salib.net - Mewartakan Salib dari Golgota



· Taruh di Home Page

Welcome Anonymous

Nickname
Password

Membership:
Latest: agus.soetopo
New Today: 0
New Yesterday: 0
Overall: 1525

People Online:
Members: 0
Visitors: 2
Bots: 2
Staff: 0
Staff Online:

No staff members are online!
Last 10 Forum Messages

Buku2 pengajaran iman Kristen yg ditulis oleh: Denny Teguh S
Last post by Denny in Lainnya on May 18, 2012 at 01:28:12

Buku: "BAHASA LIDAH: MASIH ADAKAH?" (Denny Teguh S.)
Last post by Denny in Lainnya on Apr 18, 2012 at 00:13:58

Renungan Paskah 2012: TUHAN YESUS TELAH BANGKIT! (Denny)
Last post by Denny in Belajar Alkitab on Apr 08, 2012 at 02:52:50

Renungan Jumat Agung 2012: KEMATIAN SANG ANAK ALLAH (Denny)
Last post by Denny in Belajar Alkitab on Apr 05, 2012 at 00:14:12

Get my new book: GENERASI TUA VS GENERASI MUDA (Denny T. S.)
Last post by Denny in Lainnya on Mar 18, 2012 at 02:07:53

Paskah Akbar Surabaya 2012
Last post by Denny in Agenda Kita on Mar 18, 2012 at 02:01:33

Tantangan Untuk Beritakan Injil di Wilayah Timur Tengah
Last post by mawarmerahmuda in Lainnya on Mar 17, 2012 at 12:58:39

Diresmikan, Syarat Dapat Gelar S1 Harus Publikasi Ilmiah
Last post by mawarmerahmuda in Lainnya on Feb 28, 2012 at 07:08:29

Suka duka jadi anak jenius
Last post by mawarmerahmuda in Lainnya on Feb 28, 2012 at 06:41:05

Kemampuan Pelajar Asia Timur, 3 Tahun Diatas Negara Maju
Last post by mawarmerahmuda in Lainnya on Feb 22, 2012 at 18:59:09

We have received
5087258
page views since
April 2004

Mewartakan Salib dari Golgota

Copy and paste the text below to insert the button displayed above on your site. Thanks for your support!

Forum dan Diskusi > > Kekristenan > > Tanya dan Jawaban > > kenapa beda matius 1:1-6 & Lukas 3:23-38?
Result

kenapa beda matius 1:1-6 & Lukas 3:23-38?
Hidup ini membutuhkan jawaban. Kalau Anda memiliki begitun banyak pertanyaan, entah itu masalah kehidupan, hal-hal yang tidak dipahami, atau fenomena yang sulit dimengerti, tanyakan disini. (hanya untuk Kristen - update 01/27/2009)
Go to page Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6
Post new topic   This topic is locked: you cannot edit posts or make replies.   Printer Friendly Page     Forum Index > > Tanya dan Jawaban
View previous topic :: View next topic  
Author Message
cintakusayang
Newbie
Newbie


Joined: Jan 04, 2008
Posts: 1445
Location: Diatas bumi Allah

PostPosted: Wed Feb 20, 2008 8:56 pm    Post subject: Re: kenapa beda matius 1:1-6 & Lukas 3:23-38? Reply with quote

BENJI :

Quote::
Begini saudaraku cintakusayang...

Itulah sebabnya mengapa orang Kristen menyebut Allah dengan sebutan Allah Tritunggal.. tapi sepertinya kalau kita membahas hal ini maka hal ini akan menyimpang jauh dari topik.

gak papa kok
emang siapa yg perduli jika menyimpang jauh ???

Quote::
Sebab seperti saya katakan dari awal, tidak ada satupun pikiran manusia yang dapat menyelami pikiran Allah.

tidak ada satupun pikiran manusia yang dapat menyelami pikiran Allah

memang siapa yg memerintahkan kita untuk menyelami pikiran Allah ??
apakah kita lebih besar dari Allah, hingga mampu menyelami pikiranNya ??

fungsi utama otak adalah untuk mengenal Allah

jika anda katakan otak kita tidak akan mampu untuk memikirkan Allah,
Ok, gak papa, mari kita gunakan otak kita untuk mengenali yang bukan Allah !!
Gampang kan ???
Apakah anda tidak bisa juga untuk melakukan yg begini ??
Lalu apa gunanya punya otak ???



Quote::
Mari kita tinjau kembali asal muasal Yesus. Jika anda membaca dalam Alkitab pada kitab Yohanes 1. Anda akan menemukan bahwa "pada mulanya adalah Firman, Firman itu ada bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah." Dan kemudian ada tertulis, "Firman itu datang dan menjelma menjadi manusia, dan tinggal di antara manusia." Itulah Yesus.

sebentar saudara !
ayat diatas adalah murni perkataan Yohanes kan ??
bukan kata2 Allah sendiri, harap ini dicatat !
jadi ini bukan hukum Tuhan !!
jika anda menjadikan ini hukum Tuhan maka anda menjadikan si yohanes lebih tinggi dari Tuhan !!


tapi kata2 Yesus yg menyuruh hanya menyembah Allah adalah hukum Tuhan !
OK ???

"pada mulanya adalah Firman, Firman itu ada bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah."

Tuhan anda pada permulaan ayat itu berapa ?? dua ato satu ??
“Bersama-sama” itu mengisyaratkan lebih dari satu pada saat yg sama !
dan dua2nya adalah Allah ??

sedangkan “pada mulanya” mengisyaratkan yg paling awal !
artinya Firman itu lebih tinggi dari Allah !

lalu “dan Firman itu adalah Allah." Mengisyaratkan kesetaraan antara satu sama lain !

lihatlah ! antara 1,2 & 3 diatas semuanya bertentangan satu sama lain !!

"Firman itu datang dan menjelma menjadi manusia, dan tinggal di antara manusia." Itulah Yesus

lihat kitab kejadian pasal 1, ketika Allah berfirman untuk menjadikan langit dan bumi dan seisinya !
kemudian firman Allah itu menjelma menjadi langit, bumi seisinya
apakah lantas langit, bumi seisinya disebut “FIRMAN YANG MENJELMA MENJADI LANGIT BUMI SEISINYA” lalu langit, bumi seisinya berhak pula untuk disebut bagian / pribadi Allah ??
kan kasusnya sama ??
firman yg diucapkan Tuhan menjelma menjadi “sesuatu”


Quote::
Seperti yang tertulis dalam 'Alkitab lain' bahwa Allah menaruh perkataanNya di dalam bibir/lidah hambaNya itu. Bahwa apa yang diucapkan oleh Isa / Yesus, sama dengan perkataan Allah

benarkah ??
apakah kata2 Yesus ini : “Aku haus ? Aku Lapar ? Tuhanku, kenapa Engkau tinggalkan aku ?” = kata2 Allah ???

atau (maaf) ketika Yesus kecil (tidak tercatat dalam injil) berkata : “mami Yesus mau eek ! mami Yesus mau pipis ! mami Yesus mau nenen !” = kata2 Allah ??

“Bahwa apa yang diucapkan oleh Isa / Yesus, sama dengan perkataan Allah” maukah anda meralat tulisan anda ini ??


Quote::
Oleh sebab itulah Yesus dapat melakukan apa saja yang Ia kehendaki, tapi dengan catatan, Ia masih dalam kendali Sang Pencipta, Khalik Langit dan bumi, Tuhan Yang Mahaesa.

Itu namanya TIDAK DAPAT saudara !
DAPAT MELAKUKAN APA SAJA tapi MASIH DALAM KENDALI orang lain, tidak akan pernah bisa dikatakan “DAPAT MELAKUKAN APA SAJA”

DAPAT MELAKUKAN APA SAJA dalam hal ini tetap sepenuhnya milik ALLAH bukan ???
Bukan milik Yesus !

Sedang yg patut disebut sebagai Tuhan adalah yang bersifat DAPAT MELAKUKAN APA SAJA tanpa ada yg bisa membatasiNya

Makanya Yesus bilang :” TUHAN itu ALLAH !! SELAIN DIA TIDAK ADA TUHAN YANG LAIN ! “

Jadi Yesus sudah terang2an menyatakan dirinya bukan Tuhan, Tuhan itu adalah Allah yg bisa melakukan apa saja !
Tuhan inilah YANG HARUS DISEMBAH !!

Sudah negrti saudara ??

Atau anda punya pendapat lain soal perkataan Yesus tentang TUHAN ALLAH diatas??


Quote::
Dan Yesus sendiri datang ke dunia ini dengan satu tugas yang harus ia tunaikan, dan itu bukan saja memperbarui hukum Taurat dan mengajarkan Hukum Kasih, tetapi juga untuk menjadi kurban di atas kayu salib.

dimana Yesus berkata, dia datang untuk memperbarui hokum taurat ??
bukankah hanya untuk menggenapinya ???

Apa arti menggenapi ???
Bukankah artinya yg dulu masih berlaku dan malah ditambahi lagi biar genap ??
Bukan membatalkan yg dulu untuk diganti yang baru kan ??

Berarti yg dulu tetap harus dikerjakan dong ??


Quote::
Saudaraku cintaku, pengertian ini tidak akan anda atau semua orang pahami jika seseorang itu tidak meminta Allah untuk memberikan pemahaman ilahi tersebut.

Gampangnya begini.

Firman itu adalah Firman Allah.
Firman Allah = Kuasa dalam perkataan Allah

Firman itu menjelma menjadi manusia.
berarti, Kuasa dalam perkataan Allah itu = manusia Yesus.

Firman itu adalah Allah
maka Yesus adalah Allah.

Benar bukan?

gampangnya begini juga :

Firman Allah = Kuasa dalam perkataan Allah
Kuasa / Firman ini akan selalu ditempatnya, kalo tidak digerakkan oleh kehendak Allah
Firman / Kuasa Allah hanya akan terwujud bila diinginkan Allah !

Jadi siapa yg sebenarnya lebih berkuasa ??
Allah atau Firman ??
Mana yg lebih pantas disebut Tuhaan ?
Allah atau Firman ??

Contoh gampang :
Anda dan perkataan / kehendak / kuasa anda

Jika anda lagi malas berkata dan berbuat,
Apakah perkataan / perbuatan anda akan ada ??

Jadi mana yg lebih dulu ada ?
Anda atau perkataan / perbuatan anda ??


Quote::
Sekali lagi saya mau tekankan disini, bahwa jika Allah dapat meniupkan RohNya (hembusan nafas) pada sebongkah tanah liat dan menjadi manusia, bukankah Allah dapat juga memberikan 'kuasa perkataanNya' atau FirmanNya sendiri, dan membuat Firman itu menjadi manusia?

Bukankah Allah sanggup membuat segala sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada?
Bukankah Allah sanggup menjadikan segala sesuatu dengan segala yang dimilikiNya?
Demikian pula esensi kehadiran Yesus disini.

Ya semua yg anda sebut itu mudah saja bagi Allah

Tapi saya tanya anda :

Apakah Allah sanggup membuat Tuhan lain yg setara dengan Dia ??
Apakah Allah sanggup berbagi kekuasaan dgn yg lain, tanpa membuat pembagian itu merugikan hak2Nya ??
Apakah Allah sanggup membunuh DiriNya sendiri ??




Quote::
Bukan maksud saya untuk mengutip 1 atau 2 ayat saja, tetapi memang sesungguhnya banyak sekali ayat yang dapat saudara baca dan hubungkan sendiri.^^

Mari bermain logika disini. Pernahkah anda berpikir, SEANDAINYA waktu itu Yesus berkata, "Aku adalah Allah. Sembahlah Aku." Saya kira itu akan membuat rencana Allah buyar atau bubar saat itu juga. Mungkin saja Yesus saat itu juga dirajam dengan batu karena telah menghina nama Allah waktu itu. Itulah sebabnya Yesus berkata, Tuhan itu adalah Allah dan tidak ada Tuhan yang lain yang harus disembah. Sebab kedatangan Yesus waktu itu hanya sebagai:
Hamba Allah -> ITU benar.
Sebagai nabi -> ITU benar.
sebagai utusan Allah -> ITU juga benar.
sebagai Juruselamat manusia -> .......... Ini yang masih sukar dipercaya orang.

ah tidak juga !!

pakai logika sehat
jika Yesus saat itu terang2an telah memerintahkan manusia untuk menyembah dirinya, bahwa dia adalah Allah, tentu ucapan ini keluar dalam kapasitas Allah, bukan dalam kapasitas manusia !!
siapa manusia yg bisa melawan Allah ??
siapa yg mau melemparinya batu, langsung disulap jadi babi !
Allah dilawan !!

pikirkan saja, buat apa mesti menyamar jadi manusia, jika ingin memperkenalkan diri sebagai Allah ??
Bukankah menampakkan WujudNya yg sebenarnya pada manusia, udah cukup membuat seluruh makhluk di bumi tersungkur menggigil ketakutan ???

Logika anda tidak nalar sama sekali !


Quote::
Yesus datang ke dunia ini, seperti 'seekor domba' yang tidak bercela, oleh sebab itu Ia menuruti segala perintah Allah, terlebih lagi karena Firman Allah ada di dalam Dia
Seperti yang dikatakan bahwa sejak kecilNya, Yesus / Isa memiliki segala hikmat dan pengetahuan dan Firman Allah. Dan Ia datang ke dunia ini dengan satu tugas utama, yaitu menjadi 'seekor domba' yang siap disembelih sebagai penghapus dosa seluruh umat manusia. Jika Dia adalah utusan Allah, maka Ia seharusnya patuh pada perintah Allah, terlebih perintah Allah ada di dalam diriNya.

Sangat tidak bisa diterima nalar, jika satu hakikat dgn Allah, mengapa bisa diutus2 dan tunduk pada esensi yg lainnya ??
Ingat ya SATU ESENSI , kata anda !

Quote::
Saudara cintaku mau mempercayai perkataan Yesus? Yohanes 3:16 berkata, "Karena BEGITU BESAR KASIH ALLAH akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."

1. dunia disini berarti "manusia" atau seluruh manusia yang hidup di dunia.
2. AnakNya -> wajar jika Yesus menyebut diriNya sebagai Anak, jika Dia memang berasal dari Allah sendiri. Karena tidak ada ungkapan yang lebih baik dibanding sebagai Anak.
3. tunggal -> karena sebelum dan sesudah Dia, tidak ada orang lain yang sama seperti Dia yang pernah Allah utus ke dunia.

Jangan salahl saudara !

Yesus sendiri menempatkan istilah “tuhan” dan “anak tuhan” atas dirinya sama seperti apa yg berlaku dalam terminology Yahudi
Musa pun disebut tuhan untuk bani Israil,
Sedang anak tunggal ? banyak di alkitab orang yg disebut anak2 Allah, dan anak tunggal Allah !

Tidak ada sama sekali kata2 Yesus yg mendukung perkataan anda itu

Quote::
4. percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal ->
ini yang dimaksud oleh Yesus sendiri. Barangsiapa percaya kepada kematian dan kebangkitanNya, dan mempercayai Dia bahwa Dia adalah Juruselamat, maka orang itu akan diselamatkan. It's like a Free one way ticket to heaven. Ada pengampunan yang pasti yang Allah berikan untuk orang yang percaya kepada Yesus itu.

tapi di ayat lain Yesus mengusir segolongan orang2 yg percaya padanya : Enyahlah kamu pembuat kejahatan, aku tidak mengenal kamu !

entah apa kejahatan mereka yg percaya pada kematian dan kebangkitan Yesus ini ???

==================



Quote::
Yang ini bacanya sabar yah teman..hehehe..
Kesimpulan:
1. Yesus TIDAK DAPAT mengalahkan atau menggantikan Allah, karena diriNya adalah esensi dari Allah itu sendiri. Jika Yesus dibuat atau diciptakan berasal dari Firman Allah, maka ketika kembali kepada Allah, Yesus kembali menjadi Firman Allah. Yesus tidak akan menggantikan, karena pada dasarnya, suatu bentuk ilahi / zat ilahi yang berasal dari Allah tidak akan melebihi Allah, melainkan sama dengan Allah.

kata anda bertentangan sangat parah nih !

“Yesus tidak akan menggantikan, karena pada dasarnya, suatu bentuk ilahi / zat ilahi yang berasal dari Allah tidak akan melebihi Allah, melainkan sama dengan Allah”

bertentangan dengan :

Oleh sebab itulah Yesus dapat melakukan apa saja yang Ia kehendaki, tapi dengan catatan, Ia masih dalam kendali Sang Pencipta, Khalik Langit dan bumi, Tuhan Yang Mahaesa

Tahu pertentangannya ???

Allah bisa meberbuat apa saja, tidak ada yg mengendalikan, termasuk Yesus pun tidak bisa mengendalikan perbuatan Allah !

(Seperti dalam tulisan anda : “ Bukankah Allah sanggup menjadikan segala sesuatu dengan segala yang dimilikiNya?”)


Sedang Yesus masih dikendalikan Allah !

Jadi tidak bisa dikatakan :
“suatu bentuk ilahi / zat ilahi yang berasal dari Allah tidak akan melebihi Allah, melainkan sama dengan Allah”

Lupa ya ??




Quote::
2. Bagi yang menyembah hanya Allah saja, statusnya ya tetap sebagai ciptaan Allah dong. CIPTAAN ALLAH YANG ALLAH KASIHI. Hanya saja, "free one way ticket to Heaven" nya gak dapet. Rugi kan? hehehe..

BUKTINYA APA ???
TOLONG TUNJUKKAN

Quote::
3. Gak semua orang Kristen yang mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan dapat selamat. karena apa? Karena setiap orang yang mendapat sebuah "tiket gratis menuju surga" wajib menjaga tiketnya itu dengan baik. Jika tiket itu diibaratkan kepercayaan terhadap Allah, maka sewajibnya tiket itu tidak dinodai, dikotori, dibuang, atau dibakar, atau dihilangkan, bukan begitu?
Di Alkitab juga ada kok yang bilang bahwa "Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati." Bahasa kerennya, "tong kosong nyaring bunyinya". Jadi kalau orang Kristen gak menjaga kelakuannya, maka sama aja dengan menodai, mengotori, ataupun membuang tiket itu.
Dan sesungguhnya saya akui banyak orang Kristen yang seperti itu.

Jadi kesimpulannya :
kematian Yesus bukan untuk menebus dosa seluruh manusia kan ?
Hanya bagi yg percaya dan beramal baik !
Yg percaya tapi gak beramal baik, go to hell !!

Lalu apa bedanya dgn ajaran utusan2 Allah yg lain ???

Wassalam
Back to top
View user's profile
benji
Newbie
Newbie


Joined: Jan 07, 2008
Posts: 7

PostPosted: Thu Feb 21, 2008 1:19 am    Post subject: Re: kenapa beda matius 1:1-6 & Lukas 3:23-38? Reply with quote

Teman, seperti yang saya telah katakan berulang kali dari awal posting saya.. Tidak ada pikiran manusia yang sanggup menyelami pikiran Allah. Mengapa Ia melakukan ini, mengapa Ia melakukan itu..

Dan tampaknya pikiran kita berdua pun bila dibahas terus menerus, tidak akan menemukan satu ujung yang pasti.

Melihat cara anda berargumen, saya ber-asumsi bahwa anda seorang pria, ya bukan?^^

Dan marilah kita kesampingkan sejenak ego dan jalan pikiran kita yang terbatas ini dan mulai menggunakan akal yang berasal dari dalam hati kita. Mari kita lepaskan segala doktrin dan dogma-dogma ataupun segala yang tertulis dalam ajaran kita masing-masing. Semua ahli kitab pun mengakui bahwa setiap kitab yang ditulis oleh rasul-rasul Allah mempunyai kelemahan, terlebih lagi jika salah menterjemahkan. Bukan begitu?

Pernahkah anda menyayangi sesuatu atau seseorang sampai anda tak rela kehilangan sesuatu atau seseorang itu? Jika belum, cukup sekian anda membaca, dan mulailah mencoba merasakan terlebih dahulu. Dan jika anda pernah atau sedang merasakan hal itu, silakan membaca ini lebih lanjut.

Suatu hal yang mudah untuk ditelusuri, tentunya dengan kepercayaan Anda dan kepercayaan saya, bahwa kita manusia merupakan makhluk yang diciptakan oleh Allah. Dan jika kita melihat bagaimana kita dapat mengasihi dan mencintai, bukankah itu sendiri karena Yang Menciptakan kita memiliki unsur itu? Setahu saya, Allah adalah Kasih. Bukan begitu?

Bayangkan sejenak, seandainya Anda adalah Allah, suatu subyek Mahakuasa dan Anda adalah subyek yang Mahakasih, ketika Anda membuat suatu makhluk, dengan hati, dengan ketelitian, dengan pengorbanan, dengan ketulusan, dan dengan kasih. bukankah Anda akan mengasihi ciptaan Anda tersebut?
Dan jika Anda sangat mengasihi ciptaan Anda, ketika ciptaan Anda melakukan kesalahan terhadap Anda, apakah Anda serta-merta akan memusnahkannya? Terlebih ketika Anda sudah merasa sangat dekat, bahkan seperti anak sendiri atau saudara sendiri.
Dan jika Anda merasa bahwa Anda perlu menemukan jalan untuk membuat ciptaan Anda itu mengasihi Anda dengan cinta yang tulus, apakah Anda akan langsung membuat Perintah-perintah atau Hukum-hukum?
Bukankah dunia ini juga memiliki perkataan yang berkata, "Kasih itu tidak memaksa"? atau "Kasih itu panjang sabar"? atau "Kasih itu murah hati"?
selain daripada "Kasih itu menghajar orang yang dikasihi dan memberi ganjaran pada orang yang dicintai yang melakukan kesalahan.."
Bukankah ada juga istilah di dunia ini yang mungkin pernah anda rasakan dalam hidup dan masa muda anda ketika anda merasa bahwa, "kasih itu mencintai dengan apa adanya.." atau "Cinta tidak harus memiliki"? Atau mungkin anda juga pernah merasakan "Mencintai berarti harus merelakan, atau tidak memaksa orang itu untuk mencintai anda seperti anda mencintainya"?

Demikianlah yang Yesus coba katakan dalam Yohanes 3:16, bahwa sesungguhnya Allah sangat mengasihi dan mencintai manusia, sehingga Ia bahkan rela memberikan diriNya untuk menjadi pembayar kesalahan manusia.

Seandainya anda sangat mencintai anak anda yang masih kecil, dan ketika anak anda berbuat kesalahan, misalnya sudah dibilangin kalau tidak boleh maen bola di jalanan, lalu anda melihat anak anda hampir saja tertabrak motor atau mobil, tapi selamat, apakah anda akan langsung memarahinya atau anda mengucap puji syukur lebih dahulu kepada Allah?
Atau jika anda melihat karena anak anda menyeberang jalan sembarangan, lalu ada mobil yang melaju ke arahnya, bukankah anda sebagai orangtua yang sangat mengasihinya akan segera menyelamatkan anak anda, meskipun taruhannya adalah nyawa anda sendiri?

Begitu pula dengan Allah. Jika anda mau mencoba membuka pikiran dan hati anda untuk mengerti keajaiban ini, anda akan menemukan bahwa ditengah-tengah ke-MahaKudus-an Allah, ke-Mahakuasa-an Nya ada pula sesuatu yang disebut ke-Maha Kasih-an Allah..

Jika anda telah mengerti hal ini, silahkan baca ke baris selanjutnya.

Ada suatu rahasia yang suci yang Allah coba untuk kemukakan dengan kehadiran Isa Almasih di dunia ini. Mengapa Dia mengutus hambaNya itu ke dalam dunia ini..

Jika kita gambarkan dengan gambaran lain, sosok anak anda itu misalnya sudah besar, dan kesalahan dan dosa-nya ialah seperti hutang-hutang dan jumlahnya sangat besar sampai ia sendiri tidak dapat menanggungnya atau membayarnya. Bukankah Anda yang adalah orangtuanya yang SEANDAINYA anda sanggup membayar hutang-hutangnya, maka anda akan membayar hutang-hutangnya?
Inilah yang dilakukan Allah. Tapi bagaimana mungkin Allah datang ke dunia dan membayar hutang-hutang manusia?
Seandainya anda adalah orangtua yang mengasihi anak anda, anda pun akan membuat anak anda mampu mencintai anda, sekalipun tidak sebesar anda mencintai dia. (Ingat peribahasa, "kasih anak sepanjang galah, kasih Ibu sepanjang jalan).
Lalu Anda membuat persyaratan atau pakta dengan anak anda. Anda memaafkan dan membayar seluruh hutangnya, tapi dengan syarat, lain kali anak anda harus mengikuti kata-kata atau nasihat anda, supaya lain kali tidak terjerumus ke dalam hal yang sama.

Maaf ini sedikit menyimpang. Tapi cerita Malin Kundang mengingatkan saya akan hal ini. Bukankah waktu itu, sebelum Malin dikutuk menjadi batu, ibunya sudah rela melepaskan anak semata wayangnya itu dan hanya meminta bahwa setidaknya Malin mengakui bahwa ia adalah ibunya? Kasihnya kepada Malin begitu besar, sehingga ia rela kehilangan anaknya, dan membiarkan anaknya itu hidup bahagia meskipun tanpa dirinya. Tetapi hanya satu hal yang ibunya minta, yaitu Malin mengakui bahwa itu adalah ibunya.

Allah-pun demikian. Ia sangat mengasihi manusia yang notabene adalah ciptaanNya yang sesungguhnya lebih mulia dari malaikat. (Awalnya..)

Biarlah saya menceritakan sebuah kisah yang telah saya persingkat.
- Adalah sebuah kerajaan dimana hidup seorang raja yang sangat terkenal, kaya, gagah, dan sangat terpandang, tetapi rakyatnya sendiri tidak pernah melihat dia secara langsung kecuali dari kejauhan. Namun sayang, ia belum memiliki seorang permaisuri. Kemudian suatu ketika ia menjumpai seorang gadis yang berasal dari kalangan yang sederhana sekalipun hanya dari kejauhan. Begitu inginnya dia untuk mengenal gadis ini tetapi ia ingin agar gadis ini tidak mengetahui dia dari statusnya. Ia tidak ingin agar gadis ini mencintai dia karena apa yang dia miliki, terutama karena dia adalah raja, dan memiliki kekayaan. Oleh sebab itu, ia bertaruh dalam hatinya, ia ingin menyamar menjadi rakyat biasa, golongan orang miskin. Kemudian berangkatlah ia dan menyamar menjadi rakyat jelata dan berpakaian dan berdandan seperti orang miskin. Singkat cerita, ia berkenalan dengan gadis itu. Gadis itu pada awalnya merasa tertarik berbicara dengan dia. Gadis itu merasa nyaman di dekatnya, dan ia sesungguhnya memiliki cita-cita untuk menjadi permaisuri raja yang tinggal disitu. Tapi ketika dalam masa-masa "pertemanan" mereka itu, sang pria mencoba melamarnya, namun ditolak oleh gadis itu karena gadis itu menganggap rendah sang raja yang menyamar itu.. Akhirnya raja itu pulang ke istana, dan sadarlah ia bahwa gadis itu tidak cocok untuknya karena ia hanya melihat dari apa yang kelihatan di luar saja.

Bayangkan jika seorang raja yang mashyur mau melakukan semua itu untuk memperoleh hati seorang gadis sederhana, dengan menyamar menjadi orang sederhana, tinggal di gubuk sederhana, makan makanan yang sederhana, bukankah terlebih lagi Allah kita yang mengasihi kita? Namun pada hakekatnya, tentu saja bumi ini tidak cukup untuk menampung kuasa Allah yang begitu besar. Oleh sebab itulah Ia mengutus seorang yang akan melaksanakan kehendakNya itu, seorang yang Ia buat dengan ciri dan sifat yang mengandung kesempurnaan di dalam diriNya. Keberadaan Yesus atau Isa Almasih adalah perwujudan dari kasihNya yang besar terhadap manusia.

Memang untuk mengerti hal ini sangat sukar bila seseorang masih mengeraskan hati dan menggunakan akal sehat. Bagaimana mungkin hal itu terjadi?? Begitu kan pikiran anda dan banyak orang lain juga? Mungkin juga saat anda membaca tulisan saya, setiap kata-kata akan ditimpali dengan kata-kata lain. Tapi biarlah anda mengerti hal ini bukan dengan pikiran anda, tetapi dengan hati anda. Saya mungkin bisa dibilang mengelak, tetapi ini saya lakukan agar tidak ada perpecahan dan kesalahpahaman lebih lanjut. Seperti anda berkata bahwa apa yang ditulis Yohanes, rasul dari Yesus bukanlah perkataan Yesus, lantas apakah anda bisa bilang bahwa apa yang ditulis oleh rasul-rasul anda adalah perkataan Nabi anda? Bukankah Nabi besar anda juga mengatakan bahwa ada 3 kitab yang sesungguhnya diturunkan Allah? yaitu Taurat, Injil, dan Kitab anda sendiri? Jika memang demikian, mengapakah kita harus memusingkan isi setiap ayat-ayatnya? Saya percaya bahwa Allah tidak mungkin membuat umat-Nya pusing dengan begitu banyak perbedaan antara satu dengan yang lainnya. Lantas apabila itu terjadi, apakah saudara dapat berkata bahwa "Allah tidak konsisten!" ? Kalau saya mencoba untuk mencerna dengan logika, sayapun pussiiinnngg dibuatNya.

Selebih dari hal ini, saya hanya bisa berkata, silahkan anda mempercayai apa yang anda percayai, dan biarlah saya mempercayai apa yang saya percayai. Bila saatnya anda bisa menerima rahasia ini, anda tidak perlu berganti agama, hanya akuilah bahwa Isa benar-benar telah menunaikan tugasNya dan menjadi "kurban" dan Juruselamat. Biarlah kata-kata saya ini tidak membuat satu atau banyak pihak tersinggung. Jika ya, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Saya akui saya sendiri masih harus banyak belajar.
Dan terakhir, biarlah di antara kita tetap bisa saling rukun satu sama lain, karena bukan begitukah tujuan awal Allah menciptakan manusia? Bukan untuk saling bermusuhan, namun saling mengasihi? Sekalipun berbeda-beda.. Begitu pula dengan yang Yesus ajarkan, bahwa saya harus mengasihi setiap orang tidak terkecuali seperti saya mengasihi diri saya sendiri. Itu saja yang saya pegang. Mari kita pererat kerjasama kita dengan dasar kasih, bukan ajaran agama. Shalom, Tuhan memberkati. Very Happy
Back to top
View user's profile
cintakusayang
Newbie
Newbie


Joined: Jan 04, 2008
Posts: 1445
Location: Diatas bumi Allah

PostPosted: Fri Feb 22, 2008 7:59 pm    Post subject: Re: kenapa beda matius 1:1-6 & Lukas 3:23-38? Reply with quote

Benji

Quote::
Teman, seperti yang saya telah katakan berulang kali dari awal posting saya.. Tidak ada pikiran manusia yang sanggup menyelami pikiran Allah. Mengapa Ia melakukan ini, mengapa Ia melakukan itu..

Dan tampaknya pikiran kita berdua pun bila dibahas terus menerus, tidak akan menemukan satu ujung yang pasti.

memang ada keterbatasan otak manusia.

Mungkin anda perlu tahu dulu bagaimana ajaran Islam bersikap terhadap masalah ini.
Begini,
Pertama :
Suatu kaidah umum dalam Islam, jika kita berbicara tentang aturan agama, harus berpijak pada suatu ketetapan hukum.
Karena agama itu berasal dari Allah, maka hukum yg tertinggi pasti dari firman2 Allah (jgn dikacaukan dgn istilah Kristen : Firman = Yesus)
Urutannya dari yg tertinggi ke yg lebih rendah
1) Al Quran (sebagai firman langsung dr Allah)
2) Hadist (segala perbuatan & perkataan Nabi Muhammad sbg utusan yg ditunjuk Allah)
3) Pemikiran ulama2
Yg harus dicatat, penomeran tsb berdasar superioritasnya.
Yg dibawah tidak bisa mengalahkan yg diatasnya
Itu berarti semua aturan / ajaran / pemikiran dalam Islam harus selalu mempunyai pijakan ayat yg jelas dalam Al Quran (sebagi top of the top dalam urutan hukum)
Diluar itu adalah bid’ah (perbuatan menambahi atau mengurangi apa yg telah jelas dalam agama)
Dan semua bid’ah hukumnya adalah ditolak !


Kedua :
Dalam Islam, untuk setiap masalah yg berhubungan dgn Allah, kita mesti membatasi diri dgn apa yg benar2 diajarkan Allah dalam kitab suci
Diluar itu bukan wewenang otak kita untuk membuat perkiraan sendiri
Kalo kita memaksakan diri, kita bisa jatuh ke dalam syirik (mempersamakan Allah dgn sesuatu / makhluk)
ingat ajaran pertama dari 10 perintah Tuhan dalam Taurat
Padanannya dalam Al Quran : (QS 112 : 4) Dan tidak ada sesuatupun yg setara dengan Dia

Mengandung arti : jika dlm pikiran kita masih bisa menangkap “sesuatu” maka pasti Allah tidak seperti itu

Contoh :
jika dalam Al Quran dikatakan Allah Maha Melihat,
Maka pahamilah itu sebagi mana adanya, yaitu Allah Maha Melihat segala sesuatu
Jangan pernah berfikir : “Bagaimana kah cara Allah melihat ? apakah dgn mataNya ? lalu berapa mata Allah ? Apakah mataNya biru, hitam, hijau ?“ dll
Jika anda berfikir spt ini, anda telah jatuh kedalam dosa syirik, mepersamakan Allah dgn manusia !

Nah dari dua kaidah ini saja, mungkin anda sudah bisa menilai bagimana kedudukan prinsip Ketuhanan dalam Kristen (Trinitas) dalam kacamata Islam

Benar !
Semua ditolak mentah2 !

Alasannya :
Kaidah pertama :
ajaran trinitas hanya hasil pemikiran gereja (baca sejarah Kristen),
tidak mempunyai landasan hukum yg benar2 tertulis (nash) dalam injil maupun al kitab secara keseluruhan.
Dalam PL PB yg tertulis dgn jelas (sabda Allah sendiri + ucapan Yesus / utusan Allah) adalah : Tuhan itu adalah Allah, tidak ada yg lain (monotheisme murni !)
Sedang trinitas dipaksakan dgn memperkosa ayat2 injil yg samar2 !

kalo anda mau jujur, anda pasti mengakui bahwa dalam al kitab anda (PB PL) tidak semuanya adalah sabda Allah, atau perkataan (hadist) Nabi / Utusan Allah, tapi tercampur juga dgn pemikiran penulis kitab (ulama)
Makanya anda harus menyaring segalanya

Setiap kata penulis kitab yg bertentangan dgn ucapan Yesus & sabda Allah, harus ditolak
Setiap kata penulis kitab yg tidak bertentangan dgn ucapan Yesus & tapi bertentangan dgn sabda Allah, harus ditolak
Setiap kata Nabi / utusan Allah, / Yesus yg bertentangan dgn sabda Allah, harus ditolak

Kaidah kedua :
Prinsip Trinitas dgn segala varian alasan pembenarannya,
yg membagi2 Allah dalam tiga pribadi, Roh, firman / kehendak, daya hidup, anak – bapa, bapa – ibu – anak, dll pada prinsipnya semua mencoba meletakkan Allah dalam kapasitas “manusia” atau “sesuatu” agar bisa dipahami otak !
dan ide ini sangat ditolak, karena telah jelas tertulis dalam Al Quran : Allah tidak sama dgn segala sesuatu (lihat juga hukum pertama 10 perintah Tuhan)

nah sekarang anda mengerti alasan penolakan Islam atas trinitas bukan ??

kira2 bagiamana menurut pendapat anda ?
apakah ajaran Kristen ini memenuhi kaidah2 ini apa tidak ?
jika anda menggunakan kaidah ini dalam membaca injil, apakah anda akan tetap menerima trinitas ?

Dan apakah kaidah2 ini suatu kesalahan atau kebenaran dalam rangka membantu otak kita (yg terbatas) mengenali siapakah Tuhan kita dengan cara yg aman, tanpa resiko harus kecebur jurang kemusyrikan ??
Ingat ! Dalam Islam = Musyrik itu dosa besar yg tak terampuni, jika yg bersangkutan mati tanpa sempat bertobat ! mereka kekal dalam neraka jahanam !
Naudzubillah mindzalik !

Tolong anda beri komentar








Quote::
Melihat cara anda berargumen, saya ber-asumsi bahwa anda seorang pria, ya bukan?^^

yap ! benar sekali, kok anda tahu ya ??
saya malah gak tahu anda pria atau wanita ?
tapi melihat tulisan anda, kayaknya anda feminim & sentimentil ya ?



Quote::
Dan marilah kita kesampingkan sejenak ego dan jalan pikiran kita yang terbatas ini dan mulai menggunakan akal yang berasal dari dalam hati kita. Mari kita lepaskan segala doktrin dan dogma-dogma ataupun segala yang tertulis dalam ajaran kita masing-masing. Semua ahli kitab pun mengakui bahwa setiap kitab yang ditulis oleh rasul-rasul Allah mempunyai kelemahan, terlebih lagi jika salah menterjemahkan. Bukan begitu?

Yap ! dgn catatan kalo ditulis manusia ya ?
Para pakar sejarah mengakui hal ini

Tapi kasusnya berbeda ketika anda berbicara tentang Al Quran
Tapi disini bukan tempatnya untuk membahas itu
Kalo anda mau silahkan gabung thread : “Al Quran firman Allah ?”

Quote::
Pernahkah anda menyayangi sesuatu atau seseorang sampai anda tak rela kehilangan sesuatu atau seseorang itu? Jika belum, cukup sekian anda membaca, dan mulailah mencoba merasakan terlebih dahulu. Dan jika anda pernah atau sedang merasakan hal itu, silakan membaca ini lebih lanjut.
Ya pernah dong, malah masih !
Yang saya cintai, sayangi adalah Allah, Islam dan Nabi kami, Muhammad SAW
Yg lainnya sih gak seberapa

Quote::
Suatu hal yang mudah untuk ditelusuri, tentunya dengan kepercayaan Anda dan kepercayaan saya, bahwa kita manusia merupakan makhluk yang diciptakan oleh Allah. Dan jika kita melihat bagaimana kita dapat mengasihi dan mencintai, bukankah itu sendiri karena Yang Menciptakan kita memiliki unsur itu? Setahu saya, Allah adalah Kasih. Bukan begitu?

Saya gak setuju dgn kalimat yg anda gunakan !

Allah adalah kasih ?..... BUKAN SAMA SEKALI !
Allah adalah Allah
Kasih (Rahim) hanyalah salah satu dari sifat Allah

Kelihatannya bagi anda sama saja ya ?
Tapi hal ini tidak bisa ditolerir dlm Islam
Karena bisa mengacaukan pikiran yg tidak2 pada Allah

Contoh kerancuan yg terjadi (di Kristen) :
Allah berfirman,
Maka, Firman adalah Allah !

jauh sekali akibatnya, saudara !

Padahal yg benar :
Firman itu adalah salah satu sifat Allah
Sedang Allah tetap Allah, dan Allah sebagai “Wujud / eksistensi” inilah yg kita sembah, bukan FirmanNya
Benar bukan ?

Sama kasusnya dgn jika anda berkata : “Allah adalah kasih”
lalu mengapa anda tidak menyembah “kasih” sebagai satu pribadi dari Allah ?

Beginilah orang Islam berfikir, mohon anda memahami juga




Quote::
Bayangkan sejenak, seandainya Anda adalah Allah, suatu subyek Mahakuasa dan Anda adalah subyek yang Mahakasih, ketika Anda membuat suatu makhluk, dengan hati, dengan ketelitian, dengan pengorbanan, dengan ketulusan, dan dengan kasih. bukankah Anda akan mengasihi ciptaan Anda tersebut?
Dan jika Anda sangat mengasihi ciptaan Anda, ketika ciptaan Anda melakukan kesalahan terhadap Anda, apakah Anda serta-merta akan memusnahkannya? Terlebih ketika Anda sudah merasa sangat dekat, bahkan seperti anak sendiri atau saudara sendiri.
Dan jika Anda merasa bahwa Anda perlu menemukan jalan untuk membuat ciptaan Anda itu mengasihi Anda dengan cinta yang tulus, apakah Anda akan langsung membuat Perintah-perintah atau Hukum-hukum?

sekali lagi saya tegaskan pada anda !
Jangan sekali-sekali menyeret Allah dalam perspektif manusia !
Allah berbeda dgn manusia dan sesuatu apapun,
sehingga analogi apapun untuk menyamakan Allah dgn system kehidupan manusia tidak akan bisa menyatakan dgn tepat apa yg dikehendaki Allah
ini berpotensi besar untuk menjerumuskan anda pada fitnahan atas Allah !
ini musyrik …

Lebih aman dan sehat bagi akidah anda jika anda berbicara ttg ini dgn hanya membatasi diri dgn apa2 yg telah disabdakan Allah dalam kitab suci saudara,
Apa2 yg telah difirmankan Allah, adalah sesuatu yg Allah perkenankan untuk anda ketahui
Apa yg tidak Dia firmankan, mengandung arti bahwa hal2 itu tidak diperkenankan Allah untuk anda ketahui, apalagi anda reka-reka sendiri dgn pikiran manusia yg serba terbatas (anda kan mengakui ini)
Mereka-reka ttg apa yg tidak diperkenankan Allah untuk diketahui manusia ttg DiriNya adalah suatu bentuk FITNAH pada Allah,
Jika Fitnah pada manusia saja sudah amat berdosa, bagaimana dgn fitnah pada Allah ?

Mohon anda pehami secara mendalam, makna dari perintah pertama dalam 10 perintah Tuhan yg ada dlm kitab anda

Didalam al kitab tertulis dgn jelas hukum2 yg diturunkan Allah untuk dijalankan,!
Hukuman2 / pemusnahan Allah akan umat2 terdahulu yg ingkar,
Perintah2 Allah untuk memerangi orang yg melanggar aturan Allah, dll yg bertentangan dgn kata2 anda diatas !

Jadi apakah kata2 anda ini al kitabiah ??? berstandar pada Al Kitab / petunjuk tertulis Allah ???
Atau hanya (maaf) Fitnahan anda pada Allah ??




Quote::
Bukankah dunia ini juga memiliki perkataan yang berkata, "Kasih itu tidak memaksa"? atau "Kasih itu panjang sabar"? atau "Kasih itu murah hati"?
selain daripada "Kasih itu menghajar orang yang dikasihi dan memberi ganjaran pada orang yang dicintai yang melakukan kesalahan.."
Bukankah ada juga istilah di dunia ini yang mungkin pernah anda rasakan dalam hidup dan masa muda anda ketika anda merasa bahwa, "kasih itu mencintai dengan apa adanya.." atau "Cinta tidak harus memiliki"? Atau mungkin anda juga pernah merasakan "Mencintai berarti harus merelakan, atau tidak memaksa orang itu untuk mencintai anda seperti anda mencintainya"?

Demikianlah yang Yesus coba katakan dalam Yohanes 3:16, bahwa sesungguhnya Allah sangat mengasihi dan mencintai manusia, sehingga Ia bahkan rela memberikan diriNya untuk menjadi pembayar kesalahan manusia.

Seandainya anda sangat mencintai anak anda yang masih kecil, dan ketika anak anda berbuat kesalahan, misalnya sudah dibilangin kalau tidak boleh maen bola di jalanan, lalu anda melihat anak anda hampir saja tertabrak motor atau mobil, tapi selamat, apakah anda akan langsung memarahinya atau anda mengucap puji syukur lebih dahulu kepada Allah?
Atau jika anda melihat karena anak anda menyeberang jalan sembarangan, lalu ada mobil yang melaju ke arahnya, bukankah anda sebagai orangtua yang sangat mengasihinya akan segera menyelamatkan anak anda, meskipun taruhannya adalah nyawa anda sendiri?

Begitu pula dengan Allah. Jika anda mau mencoba membuka pikiran dan hati anda untuk mengerti keajaiban ini, anda akan menemukan bahwa ditengah-tengah ke-MahaKudus-an Allah, ke-Mahakuasa-an Nya ada pula sesuatu yang disebut ke-Maha Kasih-an Allah



Jika anda telah mengerti hal ini, silahkan baca ke baris selanjutnya.

Ada suatu rahasia yang suci yang Allah coba untuk kemukakan dengan kehadiran Isa Almasih di dunia ini. Mengapa Dia mengutus hambaNya itu ke dalam dunia ini..

Jika kita gambarkan dengan gambaran lain, sosok anak anda itu misalnya sudah besar, dan kesalahan dan dosa-nya ialah seperti hutang-hutang dan jumlahnya sangat besar sampai ia sendiri tidak dapat menanggungnya atau membayarnya. Bukankah Anda yang adalah orangtuanya yang SEANDAINYA anda sanggup membayar hutang-hutangnya, maka anda akan membayar hutang-hutangnya?
Inilah yang dilakukan Allah. Tapi bagaimana mungkin Allah datang ke dunia dan membayar hutang-hutang manusia?
Seandainya anda adalah orangtua yang mengasihi anak anda, anda pun akan membuat anak anda mampu mencintai anda, sekalipun tidak sebesar anda mencintai dia. (Ingat peribahasa, "kasih anak sepanjang galah, kasih Ibu sepanjang jalan).
Lalu Anda membuat persyaratan atau pakta dengan anak anda. Anda memaafkan dan membayar seluruh hutangnya, tapi dengan syarat, lain kali anak anda harus mengikuti kata-kata atau nasihat anda, supaya lain kali tidak terjerumus ke dalam hal yang sama.

Maaf ini sedikit menyimpang. Tapi cerita Malin Kundang mengingatkan saya akan hal ini. Bukankah waktu itu, sebelum Malin dikutuk menjadi batu, ibunya sudah rela melepaskan anak semata wayangnya itu dan hanya meminta bahwa setidaknya Malin mengakui bahwa ia adalah ibunya? Kasihnya kepada Malin begitu besar, sehingga ia rela kehilangan anaknya, dan membiarkan anaknya itu hidup bahagia meskipun tanpa dirinya. Tetapi hanya satu hal yang ibunya minta, yaitu Malin mengakui bahwa itu adalah ibunya.

Allah-pun demikian. Ia sangat mengasihi manusia yang notabene adalah ciptaanNya yang sesungguhnya lebih mulia dari malaikat. (Awalnya..)

Biarlah saya menceritakan sebuah kisah yang telah saya persingkat.
- Adalah sebuah kerajaan dimana hidup seorang raja yang sangat terkenal, kaya, gagah, dan sangat terpandang, tetapi rakyatnya sendiri tidak pernah melihat dia secara langsung kecuali dari kejauhan. Namun sayang, ia belum memiliki seorang permaisuri. Kemudian suatu ketika ia menjumpai seorang gadis yang berasal dari kalangan yang sederhana sekalipun hanya dari kejauhan. Begitu inginnya dia untuk mengenal gadis ini tetapi ia ingin agar gadis ini tidak mengetahui dia dari statusnya. Ia tidak ingin agar gadis ini mencintai dia karena apa yang dia miliki, terutama karena dia adalah raja, dan memiliki kekayaan. Oleh sebab itu, ia bertaruh dalam hatinya, ia ingin menyamar menjadi rakyat biasa, golongan orang miskin. Kemudian berangkatlah ia dan menyamar menjadi rakyat jelata dan berpakaian dan berdandan seperti orang miskin. Singkat cerita, ia berkenalan dengan gadis itu. Gadis itu pada awalnya merasa tertarik berbicara dengan dia. Gadis itu merasa nyaman di dekatnya, dan ia sesungguhnya memiliki cita-cita untuk menjadi permaisuri raja yang tinggal disitu. Tapi ketika dalam masa-masa "pertemanan" mereka itu, sang pria mencoba melamarnya, namun ditolak oleh gadis itu karena gadis itu menganggap rendah sang raja yang menyamar itu.. Akhirnya raja itu pulang ke istana, dan sadarlah ia bahwa gadis itu tidak cocok untuknya karena ia hanya melihat dari apa yang kelihatan di luar saja.

Bayangkan jika seorang raja yang mashyur mau melakukan semua itu untuk memperoleh hati seorang gadis sederhana, dengan menyamar menjadi orang sederhana, tinggal di gubuk sederhana, makan makanan yang sederhana, bukankah terlebih lagi Allah kita yang mengasihi kita? Namun pada hakekatnya, tentu saja bumi ini tidak cukup untuk menampung kuasa Allah yang begitu besar. Oleh sebab itulah Ia mengutus seorang yang akan melaksanakan kehendakNya itu, seorang yang Ia buat dengan ciri dan sifat yang mengandung kesempurnaan di dalam diriNya. Keberadaan Yesus atau Isa Almasih adalah perwujudan dari kasihNya yang besar terhadap manusia.

Yap ! saya memahami apa yg anda coba jelaskan ini,
Tapi saya masih tetap gak setuju, bukan ngotot ya, tapi menurut saya anda hanya memandang Allah dari satu sisi saja, Yaitu anda ingin menonjolkan Sifat KeMaha Kasihan Allah,
Hal ini membuat anda tidak bisa memahami Allah secara seutuhnya,
ketika anda dihadapkan pada sifatNya yg lain, anda akan cenderung menolaknya karena sifat itu anda anggap tidak sesuai dgn sifat Kasih Allah

Dalam hal ini saya berkesimpulan, anda hanya membaca al kitab anda sebagian2, mengimani sebagian dan menolak sebagian yang lain
Betapa tidak saudara ?
Jika anda membaca dan memahami al kitab secara utuh, anda tidak akan berkata seperti itu.
Mari kta buktikan !

Ingat kaum Sodom. Gomorah, Aram, Tsamud, Firaun, dan negeri2 lain yg ditumpas habis oleh Allah karena pelanggaran mereka,
Ingat Perintah perang Allah pada bani Israel untuk menumpas habis apa saja dari musuh2 mereka, laki, perempuan, tua, muda, anak2 bahkan binatang !

Bagimana anda akan menjawab hal ini sesuai dgn apa yg anda tulis ?

Apakah orang2 yg tertumpas tersebut bukaan ciptaan Allah yg diciptakanNya dgn penuh kasih sayang (seperti analogi anda jika saya dalam posisi yang maha kuasa) ?
tetapi ketika mereka berbuat salah kok tega2nya Allah menumpas mereka ??
Padahal sebenarnya Allah itu Maha Pengampun ?
Apa susahnya bagi Allah untuk mengampuni ciptaan yg dibuatNya dgn penuh cinta kasih?
Apakah Allah tidak mampu ?? ingat Dia Maha Kuasa !
Seberapa besar kesalahan mereka dibanding besarnya sifat MAHA KASIH NYA ??
Apakah kesalahan itu lebih besar dari Sifat KasihNya sehingga tidak ada ampunan bagi mereka ?

Lalu, apakah ciptaan Allah hanya anda batasi pada manusia ?
Bagaimana dgn Iblis dan setan yg sesat ? Apakah mereka bukan ciptaan Allah ?
Apakah Allah tidak menciptakan mereka dgn penuh Kasih ??
Berarti predikat MAHA KASIH NYA gugur dong !! karena Allah ternyata PILIH KASIH !!
Bagimana dgn binatang dan tumbuh2an ?? Apakah mereka bukan ciptaan Allah yg diciptakan dgn penuh Kasih ?
Jika diciptakan dgn penuh kasih, mengapa Allah mentakdirkan Sunnatullah – hukum alam – bagi mereka untuk saling memangsa satu sama lain agar bisa bertahan hidup ?

Saya yakin anda tidak akan dapat menjawab hal2 ini tanpa anda meralat kembali pernyataan anda
Ini membuktikan, anda hanya memandang agama dan kehidupan secara sepotong2 !
Anda tidak akan mendapatkan kebenaran yg utuh

Sesungguhnya Allah itu tidak bergantung sedikitpun pada sesuatu.
Makhluk lah yang bergantung sepenuhnya pada Allah
Jika seluruh makhluk beriman pada Allah, tidak akan menambah sedikitpun bagi perbendaharaanNya, Karena Dia Maha Kaya
Sebaliknya, jika seluruh makhluk ingkar pada Allah, tidaklah itu akan mengurangi KemulianNya sedikitpun, Karena Dia Maha Mulia
Allah itu berkehendak bebas, tidak ada yg akan menghalangiNya

Aturan2 hukum yg diturunkan Allah pada makhlukNya sama sekali bukanlah untuk kepentingan Allah, tetapi untuk kepentingan mahkluk itu sendiri
Aturan diciptakan Allah, agar kwalitas hidup manusia di dunia ini menjadi baik, seluruhnya kembali pada kepentingan manusia semata.
Baik buruk manusia yg akan merasakan sendiri seketika di dunia mereka, dan nanti, janji Allah, di akherat.

Allah menanamkan perintah kepatuhan padaNya lewat perantara para utusanNya, semata-mata agar manusia takut dan tunduk pada Allah, sejalan dgn kepatuhan pada Allah, manusia akan menjalankan sepenuh hati atas hukum2 yg telah ditetapkan Allah, hasil yg diharapkan adalah tercapainya tatanan hidup yg benar sesuai dengan maksud Allah menciptakan manusia untuk memakmurkan bumi.

Hukum2 Allah itu semata2 agar terjaga kelangsungan hidup manusia, yang bahagia, adil, makmur merata didunia.
Allah tidak mengambil untung sedikitpun dari keadaan ini.

Jadi jika Allah menghukum orang2 yg berdosa, itu telah sesuai dengan sifat Maha AdilNya, (karena mereka yg dihukum adalah orang2 yang berbuat dosa, yg jika dibiarkan akan berpotensi merusak kehidupan manusia), dan ini tidak bertentangan sedikitpun dengan sifat Maha KasihNya, karena dgn hukuman ini sebagian manusia akan terhindar dari kejahatan mereka, dan sebagai peringatan bagi orang2 lain agar senantiasa taat pada Allah Yang Maha Perkasa, dengan menjalankan aturan2Nya.

Apakah anda bisa memahaminya ??

Inilah yg akan bisa anda pahami, jika anda menghubungkan isi al kitab anda dari awal sampai akhir, bukan mengambil sepotong2 seperti argumement anda !

Dari sini akan bisa disimpulkan, bahwa, pendapat orang Kristen bahwa Yesus adalah Allah yg menjadi manusia karena cintanya pada manusia, rela berkorban nyawa, untuk menebus dosa2 manusia, menjadi TIDAK MASUK AKAL sama sekali !

Jika dipaksakan seperti itu, maka Allah terlihat sebagai Tuhan yg sangat lemah, meskipun kelemahan tersebut ditutupi dengan alasan DEMI KASIH ??!!

Naudzubillah !! Maha Suci Allah dari sifat2 yg seperti ini !



Quote::
Memang untuk mengerti hal ini sangat sukar bila seseorang masih mengeraskan hati dan menggunakan akal sehat. Bagaimana mungkin hal itu terjadi?? Begitu kan pikiran anda dan banyak orang lain juga? Mungkin juga saat anda membaca tulisan saya, setiap kata-kata akan ditimpali dengan kata-kata lain. Tapi biarlah anda mengerti hal ini bukan dengan pikiran anda, tetapi dengan hati anda.

Apakah beriman dengan tetap berakal sehat itu tercela dihadapan Allah ??
Bagimanakah seseorang bisa beriman jika akalnya tidak sehat ??
Lalu buat apa Allah memberi manusia akal untuk berfikir ? kalo ternyata tidak boleh digunakan ??

Saya bukan mengeraskan hati dalam hal ini, tapi saya yakin dengan iman saya, dan keyakinan saya sejalan dengan apa2 yg telah difirman kan Allah dalam kitab2Nya.
Saya tidak akan berani bermain-main diwilayah yg Allah sendiri tidak menurunkan keterangan jelas tentang itu !


Quote::
Saya mungkin bisa dibilang mengelak, tetapi ini saya lakukan agar tidak ada perpecahan dan kesalahpahaman lebih lanjut. Seperti anda berkata bahwa apa yang ditulis Yohanes, rasul dari Yesus bukanlah perkataan Yesus, lantas apakah anda bisa bilang bahwa apa yang ditulis oleh rasul-rasul anda adalah perkataan Nabi anda? Bukankah Nabi besar anda juga mengatakan bahwa ada 3 kitab yang sesungguhnya diturunkan Allah? yaitu Taurat, Injil, dan Kitab anda sendiri? Jika memang demikian, mengapakah kita harus memusingkan isi setiap ayat-ayatnya? Saya percaya bahwa Allah tidak mungkin membuat umat-Nya pusing dengan begitu banyak perbedaan antara satu dengan yang lainnya. Lantas apabila itu terjadi, apakah saudara dapat berkata bahwa "Allah tidak konsisten!" ? Kalau saya mencoba untuk mencerna dengan logika, sayapun pussiiinnngg dibuatNya.

itulah bedanya anda dengan saya !
Anda inginnya serba instant, tanpa perlu mengkaji dalam2 kitab2 / petunjuk tertulis Allah !

Padahal kebenaran itu mesti dicari dengan sungguh2, lewat pencarian yg panjang
Anda tidak bisa mempercayakan keselamatan anda dengan percaya mentah2 dgn apa yg dikatakan orang lain (dogma),
Anda harus menelitinya !

Bukankah “IBLIS JUGA BISA MENYAMAR MENJADI MALAIKAT TERANG ??”
Itu kan kata injil anda !
Lihat ! Anda sudah diwarning dari awal untuk selalu berhati2 dan meneliti setiap apa yg datang pada anda, apalagi ini menyangkut keselamatan hidup anda dikampung sejati, akhirat
Apa kah anda sudah punya ilmu mencukupi sehingga bisa membedakan mana MALAIKAT TERANG SEBENARNYA dan mana yang MALAIKAT SILUMAN IBLIS ???
Ingat informasi yg ditularkan dari satu orang ke orang lain dalam suatu masa, sangat berpotensi menjadi bias !
Bagaimana dgn ajaran yg telah diturun-temurunkan lebih dari 2000 tahun ??
Masihkah murni ??
Cek lah di sumber ajaran, cross check kan dgn parameter lain !
Gunakan rasio anda (bersyukurlah pada Allah atas anugerah yg tidak diberikan kecuali pada manusia ini, dengan menggunakannya secara maksimal) !



Mungkin pesan Nabi kami, Muhammad SAW pada kami diakhir hayatnya, bisa anda jadikan inspirasi bagaimana yg harus anda lakukan terhadap kitab dan agama anda

Gini pesannya :

Aku tinggalkan dua hal yg jika kalian berpegang teguh padanya kalian tidak akan tersesat selamanya, Dua hal itu adalah Al Quran (Kalam Allah) dan Sunah Rasul (contoh dari Rasulullah)

Maksudnya bagi anda :
karena Nabi pembimbing kita sudah tidak ada, maka agar tidak tersesat kita mesti mengkaji Kitab yg diturunkan pada kita secara mendalam, dan mengikuti teladan perikehidupan orang yang dipilih Allah menjadi utusanNya bagi manusia.

Jangan mempertaruhkan hidup anda dengan “kata orang” anda harus menggali sendiri sumber kebenaran
OK ??




Quote::
Selebih dari hal ini, saya hanya bisa berkata, silahkan anda mempercayai apa yang anda percayai, dan biarlah saya mempercayai apa yang saya percayai. Bila saatnya anda bisa menerima rahasia ini, anda tidak perlu berganti agama, hanya akuilah bahwa Isa benar-benar telah menunaikan tugasNya dan menjadi "kurban" dan Juruselamat. Biarlah kata-kata saya ini tidak membuat satu atau banyak pihak tersinggung. Jika ya, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Saya akui saya sendiri masih harus banyak belajar.
Dan terakhir, biarlah di antara kita tetap bisa saling rukun satu sama lain, karena bukan begitukah tujuan awal Allah menciptakan manusia? Bukan untuk saling bermusuhan, namun saling mengasihi? Sekalipun berbeda-beda.. Begitu pula dengan yang Yesus ajarkan, bahwa saya harus mengasihi setiap orang tidak terkecuali seperti saya mengasihi diri saya sendiri. Itu saja yang saya pegang. Mari kita pererat kerjasama kita dengan dasar kasih, bukan ajaran agama. Shalom, Tuhan memberkati.

Terima kasih,
Untuk anda ketahui saja, kami umat Islam telah beriman pada Allah dan percaya pada Yesus / Nabi Isa as, persis seperti apa yg Yesus minta dalam injil :
Bahwa Tuhan itu adalah Allah, tidak ada Tuhan yg lain, dan percaya Yesus itu adalah utusan yg diutus Allah
bukan hanya itu, kami juga percaya dengan seluruh nabi2 dan utusan Allah yg lain

Yesus hanya mengatakan hal ini kan ?? Dia tidak pernah meminta anda untuk mempercayai dia sebagai Allah !
Kami tidak melampau batas kan ??

Jangan kuatir kawan !
Saya bukannya benci dengan orang Kristen, tidak sama sekali
Teman saya yg Kristen juga banyak, dan hubungan kami baik2 saja, tidak ada masalah

Yang tidak saya suka dari Kristen adalah ajaran ketuhanannya !
Karena Allah pun menentang ajaran seperti itu, apa yg dibenci Allah, kamipun membencinya !

Saya disini hanya mengajak anda untuk menggali kebenaran, jika anda mau
Jika tidak, gak papa kok, hidayah itu datangnya dari Allah
Jika Allah menghendaki memberi kebaikan pada seseorang, Dia akan memberinya petunjuk.

Jika Allah tidak menghendaki ?? ya udah mau dikata apa ?? hidup toh harus tetap berjalan ……

Wassalam
Back to top
View user's profile
Sword
Newbie
Newbie


Joined: Jan 23, 2008
Posts: 1075

PostPosted: Fri Nov 14, 2008 9:14 am    Post subject: Re: kenapa beda matius 1:1-6 & Lukas 3:23-38? Reply with quote

cintakusayang wrote:

Alasannya :
Kaidah pertama :
ajaran trinitas hanya hasil pemikiran gereja (baca sejarah Kristen),
tidak mempunyai landasan hukum yg benar2 tertulis (nash) dalam injil maupun al kitab secara keseluruhan.
Dalam PL PB yg tertulis dgn jelas (sabda Allah sendiri + ucapan Yesus / utusan Allah) adalah : Tuhan itu adalah Allah, tidak ada yg lain (monotheisme murni !)
Sedang trinitas dipaksakan dgn memperkosa ayat2 injil yg samar2 !

Asbun!
Trinitas sudah gue bahas abis, simak aja tulisan2 gue di situs ini.

Quote::

kalo anda mau jujur, anda pasti mengakui bahwa dalam al kitab anda (PB PL) tidak semuanya adalah sabda Allah, atau perkataan (hadist) Nabi / Utusan Allah, tapi tercampur juga dgn pemikiran penulis kitab (ulama)
Makanya anda harus menyaring segalanya

Setiap kata penulis kitab yg bertentangan dgn ucapan Yesus & sabda Allah, harus ditolak
Setiap kata penulis kitab yg tidak bertentangan dgn ucapan Yesus & tapi bertentangan dgn sabda Allah, harus ditolak
Setiap kata Nabi / utusan Allah, / Yesus yg bertentangan dgn sabda Allah, harus ditolak

Alkitab bukan berisi Firman Allah, melainkan Alkitab adalah Firman Allah (Theopneustos = dihembuskan/diinspirasikan oleh Allah)
Ini beda dengan Quran dimana didalamnya berisi Firman Allah.
Dengan kata lain, didalam Quran ada firman setan.

Quote::

Kaidah kedua :
Prinsip Trinitas dgn segala varian alasan pembenarannya,
yg membagi2 Allah dalam tiga pribadi, Roh, firman / kehendak, daya hidup, anak – bapa, bapa – ibu – anak, dll pada prinsipnya semua mencoba meletakkan Allah dalam kapasitas “manusia” atau “sesuatu” agar bisa dipahami otak !
dan ide ini sangat ditolak, karena telah jelas tertulis dalam Al Quran : Allah tidak sama dgn segala sesuatu (lihat juga hukum pertama 10 perintah Tuhan)

nah sekarang anda mengerti alasan penolakan Islam atas trinitas bukan ??

Ga usah loe jelas'in gue udah ngerti kenapa islam nolak Trinitas, yaitu karena Islam ga mempercayainya. That's it.
Alasan ga masuk akal lah....doktrin bikinan manusia lah...dll adalah alasan sekunder dan dibuat2.
Tidak ada bukti satupun mengenai alasan terakhir diatas ini.

Quote::

kira2 bagiamana menurut pendapat anda ?
apakah ajaran Kristen ini memenuhi kaidah2 ini apa tidak ?
jika anda menggunakan kaidah ini dalam membaca injil, apakah anda akan tetap menerima trinitas ?

Dan apakah kaidah2 ini suatu kesalahan atau kebenaran dalam rangka membantu otak kita (yg terbatas) mengenali siapakah Tuhan kita dengan cara yg aman, tanpa resiko harus kecebur jurang kemusyrikan ??
Ingat ! Dalam Islam = Musyrik itu dosa besar yg tak terampuni, jika yg bersangkutan mati tanpa sempat bertobat ! mereka kekal dalam neraka jahanam !
Naudzubillah mindzalik !

Tolong anda beri komentar

Komentar anda kayak orang jualan air comberan dimana ga ada orang yg mau beli...jangankan beli, liatpun gilo....
Buang aja dech doktrim islami yg penuh taqqiyah ini.

Quote::

Yap ! dgn catatan kalo ditulis manusia ya ?
Para pakar sejarah mengakui hal ini

Tapi kasusnya berbeda ketika anda berbicara tentang Al Quran
Tapi disini bukan tempatnya untuk membahas itu
Kalo anda mau silahkan gabung thread : “Al Quran firman Allah ?”

Hehehe...disana anda sudah kujewer abis,Cin.
Ndableknya anda ga kapok2.

Quote::

Allah adalah kasih ?..... BUKAN SAMA SEKALI !
Allah adalah Allah
Kasih (Rahim) hanyalah salah satu dari sifat Allah

Bagaimana Auwloh punya sifat kasih, wong Auwloh anda hanya seonggok Dzat yg tiada arti?

Quote::

Kelihatannya bagi anda sama saja ya ?
Tapi hal ini tidak bisa ditolerir dlm Islam
Karena bisa mengacaukan pikiran yg tidak2 pada Allah

Contoh kerancuan yg terjadi (di Kristen) :
Allah berfirman,
Maka, Firman adalah Allah !

jauh sekali akibatnya, saudara !

Padahal yg benar :
Firman itu adalah salah satu sifat Allah
Sedang Allah tetap Allah, dan Allah sebagai “Wujud / eksistensi” inilah yg kita sembah, bukan FirmanNya
Benar bukan ?

"kurang pintar" ora entek-entek...
Firman itu adalah kata benda..bagaimana mungkin kata benda menjadi kata sifat???
Firman = The Word

Quote::

sekali lagi saya tegaskan pada anda !
Jangan sekali-sekali menyeret Allah dalam perspektif manusia !
Allah berbeda dgn manusia dan sesuatu apapun,
sehingga analogi apapun untuk menyamakan Allah dgn system kehidupan manusia tidak akan bisa menyatakan dgn tepat apa yg dikehendaki Allah
ini berpotensi besar untuk menjerumuskan anda pada fitnahan atas Allah !
ini musyrik …

Lo..yang selama ini memandang Allah dalam perspektif manusia khan elo sendiri???
Loe berusaha membuat Allah yang tak terbatas dan tak terjangkau oleh pikiran manusia yang terbatas, menjadi terbatas.
Mikir dikit dong kalau berargumentasi!

Quote::

Mohon anda pehami secara mendalam, makna dari perintah pertama dalam 10 perintah Tuhan yg ada dlm kitab anda

Didalam al kitab tertulis dgn jelas hukum2 yg diturunkan Allah untuk dijalankan,!
Hukuman2 / pemusnahan Allah akan umat2 terdahulu yg ingkar,
Perintah2 Allah untuk memerangi orang yg melanggar aturan Allah, dll yg bertentangan dgn kata2 anda diatas !

Jadi apakah kata2 anda ini al kitabiah ??? berstandar pada Al Kitab / petunjuk tertulis Allah ???
Atau hanya (maaf) Fitnahan anda pada Allah ??

Ah...loe sok tau...
Padahal Muhammad denger2 cerita orang2 zaman dulu juga nyontek secara salah dari kitab gue.

Quote::

Yap ! saya memahami apa yg anda coba jelaskan ini,
Tapi saya masih tetap gak setuju, bukan ngotot ya, tapi menurut saya anda hanya memandang Allah dari satu sisi saja, Yaitu anda ingin menonjolkan Sifat KeMaha Kasihan Allah,
Hal ini membuat anda tidak bisa memahami Allah secara seutuhnya,
ketika anda dihadapkan pada sifatNya yg lain, anda akan cenderung menolaknya karena sifat itu anda anggap tidak sesuai dgn sifat Kasih Allah

Dalam hal ini saya berkesimpulan, anda hanya membaca al kitab anda sebagian2, mengimani sebagian dan menolak sebagian yang lain
Betapa tidak saudara ?
Jika anda membaca dan memahami al kitab secara utuh, anda tidak akan berkata seperti itu.
Mari kta buktikan !

Ingat kaum Sodom. Gomorah, Aram, Tsamud, Firaun, dan negeri2 lain yg ditumpas habis oleh Allah karena pelanggaran mereka,
Ingat Perintah perang Allah pada bani Israel untuk menumpas habis apa saja dari musuh2 mereka, laki, perempuan, tua, muda, anak2 bahkan binatang !

Bagimana anda akan menjawab hal ini sesuai dgn apa yg anda tulis ?

Apakah orang2 yg tertumpas tersebut bukaan ciptaan Allah yg diciptakanNya dgn penuh kasih sayang (seperti analogi anda jika saya dalam posisi yang maha kuasa) ?
tetapi ketika mereka berbuat salah kok tega2nya Allah menumpas mereka ??
Padahal sebenarnya Allah itu Maha Pengampun ?
Apa susahnya bagi Allah untuk mengampuni ciptaan yg dibuatNya dgn penuh cinta kasih?
Apakah Allah tidak mampu ?? ingat Dia Maha Kuasa !
Seberapa besar kesalahan mereka dibanding besarnya sifat MAHA KASIH NYA ??
Apakah kesalahan itu lebih besar dari Sifat KasihNya sehingga tidak ada ampunan bagi mereka ?

Lalu, apakah ciptaan Allah hanya anda batasi pada manusia ?
Bagaimana dgn Iblis dan setan yg sesat ? Apakah mereka bukan ciptaan Allah ?
Apakah Allah tidak menciptakan mereka dgn penuh Kasih ??
Berarti predikat MAHA KASIH NYA gugur dong !! karena Allah ternyata PILIH KASIH !!
Bagimana dgn binatang dan tumbuh2an ?? Apakah mereka bukan ciptaan Allah yg diciptakan dgn penuh Kasih ?
Jika diciptakan dgn penuh kasih, mengapa Allah mentakdirkan Sunnatullah – hukum alam – bagi mereka untuk saling memangsa satu sama lain agar bisa bertahan hidup ?

Saya yakin anda tidak akan dapat menjawab hal2 ini tanpa anda meralat kembali pernyataan anda
Ini membuktikan, anda hanya memandang agama dan kehidupan secara sepotong2 !
Anda tidak akan mendapatkan kebenaran yg utuh

Sesungguhnya Allah itu tidak bergantung sedikitpun pada sesuatu.
Makhluk lah yang bergantung sepenuhnya pada Allah
Jika seluruh makhluk beriman pada Allah, tidak akan menambah sedikitpun bagi perbendaharaanNya, Karena Dia Maha Kaya
Sebaliknya, jika seluruh makhluk ingkar pada Allah, tidaklah itu akan mengurangi KemulianNya sedikitpun, Karena Dia Maha Mulia
Allah itu berkehendak bebas, tidak ada yg akan menghalangiNya

Aturan2 hukum yg diturunkan Allah pada makhlukNya sama sekali bukanlah untuk kepentingan Allah, tetapi untuk kepentingan mahkluk itu sendiri
Aturan diciptakan Allah, agar kwalitas hidup manusia di dunia ini menjadi baik, seluruhnya kembali pada kepentingan manusia semata.
Baik buruk manusia yg akan merasakan sendiri seketika di dunia mereka, dan nanti, janji Allah, di akherat.

Allah menanamkan perintah kepatuhan padaNya lewat perantara para utusanNya, semata-mata agar manusia takut dan tunduk pada Allah, sejalan dgn kepatuhan pada Allah, manusia akan menjalankan sepenuh hati atas hukum2 yg telah ditetapkan Allah, hasil yg diharapkan adalah tercapainya tatanan hidup yg benar sesuai dengan maksud Allah menciptakan manusia untuk memakmurkan bumi.

Hukum2 Allah itu semata2 agar terjaga kelangsungan hidup manusia, yang bahagia, adil, makmur merata didunia.
Allah tidak mengambil untung sedikitpun dari keadaan ini.

Jadi jika Allah menghukum orang2 yg berdosa, itu telah sesuai dengan sifat Maha AdilNya, (karena mereka yg dihukum adalah orang2 yang berbuat dosa, yg jika dibiarkan akan berpotensi merusak kehidupan manusia), dan ini tidak bertentangan sedikitpun dengan sifat Maha KasihNya, karena dgn hukuman ini sebagian manusia akan terhindar dari kejahatan mereka, dan sebagai peringatan bagi orang2 lain agar senantiasa taat pada Allah Yang Maha Perkasa, dengan menjalankan aturan2Nya.

Apakah anda bisa memahaminya ??

Anda berargumentasi pada diri sendiri???
Anda menyerang banyak kasus penghukuman Allah di Alkitab sbg bukti ketidak kasihan Allah, tetapi anda membela sendiri apa yang anda tuduhkan.
Loe lagi trance ya?

Quote::

Inilah yg akan bisa anda pahami, jika anda menghubungkan isi al kitab anda dari awal sampai akhir, bukan mengambil sepotong2 seperti argumement anda !

Dari sini akan bisa disimpulkan, bahwa, pendapat orang Kristen bahwa Yesus adalah Allah yg menjadi manusia karena cintanya pada manusia, rela berkorban nyawa, untuk menebus dosa2 manusia, menjadi TIDAK MASUK AKAL sama sekali !

Jika dipaksakan seperti itu, maka Allah terlihat sebagai Tuhan yg sangat lemah, meskipun kelemahan tersebut ditutupi dengan alasan DEMI KASIH ??!!

Naudzubillah !! Maha Suci Allah dari sifat2 yg seperti ini !

TIDAK MASUK AKAL bagimu karena kamu menyamakan Allah dengan manusia.
Dengan kata lain bahwa kamu telah berbuat dosa syirik, yaitu menyamakan atau mempersekutukan Allah dengan yang lain.
Argumentasi loe diatas menabok muka loe sendiri dengan sandal orang lain.

Quote::

itulah bedanya anda dengan saya !
Anda inginnya serba instant, tanpa perlu mengkaji dalam2 kitab2 / petunjuk tertulis Allah !

Padahal kebenaran itu mesti dicari dengan sungguh2, lewat pencarian yg panjang
Anda tidak bisa mempercayakan keselamatan anda dengan percaya mentah2 dgn apa yg dikatakan orang lain (dogma),
Anda harus menelitinya !

mengkaji? loe punya otak udang loe katakan mengkaji?
Ah....loe memang oon banget.

Quote::

Bukankah “IBLIS JUGA BISA MENYAMAR MENJADI MALAIKAT TERANG ??”
Itu kan kata injil anda !
Lihat ! Anda sudah diwarning dari awal untuk selalu berhati2 dan meneliti setiap apa yg datang pada anda, apalagi ini menyangkut keselamatan hidup anda dikampung sejati, akhirat
Apa kah anda sudah punya ilmu mencukupi sehingga bisa membedakan mana MALAIKAT TERANG SEBENARNYA dan mana yang MALAIKAT SILUMAN IBLIS ???
Ingat informasi yg ditularkan dari satu orang ke orang lain dalam suatu masa, sangat berpotensi menjadi bias !
Bagaimana dgn ajaran yg telah diturun-temurunkan lebih dari 2000 tahun ??
Masihkah murni ??
Cek lah di sumber ajaran, cross check kan dgn parameter lain !
Gunakan rasio anda (bersyukurlah pada Allah atas anugerah yg tidak diberikan kecuali pada manusia ini, dengan menggunakannya secara maksimal) !

"Cross check dengan parameter lain."???
Hahaha...berulang kali menabok diri dengan sandal orang lain.
Loe sendiri ga pernah mengcros check Quran dengan parameter lain...bagaimana bisa anda menyuruh orang lain berbuat hal yg anda sendiri ogah lakukan???

Quote::

Mungkin pesan Nabi kami, Muhammad SAW pada kami diakhir hayatnya, bisa anda jadikan inspirasi bagaimana yg harus anda lakukan terhadap kitab dan agama anda

Gini pesannya :

Aku tinggalkan dua hal yg jika kalian berpegang teguh padanya kalian tidak akan tersesat selamanya, Dua hal itu adalah Al Quran (Kalam Allah) dan Sunah Rasul (contoh dari Rasulullah)

Maksudnya bagi anda :
karena Nabi pembimbing kita sudah tidak ada, maka agar tidak tersesat kita mesti mengkaji Kitab yg diturunkan pada kita secara mendalam, dan mengikuti teladan perikehidupan orang yang dipilih Allah menjadi utusanNya bagi manusia.

Nabi loe memang udah tebal kena racun tikus, cin.
Dan sekarang ia sedang mengerang kesakitan luar biasa di tempat penyiksaan abadi, neraka.
Loe mau nyusul dia kesana?
Atau loe mau masuk surga? Kalau mau masuk surga, percayalah kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadimu.

Quote::

Jangan mempertaruhkan hidup anda dengan “kata orang” anda harus menggali sendiri sumber kebenaran
OK ??

Loe sendiri hidup menurut 'kata orang', si pedophil monyet...eh salah Muhammad.

Quote::

Terima kasih,
Untuk anda ketahui saja, kami umat Islam telah beriman pada Allah dan percaya pada Yesus / Nabi Isa as, persis seperti apa yg Yesus minta dalam injil :
Bahwa Tuhan itu adalah Allah, tidak ada Tuhan yg lain, dan percaya Yesus itu adalah utusan yg diutus Allah
bukan hanya itu, kami juga percaya dengan seluruh nabi2 dan utusan Allah yg lain

Yesus hanya mengatakan hal ini kan ?? Dia tidak pernah meminta anda untuk mempercayai dia sebagai Allah !
Kami tidak melampau batas kan ??

Jangan kuatir kawan !
Saya bukannya benci dengan orang Kristen, tidak sama sekali
Teman saya yg Kristen juga banyak, dan hubungan kami baik2 saja, tidak ada masalah

Yang tidak saya suka dari Kristen adalah ajaran ketuhanannya !
Karena Allah pun menentang ajaran seperti itu, apa yg dibenci Allah, kamipun membencinya !

Saya disini hanya mengajak anda untuk menggali kebenaran, jika anda mau
Jika tidak, gak papa kok, hidayah itu datangnya dari Allah
Jika Allah menghendaki memberi kebaikan pada seseorang, Dia akan memberinya petunjuk.

Jika Allah tidak menghendaki ?? ya udah mau dikata apa ?? hidup toh harus tetap berjalan ……

Wassalam

Gue melihat perkataan Alkitab ditulis, tetapi yg kebaca koq tulisannya sang pedophil tulen dari arab (mamat) ya?
Ah....mungkin mamat salah tulis kali!?

_________________
Kristus Yesus satu-satunya Juruselamat dunia. Datanglah kepadaNya untuk pengampunan segala dosa anda.
Back to top
View user's profile
Sword
Newbie
Newbie


Joined: Jan 23, 2008
Posts: 1075

PostPosted: Fri Nov 14, 2008 9:21 am    Post subject: Re: kenapa beda matius 1:1-6 & Lukas 3:23-38? Reply with quote

Lagian ngapain kaum pedophil ini masuk kolom "TANYA & JAWABAN" ini????
Ini kolom khusus orang kristen yang bertanya dan orang kristen lain menjawab.
Untuk non kristen silahkan kalian kembali ke habitat semula : LINTAS AGAMA.
Tolong hormati forum ini!

_________________
Kristus Yesus satu-satunya Juruselamat dunia. Datanglah kepadaNya untuk pengampunan segala dosa anda.
Back to top
View user's profile
shalom.aleichem
Newbie
Newbie


Joined: Jan 04, 2009
Posts: 8

PostPosted: Mon Jan 05, 2009 11:03 am    Post subject: Re: kenapa beda matius 1:1-6 & Lukas 3:23-38? Reply with quote

Yesus anak (huios) Daud, keturunan Daud



* Matius 1:1
LAI-TB, Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
KJV, The book of the generation of Jesus Christ, the son of David, the son of Abraham.
TR, βιβλος γενεσεως ιησου χριστου υιου δαβιδ υιου αβρααμ
Translit Interlinear, biblos {daftar/ kitab} geneseôs {asal usul keluarga/ sejarah} iêsou {Yesus} christou {Kristus} huiou {anak} dabid {Daud} huiou {anak} abraam {Abraham}

Kata "anak" (son of) menggunakan kata Yunani "huios", juga bisa bermakna "keturunan dari". Dipakai dalam menulis silsilah yang menaik.

Kata menurunkan/ memperanakkan menggunakan kata Yunani 'gennaô'. Dipakai dalam silsilah yang menurun Matius 1:2-17, contoh :


* Matius 1:2
Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,
KJV, Abraham begat Isaac; and Isaac begat Jacob; and Jacob begat Judas and his brethren;
TR, αβρααμ εγεννησεν τον ισαακ ισαακ δε εγεννησεν τον ιακωβ ιακωβ δε εγεννησεν τον ιουδαν και τους αδελφους αυτου
Translit Interlinear, abraam {Abraham} egennêsen {ia memperanakkan} ton isaak {Ishak} isaak {Ishak} de {dan} egennêsen {ia memperanakkan} ton iakôb {Yakub} iakôb {Yakub} de {dan} egennêsen {ia memperanakkan} ton ioudan {Yehuda} kai {dan} tous adelphous {saudara-saudara} autou{-nya}


Yesus anak (huios) Yusuf, secara hukum.


Silsilah dalam Lukas 3:23-38, adalah silsilah yang ditulis menaik dengan kata sandang 'tou'


* Lukas 3:23-24
Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli, anak Matat, anak Lewi, anak Malkhi, anak Yanai, anak Yusuf.
KJV, And Jesus himself began to be about thirty years of age, being (as was supposed) the son of Joseph, which was the son of Heli, Which was the son of Matthat, which was the son of Levi, which was the son of Melchi, which was the son of Janna, which was the son of Joseph,
TR, και αυτος ην ο ιησους ωσει ετων τριακοντα αρχομενος ων ως ενομιζετο υιος ιωσηφ του ηλι του ματθατ του λευι του μελχι του ιαννα του ιωσηφ
Translit, kai autos ên ho iêsous hôsei etôn triakonta arkhomenos ôn hôs enomizeto huios iôsêph tou hêli tou matthat tou leui tou melkhi tou ianna tou iôsêph


Berdasarkan tradisi Ibrani, silsilah senantiasa ditulis menurut anak laki-laki dan Lukas menulis silsilah dari pihak Maria. Jadi Eli adalah ayah kandung Maria. Jika seandainya silsilah ini ditelusuri terus, ternyata Maria pun masih merupakan keturunan Daud.

Kata "huios" dari jenis maskulin bermakna anak laki-laki, keturunan; jika dihubungkan dengan genitif seperti ayat diatas (huios iôsêph) bermakna "Yesus anak Yusuf, namun secara spesific, Lukas menjelaskannya dengan "menurut pandangan orang" maksudnya adalah "Yesus anak Yusuf secara hukum".

Selanjutnya, setiap nama dalam silsilah Lukas menurut teks Yunani – kecuali Yusuf - didahului oleh kata tou yang identik dengan the dalam bahasa Inggris yaitu definite article (kata sandang definitif) dan kasusnya genitif, menyatakan sumber atau milik. Setiap orang Yunani atau yang membaca teks Yunani menyadari bahwa silsilah ini ditulis berdasarkan garis isteri Yusuf yaitu Maria.
Menurut Talmud Yerusalem yaitu Kitab Hagigah 77:4, Maria adalah anak perempuan Eli, sesuai dengan ayat dalam Lukas 3:23-24 Maka penulisan "Yusuf anak Eli" adalah dalam pengertian "mantu".

Silsilah yang disajikan oleh Lukas itu adalah garis keturunan Yesus yang ditulis melalui nama-nama kaum pria dalam garis keturunan Maria (yang juga dari keturunan Daud). Penulisan cara demikian adalah berkaitan dengan cara/tradisi Yahudi. Karena menuliskan silsilah Yesus dari garis ibu, Lukas menekankan bahwa Yesus adalah anak kandung Maria.

Sedangkan Matius menuliskan silsilah Yesus Kristus dari garis Yusuf (ayah Yesus secara hukum). Dengan demikian para penulis kitab Injil menegaskan bahwa Yesus berhak menjadi Mesias baik secara hukum maupun secara biologis.
Back to top
View user's profile
cintakusayang
Newbie
Newbie


Joined: Jan 04, 2008
Posts: 1445
Location: Diatas bumi Allah

PostPosted: Mon Jan 05, 2009 5:00 pm    Post subject: Re: kenapa beda matius 1:1-6 & Lukas 3:23-38? Reply with quote

shalom.aleichem wrote:
Yesus anak (huios) Daud, keturunan Daud



* Matius 1:1
LAI-TB, Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
KJV, The book of the generation of Jesus Christ, the son of David, the son of Abraham.
TR, βιβλος γενεσεως ιησου χριστου υιου δαβιδ υιου αβρααμ
Translit Interlinear, biblos {daftar/ kitab} geneseôs {asal usul keluarga/ sejarah} iêsou {Yesus} christou {Kristus} huiou {anak} dabid {Daud} huiou {anak} abraam {Abraham}

Kata "anak" (son of) menggunakan kata Yunani "huios", juga bisa bermakna "keturunan dari". Dipakai dalam menulis silsilah yang menaik.

Kata menurunkan/ memperanakkan menggunakan kata Yunani 'gennaô'. Dipakai dalam silsilah yang menurun Matius 1:2-17, contoh :


* Matius 1:2
Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,
KJV, Abraham begat Isaac; and Isaac begat Jacob; and Jacob begat Judas and his brethren;
TR, αβρααμ εγεννησεν τον ισαακ ισαακ δε εγεννησεν τον ιακωβ ιακωβ δε εγεννησεν τον ιουδαν και τους αδελφους αυτου
Translit Interlinear, abraam {Abraham} egennêsen {ia memperanakkan} ton isaak {Ishak} isaak {Ishak} de {dan} egennêsen {ia memperanakkan} ton iakôb {Yakub} iakôb {Yakub} de {dan} egennêsen {ia memperanakkan} ton ioudan {Yehuda} kai {dan} tous adelphous {saudara-saudara} autou{-nya}


Yesus anak (huios) Yusuf, secara hukum.


Silsilah dalam Lukas 3:23-38, adalah silsilah yang ditulis menaik dengan kata sandang 'tou'


* Lukas 3:23-24
Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli, anak Matat, anak Lewi, anak Malkhi, anak Yanai, anak Yusuf.
KJV, And Jesus himself began to be about thirty years of age, being (as was supposed) the son of Joseph, which was the son of Heli, Which was the son of Matthat, which was the son of Levi, which was the son of Melchi, which was the son of Janna, which was the son of Joseph,
TR, και αυτος ην ο ιησους ωσει ετων τριακοντα αρχομενος ων ως ενομιζετο υιος ιωσηφ του ηλι του ματθατ του λευι του μελχι του ιαννα του ιωσηφ
Translit, kai autos ên ho iêsous hôsei etôn triakonta arkhomenos ôn hôs enomizeto huios iôsêph tou hêli tou matthat tou leui tou melkhi tou ianna tou iôsêph


Berdasarkan tradisi Ibrani, silsilah senantiasa ditulis menurut anak laki-laki dan Lukas menulis silsilah dari pihak Maria. Jadi Eli adalah ayah kandung Maria. Jika seandainya silsilah ini ditelusuri terus, ternyata Maria pun masih merupakan keturunan Daud.

Kata "huios" dari jenis maskulin bermakna anak laki-laki, keturunan; jika dihubungkan dengan genitif seperti ayat diatas (huios iôsêph) bermakna "Yesus anak Yusuf, namun secara spesific, Lukas menjelaskannya dengan "menurut pandangan orang" maksudnya adalah "Yesus anak Yusuf secara hukum".

Selanjutnya, setiap nama dalam silsilah Lukas menurut teks Yunani – kecuali Yusuf - didahului oleh kata tou yang identik dengan the dalam bahasa Inggris yaitu definite article (kata sandang definitif) dan kasusnya genitif, menyatakan sumber atau milik. Setiap orang Yunani atau yang membaca teks Yunani menyadari bahwa silsilah ini ditulis berdasarkan garis isteri Yusuf yaitu Maria.
Menurut Talmud Yerusalem yaitu Kitab Hagigah 77:4, Maria adalah anak perempuan Eli, sesuai dengan ayat dalam Lukas 3:23-24 Maka penulisan "Yusuf anak Eli" adalah dalam pengertian "mantu".

Silsilah yang disajikan oleh Lukas itu adalah garis keturunan Yesus yang ditulis melalui nama-nama kaum pria dalam garis keturunan Maria (yang juga dari keturunan Daud). Penulisan cara demikian adalah berkaitan dengan cara/tradisi Yahudi. Karena menuliskan silsilah Yesus dari garis ibu, Lukas menekankan bahwa Yesus adalah anak kandung Maria.

Sedangkan Matius menuliskan silsilah Yesus Kristus dari garis Yusuf (ayah Yesus secara hukum). Dengan demikian para penulis kitab Injil menegaskan bahwa Yesus berhak menjadi Mesias baik secara hukum maupun secara biologis.


Gue Tanya nih kalo ente bersedia menjawab,

walau Injil udah menulis dgn jelas, gue mau tanya menurut pendapat ente pribadi :

Secara HUKUM, Yusuf / ayah Yesus itu keturunan Daud dari garis Nathan ato solomo ??
Dan secara HUKUM pula, Maria itu keturunan Daud dari garis mana ??

Dan apakah kekuatan HUKUM itu gak bisa diganggu gugat lagi ???


Apakah kekuatan HUKUM yg dilukiskan oleh bible ketika menuliskan silsilah Yesus , satu dari sisi ibu, dan satu dari sisi bapak itu kekuatan hukumnya mutlak, tidak bisa dituliskan dgn cara yg lain ??

gimana kalo ada orang yg melukiskan satu versi silsilah itu dgn cara yg lain dari apa yg telah ditulis bible tapi gak menyalahi HUKUM diatas ???
Apakah versi itu bisa diterima ???

_________________
WONG PINTER PIRANG - PIRANG, WONG BENER ARANG - ARANG
he..he...he...he...he....he......
Back to top
View user's profile
shalom.aleichem
Newbie
Newbie


Joined: Jan 04, 2009
Posts: 8

PostPosted: Tue Jan 06, 2009 12:41 am    Post subject: Re: kenapa beda matius 1:1-6 & Lukas 3:23-38? Reply with quote

Pendapat saya pribadi tentu sama dengan yang saya jelaskan sebelumnya.

Hukum seperti apa yang anda maksud? Ketika anda menuliskan sebuah silsilah atau garis keturunan tentunya hanya ada 2 kemungkinan yaitu dari bapak atau ibu. Jadi versi seperti apalagi yang tidak menyalahi hukum penulisan silsilah kecuali versi dari garis ayah atau ibu?

Penulis Injil Matius dan Lukas memiliki latar belakang berbeda sehingga mereka menyoroti silsilah YESUS dari dua sisi yang berbeda namun saling melengkapi. Latar belakang Matius sebagai seorang Yahudi tulen menyebabkan ia menyoroti silsilah sesuai garis patria (dari garis Ayah) seperti yang dianut orang Yahudi pada umumnya. Sedangkan Lukas yang latar belakangnya adalah seorang dokter menyoroti masalah ini dari sisi biologis yaitu Maria. Dan saya sangat percaya mereka berada dalam tuntunan ROH KUDUS ketika menulis Injil ini sehingga tulisan mereka saling melengkapi.

Sebagai refensi saya sarankan anda membaca "Pembuktian Atas Kebenaran Kristus" dan "Pembuktian atas kebenaran Alkitab" Lee Storbel.

Shalom.. GBU
Back to top
View user's profile
cintakusayang
Newbie
Newbie


Joined: Jan 04, 2008
Posts: 1445
Location: Diatas bumi Allah

PostPosted: Wed Jan 07, 2009 3:03 pm    Post subject: Re: kenapa beda matius 1:1-6 & Lukas 3:23-38? Reply with quote

shalom.aleichem :

shalom.aleichem wrote:
Pendapat saya pribadi tentu sama dengan yang saya jelaskan sebelumnya.

Hukum seperti apa yang anda maksud? Ketika anda menuliskan sebuah silsilah atau garis keturunan tentunya hanya ada 2 kemungkinan yaitu dari bapak atau ibu. Jadi versi seperti apalagi yang tidak menyalahi hukum penulisan silsilah kecuali versi dari garis ayah atau ibu?

Penulis Injil Matius dan Lukas memiliki latar belakang berbeda sehingga mereka menyoroti silsilah YESUS dari dua sisi yang berbeda namun saling melengkapi. Latar belakang Matius sebagai seorang Yahudi tulen menyebabkan ia menyoroti silsilah sesuai garis patria (dari garis Ayah) seperti yang dianut orang Yahudi pada umumnya. Sedangkan Lukas yang latar belakangnya adalah seorang dokter menyoroti masalah ini dari sisi biologis yaitu Maria. Dan saya sangat percaya mereka berada dalam tuntunan ROH KUDUS ketika menulis Injil ini sehingga tulisan mereka saling melengkapi.

Sebagai refensi saya sarankan anda membaca "Pembuktian Atas Kebenaran Kristus" dan "Pembuktian atas kebenaran Alkitab" Lee Storbel.

Shalom.. GBU



Keanehan silsilah Yesus bisa dilihat dari uraian ini :


PERTAMA :

Ente bisa lihat dari sisi keluarga maria dibanding keluarga Yusuf, lebih banyak jumlahnya keluarga Yusuf !
Dari maria = 29 KK
Dari Yusuf = 43 KK


Mengapa bisa begitu ???
Apakah banyak record nama silsilah yg hilang di pihak keluarga Maria ???
ada 15 KK lho .......
jika hanya 6 ato 7 itu wajar ......tapi ini 15 KK...........separo dari jumlah keluarga maria !!

Berapa perbedaan usia Maria dibanding Yusuf ??
Apakah keluarga maria kebanyakan menikah diusia lanjut ?
Sedang keluarga Yusuf kebanyakan menikah di usia dini ??


KEDUA :

Matius mencatat SILSILAH RESMI MARIA :

Yusuf (aslinya MARIA) – Yakub - ……… - Zerubabel – Sealtiel - ……… - Solomo – Daud

Lukas mencatat SILSILAH RESMI YUSUF :

Yusuf – Eli - ……… - Zerubabel – Sealtiel - ……… - Natan – Daud


Gue bilang mereka pada ngawur semua !!!!

Baik Maria maupun Yusuf gak bisa diklaim sepihak dgn garis keturunan diatas !!
Karena mereka masing2 punya garis keturunan yg sama , baik dari solomo maupun dari natan !!

Lihat skema ini :

................................DAUD
...................................!
....SOLOMO -------------------------NATAN
..........!..........................................!
..........!..........................................!
..........!..........................................!
.......... -------------SEALTIEL ..............
..................................!
......................... ZERUBABEL
..................................!
..........====================
..........!...........................................!
..........!...........................................!
..........!...........................................!
.....YAKUB......................................ELI
..........!...........................................!
.....MARIA....................................YUSUF
..........!...........................................!
......... --------------YESUS---------------




Jadi, jika disebut secara perorangan seperti di tulis dalam Matius & lukas, kedua penulis tsb salah besar !!!

karena dari dua keluarga besar itu ada satu nama yg mempersatukan keduanya = SEALTIEL dan mempunyai anak ZERUBABEL

silsilah Maria & Yusuf harusnya behenti tepat pada nama ZERUBABEL !!......... tidak bisa naik lagi secara perorangan !!

Diatas ZERUBABEL TIDAK BISA DIKLAIM SEBAGAI MILIK MARIA SAJA ATAU MILIK YUSUF SAJA !!
DIATAS ZERUBABEL adalah milik mereka berdua !!

Maria BUKAN HANYA : binti Yakub bin Zerubabel bin Sealtiel bin solomo bin Daud ………….
TAPI JUGA SEKALIGUS : binti Yakub bin Zerubabel bin Sealtiel bin Natan bin Daud

Yusuf BUKAN HANYA : bin Eli bin Zerubabel bin Sealtiel bin Natan bin Daud ………….
TAPI JUGA SEKALIGUS : Bin Eli bin Zerubabel bin Sealtiel bin Solomo bin Daud


Lihat betapa anehnya system penulisan silsilah Yesus ???
Bukan hanya meragukan kebenarannya ……
Tapi juga sekaligus CACAT MORAL dan ETIKA JURNALISTIK !!!!

Kalo Batik Indonesia dipatentkan Malaysia kita protes keras !!
Kenapa orang Kristen diam aja ketika nama solomo bin Daud dipatentkan hanya untuk keturunan Maria ??
Dan nama natan bin daud dipatentkan khusus untuk keturunan Yusuf ????


terbukti penulis injil bukan diilhami oleh Roh Kudus…..!!
Jika kalian masih bersikeras Roh Kudus yg benar2 mengilhami mereka………. Mungkin Roh Kudusnya pangkatnya yg masih rendahan !!........jadi masih bisa terdapat banyak kesalahan !!!

_________________
WONG PINTER PIRANG - PIRANG, WONG BENER ARANG - ARANG
he..he...he...he...he....he......
Back to top
View user's profile
transformer
Newbie
Newbie


Joined: Aug 24, 2008
Posts: 251
Location: Indonesia

PostPosted: Thu Jan 08, 2009 12:19 pm    Post subject: Re: kenapa beda matius 1:1-6 & Lukas 3:23-38? Reply with quote

@ Cin :
Ayo pulang kandang -
Yang ini juga belum anda jawab :

www.salib.net/Forums/v....html#9976

GBU
Back to top
View user's profile
Display posts from previous:   
Post new topic   This topic is locked: you cannot edit posts or make replies.   Printer Friendly Page     Forum Index -> Tanya dan Jawaban All times are GMT + 7 Hours
Go to page Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6
Page 6 of 6


Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum
You cannot attach files in this forum
You can download files in this forum



Semua artikel, forum, dan berita di situs ini adalah tanggung jawab para pengirim.
Silakan menyadur atau meng-copy seizin kami. Jangan lupa untuk mencantumkan sumber: salib.net.
Hotline kami di 08883023916 bila Anda ingin info lebih lanjut mengenai pelayanan SALIBNET MINISTRIES atau bila Anda membutuhkan pelayanan kami.
Interactive software released under GNU GPL, Code Credits, Privacy Policy
Azul theme and related images designed by Jamin - upgraded by Phoenix.