|
Kini semakin banyak orangtua yang membiarkan anak-anaknya menikmati sajian acara di berbagai stasiun TV. Menurut data terbaru yang dimuat dalam The American Academy of Pediatrics edisi Mei 2007, terungkap 90 persen anak-anak di AS berusia di bawah dua tahun dan 40 persen bayi berusia tiga bulan sering menonton TV atau DVD. Meski tidak ada data untuk anak Indonesia, boleh jadi hasilnya serupa.
Bagi banyak orang tua, TV memang sering dijadikan sarana untuk membuat anak duduk anteng dan tidak rewel sehingga ayah-bundanya bisa dengan tenang melakukan kesibukan lain di rumah. Padahal, anak merupakan kelompok pemirsa yang paling rawan terhadap dampak negatif siaran televisi.
Media Watch, sebuah lembaga riset media yang terbit di Jawa Timur (Mei 2005), melaporkan jumlah total tayangan anak selama 9-15 Mei 2005 di Indoesia mencapai 151,5 jam seminggu. Tahun 2003, lembaga riset lain melaporkan jumlah tayangan anak mencapai 125 jam seminggu.
The American Academy of Pediatric, tidak merekomendasikan anak di bawah usia dua tahun dan bayi untuk menonton tv atau DVD. Sedangkan anak berusia di atas tiga tahun, disarankan untuk menonton televisi cukup dua jam setiap harinya.
Yayasan Pengembangan Media Anak, mengungkapkan beberapa dampak buruk menonton TV pada anak. Pada anak usia 0-3 tahun, terlalu sering menonton TV dapat menimbulkan gangguan perkembangan bicara, menghambat kemampuan membaca-verbal maupun pemahaman, juga menghambat kemampuan anak dalam mengekspresikan pikiran melalui tulisan.
Sementara itu, tayangan TV tanpa pendampingan orangtua bisa meningkatkan agresivitas dan kekerasan pada anak usia 5-10 tahun. Selain itu anak juga tidak mampu membedakan antara realitas dan khayalan.
Karenanya, selain membatasi jam menonton TV bagi anak, sebaiknya orangtua selalu mendampingi anak ketika menonton. Cara lain adalah dengan menyeleksi tayangan mana saja yang layak dikonsumsi sesuai usia anak.
Jika orangtua memutuskan untuk mengurangi menonton TV, persiapkan kegiatan lain yang menyenangkan untuk dilakukan bersama anak-anak. Misalnya melakukan kegiatan bersepeda, bermain di halaman, dan masih banyak lagi.(kcm)
|