 Welcome Anonymous
Membership:
 Latest: agus.soetopo
 New Today: 0
 New Yesterday: 0
 Overall: 1525
People Online:
 Members: 0
 Visitors: 3
 Bots: 2
 Staff: 0
Staff Online:No staff members are online!
Last 10 Forum Messages
We have received 5087262page views since April 2004
Copy and paste the text below to insert the button displayed above on your site. Thanks for your support!
|
| Forum dan Diskusi > > Kekristenan > > Tanya dan Jawaban > > Kemahatahuan Tuhan berlawanan dengan Kehendak Bebas Manusia | |
Kemahatahuan Tuhan berlawanan dengan Kehendak Bebas ManusiaHidup ini membutuhkan jawaban. Kalau Anda memiliki begitun banyak pertanyaan, entah itu masalah kehidupan, hal-hal yang tidak dipahami, atau fenomena yang sulit dimengerti, tanyakan disini. (hanya untuk Kristen - update 01/27/2009)
Go to page 1, 2, 3 Next
| View previous topic :: View next topic |
| Author |
Message |
sahabat Newbie


Joined: Dec 21, 2007 Posts: 246
|
Posted: Fri Dec 21, 2007 3:21 pm Post subject: Kemahatahuan Tuhan berlawanan dengan Kehendak Bebas Manusia |
|
Apakah Tuhan tahu apa yang akan saya lakukan di masa depan?
Jika Tuhan Tahu, berarti masa depan saya sudah diplot. Dan, tentu saja yang harus masuk neraka adalah Tuhan sendiri, bukan saya yang harus bertanggung jawab atas plot tersebut.
Jika Tuhan tidak tahu, dan saya punya kehendak bebas. Kenapa masih dipromosikan kebohongan kalo Tuhan itu Maha Tahu.
Please reply-nya tidak pake ngamuk2. Karena ini pertanyaan ilmiah, tolong jawabnya pakai argumentasi yang ilmiah dan logis, bukan berangkat dari iman kristiani (just percaya).
Benernya saya lebih suka dikirim balasannya juga ke email saya: friend.sahabat @ yahoo.com
Thx for all
|
|
| Back to top |
|
 |
victorinox Newbie


Joined: Jan 10, 2008 Posts: 8
|
Posted: Fri Jan 11, 2008 1:30 am Post subject: Re: Kemahatahuan Tuhan berlawanan dengan Kehendak Bebas Manusia |
|
Apakah Tuhan tahu apa yang akan saya lakukan di masa depan? YA
Jika Tuhan Tahu, berarti masa depan saya sudah diplot. YA
Tentu saja yang harus masuk neraka adalah Tuhan sendiri, bukan saya yang harus bertanggung jawab atas plot tersebut. TIDAK
PENJELASAN:
Ketika Anda sudah masuk di dalam plot itu, tidak berarti Anda bertidak seperti robot. Semuanya yang ingin Anda lakukan didasari oleh kehendak Anda sendiri. Tidak ada paksaan. ANDA BEBAS MENGIKUTI KEHENDAK ANDA. Tapi masalahnya KEHENDAK ANDA TIDAK BEBAS. Kehendak Anda telah dikunci di dalam plot kekekalan. Maka dapat kita katakan ANDA DENGAN BEBASNYA MENGIKUTI KEHENDAK YANG TIDAK BEBAS.
Lalu mengapakah Anda harus bertanggung jawab? Mengapa bukan Allah yang harus dipersalahkan? Jawabnya:
(1) Karena semua perbuatan yang Anda lakukan adalah atas pilihan Anda sendiri dan tidak ada yang memaksa Anda. Anda yang berbuat, maka Anda yang harus bertanggung jawab.
(2) Hukuman neraka adalah termasuk bagian dari plot tersebut. "Upah dosa ialah maut" (Rom 6:23)
(3) Allah yang mengatur segalanya, dan Ia berhak melakukan semuanya itu. Kita tidak bisa protes.
Perhatikan ayat-ayat berikut ini (Rom 9:18-23): Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya. Sekarang kamu akan berkata kepadaku: "Jika demikian, apa lagi yang masih disalahkan-Nya? Sebab siapa yang menentang kehendak-Nya?" Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?" Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa? Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan-- justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan...."
Saya tidak tahu apakah Anda termasuk orang yang akan dibinasakan atau termasuk orang yang akan diselamatkan. Yang saya tahu adalah jikalau Anda menerima Yesus Kristus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat di hidup Anda, pastilah Anda termasuk orang yang dipilih untuk diselamatkan. (Yoh 1:12; 3:16)
Seandainya Anda memutuskan untuk menerima Yesus Kristus, keputusan tersebut merupakan kehendak Anda yang telah diplot semenjak kekekalan. Plot selanjutnya tentunya adalah masuk surga.
Masuk surga atau masuk neraka bukan berada di luar plot, melainkan termasuk bagian dari plot. Hanya Allah yang berada di luar plot.
Allah yang maha tahu menentukan semuanya itu. Kita tidak maha tahu, namun diberi beberapa pengetahuan yang PERLU kita ketahui, diantaranya seperti yang Yesus katakan: "Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang" (Yoh 6:37). "Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku." (Yoh 10:28)
Dalam batas tertentu dapat kita katakan bahwa nasib kita ada di dalam tangan kita (tergantung pilihan kita): Mau ikut Yesus atau melawan Yesus? mau hidup kekal di surga atau pilih binasa di neraka? Namun pilihan tersebut telah diplot oleh Allah. "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu" (Yoh 15:16).
|
|
| Back to top |
|
 |
victorinox Newbie


Joined: Jan 10, 2008 Posts: 8
|
Posted: Fri Jan 11, 2008 1:50 am Post subject: Re: Kemahatahuan Tuhan berlawanan dengan Kehendak Bebas Manusia |
|
sahabat wrote:
Jika Tuhan Tahu, berarti masa depan saya sudah diplot. Dan, tentu saja yang harus masuk neraka adalah Tuhan sendiri, bukan saya yang harus bertanggung jawab atas plot tersebut.
Tanggapan:
Surga dan Neraka ada di dalam plot, bukan di luar plot. Hanya Tuhan yang berada diluar plot. Ketika Anda mengatakan, "TENTU SAJA YANG HARUS MASUK NERAKA ADALAH TUHAN SENDIRI, BUKAN SAYA YANG HARUS BERTANGGUNG JAWAB ATAS PLOT TERSEBUT," sebenarnya Anda sedang MENGELUARKAN NERAKA DARI PLOT, atau sebaliknya: MEMASUKKAN TUHAN SECARA KESELURUHAN KE DALAM PLOT.
|
|
| Back to top |
|
 |
sahabat Newbie


Joined: Dec 21, 2007 Posts: 246
|
Posted: Sat Jan 12, 2008 7:19 pm Post subject: Re: Kemahatahuan Tuhan berlawanan dengan Kehendak Bebas Manu |
|
Victorinox wrote:
ANDA BEBAS MENGIKUTI KEHENDAK ANDA. Tapi KEHENDAK ANDA TIDAK BEBAS. Maka dapat kita katakan ANDA DENGAN BEBASNYA MENGIKUTI KEHENDAK YANG TIDAK BEBAS.
>>>>>>>> Saya belum jelas niih. Maksud anda sebagai mengikuti kehendak yang tidak bebas, adalah pilihan2 yang bisa saya pilih hanya satu saja? Seperti yang sudah diplot-kan.
Jika memang pilihannya hanya satu, kenapa masih disebut memilih? Khan mau tidak mau saya harus menjalani satu2nya pilihan tersebut ketika saatnya tiba? Dimana kebebasan saya untuk memilih? (wong pilihannya cuman satu).
Bukankah itu paradoks, bro?
Coba jelaskan dengan sebuah cerita kejadian real, mungkin maksud anda menjadi lebih mudah saya pahami.
|
|
| Back to top |
|
 |
victorinox Newbie


Joined: Jan 10, 2008 Posts: 8
|
Posted: Mon Jan 14, 2008 4:23 am Post subject: Re: Kemahatahuan Tuhan berlawanan dengan Kehendak Bebas Manusia |
|
CONTOH 1:
ORang berdosa berteriak: "AKU MAU BEBASSS!!! jangan ada yang coba2 mengatur aku. Biar aku berjalan menurut jalanku
sendiri!!!"
Dia bebas atau enggak? Dia bebas! Dia bebas mengikuti KEHENDAKNYA. (semau gue). Tapi sayang.... KEHENDAKNYA tidak bebas.
KEHENDAKNYA telah terpenjara oleh dosa. Tuhan Yesus berkata "Sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa
(Yoh 8:34). Sebebas apapun dia, paling mutar-mutar di situ lagi.
CONTOH 2:
Seorang pecandu narkoba berkata:
"Suka2 gue donk. Ini badan, badan gue. Ini sabu, sabu gue. Terserah gue donk mau nyabu kapan saja."
Apakah dia bebas? Dia bebas untuk nyabu. Tetapi dia tidak bebas untuk tidak nyabu. Dia bebas mengikuti hasratnya. tetapi
hasratnya sudah tidak bebas. Hasratnya semata-mata hanya untuk nyabu.
CONTOH 3:
Orang Indonesia berkata: "Suka-suka gue mau ngomong apa aja." Meskipun dia bebas memilih mau ngomong apa saja, namun karena
dia hanya bisa berbicara dalam bahasa Indonesia, maka kebebasannya hanya ada dalam lingkup bahasa Indonesia. Dia tidak bebas
untuk berbicara di luar kemampuan bahasanya.
Masih banyak analogi yang lain. Misalnya ikan dalam akuarium, orang dalam sel tahanan. Bebas di dalam lingkup tertentu.
Sebagai makluk yang terbatas, masih banyak pembatas-pembatas lain yang memplot kehidupan kita, yang antara lain: daya tahan
fisik, daya tahan psikologis, kondisi kesehatan, cara berpikir, gender, kondisi geografis, bakat, kondisi ekonomi orang tua
yang melahirkan, ras, bahasa, mood, kebutuhan biologis (mis: kebelet, gak bisa ditahan, memplot kita harus buang air meskipun
pertandingan sepakbola sedang seru-serunya), suhu (suhu udah yang kelewat panas memplot kita untuk diam dirumah dari pada
maen sepak bola), trauma masa lalu, hobby, usia, dan segala kebutuhan yang ada. Semua kondisi ini telah menjadi rel yang
memplot kehidupan kita.
Tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Termasuk juga di dalam pengambilan keputusan. Sebebas apapun kita dalam memutuskan
sesuatu, semuanya tetap memiliki DASAR PERTIMBANGAN tertentu. Dasar pertimbangan tersebut telah memaksa kita menjatuhkan
pilihan A atau B atau C, berikut konsekwensi-konsekwensinya. Dasar pertimbangan tersebut sering kali berupa kondisi-kondisi
yang berada di luar kendali kita. Kita merasa bebas memilih, tetapi sesungguhnya kita sedang menjalankan plot yang Tuhan
sediakan.
Tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Semuanya ada sebab-sebab alaminya. termasuk ketika dadu atau mata uang di lempar,
hasil akrinya bukan terjadi secara kebetulan, (misalnya tekanan udara, guncangan tangan ketinggian dari tanah, kekerasan
tanah dll). melainkan di plot oleh Tuhan melalu pengkondisian lingkungan sekitarnya.
KALAU ANDA MEMANG BENAR-BENAR BEBAS, COBA BUKTIKAN: MAMPUKAH ANDA MENGASIHI ORANG YANG MEMBENCI ANDA. KALAUPUN ANDA MAMPU,
TENTUNYA ITU DISEBABKAN KARENA KONDISI-KONDISI TERTENTU YANG MEMAMPUKAN ANDA BERBUAT DEMIKIAN.
Tuhan Yesus berkata, "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui
kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." (Yoh 8:31-32)
|
|
| Back to top |
|
 |
victorinox Newbie


Joined: Jan 10, 2008 Posts: 8
|
Posted: Mon Jan 14, 2008 4:30 am Post subject: Re: Kemahatahuan Tuhan berlawanan dengan Kehendak Bebas Manusia |
|
Udah deh... cape nulis nya. Gw mo tidur dulu. Ini udah jam 04.28 pagi. Besok, eh.. nanti mo kerja.
|
|
| Back to top |
|
 |
Tjitro Newbie


Joined: Jan 14, 2008 Posts: 1
|
Posted: Mon Jan 14, 2008 4:19 pm Post subject: Re: Kemahatahuan Tuhan berlawanan dengan Kehendak Bebas Manusia |
|
Dear friends.....
permisi mau ikutan dikit.
Saya pernah dapat ilustrasi tentang 'kebebasan' beberapa antar lain
1. Ikan didalam akuarium (supaya mudah dibayangkan) dia akan bebas mau ngapain saja....mau putar2 naik turun dll, tetapi kalo dia melewati batas....alias keluar dari akuarium maka dia akan 'tidak bebas' lagi.
2. Kita lihat video, misalkan tayang ulang pertandingan Persipura lawan Sriwijaya kemarin....maka semua pemain akan terlihat sebagai orang yang bebas berekspresi, tetapi hasil akhir akan tetap sama .... meski kita nontonnya berulang-ulang (namanya juga bukan langsung).
Sementara itu dulu..... salam kenal
|
|
| Back to top |
|
 |
cintakusayang Newbie


Joined: Jan 04, 2008 Posts: 1445 Location: Diatas bumi Allah
|
Posted: Tue Jan 15, 2008 7:00 pm Post subject: Re: Kemahatahuan Tuhan berlawanan dengan Kehendak Bebas Manu |
|
Sahabat,
Permisi saya mau ikut njawab pertanyaan anda,
tapi sebelum saya menjawab anda, mesti disatukan visi dulu antara kita tentang Tuhan
Percuma ngomong sebakul kalo anda tidak percaya Tuhan itu ada, sedangkan saya percaya Tuhan itu ada.
Anda mau kemana, saya mau kemana, ya gak ketemu !
Tul gak ??
Ok,
menurut anda pribadi (terlepas agama anda mengajarkan apa), apakah Tuhan itu ada ?
haruskan Tuhan itu ada ?
Lalu mesti bersifat seperti apakah Tuhan yg ideal itu menurut anda ?
jawab yang lugas dan jelas ya Sahabat
jangan bertele-tele
|
|
| Back to top |
|
 |
sahabat Newbie


Joined: Dec 21, 2007 Posts: 246
|
Posted: Wed Jan 16, 2008 2:42 pm Post subject: Re: Kemahatahuan Tuhan berlawanan dengan Kehendak Bebas Manu |
|
Untuk Victorinox dan Citro yang nambahin:
Saya setuju sekali, yang anda katakan itu di dalam Budhisme disebut karma (hukum pemikiran, sederhananya adalah mindset kita mempengaruhi kejadian dan mindset berikutnya), dan hukum alam (seperti yang banyak dibahas di dalam ilmu alam: fisika, kimia, biologi, dsb).
Tetapi kehidupan bukan hanya kita yang ada, ada kehidupan lain (manusia, binatang, tumbuhan). Katakanlah hukum alam tersebut konsisten sepanjang masa, namun dalam interaksi kita dengan kehidupan lain dan alam tersebut, dapat merubah mindset kita, dan oleh karena itu perbuatan2 kita, dan oleh karena itu mindset kita selanjutnya. Sangat banyak faktor di luar kendali kita yang membuat jadi terlihat random, perjalanan mindset kita. Hingga kita sendiri tidak tahu apa yang bakal terjadi di waktu segera ke depan. Hingga, setiap waktu, kita merasa mengambil keputusan (itulah kehendak bebas, at least seperti yang dipersepsikan).
Namun, anda berpendapat bahwa semuanya itu masihlah dalam kontrol/setahu Tuhan, begitu khan maksudnya?
Jadi, kalimat saya khan masih benar, bahwa dengan kita menerima bahwa Tuhan masihlah tahu hingga sejauh itu, maka kita juga harus menerima bahwa kita tidak memiliki kehendak bebas. Namun, cuma ngerasa bebas (persepsi semu).
Kalau sudah sepakat dengan itu. Maka kenapa kita dipersalahkan, bukankah kehendak bebas di saat pengambilan keputusan kita adalah semu? Bukankah semua dalam kontrol Tuhan? Jadi yang salah dan masuk neraka khan Tuhan yang, at least, membiarkan semuanya terjadi.
Untuk Cintakusayang:
Tentu saja Tuhan ada, bukankah kita sedang membicarakannya. Permasalahannya adalah bagaimana keberadaannya?
Menurut saya Tuhan keberadaannya setara dengan Zeus, Wiro Sableng, dkk.
Idealnya Tuhan menurut saya. Konsisten dengan konsepnya yang very-very very maha, maka tidak dapat dibicarakan lebih lanjut.
Sering2 saja disebut2 saja namanya tapi jangan dijabarkan/dibatasi sama sekali, siapa tahu ntar2222 nanti bisa terjangkau juga itu yang very-very2222 maha tak tersentuh tersebut.
|
|
| Back to top |
|
 |
cintakusayang Newbie


Joined: Jan 04, 2008 Posts: 1445 Location: Diatas bumi Allah
|
Posted: Wed Jan 16, 2008 6:04 pm Post subject: Re: Kemahatahuan Tuhan berlawanan dengan Kehendak Bebas Manu |
|
Sahabat :
| Quote:: |
Untuk Cintakusayang:
Tentu saja Tuhan ada, bukankah kita sedang membicarakannya. Permasalahannya adalah bagaimana keberadaannya?
Menurut saya Tuhan keberadaannya setara dengan Zeus, Wiro Sableng, dkk. |
maaf, bisa anda jelaskan maksud anda dgn lebih jelas, mengenai Tuhan yg anda akui ada,
tapi keberadaannya hanya setara dgn Zeus, wiro sableng, dll itu ?
apa alasan anda sampai pada kesimpulan begini ?
kalo anda percaya Tuhan itu ada,
kalo boleh tahu, apa alasan anda untuk tidak mau tunduk pada aturan yg dibuat Tuhan ?
| Quote:: |
Idealnya Tuhan menurut saya. Konsisten dengan konsepnya yang very-very very maha, maka tidak dapat dibicarakan lebih lanjut.
Sering2 saja disebut2 saja namanya tapi jangan dijabarkan/dibatasi sama sekali, siapa tahu ntar2222 nanti bisa terjangkau juga itu yang very-very2222 maha tak tersentuh tersebut. |
bagus kalo anda setuju bahwa Konsep Tuhan ideal adalah yang serba Maha.
berarti diskusi kita ini ada dasar pijakan yg sama
Lalu apa yg anda maksud Tuhan jangan dibatasi sama sekali ?
siapa yg membatasi ?
bagaimana kriteria membatasi ?
|
|
| Back to top |
|
 |
sahabat Newbie


Joined: Dec 21, 2007 Posts: 246
|
Posted: Wed Jan 16, 2008 6:18 pm Post subject: Re: Kemahatahuan Tuhan berlawanan dengan Kehendak Bebas Manusia |
|
Tuhan ada, tetapi relasinya dengan manusia dan wiro sableng, bukanlah Tuhan menciptakan manusia, dan manusia menciptakan wirosableng. Tetapi baik tuhan dan wiro sableng adalah ciptaan manusia. Tuhan adalah proyeksi harapan manusia akan manusia super. Keberadaan Tuhan di dalam keberadaan manusia. Jika manusia musnah dari peradaban, maka begitu juga dengan konsep Tuhan.
Kalau konsisten dengan konsep maha22222 yang limitnya tidak terhingga, maka dengan membicarakannya, kita sedang membatasi yang tidak terhingga dalam kemanusiaan kita. Tentu saja akan meleset jauh.
Kalau dianalogikan angka begitu, kita membicarakan yang sedemikian besarnya, hingga tidak cukup dituliskan jumlah nol-nya pada sebuah buku tebal, namun kita memaksakan diri untuk menulis dalam sebuah kertas notes. Bukankah itu sia2 saja.
btw, kalau mau quote last message, tapi per pernyataan seperti yang anda lakukan, bgm caranya ya? biar tidak kepanjangan copy paste nulis ulangnya.
|
|
| Back to top |
|
 |
cintakusayang Newbie


Joined: Jan 04, 2008 Posts: 1445 Location: Diatas bumi Allah
|
Posted: Thu Jan 17, 2008 5:56 pm Post subject: Re: Kemahatahuan Tuhan berlawanan dengan Kehendak Bebas Manu |
|
Sahabat ,
Rasanya memang anda tidak percaya Tuhan itu ada,
Jadi mengaku saja…anda tidak percaya Tuhan ada !
Sebentar, anda juga tidak menjawab pertanyaan saya (“definisikan saya”) yg diatas
Tolong di jawab,
Saya ingin mengukur sedalam apa ilmu pengetahuan anda
| Quote:: |
| Tuhan ada, tetapi relasinya dengan manusia dan wiro sableng, bukanlah Tuhan menciptakan manusia, dan manusia menciptakan wirosableng. Tetapi baik tuhan dan wiro sableng adalah ciptaan manusia. |
Sebentar juga,
Anda juga tidak menjawab pertanyaan saya terdahulu,
Siapakah yg menciptakan anda, Sidharta Gautama, bumi, langit dan seisinya ?
Tolong dijawab
Saya ingin anda bisa tertawa sendiri membaca “keanehan” tulisan anda diatas
Jika anda menjawab mereka diciptakan Tuhan, sedang Tuhan menurut anda diciptakan manusia, apakah berarti langit, bumi dan seisinya juga diciptakan oleh manusia ?
Jika mereka diciptakan manusia, tolong saya diberi tahu manusia mana yang telah menciptakan langit, bumi dan seisinya tersebut ??
Saya mau belajar sama dia …
Jika anda menjawab langit, bumi dan seisinya tidak diciptakan oleh Tuhan, tetapi ada sendiri akibat hukum alam,
Saya Tanya pada anda,
Diantara barang2 didalam rumah anda, mana yg tiba2 ada dgn sendirinya ??
Yang kecil2 dulu aja,
Apakah sapu, sandal jepit, tissue toilet & tusuk gigi dlm rumah anda tiba2 ada ditempatnya tanpa anda perlu membeli dan orang lain menciptakan mereka ?
Apakah hukum alam tidak bisa mengulangi penciptaan barang2 keperluan rumah tangga itu, sama seperti hukum alam telah bekerja pada penciptaan alam semesta yg dahsyat ini ?
Bukankah ini jauh lebih mudah ?
|
|
| Back to top |
|
 |
cintakusayang Newbie


Joined: Jan 04, 2008 Posts: 1445 Location: Diatas bumi Allah
|
Posted: Thu Jan 17, 2008 6:01 pm Post subject: Re: Kemahatahuan Tuhan berlawanan dengan Kehendak Bebas Manu |
|
Sahabat
| Quote:: |
| Tuhan adalah proyeksi harapan manusia akan manusia super. Keberadaan Tuhan di dalam keberadaan manusia. Jika manusia musnah dari peradaban, maka begitu juga dengan konsep Tuhan. |
itu kan konsep orang primitive, sehingga lahirlah mitologi dewa2 yg aneh dan ajaib itu.
Tapi konsep Tuhan dalam agama2 samawi (langit) adalah Tuhan pencipta segala sesuatu.
Makanya anda mesti jawab dulu, apakah alam semesta dan segala isinya ini diciptakan oleh Tuhan atau tidak ?
Entah konsep Tuhan dalam agama anda, saya tidak tahu
| Quote:: |
| Kalau konsisten dengan konsep maha22222 yang limitnya tidak terhingga, maka dengan membicarakannya, kita sedang membatasi yang tidak terhingga dalam kemanusiaan kita. Tentu saja akan meleset jauh. |
Membatasi ?
Apakah anda bisa menentukan batas / wilayah / range / scope dari kata “MAHA” ?
MAHA itu kata yg tidak terbandingkan,
Kalo ada gunung yg paling gede, terus anda bilang ada yang MAHA GEDE,
Artinya seberapa Gede dari MAHA GEDE tadi dibandingkan dari gunung gede tsb ?
Lebih gede kan ?
Kalo ada gunung yg lebih guede lagi, bandingkan lagi dgn MAHA GEDE ?
Tenggelam juga kan ke gueede-an gunung tadi ?
Jadi sampe batas mana kata MAHA ??
Sampe diluar batas anda tidak bisa berfikir lagi !
Dan kata MAHA tetap lebih besar dari batas pikiran anda yg sudah tidak berfikir lagi !
Jadi apakah ketika kita membicarakan Tuhan, artinya menurut anda kita sedang mencoba membatasi Dia ?
Akan “meleset jauh” (kata anda), hanya akan terjadi ketika anda memaksa kata MAHA untuk mengikuti kemampuan pikiran anda !
Kalo anda membiarkan arti kata MAHA tetap tak tersentuh kemampuan pikiran anda,
Anda akan sadar keterbatasan pikiran anda !
Tidak ada akan ada kata “meleset jauh”
| Quote:: |
| Kalau dianalogikan angka begitu, kita membicarakan yang sedemikian besarnya, hingga tidak cukup dituliskan jumlah nol-nya pada sebuah buku tebal, namun kita memaksakan diri untuk menulis dalam sebuah kertas notes. Bukankah itu sia2 saja. |
Jika anda telah paham tentang sifat KE-MAHA-AN TUHAN,
bahwa sifat Nya tidak akan bisa dibatasi oleh kemampuan manusiawi,
lalu mengapa juga ANDA SENDIRI yg mencoba “memberi batasan pada Allah” dengan tulisan anda yg berjudul :
Allah = burung berkicau ?
KeMaha tahuan Tuhan apakah bertentangan dgn kehendak bebas manusia ?
Hayo siapa yg anda maksud :
“Kalau konsisten dengan konsep maha22222 yang limitnya tidak terhingga, maka dengan membicarakannya, kita sedang membatasi yang tidak terhingga dalam kemanusiaan kita. Tentu saja akan meleset jauh”
????????
anda sendiri kan ??
jadi pertanyaan anda juga sia-sia
|
|
| Back to top |
|
 |
cintakusayang Newbie


Joined: Jan 04, 2008 Posts: 1445 Location: Diatas bumi Allah
|
Posted: Thu Jan 17, 2008 6:02 pm Post subject: Re: Kemahatahuan Tuhan berlawanan dengan Kehendak Bebas Manu |
|
| Quote:: |
| btw, kalau mau quote last message, tapi per pernyataan seperti yang anda lakukan, bgm caranya ya? biar tidak kepanjangan copy paste nulis ulangnya. |
Biasa aja edit copy yg mau di quote
Terus pake aturan penulisan html
Kalo mau quote pake [ quote] , diakhiri [/ quote]
Tapi jangan ditulis pake spasi ya , semuanya nyambung, itu saya tulis pake spasi sebab kalo tidak pake spasi, tar dianggap kode penulisan html oleh internetnya
Contoh : mau meng-quote : “ABCDEFGHIJKL”
Nulisnya [ quote]ABCDEFGHIJKL[/ quote] -------------- > ingat ya jangan pake spasi
Yang lain :
[ b]xxxxxx[/ b] : bold
[ i]xxxxxxx[/ i] : italic
[ u]xxxxxxx[/ u] : underline
[ color=red]xxxxx[/ color] : rubah warna
pokoknya jangan pake spasi
|
|
| Back to top |
|
 |
sahabat Newbie


Joined: Dec 21, 2007 Posts: 246
|
Posted: Fri Jan 18, 2008 3:31 pm Post subject: Re: Kemahatahuan Tuhan berlawanan dengan Kehendak Bebas Manu |
|
| Quote:: |
Rasanya memang anda tidak percaya Tuhan itu ada,
Jadi mengaku saja…anda tidak percaya Tuhan ada !
|
Saya sudah berulang kali menjawabnya, sis.
Apakah menurut anda, Ada itu haruslah dapat ditangkap panca indra saja?
Bagaimana dengan ide? Apakah ide itu ada?
Apakah menurut anda ide berada di luar pikiran manusia? Melayang2 untuk menunggu dipungut, seperti batu?
Dimana adanya ide? Menurut saya ide adanya di pikiran manusia.
tuhan bagi saya adalah ide.Keberadaannya hanya di pikiran manusia.
Apakah menurut anda, keberadaan tuhan bisa ditangkap dengan panca indra (seperti batu)? Berikan saya bukti yang bisa kita uji bersama.
| Quote:: |
Sebentar, anda juga tidak menjawab pertanyaan saya (“definisikan saya”) yg diatas
Tolong di jawab,
Saya ingin mengukur sedalam apa ilmu pengetahuan anda
|
Definisi "Saya". Pertanyaan yang sangat2 bagus.
Saya tidak mampu menjawab dengan lengkap.
Jika saya menganggap bahwa saya hanyalah ide, lalu siapa yang sedang bertanya ini ya?
Di Budhisme ada konsep anatta (tiada aku yang kekal),
kurang lebih setara dengan perpaduan hukum kekekalan energi dan kesetaraan massa dan energi di dalam fisika.
Dari sisi ada, aku yang sekarang dengan aku yang bayi tidaklah sama persis, secara fisik maupun pikir. Penyusunnya sudah berganti.
Secara fisik, karena memang penyusun yang kemarin sudah jadi pipis dkk. Secara pikir, pengalaman baru membuat konsep2ku jadi berbeda.
Jadi yang mana aku, yang kemarin ataukah yang hari ini? Kedua2nya adalah aku, tetapi perlahan namun pasti sudah bergeser menjadi sesuatu yang totally berbeda.
Yang lebih buruk lagi, bahkan aku ini ketika mati, akan terurai secara fisik, mungkin akan jadi bisep/trisep-nya monyet.
Bagaimana dengan pikiranku? Kembali ke esensinya, seperti tuhan di atas (ada di dalam pikiran anakku).
| Quote:: |
Sebentar juga,
Anda juga tidak menjawab pertanyaan saya terdahulu,
Siapakah yg menciptakan anda, Sidharta Gautama, bumi, langit dan seisinya ?
Apakah sapu, sandal jepit, tissue toilet & tusuk gigi dlm rumah anda tiba2 ada ditempatnya tanpa anda perlu membeli dan orang lain menciptakan mereka ?
|
Saya tidak mengerti, mengapa anda bilang sapu diciptakan?
Bukankah sebelum jadi sapu, adalah daun pohon kelapa?
Bukankah
sebelum jadi daun kelapa, adalah zat2 makanan yang ada di tanah?
Bukankah sebelum menjadi zat makanan di tanah, mungkin juga adalah sapu?
Bukankah hanya berputar2 seperti itu?
Apa penjual sapunya menciptakan daun kelapa? Bukankah dia hanya merangkai saja dari apa yang sudah ada?
Maksud anda, causa prima itu yaaa? Dimana posisi causa prima dalam lingkaran sapu tadi?
| Quote:: |
itu kan konsep orang primitive, sehingga lahirlah mitologi dewa2 yg aneh dan ajaib itu.
Tapi konsep Tuhan dalam agama2 samawi (langit) adalah Tuhan pencipta segala sesuatu.
Makanya anda mesti jawab dulu, apakah alam semesta dan segala isinya ini diciptakan oleh Tuhan atau tidak ?
Entah konsep Tuhan dalam agama anda, saya tidak tahu
|
Yuuups, agree. Bukankah konsep tuhan dalam agama2 samawi adalah ajaib (tiba2 ada) dan aneh (tidak bisa didefinisikan)?
| Quote:: |
Kalau konsisten dengan konsep maha22222 yang limitnya tidak terhingga, maka dengan membicarakannya, kita sedang membatasi yang tidak terhingga dalam kemanusiaan kita. Tentu saja akan meleset jauh.
Membatasi ?
Apakah anda bisa menentukan batas / wilayah / range / scope dari kata “MAHA” ?
MAHA itu kata yg tidak terbandingkan,
Kalo ada gunung yg paling gede, terus anda bilang ada yang MAHA GEDE,
Artinya seberapa Gede dari MAHA GEDE tadi dibandingkan dari gunung gede tsb ?
Lebih gede kan ?
Kalo ada gunung yg lebih guede lagi, bandingkan lagi dgn MAHA GEDE ?
Tenggelam juga kan ke gueede-an gunung tadi ?
Jadi sampe batas mana kata MAHA ??
Sampe diluar batas anda tidak bisa berfikir lagi !
Dan kata MAHA tetap lebih besar dari batas pikiran anda yg sudah tidak berfikir lagi !
Jadi apakah ketika kita membicarakan Tuhan, artinya menurut anda kita sedang mencoba membatasi Dia ?
Akan “meleset jauh” (kata anda), hanya akan terjadi ketika anda memaksa kata MAHA untuk mengikuti kemampuan pikiran anda !
Kalo anda membiarkan arti kata MAHA tetap tak tersentuh kemampuan pikiran anda,
Anda akan sadar keterbatasan pikiran anda !
Tidak ada akan ada kata “meleset jauh”
|
Yuups. agree. Then buat apa lagi dibicarakan?
| Quote:: |
Kalau dianalogikan angka begitu, kita membicarakan yang sedemikian besarnya, hingga tidak cukup dituliskan jumlah nol-nya pada sebuah buku tebal, namun kita memaksakan diri untuk menulis dalam sebuah kertas notes. Bukankah itu sia2 saja.
Jika anda telah paham tentang sifat KE-MAHA-AN TUHAN,
bahwa sifat Nya tidak akan bisa dibatasi oleh kemampuan manusiawi,
lalu mengapa juga ANDA SENDIRI yg mencoba “memberi batasan pada Allah” dengan tulisan anda yg berjudul :
Allah = burung berkicau ?
KeMaha tahuan Tuhan apakah bertentangan dgn kehendak bebas manusia ?
Hayo siapa yg anda maksud :
“Kalau konsisten dengan konsep maha22222 yang limitnya tidak terhingga, maka dengan membicarakannya, kita sedang membatasi yang tidak terhingga dalam kemanusiaan kita. Tentu saja akan meleset jauh”
????????
anda sendiri kan ??
jadi pertanyaan anda juga sia-sia
|
Yuups. agree. Sebenarnya pertanyaan tersebut, untuk memancing kesimpulan tersebut. Kesia-siaan.
Lalu kenapa dibicarakan lagi, bahkan diajar2kan? Bersaksi2 di luar kapasitas. Dijanjikan lebih dari yang dipunyai.
Then, apa yang masih tersisa dan relevan untuk dibicarakan? Tentu keberadaan kita sendiri khan dan rekan2 duniawi kita (alam semesta).
|
|
| Back to top |
|
 |
|
|
You cannot post new topics in this forum You cannot reply to topics in this forum You cannot edit your posts in this forum You cannot delete your posts in this forum You cannot vote in polls in this forum You cannot attach files in this forum You can download files in this forum
|
|