 Welcome Anonymous
Membership:
 Latest: agus.soetopo
 New Today: 0
 New Yesterday: 0
 Overall: 1525
People Online:
 Members: 0
 Visitors: 2
 Bots: 3
 Staff: 0
Staff Online:No staff members are online!
Last 10 Forum Messages
We have received 5087273page views since April 2004
Copy and paste the text below to insert the button displayed above on your site. Thanks for your support!
|
| Forum dan Diskusi > > Kekristenan > > Tanya dan Jawaban > > Ingin Tahu ttg Trinitas | |
Ingin Tahu ttg TrinitasHidup ini membutuhkan jawaban. Kalau Anda memiliki begitun banyak pertanyaan, entah itu masalah kehidupan, hal-hal yang tidak dipahami, atau fenomena yang sulit dimengerti, tanyakan disini. (hanya untuk Kristen - update 01/27/2009)
Go to page Previous 1, 2
| View previous topic :: View next topic |
| Author |
Message |
Tamu Guest

|
Posted: Mon Nov 28, 2005 3:11 pm Post subject: Re: Ingin Tahu ttg Trinitas |
|
| crosser wrote: |
| Saya baru saja sungguh-sungguh rajin ke gereja. Di kantor ada teman yang bertanya dengan nada menyerang mengenai Trinitas. saya belum bisa jelaskan secara detail (pengetahuan saya masih minim). Ada rekan di sini yang bisa bantu? |
Kaum misionaris Kristen senantiasa mengajarkan bahwa Tuhan itu terdiri atas tiga pribadi dalam satu substansi atau yang lebih dikenal dengan istilah Trinitas atau Tritunggal (Bapa, Anak/Yesus, dan Roh Kudus). Dari manakah dasar ajaran dan keyakinan ini? Adakah tertulis dalam Alkitab/Bibel?
Pada bagian ini kita akan mencermati apa yang dikatakan Alkitab tentang konsep ketuhanan dengan mengkonfrontasikannya dengan ajaran/doktrin Trinitas. Tentu saja dalam pembahasan ini kita harus memisahkan antara ajaran dan keyakinan tentang Trinitas dengan apa saja yang dikatakan Alkitab tentang konsep ketuhanan.
1. Bapa/Allah.
Perjanjian Lama secara tegas menyatakan bahwa tidak ada tuhan-tuhan lain bagi umat Israel kecuali Allah.
Akulah Tuhanmu, yang telah membebaskanmu dari negeri Mesir, keluar dari tempat perbudakan; engkau tidak ada memiliki tuhan-tuhan lain selain Aku. (Keluaran 20:2-3 - al. Douay-Rheims Bible 1582 M & King James Version 1611 M)
Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia. (Ulangan 4:35)
Bahkan, dalam Perjanjian Baru, Yesus sendiri menyatakan secara tegas bahwa Tuhan itu hanyalah Allah saja.
Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. (Markus 12:29)
Jawab Yesus: "Mengapa engkau memanggilku Guru yang baik? Hanya Satu yang baik, yaitu Allah. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah-Nya. (Matius 19:17 - al. Douay-Rheims Bible 1582 M & King James Version 1611 M)
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yohanes 17:3)
Konsep ketuhanan dan keesaan Allah ini sangat jelas dikatakan oleh Alkitab.
2. Anak Allah.
Frasa "anak Allah" banyak ditemukan dalam Alkitab. Namun demikian, Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa "anak Allah", siapa pun dia, memiliki kesetaraan dengan Allah. Tampaknya, Alkitab hanya ingin menggambarkan bahwa siapa saja yang memiliki hubungan kedekatan secara spiritual dengan Allah dianugerahi gelar sebagai "anak Allah".
Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. (Kejadian 6:1-2)
Menurut ayat di atas, disiratkan bahwa sebelum Allah menciptakan manusia, anak-anak Allah telah terlebih dahulu diciptakan, hingga ketika jumlah manusia bertambah banyak, konon anak-anak Allah tersebut tertarik kepada anak-anak perempuan manusia lalu mengambil istri dari antara perempuan-perempuan itu dan melahirkan keturunan bagi mereka (Kejadian 6:4).
Simak juga anak-anak Allah yang lain berikut ini:
Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung; (Keluaran 4:22)
Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi Bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku. (Yeremia 31:9)
Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, anak Allah. (Markus 1:1)
anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah. (Lukas 3:38)
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. (Matius 5:9)
Selain itu, Alkitab juga menggambarkan bahwa orang-orang yang memiliki hubungan kedekatan secara sepiritual dengan Allah dianggap menjadi satu kesatuan dengan Allah. Yesus berkata:
Bapaku, yang memberikan mereka kepadaku, lebih besar daripada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu. (Yohanes 10:29-30)
Dan bukan untuk mereka ini saja aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepadaku oleh pemberitaan mereka, supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam aku dan aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus aku ... Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam aku, supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi aku ... dan aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepadaku ada di dalam mereka dan aku di dalam mereka. (Yohanes 17:20-21,23,26)
Singkatnya, Alkitab mengatakan bahwa yang disebut "anak Allah" tidak hanya menunjuk kepada pribadi tertentu, tetapi bahkan meliputi segenap umat dan makhluk tertentu (anak-anak Allah yang bukan golongan manusia sebagaimana disebutkan dalam Kejadian 6:1-5).
Sebagian besar umat Kristen menuhankan Yesus bersandarkan pada ayat berikut:
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibunya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri. (Matius 1:18)
Umat Kristen berkeyakinan bahwa Roh Kudus adalah Roh Allah atau Allah sendiri, karenanya, bisa dipahami bahwa Yesus merupakan pengejawantahan dari Roh Kudus atau Allah. Namun demikian, Alkitab mencatat tentang peristiwa kelahiran Yohanes Pembaptis (Nabi Yahya) yang tidak kalah ajaibnya dibandingkan dengan peristiwa kelahiran Yesus dari perawan Maria. Konon, Yohanes Pembaptis lahir dari seorang perempuan mandul yang sudah tua bangka, namanya Elisabet, istri Nabi Zakharia. Peristiwa kehamilan Elisabet ini, dijelaskan dalam Alkitab, tidak terlepas dari bantuan penuh Roh Kudus. Konon, Yohanes Pembaptis diperkuat oleh Roh Kudus mulai dari rahim ibunya. Berikut petikan ayat-ayatnya:
Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Istrinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet ... Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya ... Tetapi malaikat (Gabriel) itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, istrimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes ... Sebab ia (Yohanes) akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya ... Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus. (Lukas 1:5,7,13,15,41)
Jika kita mau konsisten, maka kisah kelahiran Yohanes Pembaptis di atas tidak kalah ajaibnya dengan kisah kelahiran Yesus menurut Alkitab. Keduanya, memiliki kualifikasi yang sama, yakni sama-sama berkat campur tangan langsung Roh Kudus. Bedanya, jika Yesus lahir dari seorang perawan muda, maka Yohanes Pembaptis lahir dari seorang perempuan mandul yang sudah tua bangka. Keduanya tidak mungkin lahir tanpa bantuan langsung Roh Kudus.
Jika Yesus dianggap Tuhan karena kejadiannya oleh sebab campur tangan langsung Roh Kudus, maka, mengapa umat Kristen tidak menuhankan Yohanes Pembaptis, yang juga kejadiannya oleh sebab campur tangan langsung Roh Kudus?
3. Roh Kudus.
Tidak ada satu ayat pun dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Roh Kudus memiliki derajat kesetaraan dengan Allah. Dalam hal ini perlu ditegaskan bahwa Roh Allah (Perjanjian Lama) tidak sama dengan Roh Kudus (Perjanjian Baru), karena umat Israel hanya memiliki satu Tuhan yaitu Allah (Elohim/Jahweh). Simak ayat berikut:
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. (Kejadian 1:2)
Roh Allah sebagaimana tersebut dalam ayat di atas (Perjanjian Lama) bermakna Allah sendiri dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan Roh Kudus dalam Perjanjian Baru. Demikian juga dengan roh Allah sebagaimana tersebut dalam pesan Yesaya berikut ini:
Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. (Yesaya 42:1)
Roh Allah dalam pesan Yesaya di atas bermakna roh ciptaan Allah. Allah telah menentukan "orang pilihan"-Nya dengan memberikan roh kepadanya sejak masih dalam kandungan. Makhluk hidup seperti malaikat, jin, manusia, dan binatang semuanya memiliki roh yang diciptakan oleh Allah. Namun demikian, hanya tertentu saja dari mereka yang menjadi "orang pilihan"-Nya.
Berkenaan dengan pesan Yesaya di atas, Perjanjian Baru secara khusus menyebut istilah roh Allah berikut ini:
Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan ia melihat roh Allah seperti burung merpati turun ke atasnya, lalu terdengarlah suara dari langit yang mengatakan: "Inilah anak-Ku yang Kukasihi, kepadanyalah Aku berkenan." (Matius 3:16-17)
Ayat Matius tersebut sebenarnya merupakan distorsi dari pesan Yesaya di atas. Dalam hal ini, bukanlah maksud pengarang Matius untuk menyatakan kesetaraan Yesus dengan Allah, tetapi bahwa pengarang Matius berupaya keras untuk menggenapi seluruh nubuat Perjanjian Lama dengan menyuguhkan sosok Yesus. Bagaimanapun juga, roh Allah dalam kasus Matius ini tidak memiliki hubungan sama sekali dengan Roh Kudus. Lebih jauh, tidak ada konfirmasi sama sekali dalam seluruh Perjanjian Baru yang menyatakan bahwa Roh Kudus memiliki derajat kesetaraan dengan Allah.
Bahkan, dalam Perjanjian Baru sendiri, dengan mengkontraskan Matius 1:18 dan Lukas 1:26-27 dapat diidentifikasi bahwa Roh Kudus sebenarnya adalah malaikat Gabriel.
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. (Matius 1:18)
Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. (Lukas 1:26-27)
Ringkasnya, identifikasi yang paling mungkin atau bahkan paling tepat tentang pribadi Roh Kudus adalah malaikat Gabriel. Malaikat Gabriel adalah malaikat yang mempunyai tugas sebagai penyampai wahyu/ilham/pesan dari Allah kepada orang-orang tertentu yang menjadi pilihan Allah di muka bumi. Ia sering berubah-ubah bentuk fisik.** Ia bisa menjelma menjadi manusia, binatang, benda mati, raksasa, hingga kembali ke bentuk aslinya sebagai Roh Kudus (Roh Suci yang ghaib). Dalam hal ini perlu dijelaskan ketika malaikat Gabriel menghampiri Maria dalam wujud manusia dengan menjanjikan Roh Kudus:
Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, anak Allah. (Lukas 1:34-35)
Dijelaskan dalam ayat di atas, bahwa ketika menghampiri Maria untuk mengabarkan kehamilannya, malaikat Gabriel berubah wujud seperti manusia, dan ketika memperkuat janin Yesus (Nabi Isa) dalam kandungan rahim Maria, malaikat Gabriel kembali ke wujud aslinya sebagai Roh Kudus. Demikian pula ketika memperkuat janin Yohanes Pembaptis (Nabi Yahya) dalam kandungan rahim Elisabet, malaikat Gabriel berwujud sebagai Roh Kudus. Konon, janin Yohanes Pembaptis melonjak kegirangan ketika mendengan salam Maria:
Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus. (Lukas 1:41)
Roh Kudus juga konon memberi wahyu/ilham kepada Nabi Zakharia untuk bernubuat:
Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: ... (Lukas 1:67)
Terlepas dari persoalan siapa sebenarnya Roh Kudus itu, yang pasti Alkitab tidak pernah meninggikan derajat Roh Kudus hingga setara dengan Allah.
4. Doktrin Paulus Tarsus.
Berikut doktrin ketuhanan menurut Paulus:
Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. (1 Korintus 8:6)
Dari ayat di atas, Paulus ingin mempengaruhi orang-orang Korintus pada waktu itu agar mengikuti ajarannya, bahwa Tuhan terdiri dari dua substansi yaitu Bapa dan Yesus Kristus. Doktrin Paulus di atas, bukan saja bertentangan dengan konsep ketuhanan dalam Perjanjian Lama, tetapi juga bertentangan dengan pernyataan Yesus dalam kitab-kitab kanonik (Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes).
Lebih jauh, Paulus juga menyampaikan sebuah konsep tentang kemanunggalan Tuhan bersama Melkisedek:
Ia (Melkisedek) tidak berbapak, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah (Yesus), ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya. (Ibrani 7:3)
Jadi, menurut Doktrin Paulus, Tuhan merupakan kemanunggalan dari tiga mitra yang sejajar yang terdiri atas Bapa, Yesus, dan Melkisedek.
Tentu saja, yang membuat kita terheran-heran adalah, mengapa surat-surat Paulus yang berjumlah 14 kitab itu begitu saja diterima dan dimasukkan ke dalam kanon Perjanjian Baru hanya oleh usulan Athanasius, uskup Aleksandria pada tahun 367 M? Sebagaimana dapat dibaca dalam berbagai literatur, Paulus bukan dan tidak pernah menjadi murid Yesus. Pernyataan-pernyataanya merupakan tulisan yang sangat jelas membesarkan diri sendiri.
Perlu diketahui, bahwa tidak ada nabi/rasul yang menulis kitab dengan tangan sendiri. Semua ajaran nabi/rasul ditulis dan diabadikan oleh para pengikutnya yang percaya akan kenabian/kerasulannya. Jika ada seorang yang mengaku nabi/rasul dengan menulis sendiri ajarannya dalam sebuah kitab tertentu dan menyebarkannya kepada orang lain maka dapat dipastikan ia adalah nabi/rasul palsu, terlebih jika tulisan tersebut tampak jelas berisi ajaran dengan membesarkan diri sendiri.
KESIMPULAN:
Konsep ketuhanan Trinitas yang dikumandangkan para misionaris Kristen sesungguhnya tidak ada dalam Alkitab. Ia adalah doktrin gereja dan merupakan pengembangan sayap dari Doktrin Paulus, yang selanjutnya dipercaya begitu saja oleh umat Kristen tanpa dasar yang kuat.
Keterangan:
**Beberapa wujud malaikat Gabriel yang dicatat dalam Alkitab/Bibel antara lain:
(a) Wujud raksasa.
Konon digambarkan dalam Alkitab, ketika Nabi Zakharia hendak membakar ukupan di dalam Bait Suci, ia melihat malaikat Gabriel berdiri di sebelah kanan mezbah dalam wujud raksasa. Kontan saja, Nabi Zakharia terkejut dan ketakutan:
Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut ... Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. (Lukas 1:11-12,19)
(b) Wujud manusia biasa.
Ketika hendak mengabarkan kehamilan Maria, malaikat Gabriel berwujud seperti manusia biasa dengan memasuki rumah Maria:
Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. (Lukas 1:28-29)
(c) Wujud asli sebagai Roh Kudus.
Dijelaskan dalam Alkitab, sebagaimana yang konon dituturkan oleh malaikat Gabriel, Yohanes Pembaptis (Nabi Yahya) akan diperkuat oleh Roh Kudus mulai dari rahim ibunya (Elisabet).
Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya. (Lukas 1:15)
|
|
| Back to top |
|
 |
Tamu Guest

|
Posted: Mon Nov 28, 2005 3:13 pm Post subject: Re: Ingin Tahu ttg Trinitas |
|
TRINITAS VERSUS ALKITAB
Kaum misionaris Kristen senantiasa mengajarkan bahwa Tuhan itu terdiri atas tiga pribadi dalam satu substansi atau yang lebih dikenal dengan istilah Trinitas atau Tritunggal (Bapa, Anak/Yesus, dan Roh Kudus). Dari manakah dasar ajaran dan keyakinan ini? Adakah tertulis dalam Alkitab/Bibel?
Pada bagian ini kita akan mencermati apa yang dikatakan Alkitab tentang konsep ketuhanan dengan mengkonfrontasikannya dengan ajaran/doktrin Trinitas. Tentu saja dalam pembahasan ini kita harus memisahkan antara ajaran dan keyakinan tentang Trinitas dengan apa saja yang dikatakan Alkitab tentang konsep ketuhanan.
1. Bapa/Allah.
Perjanjian Lama secara tegas menyatakan bahwa tidak ada tuhan-tuhan lain bagi umat Israel kecuali Allah.
Akulah Tuhanmu, yang telah membebaskanmu dari negeri Mesir, keluar dari tempat perbudakan; engkau tidak ada memiliki tuhan-tuhan lain selain Aku. (Keluaran 20:2-3 - al. Douay-Rheims Bible 1582 M & King James Version 1611 M)
Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia. (Ulangan 4:35)
Bahkan, dalam Perjanjian Baru, Yesus sendiri menyatakan secara tegas bahwa Tuhan itu hanyalah Allah saja.
Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. (Markus 12:29)
Jawab Yesus: "Mengapa engkau memanggilku Guru yang baik? Hanya Satu yang baik, yaitu Allah. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah-Nya. (Matius 19:17 - al. Douay-Rheims Bible 1582 M & King James Version 1611 M)
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yohanes 17:3)
Konsep ketuhanan dan keesaan Allah ini sangat jelas dikatakan oleh Alkitab.
2. Anak Allah.
Frasa "anak Allah" banyak ditemukan dalam Alkitab. Namun demikian, Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa "anak Allah", siapa pun dia, memiliki kesetaraan dengan Allah. Tampaknya, Alkitab hanya ingin menggambarkan bahwa siapa saja yang memiliki hubungan kedekatan secara spiritual dengan Allah dianugerahi gelar sebagai "anak Allah".
Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. (Kejadian 6:1-2)
Menurut ayat di atas, disiratkan bahwa sebelum Allah menciptakan manusia, anak-anak Allah telah terlebih dahulu diciptakan, hingga ketika jumlah manusia bertambah banyak, konon anak-anak Allah tersebut tertarik kepada anak-anak perempuan manusia lalu mengambil istri dari antara perempuan-perempuan itu dan melahirkan keturunan bagi mereka (Kejadian 6:4).
Simak juga anak-anak Allah yang lain berikut ini:
Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung; (Keluaran 4:22)
Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi Bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku. (Yeremia 31:9)
Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, anak Allah. (Markus 1:1)
anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah. (Lukas 3:38)
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. (Matius 5:9)
Selain itu, Alkitab juga menggambarkan bahwa orang-orang yang memiliki hubungan kedekatan secara sepiritual dengan Allah dianggap menjadi satu kesatuan dengan Allah. Yesus berkata:
Bapaku, yang memberikan mereka kepadaku, lebih besar daripada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu. (Yohanes 10:29-30)
Dan bukan untuk mereka ini saja aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepadaku oleh pemberitaan mereka, supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam aku dan aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus aku ... Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam aku, supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi aku ... dan aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepadaku ada di dalam mereka dan aku di dalam mereka. (Yohanes 17:20-21,23,26)
Singkatnya, Alkitab mengatakan bahwa yang disebut "anak Allah" tidak hanya menunjuk kepada pribadi tertentu, tetapi bahkan meliputi segenap umat dan makhluk tertentu (anak-anak Allah yang bukan golongan manusia sebagaimana disebutkan dalam Kejadian 6:1-5).
Sebagian besar umat Kristen menuhankan Yesus bersandarkan pada ayat berikut:
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibunya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri. (Matius 1:18)
Umat Kristen berkeyakinan bahwa Roh Kudus adalah Roh Allah atau Allah sendiri, karenanya, bisa dipahami bahwa Yesus merupakan pengejawantahan dari Roh Kudus atau Allah. Namun demikian, Alkitab mencatat tentang peristiwa kelahiran Yohanes Pembaptis (Nabi Yahya) yang tidak kalah ajaibnya dibandingkan dengan peristiwa kelahiran Yesus dari perawan Maria. Konon, Yohanes Pembaptis lahir dari seorang perempuan mandul yang sudah tua bangka, namanya Elisabet, istri Nabi Zakharia. Peristiwa kehamilan Elisabet ini, dijelaskan dalam Alkitab, tidak terlepas dari bantuan penuh Roh Kudus. Konon, Yohanes Pembaptis diperkuat oleh Roh Kudus mulai dari rahim ibunya. Berikut petikan ayat-ayatnya:
Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Istrinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet ... Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya ... Tetapi malaikat (Gabriel) itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, istrimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes ... Sebab ia (Yohanes) akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya ... Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus. (Lukas 1:5,7,13,15,41)
Jika kita mau konsisten, maka kisah kelahiran Yohanes Pembaptis di atas tidak kalah ajaibnya dengan kisah kelahiran Yesus menurut Alkitab. Keduanya, memiliki kualifikasi yang sama, yakni sama-sama berkat campur tangan langsung Roh Kudus. Bedanya, jika Yesus lahir dari seorang perawan muda, maka Yohanes Pembaptis lahir dari seorang perempuan mandul yang sudah tua bangka. Keduanya tidak mungkin lahir tanpa bantuan langsung Roh Kudus.
Jika Yesus dianggap Tuhan karena kejadiannya oleh sebab campur tangan langsung Roh Kudus, maka, mengapa umat Kristen tidak menuhankan Yohanes Pembaptis, yang juga kejadiannya oleh sebab campur tangan langsung Roh Kudus?
3. Roh Kudus.
Tidak ada satu ayat pun dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Roh Kudus memiliki derajat kesetaraan dengan Allah. Dalam hal ini perlu ditegaskan bahwa Roh Allah (Perjanjian Lama) tidak sama dengan Roh Kudus (Perjanjian Baru), karena umat Israel hanya memiliki satu Tuhan yaitu Allah (Elohim/Jahweh). Simak ayat berikut:
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. (Kejadian 1:2)
Roh Allah sebagaimana tersebut dalam ayat di atas (Perjanjian Lama) bermakna Allah sendiri dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan Roh Kudus dalam Perjanjian Baru. Demikian juga dengan roh Allah sebagaimana tersebut dalam pesan Yesaya berikut ini:
Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. (Yesaya 42:1)
Roh Allah dalam pesan Yesaya di atas bermakna roh ciptaan Allah. Allah telah menentukan "orang pilihan"-Nya dengan memberikan roh kepadanya sejak masih dalam kandungan. Makhluk hidup seperti malaikat, jin, manusia, dan binatang semuanya memiliki roh yang diciptakan oleh Allah. Namun demikian, hanya tertentu saja dari mereka yang menjadi "orang pilihan"-Nya.
Berkenaan dengan pesan Yesaya di atas, Perjanjian Baru secara khusus menyebut istilah roh Allah berikut ini:
Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan ia melihat roh Allah seperti burung merpati turun ke atasnya, lalu terdengarlah suara dari langit yang mengatakan: "Inilah anak-Ku yang Kukasihi, kepadanyalah Aku berkenan." (Matius 3:16-17)
Ayat Matius tersebut sebenarnya merupakan distorsi dari pesan Yesaya di atas. Dalam hal ini, bukanlah maksud pengarang Matius untuk menyatakan kesetaraan Yesus dengan Allah, tetapi bahwa pengarang Matius berupaya keras untuk menggenapi seluruh nubuat Perjanjian Lama dengan menyuguhkan sosok Yesus. Bagaimanapun juga, roh Allah dalam kasus Matius ini tidak memiliki hubungan sama sekali dengan Roh Kudus. Lebih jauh, tidak ada konfirmasi sama sekali dalam seluruh Perjanjian Baru yang menyatakan bahwa Roh Kudus memiliki derajat kesetaraan dengan Allah.
Bahkan, dalam Perjanjian Baru sendiri, dengan mengkontraskan Matius 1:18 dan Lukas 1:26-27 dapat diidentifikasi bahwa Roh Kudus sebenarnya adalah malaikat Gabriel.
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. (Matius 1:18)
Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. (Lukas 1:26-27)
Ringkasnya, identifikasi yang paling mungkin atau bahkan paling tepat tentang pribadi Roh Kudus adalah malaikat Gabriel. Malaikat Gabriel adalah malaikat yang mempunyai tugas sebagai penyampai wahyu/ilham/pesan dari Allah kepada orang-orang tertentu yang menjadi pilihan Allah di muka bumi. Ia sering berubah-ubah bentuk fisik.** Ia bisa menjelma menjadi manusia, binatang, benda mati, raksasa, hingga kembali ke bentuk aslinya sebagai Roh Kudus (Roh Suci yang ghaib). Dalam hal ini perlu dijelaskan ketika malaikat Gabriel menghampiri Maria dalam wujud manusia dengan menjanjikan Roh Kudus:
Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, anak Allah. (Lukas 1:34-35)
Dijelaskan dalam ayat di atas, bahwa ketika menghampiri Maria untuk mengabarkan kehamilannya, malaikat Gabriel berubah wujud seperti manusia, dan ketika memperkuat janin Yesus (Nabi Isa) dalam kandungan rahim Maria, malaikat Gabriel kembali ke wujud aslinya sebagai Roh Kudus. Demikian pula ketika memperkuat janin Yohanes Pembaptis (Nabi Yahya) dalam kandungan rahim Elisabet, malaikat Gabriel berwujud sebagai Roh Kudus. Konon, janin Yohanes Pembaptis melonjak kegirangan ketika mendengan salam Maria:
Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus. (Lukas 1:41)
Roh Kudus juga konon memberi wahyu/ilham kepada Nabi Zakharia untuk bernubuat:
Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: ... (Lukas 1:67)
Terlepas dari persoalan siapa sebenarnya Roh Kudus itu, yang pasti Alkitab tidak pernah meninggikan derajat Roh Kudus hingga setara dengan Allah.
4. Doktrin Paulus Tarsus.
Berikut doktrin ketuhanan menurut Paulus:
Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. (1 Korintus 8:6)
Dari ayat di atas, Paulus ingin mempengaruhi orang-orang Korintus pada waktu itu agar mengikuti ajarannya, bahwa Tuhan terdiri dari dua substansi yaitu Bapa dan Yesus Kristus. Doktrin Paulus di atas, bukan saja bertentangan dengan konsep ketuhanan dalam Perjanjian Lama, tetapi juga bertentangan dengan pernyataan Yesus dalam kitab-kitab kanonik (Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes).
Lebih jauh, Paulus juga menyampaikan sebuah konsep tentang kemanunggalan Tuhan bersama Melkisedek:
Ia (Melkisedek) tidak berbapak, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah (Yesus), ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya. (Ibrani 7:3)
Jadi, menurut Doktrin Paulus, Tuhan merupakan kemanunggalan dari tiga mitra yang sejajar yang terdiri atas Bapa, Yesus, dan Melkisedek.
Tentu saja, yang membuat kita terheran-heran adalah, mengapa surat-surat Paulus yang berjumlah 14 kitab itu begitu saja diterima dan dimasukkan ke dalam kanon Perjanjian Baru hanya oleh usulan Athanasius, uskup Aleksandria pada tahun 367 M? Sebagaimana dapat dibaca dalam berbagai literatur, Paulus bukan dan tidak pernah menjadi murid Yesus. Pernyataan-pernyataanya merupakan tulisan yang sangat jelas membesarkan diri sendiri.
Perlu diketahui, bahwa tidak ada nabi/rasul yang menulis kitab dengan tangan sendiri. Semua ajaran nabi/rasul ditulis dan diabadikan oleh para pengikutnya yang percaya akan kenabian/kerasulannya. Jika ada seorang yang mengaku nabi/rasul dengan menulis sendiri ajarannya dalam sebuah kitab tertentu dan menyebarkannya kepada orang lain maka dapat dipastikan ia adalah nabi/rasul palsu, terlebih jika tulisan tersebut tampak jelas berisi ajaran dengan membesarkan diri sendiri.
KESIMPULAN:
Konsep ketuhanan Trinitas yang dikumandangkan para misionaris Kristen sesungguhnya tidak ada dalam Alkitab. Ia adalah doktrin gereja dan merupakan pengembangan sayap dari Doktrin Paulus, yang selanjutnya dipercaya begitu saja oleh umat Kristen tanpa dasar yang kuat.
Keterangan:
**Beberapa wujud malaikat Gabriel yang dicatat dalam Alkitab/Bibel antara lain:
(a) Wujud raksasa.
Konon digambarkan dalam Alkitab, ketika Nabi Zakharia hendak membakar ukupan di dalam Bait Suci, ia melihat malaikat Gabriel berdiri di sebelah kanan mezbah dalam wujud raksasa. Kontan saja, Nabi Zakharia terkejut dan ketakutan:
Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut ... Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. (Lukas 1:11-12,19)
(b) Wujud manusia biasa.
Ketika hendak mengabarkan kehamilan Maria, malaikat Gabriel berwujud seperti manusia biasa dengan memasuki rumah Maria:
Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. (Lukas 1:28-29)
(c) Wujud asli sebagai Roh Kudus.
Dijelaskan dalam Alkitab, sebagaimana yang konon dituturkan oleh malaikat Gabriel, Yohanes Pembaptis (Nabi Yahya) akan diperkuat oleh Roh Kudus mulai dari rahim ibunya (Elisabet).
Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya. (Lukas 1:15)
|
|
| Back to top |
|
 |
Anas Newbie


Joined: Nov 08, 2004 Posts: 11
|
Posted: Tue Nov 29, 2005 11:03 am Post subject: Re: Ingin Tahu ttg Trinitas |
|
Kami mengundang si Mistery Guest untuk hadir dalam kajian bulanan kami,agar kita bisa saling berdiskusi utk bisa saling mendapatkan pencerahan.
Tempat : Aula Keuskupan Surabaya, Jl.W.R Supratman No.4
Tanggal : 2 Desember 2005
Jam : 19.00 WIBB.
|
|
| Back to top |
|
 |
Satriyo Newbie


Joined: Dec 07, 2007 Posts: 12
|
Posted: Sat Dec 08, 2007 8:47 am Post subject: Re: Ingin Tahu ttg Trinitas |
|
Hal yang dasar bagi orang percaya adalah di bisa mengerti siapa itu Bapa, Yesus, dan Roh Kudus. kalo tentang Tuhannya saja kita bingung bagaimana kita bisa menjadi pengikutnya yang baik.
Di dalam Alkitab jelas dikatakan siapa itu Bapa. Dia adalah Bapa dari Tuhan Yesus dan Bapa kita. Yesus adalah Raja kita yang memimpin kita selama hidup di dunia dan di surga. Dan Roh Kudus adalah Roh Bapa yang memberikan kita kekuatan.
Kita bukan menyembah dua Tuhan, Bapa dan Yesus adalah satu. dalam artian Yesus di dalam Bapa dan Bapa di dalam Yesus. Kita nanti di surga bisa melihat keduanya, seperti Stefanus melihat Yesus berdiri di sebelah kanan Bapa.
Pemilik alam semesta ini adalah Bapa, dan ketika Yesus menyelesaikan tugasnya (disalib) dia diberikan Bapa juga kuasa atas bumi dan sorga.
Dalam kitab wahyu dikatakan di surga ada dua tahta yaitu tahta Bapa dan Yesus, dan kita akan beribadah kepadanya.
Kalo anda ingin beribadah kepada Bapa, anda harus lewat Yesus karena dia yang ditunjuk Bapa sebagai penguasa di dunia dan di surga.
Anda tidak bisa meninggalkan Yesus kalo anda mau bertemu Bapa. Karena sebelum bertemu Bapa anda akan bertemu Yesus terlebih dahulu.
Masalah Bapa, Yesus, dan Roh Kudus memang rumit. tapi sebenarnya kalo kita mau belajar Alkitab dengan bimbingan Roh Kudus anda akan dibukakan rahasia besar tersebut.
GBU
|
|
| Back to top |
|
 |
vPaulus Newbie


Joined: Mar 29, 2008 Posts: 28
|
Posted: Tue Apr 01, 2008 4:34 pm Post subject: Re: Ingin Tahu ttg Trinitas |
|
Banyak pihak2 yang berusaha mencari dasar2 Trinitas dalam Alkitab. Dan banyak yang akhirnya menyimpulkan Trinitas sebagai sesat dan palsu karena tidak ada di Alkitab.
Alkitab sendiri memang adalah Firman Allah, tapi bukanlah suatu kitab yang sempurna dan merangkum semua ajaran Kristen dan tradisi2nya. Alkitab pun tidak bisa sembarang ditafsir seenak jidat. Hanya Gereja dengan Kuasa Mengajarnya yang berhak menafsir Kitab Suci dibawah terang Roh Kudus! Tafsiran diluar tafsiran Gereja Roma adalah tafsiran setan! Alkitab adalah bagian dari tradisi Gereja itu sendiri, dan pada dasarnya hanyalah suatu kitab suplemen bagi kehidupan Kristen. Karena, Alkitab dalam bentuk seperti sekarang ini baru ada tahun 300an ketika dikanonkan. Sedangkan Ajaran Suci Gereja sudah ada sejak hari Pentakosta tahun 30an, hari jadi Gereja. Dengan kata lain, 300 tahun pertama Gereja, tidak ada yang namanya Alkitab seperti sekarang. Dan bagaimana mungkin mencari "informasi sejarah masa kecil sang Ayah, dengan bertanya kepada anaknya?" Bagaimana mungkin mencari seluruh Ajaran Kristen, dalam hal ini Trinitas, kepada Alkitab yang lahir belakangan 300 tahun kemudian???
_________________ Semper Idem! (Alfredo Cardinal Ottaviani)
Panjang Umur Bapa Suci Benediktus XVI! - Uskup Roma, Vikar Kristus, Penerus Pangeran2 Gereja Suci, Pontif Agung dari Gereja Sedunia, Primat Italia, dan Hamba dari Hamba2 Allah |
|
| Back to top |
|
 |
kimz Newbie


Joined: Mar 31, 2008 Posts: 73
|
Posted: Wed Apr 02, 2008 5:06 pm Post subject: Re: Ingin Tahu ttg Trinitas |
|
| vPaulus wrote: |
| Alkitab sendiri memang adalah Firman Allah, tapi bukanlah suatu kitab yang sempurna dan merangkum semua ajaran Kristen dan tradisi2nya. |
kalau menurut anda alkitab tidak sempurna, bagian mana yang benar dan bagian mana yang salah? dari mana kita tahu suatu bagian adalah benar atau salah? jangan2 kristus adalah tuhan adalah bagian yang salah dan bahwa maria adalah ibu yesus adalah bagian yang salah....... kasihan dong kita orang kristen/katholik....
dibuang aja deh kalo gitu alkitabnya.....kita gak butuh alkitab!!!.
YESUS MEMBERKATI 
|
|
| Back to top |
|
 |
Sword Newbie


Joined: Jan 23, 2008 Posts: 1075
|
Posted: Fri Apr 11, 2008 3:54 pm Post subject: Re: Ingin Tahu ttg Trinitas |
|
Si Tamu misterius keliatannya dari aliran Saksi Yehuwa atau Unitarianisme.
Ada banyak kejanggalan didalam seluruh tulisannya. Gue ada tulisan yang bagus dari Pdt. Budi Asali, M.Div yang membahas mengenai Doktrin Allah Tritunggal/Trinitas. Artikel ini pernah dimuat di halaman sebelah / salib.net/index.php?na...&t=878 . Thanks to Golgota. GBU bro. Saya rasa untuk halaman ini gue perlu kutip lagi secara lengkap sebagai penyeimbang dari ajaran sesat yg udah dimotori oleh Tamu Misterius kita kali ini.
| Quote:: |
Doktrin Allah Tritunggal
Pdt. Budi Asali, M.Div.
Pdt. Budi Asali, meraih gelar Master of Divinity - M.Div. dari Reformed Theological Seminary (RTS), Jackson, Mississippi, United States of America.
Perlu diketahui bahwa tidak ada satu ayatpun dalam Kitab Suci yang menyatakan doktrin Allah Tritunggal secara keseluruhan. Doktrin Allah Tritunggal didapatkan dari banyak ayat Kitab Suci. Sebagian ayat-ayat Kitab Suci menyatakan ketunggalan Allah, tetapi sebagian yang lain menyatakan adanya kejamakan tertentu dalam diri Allah.
I) Kitab Suci menunjukkan ketunggalan Allah.
1) Ayat-ayat Kitab Suci yang secara explicit menyatakan bahwa Allah itu satu (Ul 6:4 Mark 12:32 Yoh 17:3 1Kor 8:4 1Tim 2:5 Yak 2:19).
2) Penggunaan kata-kata bentuk tunggal untuk Allah atau dalam hubungannya dengan Allah:
a) Penggunaan kata ganti orang bentuk tunggal.
Contoh:
• kalau Allah berbicara tentang diriNya sendiri, maka pada umumnya Ia menggunakan kata ‘Aku’ (bahasa Inggris: ‘I’).
• kalau orang lain berbicara tentang Allah, maka pada umumnya digunakan kata ‘Dia’ (bahasa Inggris: ‘He’).
• kalau orang berbicara kepada Allah, maka pada umumnya digunakan kata ‘Engkau’ (bahasa Inggris: ‘You’). Dalam bahasa Yunani maupun Ibraninya terlihat bahwa yang digunakan adalah ‘You’ dalam bentuk tunggal.
b) Penggunaan kata kerja bentuk tunggal.
Contoh: dalam bahasa Ibraninya, kata ‘menciptakan’ dalam Kej 1:1 adalah kata kerja bentuk tunggal.
c) Penggunaan kata sifat bentuk tunggal.
Contoh: dalam bahasa Ibraninya, kata-kata ‘baik’ dan ‘benar’ dalam Maz 25:8 adalah kata sifat bentuk tunggal.
Maz 25:8 - “TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat”.
3) Allah mempunyai sifat self-existent, dan sifat ini tidak memungkinkan adanya lebih dari satu makhluk seperti Dia.
a) Sifat self-existent (= ada dengan sendirinya / ada dari dirinya sendiri) dari Allah, jelas merupakan ajaran dalam Kitab Suci, karena Kitab Suci menunjukkan bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Allah (Kej 1:1-31 Yoh 1:3,10), tetapi Kitab Suci tidak pernah menceritakan tentang terjadinya Allah, dan ini menunjukkan bahwa Allah sendiri tidak pernah diciptakan / dijadikan oleh siapapun / apapun juga.
b) Sifat self-existent ini mempunyai 2 perwujudan:
1. Allah adalah makhluk yang independent (= bebas / tak tergantung) secara mutlak.
• diriNya / keberadaanNya / hidupNya independent.
Yoh 5:26 - “Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diriNya sendiri, demikian juga diberikanNya Anak mempunyai hidup dalam diriNya sendiri”.
• pikiranNya / rencanaNya / kehendakNya / tindakanNya independent.
Ro 11:33-34 - “(33) O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusanNya dan sungguh tak terselami jalan-jalanNya! (34) Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihatNya?”.
Ro 9:10-21 - “(10) Tetapi bukan hanya itu saja. Lebih terang lagi ialah Ribka yang mengandung dari satu orang, yaitu dari Ishak, bapa leluhur kita. (11) Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, - supaya rencana Allah tentang pemilihanNya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilanNya - (12) dikatakan kepada Ribka: ‘Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda,’ (13) seperti ada tertulis: ‘Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau.’ (14) Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil! (15) Sebab Ia berfirman kepada Musa: ‘Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati.’ (16) Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah. (17) Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun: ‘Itulah sebabnya Aku membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasaKu di dalam engkau, dan supaya namaKu dimasyhurkan di seluruh bumi.’ (18) Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendakiNya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendakiNya. (19) Sekarang kamu akan berkata kepadaku: ‘Jika demikian, apa lagi yang masih disalahkanNya? Sebab siapa yang menentang kehendakNya?’ (20) Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: ‘Mengapakah engkau membentuk aku demikian?’ (21) Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?”.
Daniel 4:35 - “Semua penduduk bumi dianggap remeh; Ia berbuat menurut kehendakNya terhadap bala tentara langit dan penduduk bumi; dan tidak ada seorangpun yang dapat menolak tanganNya dengan berkata kepadaNya: ‘Apa yang Kaubuat?’”.
Ef 1:5 - “Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anakNya, sesuai dengan kerelaan kehendakNya”.
Maz 115:3 - “Allah kita di sorga; Ia melakukan apa yang dikehendakiNya!”.
2. Segala sesuatu ada hanya melalui Dia, dan segala sesuatu tergantung kepada Dia.
Neh 9:6 - “‘Hanya Engkau adalah TUHAN! Engkau telah menjadikan langit, ya langit segala langit dengan segala bala tentaranya, dan bumi dengan segala yang ada di atasnya, dan laut dengan segala yang ada di dalamnya. Engkau memberi hidup kepada semuanya itu dan bala tentara langit sujud menyembah kepadaMu”.
Maz 104:27-30 - “(27) Semuanya menantikan Engkau, supaya diberikan makanan pada waktunya. (28) Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tanganMu, mereka kenyang oleh kebaikan. (29) Apabila Engkau menyembunyikan wajahMu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu. (30) Apabila Engkau mengirim rohMu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi”.
Yoh 1:3 - “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan”.
Kis 17:28a - “Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, ...”.
Ibr 1:3a - “Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firmanNya yang penuh kekuasaan”.
1Tim 6:13a - “Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu ...”.
c) Dari semua ini bisa disimpulkan bahwa tidak mungkin ada lebih dari satu makhluk yang seperti itu! Karena tidak mungkin bisa ada 2 makhluk yang sama-sama tidak tergantung apapun / siapapun, dan yang membuat segala sesuatu tergantung dirinya.
Jadi kita tetap mempercayai bahwa Allah itu satu.
II) Kitab Suci menunjukkan adanya ‘kejamakan dalam diri Allah’.
Perhatikan bahwa saya tidak menyebut adanya ‘banyak Allah’, tetapi adanya ‘kejamakan dalam diri Allah’. Jadi, saya tetap percaya pada ketunggalan / keesaan Allah, tetapi dalam keesaanNya itu terdapat ‘suatu kejamakan tertentu’. Allah itu mempunyai hanya satu hakekat, dalam 3 pribadi!
Keilahian Yesus dan Roh Kudus.
Adanya kejamakan dalam diri Allah terlihat dari keilahian Yesus dan Roh Kudus. Bahwa Yesus dan Roh Kudus juga adalah Allah, sebagaimana Bapa adalah Allah, jelas menunjukkan adanya kejamakan dalam diri Allah.
Philip Schaff: “Under the condition of monotheism, this doctrine followed of necessity from the doctrine of the divinity of Christ and of the Holy Spirit” (= Di bawah kondisi dari monotheisme, doktrin ini mengikuti sebagai suatu keharusan dari doktrin tentang keilahian dari Kristus dan dari Roh Kudus) - ‘History of the Christian Church’, vol II, hal 566.
Tetapi saya masih ingin menambahkan bukti-bukti adanya kejamakan dalam diri Allah, dalam Perjanjian Lama dan dalam Perjanjian Baru.
Dalam Perjanjian Lama.
1) Penggunaan kata ‘ELOHIM’ untuk Allah (Kej 1:1 dll) yang merupakan kata bentuk jamak / plural.
Kata ‘ELOHIM’ mempunyai bentuk tunggal / singular yaitu ‘ELOAH’ yang digunakan antara lain dalam Ul 32:15-17 dan Hab 3:3.
Tetapi dalam Perjanjian Lama kata ‘ELOAH’ hanya digunakan sebanyak 250 x, sedangkan kata ‘ELOHIM’ sekitar 2500 x. Penggunaan kata bentuk jamak / plural yang jauh lebih banyak ini menunjukkan adanya ‘kejamakan dalam diri Allah’.
Memang harus diakui bahwa ELOHIM sering dianggap sebagai bentuk tunggal, tetapi yang perlu dipertanyakan adalah: kalau memang Allah itu tunggal secara mutlak, mengapa tidak digunakan ELOAH saja terus menerus? Mengapa digunakan ELOHIM, dan lebih lagi, mengapa digunakan ELOHIM jauh lebih banyak dari ELOAH?
Dalam persoalan ini, buku ‘Haruskah anda percaya kepada Tritunggal?’ memberikan suatu serangan yang bagus, yang saya kutip di bawah ini:
“‘ELOHIM’ bukan berarti ‘pribadi-pribadi’, melainkan ‘allah-allah’. Jadi mereka yang berkukuh bahwa kata ini menyatakan suatu Tritunggal menjadikan diri sendiri politeis, penyembah lebih dari satu Allah. Mengapa? Karena ini berarti ada tiga allah dalam Tritunggal” (hal 13).
Tanggapan / Bantahan:
Untuk menjawab serangan ini kita bisa menjelaskan sebagai berikut:
a) ELOHIM tidak boleh diartikan ‘Allah-Allah’, karena ini akan bertentangan dengan ayat-ayat yang menggunakan ELOAH. Sedangkan ELOAH tidak boleh diartikan ‘Allah yang satu secara mutlak’, karena akan bertentangan dengan ayat-ayat yang menggunakan ELOHIM. Jadi untuk mengharmoniskan ayat-ayat yang menggunakan ELOAH dengan ayat-ayat yang menggunakan ELOHIM, haruslah diartikan bahwa Allah itu tunggal dalam hakekatNya, tetapi jamak dalam pribadiNya.
b) Allah itu begitu besar, ajaib, dan ada diluar jangkauan akal manusia. Karena itu jelaslah bahwa tidak ada bahasa manusia (termasuk bahasa Ibrani), yang bisa menggambarkan Allah dengan sempurna. Tata bahasa dan kata-kata dari bahasa Ibrani (atau bahasa lain apapun) tidak bisa menggambarkan bahwa Allah itu satu hakekat tetapi tiga pribadi. Disamping itu, Kitab Suci bukanlah suatu buku Systematic Theology, dan karena itu tidak menuliskan doktrin-doktrin yang ada di dalamnya dengan rumus-rumus theologia, tetapi sebaliknya, mengajar dengan menggunakan cerita sejarah, syair, surat-surat, dan sebagainya. Kalau Kitab Suci selalu menggunakan kata bentuk tunggal ELOAH, maka akan menunjuk kepada Allah yang tunggal secara mutlak. Sedangkan kalau Kitab Suci selalu menggunakan kata bentuk jamak ELOHIM, maka akan menunjuk kepada banyak Allah. Karena itu maka dalam ayat-ayat tertentu Kitab Suci menggunakan ELOAH dan dalam ayat-ayat lain Kitab Suci menggunakan ELOHIM.
Dalam buku ‘Bertukar Pikiran Mengenai Ayat-Ayat Alkitab’, hal 403, Saksi-Saksi Yehuwa menunjuk kepada Hak 16:23 dimana untuk dewa Dagon dari orang-orang Filistin, juga digunakan kata ELOHIM yang lalu diikuti dengan kata kerja bentuk tunggal.
Hak 16:23 - “Sesudah itu berkumpullah raja-raja kota orang Filistin untuk mengadakan perayaan korban sembelihan yang besar kepada Dagon, allah mereka, dan untuk bersukaria; kata mereka: Telah diserahkan oleh allah kita ke dalam tangan kita Simson, musuh kita.’”.
Catatan: kata ‘telah diserahkan’ adalah kata kerja bentuk tunggal.
Dan Saksi-Saksi Yehuwa itu lalu menyimpulkan tentang kata ELOHIM: “Bentuk jamak dari kata-kata ini dalam bahasa Ibrani adalah untuk menunjukkan keagungan atau kemuliaan. ... Jadi itu tidak menunjukkan banyaknya pribadi-pribadi dalam ketuhanan” - ‘Bertukar Pikiran Mengenai Ayat-Ayat Alkitab’, hal 403.
Tanggapan / Bantahan:
Memang kata ELOHIM bisa digunakan untuk dewa / allah kafir, dan sekalipun kata ELOHIM itu kata bentuk jamak, tetapi lalu diikuti kata kerja bentuk tunggal. Ini juga terjadi dalam kasus Allah sendiri. Tetapi dalam kasus Allah sendiri, kadang-kadang digunakan kata kerja bentuk jamak, seperti yang nanti akan kita lihat di bawah, dan setahu saya hal seperti ini tidak pernah terjadi dengan dewa / allah kafir.
2) Penggunaan kata bentuk jamak untuk Allah atau dalam hubungannya dengan Allah:
a) Kata ganti orang bentuk jamak.
Contoh:
Mungkin dalam persoalan ini, contoh ayat yang terpenting adalah Yes 6:8b, karena dalam ayat ini kata ganti orang bentuk tunggal dan jamak untuk menyatakan Allah, keluar sekaligus dalam satu ayat.
Tetapi dalam Yes 6:8b ini, Kitab Suci bahasa Indonesia (baik terjemahan lama maupun baru) salah terjemahan!
Yes 6:8b - “Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: ‘Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?’”.
KJV/RSV/NIV/NASB: “Whom shall I send and who will go for Us?” (= Siapa yang akan Kuutus dan siapa yang mau pergi untuk Kami?).
Kej 3:22a - “Berfirmanlah TUHAN Allah: ‘Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; ...”.
Kej 11:7 - “Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.’”.
Yes 41:22 - “Biarlah mereka maju dan memberitahukan kepada kami apa yang akan terjadi! Nubuat yang dahulu, beritahukanlah apa artinya, supaya kami memperhatikannya, atau hal-hal yang akan datang, kabarkanlah kepada kami, supaya kami mengetahui kesudahannya!”.
Kej 1:26 - “Berfirmanlah Allah: ‘Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.’”.
Ada yang mengatakan bahwa pada waktu Allah menggunakan ‘Kita’ dalam Kej 1:26, maka saat itu Ia berbicara kepada para malaikat. Jadi itu tidak menunjukkan ‘kejamakan dalam diri Allah’. Tetapi ini tidak mungkin, sebab kalau dalam Kej 1:26 diartikan bahwa ‘Kita’ itu menunjuk kepada ‘Allah dan para malaikat’, maka haruslah disimpulkan bahwa:
• manusia juga diciptakan menurut gambar dan rupa malaikat.
• Allah mengajak para malaikat untuk bersama-sama menciptakan manusia, sehingga kalau Allah adalah pencipta / creator, maka malaikat adalah co-creator (= rekan pencipta).
Pandangan Kristen menganggap bahwa kata ‘Kita’ menunjukkan bahwa pribadi-pribadi dalam Allah Tritunggal itu berbicara satu dengan yang lain, dan ini menunjukkan adanya ‘kejamakan tertentu dalam diri Allah’.
b) Kata kerja dalam bentuk jamak.
Contoh:
• Kej 20:13a - “Ketika Allah menyuruh aku mengembara keluar dari rumah ayahku, berkatalah aku kepada isteriku: ...”.
Kata-kata ‘menyuruh aku mengembara’ dalam bahasa Ibraninya adalah kata kerja bentuk jamak.
• Kej 35:7 - “Didirikannyalah mezbah di situ, dan dinamainyalah tempat itu El-Betel, karena Allah telah menyatakan diri kepadanya di situ, ketika ia lari terhadap kakaknya”.
Kata ‘menyatakan’ dalam bahasa Ibraninya adalah kata kerja bentuk jamak.
• 2Sam 7:23a - “Dan bangsa manakah di bumi seperti umatMu Israel, yang Allahnya pergi membebaskannya menjadi umatNya, ...”.
Kata ‘pergi’ dalam bahasa Ibraninya adalah kata kerja bentuk jamak.
• Maz 58:12 - “Dan orang akan berkata: ‘Sesungguhnya ada pahala bagi orang benar, sesungguhnya ada Allah yang memberi keadilan di bumi.’”.
Kata ‘memberi keadilan’ dalam bahasa Ibraninya ada dalam bentuk jamak (sebetulnya ini bukan kata kerja tetapi participle).
Padahal dalam ayat-ayat di atas ini, subyeknya adalah kata ‘ELOHIM’ yang digunakan untuk menyatakan Allah yang esa.
c) Kata-kata bentuk jamak lainnya seperti dalam:
• Pkh 12:1 - “Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: ‘Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!’”.
Kata ‘pencipta’ (creator), dalam bahasa Ibraninya ada dalam bentuk jamak, sehingga seharusnya terjemahannya adalah ‘creators’ (= pencipta-pencipta).
• Maz 149:2 - “Biarlah Israel bersukacita atas Yang menjadikannya, biarlah bani Sion bersorak-sorak atas raja mereka!”.
Kata-kata ‘Yang menjadikannya’, dalam bahasa Ibraninya ada dalam bentuk jamak.
• Amsal 9:10 - “Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian”.
Kata-kata ‘Yang Mahakudus’, dalam bahasa Ibraninya ada dalam bentuk jamak.
• Hos 12:1 - “Dengan kebohongan Aku telah dikepung oleh Efraim, dengan tipu oleh kaum Israel; sedang Yehuda menghilang dari dekat Allah, dari dekat Yang Mahakudus yang setia”.
Kata-kata ‘Yang Mahakudus’, dalam bahasa Ibraninya ada dalam bentuk jamak.
• Ayub 35:10 - “tetapi orang tidak bertanya: Di mana Allah, yang membuat aku, dan yang memberi nyanyian pujian di waktu malam”.
Kata-kata ‘yang membuat aku’, dalam bahasa Ibraninya ada dalam bentuk jamak.
• Yes 54:5 - “Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam namaNya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi”.
Kata ‘yang menjadikan engkau’, dalam bahasa Ibraninya ada dalam bentuk jamak.
• Yos 24:19 - “Tetapi Yosua berkata kepada bangsa itu: ‘Tidaklah kamu sanggup beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah yang kudus, Dialah Allah yang cemburu. Ia tidak akan mengampuni kesalahan dan dosamu”.
Dalam bahasa Ibraninya, kata ‘kudus’ ada dalam bentuk jamak, tetapi kata ‘cemburu’ ada dalam bentuk tunggal. Jadi, kalau dalam Yes 6:8a digunakan kata ganti orang bentuk tunggal dan jamak untuk menunjuk kepada Allah dalam 1 ayat, maka dalam Yoh 24:19 digunakan kata sifat bentuk tunggal dan jamak terhadap diri Allah dalam 1 ayat.
3) Beberapa ayat dalam Kitab Suci membedakan Allah yang satu dengan Allah yang lain (seakan-akan ada lebih dari satu Allah).
• Maz 45:7-8.
Karena dalam ayat ini Kitab Suci Indonesia kurang tepat terjemahannya, mari kita lihat terjemahan NASB di bawah ini.
Psalm 45:6-7 (NASB): “Thy throne, O God, is forever and ever ... Therefore God, Thy God has anointed Thee” (= TahtaMu, Ya Allah, kekal selama-lamanya. ... Karena itu, Allah, AllahMu telah mengurapi Engkau).
Bandingkan dengan Ibr 1:8-9 yang mengutip ayat ini.
• Maz 110:1.
Juga untuk ayat ini perhatikan terjemahan NASB di bawah ini.
Psalm 110:1 (NASB): “The LORD says to my Lord ...” (= TUHAN berkata kepada Tuhanku ...). Bandingkan dengan Mat 22:44-45 yang mengutip ayat ini.
• Hos 1:7 - “Tetapi Aku akan menyayangi kaum Yehuda dan menyelamatkan mereka demi TUHAN, Allah mereka. Aku akan menyelamatkan mereka bukan dengan panah atau pedang, dengan alat perang atau dengan kuda dan orang-orang berkuda.’”.
Hos 1:7 (NASB): “But I will have compassion on the house of Judah and deliver them by the LORD their God, and will not deliver them by bow, sword, battle, horses, or horseman” (= Tetapi Aku akan berbelaskasihan kepada kaum Yehuda dan menyelamatkan mereka dengan / oleh TUHAN Allah mereka, dan tidak akan menyelamatkan mereka oleh / dengan busur, pedang, pertempuran, kuda-kuda, atau penunggang-penunggang kuda).
• Kej 19:24 - “Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit”.
Tuhan (YHWH), yang saat itu ada di bumi, menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari Tuhan (YHWH), dari langit. Jadi kelihatannya ada 2 Tuhan (YHWH), satu di bumi, satu di langit.
• Amsal 8 berbicara tentang ‘hikmat Allah’.
Kalau dilihat dari istilahnya, yaitu ‘hikmat Allah’ [the wisdom of God (= hikmat dari / milik Allah)], maka jelas bahwa ‘hikmat Allah’ ini tidak sama dengan Allah.
Tetapi Amsal 8 ini lalu mempersonifikasikan ‘hikmat Allah’ itu dan menunjukkannya sebagai seorang pribadi yang bersifat kekal (Yesus). Dengan kata lain, hikmat Allah itu juga adalah Allah (bdk. 1Kor 1:24 - “Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah”).
• Penampilan dari Malaikat TUHAN (Kej 16:2-13 22:11,16 31:11,13 48:15,16 Kel 3:2,4,5 Hak 13:20-22).
Sama seperti istilah ‘hikmat Allah’ di atas, maka istilah ‘Malaikat TUHAN’ ini juga menunjukkan bahwa ‘Malaikat TUHAN’ (the Angel of the LORD) ini tidak sama dengan Allah.
Tetapi, sekalipun dalam bagian-bagian tertentu Malaikat TUHAN itu disebut sebagai Malaikat TUHAN, dalam bagian-bagian lain Ia juga disebut sebagai Allah / TUHAN sendiri.
Contoh:
* Dalam Kej 16:7,9,10,11 - disebut sebagai Malaikat TUHAN; tetapi dalam Kej 16:13 disebut sebagai TUHAN sendiri.
Kej 16:7-13 - “(7) Lalu Malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur. (8) Katanya: ‘Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?’ Jawabnya: ‘Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku.’ (9) Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: ‘Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya.’ (10) Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: ‘Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya.’ (11) Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: ‘Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu. (12) Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya.’ (13) Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: ‘Engkaulah El-Roi.’ Sebab katanya: ‘Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?’”.
* Dalam Kej 22:11a - disebut sebagai ‘Malaikat TUHAN’; tetapi dalam Kej 22:11b-12 - disebut sebagai ‘Tuhan’ / ‘Allah’ sendiri.
Kej 22:11-16 - “(11) Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: ‘Abraham, Abraham.’ Sahutnya: ‘Ya, Tuhan.’ (12) Lalu Ia berfirman: ‘Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepadaKu.’ (13) Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. (14) Dan Abraham menamai tempat itu: ‘TUHAN menyediakan’; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: ‘Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.’ (15) Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham, (16) kataNya: ‘Aku bersumpah demi diriKu sendiri - demikianlah firman TUHAN -: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepadaKu, ...”.
Sekalipun dalam ay 11 disebut sebagai ‘Malaikat TUHAN’, tetapi dalam ay 11b disebut ‘Tuhan’ oleh Abraham. Dan dalam ay 15, ‘Malaikat TUHAN’ itu berseru, tetapi dalam ay 16 dikatakan ‘firman TUHAN’.
Lalu dalam ay 16 Malaikat TUHAN itu bersumpah demi diriNya sendiri.
Bdk. Ibr 6:13,16,17 - “(13) Sebab ketika Allah memberikan janjiNya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diriNya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari padaNya, ... (16) Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan. (17) Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusanNya, Allah telah mengikat diriNya dengan sumpah,”.
Hanya Allah yang bersumpah demi diriNya sendiri, karena tidak ada yang lebih tinggi dari Dia. Bdk. Kel 32:13 Yer 22:5 44:26 49:13 51:14 Amos 6:8.
Seorang malaikat biasa akan bersumpah demi nama Tuhan, bukan demi dirinya sendiri / namanya sendiri (bdk. Daniel 12:7 Wah 10:5-6).
Jadi jelas bahwa Malaikat TUHAN itu adalah Tuhan / Allah sendiri.
Juga, dalam Kel 23:20-23, malaikat TUHAN ini mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa.
Kel 23:20-23 - “(20) ‘Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. (21) Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya, sebab namaKu ada di dalam dia. (22) Tetapi jika engkau sungguh-sungguh mendengarkan perkataannya, dan melakukan segala yang Kufirmankan, maka Aku akan memusuhi musuhmu, dan melawan lawanmu. (23) Sebab malaikatKu akan berjalan di depanmu dan membawa engkau kepada orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Kanaan, orang Hewi dan orang Yebus, dan Aku akan melenyapkan mereka”.
Ada 2 hal yang perlu dipersoalkan:
¨ Dari kata-kata ‘namaKu ada di dalam dia’, Adam Clarke menganggap bahwa malaikat ini adalah Malaikat Perjanjian, yaitu Yesus Kristus sendiri.
Semua ini menunjukkan bahwa Malaikat TUHAN itu adalah Allah / TUHAN sendiri.
¨ Tentang kata-kata ‘pelanggaranmu tidak akan diampuninya’, Adam Clarke memberikan komentar sebagai berikut:
Adam Clarke: “‘He will not pardon your transgressions.’He is not like a man, with whom ye may think that ye may trifle, were he either man or angel, in the common acceptation of the term, it need not be said, He will not pardon your transgressions, for neither man nor angel could do it” (= ‘Ia tidak akan mengampuni pelanggaranmu’ Ia bukan seperti seorang manusia, dengan siapa engkau bisa berpikir / menganggap bahwa engkau boleh menyepelekan; seandainya Ia adalah manusia atau malaikat, dalam arti yang biasa diterima, tidak perlu dikatakan, ‘Ia tidak akan mengampuni pelanggaranmu’, karena baik manusia maupun malaikat tidak bisa melakukannya).
4) Penggunaan nama ‘TUHAN’ (YAHWEH / YEHOVAH) 3 x berturut-turut dalam Bil 6:24-26 dan sebutan ‘kudus’ bagi Allah 3 x berturut-turut dalam Yes 6:3 (bdk. Wah 4:8).
Bil 6:24-26 - “(24) TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; (25) TUHAN menyinari engkau dengan wajahNya dan memberi engkau kasih karunia; (26) TUHAN menghadapkan wajahNya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera”.
Yes 6:3 - “Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: ‘Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaanNya!’”.
Bdk. Wah 4:8 - “Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: ‘Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang.’”.
Tidak anehkah bahwa ayat-ayat itu menyebutkan ‘TUHAN’ dan ‘kudus’ sebanyak 3 kali? Mengapa tidak 2 kali, atau 5 kali, atau 7 kali? Jelas karena ada hubungannya dengan Allah Tritunggal!
5) Kata ‘esa’ / ‘satu’ dalam Ul 6:4.
Ul 6:4 - “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN (YHWH) itu Allah kita (ELOHEYNU), TUHAN (YHWH) itu esa!”.
Kata ‘esa / satu’ yang digunakan dalam Ul 6:4, dalam bahasa Ibraninya adalah EKHAD.
Saksi-Saksi Yehuwa mengatakan bahwa kata EKHAD ini berarti ‘satu yang mutlak’ dan tidak mengandung kejamakan.
Untuk itu perhatikan kutipan dari buku ‘Haruskah anda percaya kepada Tritunggal?’ di bawah ini:
“Kata-kata tersebut terdapat dalam Ulangan 6:4. New Jerusalem Bible (NJB) Katolik berbunyi: ‘Dengarlah Israel: Yahweh Allah kita adalah esa, satu-satunya Yahweh’. Dalam tatabahasa dari ayat itu kata ‘esa’ tidak mengandung sifat jamak untuk menyatakan bahwa kata itu mempunyai arti yang lain, yaitu bukan satu pribadi” (hal 13).
Tanggapan / Bantahan:
a) Pandangan / pernyataan Saksi Yehuwa bahwa kata EKHAD / ‘esa’ ini tidak mengandung sifat jamak ini justru salah!
Kata EKHAD ini sering berarti ‘satu gabungan / a compound one’, bukan ‘satu yang mutlak / an absolute one’, dan itu akan saya buktikan dari contoh-contoh di bawah ini:
• Kej 1:5 - “Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama (YOM EKHAD)”.
Gabungan dari petang dan pagi membentuk satu (EKHAD) hari.
• Kej 2:24 - Adam dan Hawa menjadi satu (EKHAD) daging.
Kej 2:24 - “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging”.
• Bil 13:23 - “Ketika mereka sampai ke lembah Eskol, dipotong merekalah di sana suatu cabang dengan setandan buah anggurnya, lalu berdualah mereka menggandarnya; juga mereka membawa beberapa buah delima dan buah ara”.
‘Setandan buah anggur’, atau ‘satu (EKHAD) tandan buah anggur’. Satu tandan buah anggur pasti terdiri dari banyak buah anggur.
• Hak 20:1,8,11 - “(1) Lalu majulah semua orang Israel; dari Dan sampai Bersyeba dan juga dari tanah Gilead berkumpullah umat itu secara serentak menghadap TUHAN di Mizpa. ... (8) Kemudian bangunlah seluruh bangsa itu dengan serentak, sambil berkata: ‘Seorangpun dari pada kita takkan pergi ke kemahnya, seorangpun dari pada kita takkan pulang ke rumahnya. ... (11) Demikianlah orang Israel berkumpul melawan kota itu, semuanya bersekutu dengan serentak”.
Semua kata-kata ‘dengan serentak’ terjemahan hurufiahnya adalah ‘as one man’ (= seperti / sebagai satu orang), seperti dalam KJV, dan kata ‘satu’ menggunakan kata Ibrani EKHAD.
• Ezr 2:64 - “Seluruh jemaah itu bersama-sama ada empat puluh dua ribu tiga ratus enam puluh orang”.
Seluruh jemaat itu satu (EKHAD) tetapi terdiri dari banyak orang. (Catatan: kata ‘satu’ ini hanya bisa terlihat dalam bahasa Ibraninya).
• Yeh 37:17 - “Gabungkanlah keduanya menjadi satu papan, sehingga keduanya menjadi satu dalam tanganmu”.
Dua papan digabung menjadi satu (EKHAD) papan.
b) Sebetulnya ada sebuah kata lain dalam bahasa Ibrani yang berarti ‘satu yang mutlak’ atau ‘satu-satunya’. Kata itu adalah YAKHID.
Contoh:
Kej 22:2,16 - “(2) FirmanNya: ‘Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.’ ... (16) kataNya: ‘Aku bersumpah demi diriKu sendiri - demikianlah firman TUHAN - : Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepadaKu”.
Kalau Musa memang mau menekankan tentang ‘kesatuan yang mutlak’ dari Allah dan bukannya ‘kesatuan gabungan’ (a compound unity), maka dalam Ul 6:4 itu ia pasti menggunakan kata YAKHID dan bukannya EKHAD. Tetapi ternyata Musa menggunakan kata EKHAD, dan ini menunjukkan bahwa Allah itu tidak satu secara mutlak, tetapi ada kejamakan dalam diri Allah.
Dalam Perjanjian Baru.
Perjanjian Baru memberikan pernyataan yang lebih jelas tentang pribadi-pribadi yang berbeda dalam diri Allah.
1) Perjanjian Baru menunjukkan ketiga pribadi Allah itu dengan lebih jelas, dan juga menyetarakan Mereka.
Yoh 5:31,32,37 - “(31) Kalau Aku bersaksi tentang diriKu sendiri, maka kesaksianKu itu tidak benar; (32) ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikanNya tentang Aku adalah benar. ... (37) Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suaraNya, rupaNyapun tidak pernah kamu lihat”.
Yoh 5:31 menunjukkan Yesus sebagai saksi, dan Yoh 5:32,37a menunjukkan Bapa sebagai ‘saksi yang lain’, dimana untuk kata-kata ‘yang lain’ digunakan kata bahasa Yunani ALLOS.
Ada 2 kata bahasa Yunani yang berarti ‘yang lain (= another)’, yaitu ALLOS dan HETEROS. Tetapi kedua kata ini ada bedanya.
W. E. Vine: “ALLOS ... denotes another of the same sort; HETEROS ... denotes another of a different sort” (= ALLOS ... menunjuk pada ‘yang lain’ dari jenis yang sama; HETEROS ... menunjuk pada ‘yang lain’ dari jenis yang berbeda) - ‘An Expository Dictionary of New Testament Words’, hal 52.
Illustrasi: Saya mempunyai satu gelas Aqua. Kalau saya menginginkan satu gelas Aqua ‘yang lain’, yang sama dengan yang ada pada saya ini, maka saya akan menggunakan ALLOS. Tetapi kalau saya menghendaki minuman ‘yang lain’, misalnya Coca Cola, maka saya harus menggunakan HETEROS, bukan ALLOS.
Jadi pada waktu Yesus disebut sebagai saksi, dan Bapa sebagai Saksi yang lain, dan kata ‘yang lain’ itub menggunakan ALLOS, maka itu menunjukkan bahwa Yesus mempunyai kwalitet / jenis yang sama dengan Bapa, dan ini membuktikan bahwa Yesus adalah Allah!
Hal yang sama terjadi antara Yesus dan Roh Kudus. Yesus disebut PARAKLETOS (1Yoh 2:1 - diterjemahkan ‘pengantara’), dan Roh Kudus disebut PARAKLETOS yang lain (Yoh 14:16 - diterjemahkan ‘Penolong’). Di sini untuk kata-kata ‘yang lain’ juga digunakan ALLOS, yang menunjukkan bahwa Yesus dan Roh Kudus mempunyai jenis / kwalitet yang sama. Dengan demikian Bapa, Anak, dan Roh Kudus mempunyai jenis / kwalitet yang sama, dan semua ini bisa digunakan untuk mendukung doktrin Allah Tritunggal.
Memang di sini tidak terlihat kesatuan dari pribadi-pribadi itu, tetapi ini dengan mudah bisa didapatkan dari ayat-ayat yang menunjukkan ketunggalan Allah, seperti Ul 6:4 Mark 12:32 Yoh 17:3 1Tim 2:5 Yak 2:19 1Kor 8:4, dsb, yang telah saya bahas di depan.
2) Kalau dalam Perjanjian Lama YAHWEH / YEHOVAH disebut sebagai Penebus dan Juruselamat (Maz 19:15 78:35 Yes 43:3,11,14 47:4 49:7,26 60:16), maka dalam Perjanjian Baru, Anak Allah / Yesuslah yang disebut demikian (Mat 1:21 Luk 1:76-79 Luk 2:11 Yoh 4:42 Gal 3:13 4:5 Tit 2:13).
3) Kalau dalam Perjanjian Lama dikatakan bahwa YAHWEH / YEHOVAH tinggal di antara bangsa Israel dan di dalam hati orang-orang yang takut akan Dia (Maz 74:2 Maz 135:21 Yes 8:18 Yes 57:15 Yeh 43:7,9 Yoel 3:17,21 Zakh 2:10-11), maka dalam Perjanjian Baru dikatakan bahwa Roh Kuduslah yang mendiami Gereja / orang percaya (Kis 2:4 Ro 8:9,11 1Kor 3:16 Gal 4:6 Ef 2:22 Yak 4:5).
4) Perjanjian Baru memberikan pernyataan yang jelas tentang Allah yang mengutus AnakNya ke dalam dunia (Yoh 3:16 Gal 4:4 Ibr 1:6 1Yoh 4:9), dan tentang Bapa dan Anak yang mengutus Roh Kudus (Yoh 14:26 15:26 16:7 Gal 4:6).
5) Dalam Perjanjian Baru kita melihat Bapa berbicara kepada Anak (Mark 1:11) dan Anak berbicara kepada Bapa (Mat 11:25-26 26:39 Yoh 11:41 12:27) dan Roh Kudus berdoa kepada Allah dalam hati orang percaya (Ro 8:26).
6) Dalam Perjanjian Baru kita melihat ketiga pribadi Allah itu disebut dalam satu bagian Kitab Suci.
• Mat 3:16-17 - “(16) Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atasNya, (17) lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: ‘Inilah AnakKu yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan.’”.
• Mat 28:19 - “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”.
• 1Kor 12:4-6 - “(4) Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. (5) Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. (6) Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang”.
• 2Kor 13:13 - “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian”. Dalam Kitab Suci Inggris 2Cor 13:14.
• Ef 4:4-6 - “(4) satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, (5) satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, (6) satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua”.
• 1Pet 1:2a - “yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darahNya”.
• Wah 1:4-5 - “(4) Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhtaNya, (5) dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darahNya”.
Catatan: satu hal yang perlu diperhatikan dalam ayat-ayat di atas ini adalah bahwa urut-urutannya tidak selalu Bapa sebagai yang pertama, Anak / Yesus sebagai yang kedua, dan Roh Kudus sebagai yang ketiga. Urut-urutan dbolak-balik, dan ini menunjukkan kesetaraan Mereka. Kalau Bapa memang lebih tinggi dari Anak, maka adalah mustahil bahwa Yesus kadang-kadang ditulis lebih dulu dari Bapa, dan kalau Roh Kudus hanya sekedar merupakan ‘tenaga aktif Allah’, maka juga merupakan sesuatu yang mustahil bahwa ‘tenaga aktif Allah’ itu ditulis lebih dulu dari Allahnya sendiri.
Untuk ini ada komentar / serangan dari Saksi Yehuwa dalam buku ‘Haruskah anda percaya kepada Tritunggal?’:
¨ “Apakah ayat-ayat ini menyatakan bahwa Allah, Kristus, dan roh kudus membentuk suatu Keilahian Tritunggal, bahwa ketiganya sama dalam bentuk, kekuasaan, dan kekekalan? Tidak, tidak demikian, sama halnya menyebutkan tiga orang, seperti Amir, Budi dan Bambang, tidak berarti bahwa mereka tiga dalam satu” (hal 23).
¨ “Ketika Yesus dibaptis, Allah, Yesus, dan roh kudus juga disebutkan dalam konteks yang sama. Yesus ‘melihat roh Allah seperti burung merpati turun ke atasNya’ (Matius 3:16). Tetapi, ini tidak berarti bahwa ketiganya adalah satu. Abraham, Ishak, dan Yakub banyak kali disebutkan bersama-sama, tetapi hal itu tidak membuat mereka menjadi satu. Petrus, Yakobus dan Yohanes disebutkan bersama-sama, tetapi itu tidak membuat mereka menjadi satu juga” (hal 23).
Dan dalam buku mereka yang lain mereka juga mengatakan: “Bandingkan 1Timotius 5:21, yang menyebut Allah, Kristus dan malaikat-malaikat bersama-sama” - ‘Bertukar Pikiran Mengenai Ayat-Ayat Alkitab’, hal 403.
1Tim 5:21 - “Di hadapan Allah dan Kristus Yesus dan malaikat-malaikat pilihanNya kupesankan dengan sungguh kepadamu: camkanlah petunjuk ini tanpa prasangka dan bertindaklah dalam segala sesuatu tanpa memihak”.
Tanggapan / Bantahan:
Kita bisa menjawab serangan ini dengan berkata:
a) Jelas bahwa doktrin Allah Tritunggal tidak bisa didapatkan seluruhnya dari ayat-ayat tersebut. Ayat-ayat itu hanyalah salah satu dasar dari doktrin Allah Tritunggal, sehingga kalau kita hanya menyoroti ayat-ayat itu saja, maka mungkin sekali memang tidak bisa dihasilkan doktrin Allah Tritunggal!
b) Memang adanya tiga nama yang disebutkan bersama-sama tidak membuktikan bahwa mereka itu satu. Bahkan tidak selalu membuktikan / menunjukkan bahwa mereka setingkat. Tetapi dalam kasus-kasus tertentu, 3 nama yang diletakkan berjajar bisa menunjukkan bahwa mereka setingkat. Misalnya kalau dikatakan ada konperensi tingkat tinggi 3 negara, maka kalau negara yang satu mengirimkan kepala negara, maka pasti kedua negara yang lain juga demikian. Kalau negara yang satu mengirim menteri luar negeri, maka pasti kedua negara yang lain juga demikian. Jadi, kadang-kadang penyejajaran tiga nama memang bisa menunjukkan bahwa tiga orang itu setingkat. Itu tergantung dari kontexnya; dan karena itu harus dipertanyakan: dalam situasi dan keadaan apa ketiga pribadi itu disebutkan bersama-sama?
Dalam ayat-ayat di atas, Bapa, Anak, dan Roh Kudus disebutkan dalam kontext yang sakral, seperti formula baptisan (Mat 28:19), berkat kepada gereja Korintus (2Kor 13:13), baptisan Yesus (Mat 3:16-17), dsb. Karena itu ayat-ayat itu bisa dipakai sebagai dasar untuk menunjukkan bahwa Bapa, Anak, dan Roh Kudus itu setingkat.
c) Dalam Mat 28:19 dikatakan ‘dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus’.
Sesuatu yang menarik adalah: sekalipun di sini disebutkan 3 buah nama, tetapi kata ‘nama’ itu ada dalam bentuk tunggal, bukan bentuk jamak! Dalam bahasa Inggris diterjemahkan name (bentuk tunggal), bukan names (bentuk jamak). Karena itu ayat ini bukan hanya menunjukkan bahwa ketiga Pribadi itu setingkat, tetapi juga menunjukkan bahwa ketiga Pribadi itu adalah satu!
• Ada cukup banyak dasar Kitab Suci yang lain yang mendukung doktrin Allah Tritunggal, yang bisa kita gunakan, untuk menegaskan dan membela doktrin ini.
Kesimpulan:
Dalam Kitab Suci ada ayat-ayat yang menunjukkan ketunggalan Allah dan juga ada ayat-ayat yang menunjukkan ‘kejamakan Allah’. Ada 2 sikap extrim yang salah dalam persoalan ini:
1) Terlalu menekankan ‘kejamakan dalam diri Allah’ dan mengabaikan ‘kesatuanNya’.
Ini menjadi Tritheisme (= kepercayaan kepada tiga Allah). Ini salah, karena mengabaikan ketunggalan Allah, berarti mengabaikan sebagian dari Kitab Suci.
2) Menekankan ‘kesatuan Allah’ dan membuang / mengabaikan ‘kejamakan dalam diri Allah’.
Kita tidak bisa hanya menyoroti ayat-ayat yang menunjukkan ketunggalan Allah, dan lalu mengatakan bahwa Allah itu tunggal secara mutlak. Karena kalau kita melakukan hal itu, lalu apa yang akan kita lakukan dengan ayat-ayat yang menunjukkan adanya kejamakan dalam diri Allah? Membuangnya? Mengabaikannya? Ini tentu tidak mungkin dilakukan oleh orang yang mempercayai Kitab Suci sebagai Firman Tuhan!
Orang-orang yang sungguh-sungguh percaya pada Kitab Suci harus memperhatikan kedua kelompok ayat ini, dan doktrin Allah Tritunggal merupakan satu-satunya jalan untuk mengharmoniskan kedua grup ayat tersebut. Kalau kita mau menerima doktrin Allah Tritunggal, maka kita bisa mengharmoniskan kedua golongan ayat tersebut. Kalau kita menolak doktrin Allah Tritunggal, ini berarti kita harus menghadapi kontradiksi yang tidak mungkin bisa diharmoniskan dalam Kitab Suci! Yang mana yang menjadi pilihan saudara?
|
Sumber : geocities.com/golgotha...unggal.htm
Salam.
|
|
| Back to top |
|
 |
Sword Newbie


Joined: Jan 23, 2008 Posts: 1075
|
Posted: Fri Apr 11, 2008 4:06 pm Post subject: Re: Ingin Tahu ttg Trinitas |
|
Tempo hari di GKRI Golgotha ada acara debat seru yang membahas mengenai Allah Tritunggal ini antara Pdt. Budi Asali, M.Div (Trinitarian) vs Frans Donald cs (Unitarian)......dan dimenangkan dengan score telak oleh pihak Trinitarian. Terpujilah Allah Tritunggal : Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus!
Bagi yang ingin menonton acara tsb, udah ada dalam bentuk VCD.
Pertemuan ke-1, tanggal 8 Maret 2007, 5 VCD Rp 50.000
Pertemuan ke-2, tanggal 30 Maret 2007, 2 VCD Rp 20.000
Pertemuan ke-3, tanggal 27 April 2007, 3 VCD Rp 30.000
Pertemuan ke-4, tanggal 25 Mei 2007, 3 VCD Rp 30.000
Pertemuan ke-5, tanggal 29 Juni 2007, 3 VCD Rp 30.000
Pertemuan ke-6, tanggal 27 Juli 2007, 3 VCD Rp 30.000
Pertemuan ke-7, tanggal 31 Agustus 2007, 3 VCD Rp 30.000
Pertemuan ke-8, tanggal 28 September 2007, 3 VCD Rp 30.000
Pertemuan ke-9, tanggal 24 Oktober 2007, 3 VCD Rp 30.000
Pemesanan hubungi sdr. Dendy, HP : 031-60359292
Bp. Chandra, HP : 081332588000, Flexi : 72121112
e-mail : chandra.johan @ yahoo.co.id
atau teman-teman bisa datang ke acara PA yang diadakan di GKRI Golgotha :
Seminar Eskatologi - Doktrin Akhir Zaman
Dibawakan Oleh: Pdt. Budi Asali, M.Div.
Membahas tema 666
Kuliah Reguler: Setiap hari Rabu
Tempat: GOLGOTA Ministry
Jl. Dinoyo No. 19B Lt. 3 Surabaya
Jam: 19:00 WIB TEPAT
GRATIS - Tempat Terbatas!!!
Salam.
|
|
| Back to top |
|
 |
vPaulus Newbie


Joined: Mar 29, 2008 Posts: 28
|
Posted: Fri Apr 25, 2008 1:21 am Post subject: Re: Ingin Tahu ttg Trinitas |
|
Saya banyak terbantu dengan penjelasan dari DeusVult, mentor saya di Ekaristi.org
Anda bisa membaca disini:
Apologi Trinitas: Kontra Moslem
Tulisan itu disusun oleh beliau berdasarkan iman Katolik sebagai tanggapan terhadap tulisan seorang Muslim. Semoga membantu!
_________________ Semper Idem! (Alfredo Cardinal Ottaviani)
Panjang Umur Bapa Suci Benediktus XVI! - Uskup Roma, Vikar Kristus, Penerus Pangeran2 Gereja Suci, Pontif Agung dari Gereja Sedunia, Primat Italia, dan Hamba dari Hamba2 Allah |
|
| Back to top |
|
 |
pro_israel48 Newbie


Joined: Jul 15, 2009 Posts: 37
|
Posted: Fri Jul 17, 2009 12:19 am Post subject: Re: Ingin Tahu ttg Trinitas |
|
|
|
| Back to top |
|
 |
chawu Newbie


Joined: Sep 07, 2009 Posts: 1
|
Posted: Mon Sep 07, 2009 10:04 am Post subject: Re: Ingin Tahu ttg Trinitas |
|
Pendapat Saya yang awam
Trinitas Tuhan tuh sama dengan trinitas nya manusia.
- Manusia : Mempunyai Tubuh, Jiwa, Roh.
Sehingga disebut serupa dan segambar Allah.
- Hewan : Hanya mempunyai Tubuh, Jiwa.
Mempunyai emosi, tapi tidak ada kehidupan setelah kematian.
- Tumbuhan : Hanya mempunyai Tubuh.
Hanya memiliki insting untuk berkembang biak.
Silakan bagi yang mengoreksi dan menambahkan
|
|
| Back to top |
|
 |
Elroi Newbie


Joined: Sep 11, 2009 Posts: 2
|
Posted: Sat Sep 12, 2009 11:29 am Post subject: Re: Ingin Tahu ttg Trinitas |
|
newbie
Trinitas merupakan sebuah kesatuan Allah didalam mengejewantahkan kehendaknya di bumi
........
Bapak kami yang di Sorga
Di kuduskanlah nama Mu
datanglah Kerajaan-Mu,
jadilah Kehendak-Mu,
di bumi seperti disorga, (Mat,6/9-10)
Tuhan Allah sebagai Bapak, yang telah menciptakan Alam semesta dan menyempurnakan manusia sesuai dengan bentuk gambaran-Nya, dengan Kehendak-Nya mengatur hidup dan kehidupan Alam semesta khususnya manusia. manusia yang sesuai dengan bentuk gambaran-Nya itulah Kehendak-Nya, manusia yang terlahir kembali menjadi manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar (Kol,3/5-11)
Roh, Ruhul Qudus... Ruh yang Suci, firman yang diturunkan Allah sebagai Pengetahuan yang benar, tolak ukur manusia untuk menjadi manusia yang baru, yang siap diperbaharui.....
Isa Al Masih sebagai Anak Allah, dialah Anak didikan Allah, yang diajarkan Ruhul Qudus, mediator Allah di bumi, yang akan menggenapi semua firman Allah dan menyampaikan Ruh yang benar kepada manusia. Karena Allah tidak pernah berbicara langsung kepada seluruh manusia kecuali melalui utusannya, sehingga kerajaan Allah datang ke bumi.
......Puji Tuhan atas segala firman Nya
|
|
| Back to top |
|
 |
|
|
You cannot post new topics in this forum You cannot reply to topics in this forum You cannot edit your posts in this forum You cannot delete your posts in this forum You cannot vote in polls in this forum You cannot attach files in this forum You can download files in this forum
|
|