan dengan tangan, hingga bangunan bedeng yang sejak April 2010 itu digunakan sebagai tempat ibadah oleh jemaat Gereja Pentakosta Indonesia hancur berantakan. Sempat terjadi insiden kecil saat petugas akan masuk ke dalam lokasi yang dijaga sebagian anggota jemaat.
Kuasa hukum Gereja Pentakosta Indonesia, Refer Harianja bersama Rekson Sitorus seorang jemaat kepada SH di lokasi mengatakan, bangunan itu sebenarnya bukan gereja. Tetapi, karena selama ini jemaat Gereja Pentakosta Indonesia Ciluengsi Bogor belum memunyai gereja yang resmi, bangunan itu sejak April setiap hari Minggu untuk sementara digunakan buat tempat ibadah dan sama sekali tidak mengganggu warga sekitar karena lokasi dikelilingi tembok dan jauh dari permukiman.(dina sasti damayanti/periksa ginting/jonder sihotang)

Posted by dessy on Thursday, July 29, 2010 (07:19:17) (1049 reads)

Average Score: 0
Votes: 0
Please take a second and vote for this article:

Excellent
Very Good
Good
Regular
Bad

Apakah Anda masih aktif memanfaatkan mengakses wap.salib.net via ponsel Anda?

Ya
55 %55 %55 %
Tidak
40 %40 %40 %
Pernah
3 %3 %3 %
Results :: Polls

Votes: 27
Comments: 0
Tuesday, March 22
  Adakah Orang yang Mendoakan Kita? (0)
Tuesday, March 22
  Rumah dengan Jendela Emas (0)
Monday, November 15
  Pengalaman Di Surga (0)
Tuesday, November 09
  Kisah Sebuah Paku Kecil (0)
Tuesday, November 09
  Bintang Kecil (0)
Monday, November 08
  Mereka Juga Indonesia (0)
Monday, November 08
  Kuasa Perkataan (0)
Monday, November 08
  Tulang Rusuk yang Hilang (0)
Thursday, July 29
  Surat Cinta Seorang Pembantu Untuk Pacar Bule-nya (0)
Thursday, July 29
  Jawaban Doa (0)

Older Articles
Each user can view the site with a different theme.
Themes marked with a * also change the forum look.

Semua artikel, forum, dan berita di situs ini adalah tanggung jawab para pengirim.
Silakan menyadur atau meng-copy seizin kami. Jangan lupa untuk mencantumkan sumber: salib.net.
Hotline kami di 08883023916 bila Anda ingin info lebih lanjut mengenai pelayanan SALIBNET MINISTRIES atau bila Anda membutuhkan pelayanan kami.
Interactive software released under GNU GPL, Code Credits, Privacy Policy
Azul theme and related images designed by Jamin - upgraded by Phoenix.