 Welcome Anonymous
Membership:
 Latest: agus.soetopo
 New Today: 0
 New Yesterday: 0
 Overall: 1525
People Online:
 Members: 0
 Visitors: 2
 Bots: 2
 Staff: 0
Staff Online:No staff members are online!
Last 10 Forum Messages
We have received 5087228page views since April 2004
Copy and paste the text below to insert the button displayed above on your site. Thanks for your support!
|
| Forum dan Diskusi > > Khusus > > Dialog dengan Pdt. Yakub Soelistio S.Th MA > > Dialog dengan Pdt. Yakub S | |
Dialog dengan Pdt. Yakub SBila Anda mengkuti peristiwa yang terjadi terakhir ini, Anda pasti tahu atau mendengar nama "Yakub" atau lebih lengkapnya Pdt. Yakub Soelistio. Beliaulah yang dituduh menjadi "sumber" dari merebaknya berita tentang 'surat Mubaligh'. Untuk mengklirkan persoalan ini Pdt. Yakub bersedia berdiskusi khusus dengan umat Kristiani di mana saja berada. Jadi di sini Pak Yakub sendiri bersedia menjawab dan menanggapi setiap pertanyaan Anda. Berdiskusilah dengan dipenuhi kasih Allah. Untuk topik ini Anda mendaftar dulu sebagai member salib.net.
| View previous topic :: View next topic |
| Author |
Message |
yakubmm Newbie


Joined: Oct 25, 2004 Posts: 1
|
Posted: Mon Nov 08, 2004 8:31 pm Post subject: Dialog dengan Pdt. Yakub S |
|
Salam dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus
berita tentang panggilan kepada "Allah", memang aneh.... anehnya kenapa baru sekarang muncul konflik itu, dan dengan didukung oleh para pendeta pro "YAHWE"... (ternyata sekarang pendeta ikut gerakan blok sana blok sini....), hasilnya adalah sampai ada protes dari saudara kita yang moslem.
yang ingin saya tanyakan kepada bp. pdt Yakub S., begini:
1. Apakah ada wahyu khusus dari Tuhan Yesus Kristus untuk tidak mau lagi dipanggil dengan panggilan "Allah" oleh umat kristiani Indonesia? Kalau tidak ada kenapa kita sendiri sebagai umat kristen harus menggunakan panggilan lain untuk memanggil BAPA kita? nantinya kita juga tidak boleh menggunakan kata ya ABBA, ya BAPA kah?
2. Kalau Allah diganti YHWH apakah ini bukan tindakan ibranisasi kalau saya harus tegas menjelaskan apakah ini bukan Zionisasi?
3. Allah orang Kristen dan Moslem kan jelas beda, bedanya ::: kita memanggil Allah ""yang kami kenal di dalam nama Tuhan Yesus Kristus"... kan jelas B E D A...
...mendingan saya mulai panggil Allah yang saya kenal dengan panggilan mesra BAPA, ..... apakah para bapa akan memprotesnya... nanti ganti lagi ah....
salam sejahtera di dalam Kasih Bapa Yesus Kristus
|
|
| Back to top |
|
 |
Yakub Newbie


Joined: Nov 06, 2004 Posts: 52
|
Posted: Tue Nov 09, 2004 3:03 am Post subject: Re: Dialog dengan Pdt. Yakub S |
|
| yakubmm wrote: |
Salam dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus
berita tentang panggilan kepada "Allah", memang aneh.... anehnya kenapa baru sekarang muncul konflik itu, dan dengan didukung oleh para pendeta pro "YAHWE"... (ternyata sekarang pendeta ikut gerakan blok sana blok sini....), hasilnya adalah sampai ada protes dari saudara kita yang moslem.
yang ingin saya tanyakan kepada bp. pdt Yakub S., begini:
1. Apakah ada wahyu khusus dari Tuhan Yesus Kristus untuk tidak mau lagi dipanggil dengan panggilan "Allah" oleh umat kristiani Indonesia? Kalau tidak ada kenapa kita sendiri sebagai umat kristen harus menggunakan panggilan lain untuk memanggil BAPA kita? nantinya kita juga tidak boleh menggunakan kata ya ABBA, ya BAPA kah?
2. Kalau Allah diganti YHWH apakah ini bukan tindakan ibranisasi kalau saya harus tegas menjelaskan apakah ini bukan Zionisasi?
3. Allah orang Kristen dan Moslem kan jelas beda, bedanya ::: kita memanggil Allah ""yang kami kenal di dalam nama Tuhan Yesus Kristus"... kan jelas B E D A...
...mendingan saya mulai panggil Allah yang saya kenal dengan panggilan mesra BAPA, ..... apakah para bapa akan memprotesnya... nanti ganti lagi ah....
salam sejahtera di dalam Kasih Bapa Yesus Kristus |
Shalom,
Sebenarnya sebutan Allah bukan baru muncul. Nama Allah sdh jadi konflik sejak jaman Qur'an. Dalam QS 2 Al Baqarah 145 Allah itu tdk ada di Taurat dan Injil. Orang Yahudi dan Nasrani sejak dahulu sdh mempermasalahkan Nama Allah. QS 2 Al Baqarah 139 mengungkapkan bahwa org Yahudi diminta utk mengakui Allah, QS 29 AL Ankabut 46 dan QS 5 Al Maidah 59 mengungkapkan bagaimana Nama Allah jadi bahan perdebatan, karena itulah org yang menyembah Allah memerangi org Yahudi QS 9 Attaubah 29. Karena org Yahudi tetap tdk mau beriman kepada Allah, akhirnya mereka diusir dari tanah Arab ( Hadist Shahih Muslim jilid 1-4 oleh Al Imam Nawawi 1743 ).
Adapun jawaban dari pertanyaan poin 1. Tuhan Yesus tentu tdk menghendaki diriNya disamakan dengan Allah krn Allah dan Yesus itu dua pribadi yg berbeda. Yesus itu Yahweh dalam ujud manusia ( Yoh 10: 30 ).
Dalam kasus ini Allah itu bukan diganti menjadi Yesus tetapi diganti menjadi Tuhan, namun kalau ALLAH diganti Yahweh, pokoknya intinya mengembalikan terjemahan kitab terbitan LAI yang tdk mampu membedakan ALLAH, Allah, allah, TUHAN, Tuhan, tuhan, TUHAN ALLAH, TUHAN Allah dsb disesuaikan kepada bahasa aslinya. Jadi P'agung Allah itu bukan mengganti2 isi Alkitab melainkan mengembalikan kepada aslinya agar tepat. LAI bukan jaminan kebenaran, contohnya : Yehezkiel 34: 16 LAI menterjemahkan "... akan Kulindungi... " namun dalam Kitab Suci terjemahan bhs Inggris banyak versi diterjemahkan "... I will distroy..." dan dlm bhs Ibrani ditulis ASMID yang berarti RUNTUH.
Ini suatu contoh ketidak tepatan terjemahan LAI, apalagi masalah Nama diri dan sebutan sangat rancu. Masalah memanggil ABBA dan BAPA tidak bermasalah sebab itu bukan NAMA DIRI melainkan SEBUTAN bagi BAPA sorgawi kita yaitu Yahweh. Yahweh bisa disebut apa saja dgn mesra namun kalau nama ya tdk berubah.
Jawaban 2 : Allah diganti YHWH apakah bukan Ibranisasi dan Zionisasi? Allah bukan diganti menjadi Yahweh. Allah diganti dengan Tuhan. Tetapi kalau ALLAH ( huruf kapital semua ) diganti Yahweh, TUHAN ( huruf kapital semua ) diganti Yahweh. Jadi diluruskan antara sebutan dan nama diri yg hrs dibedakan dan disesuaikan dengan bahasa aslinya sebagai apa. Nama diri atau sebutan!. Kalau Nama diri tidak boleh diterjemahkan. Yahweh itu bukan bahasa Ibrani melainkan NAMA DIRI Tuhan yg disembah Bapa Avraham, Yitskhaq dan Ya'aqov.
Misal seseorg bernama EKO yg dlm bhs jawa berarti SATU, kalau ditanya di Amrik dgn pertanyaan: What's your Name? Tidak boleh dijawab My Name is ONE. Walaupun EKO itu kalau diterjemahkan ke bhs Inggris TIDAK SALAH. Namun krn EKO sdh menjadi NAMA DIRI, maka tdk bisa lagi diterjemahkan. Jadi bukan Ibranisasi dan tdk ada kaitannya dgn Zionisasi.
Jawaban No. 3. Jelas Beda dan org Kristen sebenarnya tdk punya Allah! Punyanya Tuhan. Ingat bahwa Allah itu nama diri sesembahan umat Islam ( QS 112 Al Ikhlas ayat 1-3 ). Selama ini org Kristen telah menjadikan KATA "ALLAH" menjadi pengganti KATA "TUHAN" dan dianggap sdh menjadi bahasa Indonesia. Sebenarnya argumentasi tsb tdk akurat sebab umat Hindu dan Budha tdk bisa menerima KATA "ALLAH" sebagai pengganti KATA "TUHAN".
Kalau Yahweh / Yesus mau dipanggil BAPA, AYAH, TUHAN atau apa saja TIDAK MASALAH, namun akan bermasalah jika diganti menjadi NAMA SESEMBAHAN LAIN. Sedangkan "ALLAH" itu Nama sesembahan lain.
Salam,
Yakub
|
|
| Back to top |
|
 |
kepikbiru Newbie


Joined: Nov 08, 2004 Posts: 18
|
Posted: Tue Nov 09, 2004 3:13 am Post subject: Re: Dialog dengan Pdt. Yakub S |
|
| Quote:: |
| Jadi P'agung Allah itu bukan mengganti2 isi Alkitab melainkan mengembalikan kepada aslinya agar tepat. LAI bukan jaminan kebenaran, contohnya : Yehezkiel 34: 16 LAI menterjemahkan "... akan Kulindungi... " namun dalam Kitab Suci terjemahan bhs Inggris banyak versi diterjemahkan "... I will distroy..." dan dlm bhs Ibrani ditulis ASMID yang berarti RUNTUH. |
Eze 34:16 Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.
kayaknya sih udah dikoreksi yah dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sehari2
Eze 34:16 Yang hilang akan Kucari, yang sesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kuobati; tetapi yang gemuk dan kuat akan Kubinasakan, sebab Aku gembala yang melakukan apa yang baik.
|
|
| Back to top |
|
 |
Yakub Newbie


Joined: Nov 06, 2004 Posts: 52
|
Posted: Tue Nov 09, 2004 4:34 am Post subject: Re: Dialog dengan Pdt. Yakub S |
|
| kepikbiru wrote: |
| Quote:: |
| Jadi P'agung Allah itu bukan mengganti2 isi Alkitab melainkan mengembalikan kepada aslinya agar tepat. LAI bukan jaminan kebenaran, contohnya : Yehezkiel 34: 16 LAI menterjemahkan "... akan Kulindungi... " namun dalam Kitab Suci terjemahan bhs Inggris banyak versi diterjemahkan "... I will distroy..." dan dlm bhs Ibrani ditulis ASMID yang berarti RUNTUH. |
Eze 34:16 Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.
kayaknya sih udah dikoreksi yah dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sehari2
Eze 34:16 Yang hilang akan Kucari, yang sesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kuobati; tetapi yang gemuk dan kuat akan Kubinasakan, sebab Aku gembala yang melakukan apa yang baik. |
Shalom,
Bisa jadi memang sdh dikoreksi, nah ini membuktikan bahwa LAI itu TIDAK BEBAS dari KESALAHAN. karena itulah sebaiknya yang dijadikan acuan yang bahasa aslinya, sebab LAI juga dalam kanonisasi Alkitab tdk sesuai dgn aslinya. Contoh : Kitab Suci terbitan LAI yang Ibrani - Indonesia dpt dilihat di halaman 1086 Kitab Maleakhi yg berbahasa Ibrani terdiri dari 3 pasal, sedangkan yg berbahasa Indonesia terdiri dari 4 pasal. Di halaman 1296 Kitab Ayub berbahasa Ibrani Pasal 38 sampai ayat 41, sedangkan yang berbahasa Indonesia Pasal 38 hanya sampai ayat 38. Di halaman 1013 Kitab Yoel yang berbahasa Ibrani sampai pasal 3: 5, sedangkan yang berbahasa Indonesia hanya sampai pasal 2: 32. Dan masih banyak yang lain.
Salam,
Yakub
|
|
| Back to top |
|
 |
kepikbiru Newbie


Joined: Nov 08, 2004 Posts: 18
|
Posted: Tue Nov 09, 2004 5:42 am Post subject: Re: Dialog dengan Pdt. Yakub S |
|
| Quote:: |
| Bisa jadi memang sdh dikoreksi, nah ini membuktikan bahwa LAI itu TIDAK BEBAS dari KESALAHAN. |
Apakah yang bisa menggaransi Anda sendiri bisa BEBAS dari kesalahan ?
Apakah pernah terlintas di pikiran selama ini kalau mungkin Anda salah dan orang2 yang mengkritik Anda yang benar ?
Hei saya sendiri juga tidak 100% suka terjemahan LAI karena banyak yang kurang akurat dan kadang2 menggunakan kata2 yang tidak jelas.
| Quote:: |
| Contoh : Kitab Suci terbitan LAI yang Ibrani - Indonesia dpt dilihat di halaman 1086 Kitab Maleakhi yg berbahasa Ibrani terdiri dari 3 pasal, sedangkan yg berbahasa Indonesia terdiri dari 4 pasal. |
Yup anda benar, Maleakhi pasal 3 dalam Tanakh sampai pasal 24, tentu saja di dalam bahasa Indonesia, Maleakhi pasal 3 hanya sampai ayat 18 lalu sisanya dimasukkan pada pasal 4 ayat 1-6. Tapi apa hubungannya hal ini dengan keakuratan Alkitab terbitan LAI ?
| Quote:: |
| Di halaman 1296 Kitab Ayub berbahasa Ibrani Pasal 38 sampai ayat 41, sedangkan yang berbahasa Indonesia Pasal 38 hanya sampai ayat 38. |
Sama seperti diatas. ayat sisanya dimasukan di pasal 39
| Quote:: |
| Di halaman 1013 Kitab Yoel yang berbahasa Ibrani sampai pasal 3: 5, sedangkan yang berbahasa Indonesia hanya sampai pasal 2: 32. Dan masih banyak yang lain. |
Sama seperti diatas. Yoel (Ibrani) 3:1-5 dimasukkan dalam Yoel (LAI) 2:28-
Secara kritis saya mempertanyakan contoh2 Anda ini, pengertian dan tujuan Anda dengan memberikan contoh2 ini. Menurut sejarah, penulis Alkitab tidak menulis pasal dan ayat. Pasal2 dalam Alkitab baru ditambahkan tahun 1200an. Hal ini tidak ada hubungannya dengan akurasi penterjemahan Alkitab LAI.
|
|
| Back to top |
|
 |
Yakub Newbie


Joined: Nov 06, 2004 Posts: 52
|
Posted: Tue Nov 09, 2004 12:26 pm Post subject: Re: Dialog dengan Pdt. Yakub S |
|
| kepikbiru wrote: |
| Quote:: |
| Bisa jadi memang sdh dikoreksi, nah ini membuktikan bahwa LAI itu TIDAK BEBAS dari KESALAHAN. |
Apakah yang bisa menggaransi Anda sendiri bisa BEBAS dari kesalahan ?
Apakah pernah terlintas di pikiran selama ini kalau mungkin Anda salah dan orang2 yang mengkritik Anda yang benar ?
Hei saya sendiri juga tidak 100% suka terjemahan LAI karena banyak yang kurang akurat dan kadang2 menggunakan kata2 yang tidak jelas.
| Quote:: |
| Contoh : Kitab Suci terbitan LAI yang Ibrani - Indonesia dpt dilihat di halaman 1086 Kitab Maleakhi yg berbahasa Ibrani terdiri dari 3 pasal, sedangkan yg berbahasa Indonesia terdiri dari 4 pasal. |
Yup anda benar, Maleakhi pasal 3 dalam Tanakh sampai pasal 24, tentu saja di dalam bahasa Indonesia, Maleakhi pasal 3 hanya sampai ayat 18 lalu sisanya dimasukkan pada pasal 4 ayat 1-6. Tapi apa hubungannya hal ini dengan keakuratan Alkitab terbitan LAI ?
| Quote:: |
| Di halaman 1296 Kitab Ayub berbahasa Ibrani Pasal 38 sampai ayat 41, sedangkan yang berbahasa Indonesia Pasal 38 hanya sampai ayat 38. |
Sama seperti diatas. ayat sisanya dimasukan di pasal 39
| Quote:: |
| Di halaman 1013 Kitab Yoel yang berbahasa Ibrani sampai pasal 3: 5, sedangkan yang berbahasa Indonesia hanya sampai pasal 2: 32. Dan masih banyak yang lain. |
Sama seperti diatas. Yoel (Ibrani) 3:1-5 dimasukkan dalam Yoel (LAI) 2:28-
Secara kritis saya mempertanyakan contoh2 Anda ini, pengertian dan tujuan Anda dengan memberikan contoh2 ini. Menurut sejarah, penulis Alkitab tidak menulis pasal dan ayat. Pasal2 dalam Alkitab baru ditambahkan tahun 1200an. Hal ini tidak ada hubungannya dengan akurasi penterjemahan Alkitab LAI. |
Shalom,
Pak ... kenapa tidak ada akurasinya dgn terjemahan Alkitab? Lalu LAI menterjemahkan dari kitab apa? Seharusnya ya sesuai dgn aslinya donk!.
LAI sendiri dalam menerbitkan Kitab Ibrani-Indonesia menggunakan urut-urutan Kitab yg tidak lazim seperti yg selama ini sdh beredar khan? Padahal urut2an yg benar adalah urut2an seperti yg LAI terbitkan Alkitab Ibrani-Indonesia tsb. Bukan versi Yunani seperti yg sdh beredar selama ini.
Salam,
Yakub
|
|
| Back to top |
|
 |
kepikbiru Newbie


Joined: Nov 08, 2004 Posts: 18
|
Posted: Tue Nov 09, 2004 12:33 pm Post subject: Re: Dialog dengan Pdt. Yakub S |
|
Menurut bapak, apakah urutan kitab / penomoran ayat mempengaruhi keakurasian penterjemahan Alkitab ?
PS: tidak perlu memanggil saya Bapak, soalnya saya masih anak muda yg bau kencur 
|
|
| Back to top |
|
 |
Yakub Newbie


Joined: Nov 06, 2004 Posts: 52
|
Posted: Tue Nov 09, 2004 12:51 pm Post subject: Re: Dialog dengan Pdt. Yakub S |
|
| kepikbiru wrote: |
Menurut bapak, apakah urutan kitab / penomoran ayat mempengaruhi keakurasian penterjemahan Alkitab ?
PS: tidak perlu memanggil saya Bapak, soalnya saya masih anak muda yg bau kencur  |
Shalom,
Urutan kitab memang tdk mempengaruhi keakurasian penterjemahan, namun merubah sejarah, sebab kanonisasi Ibrani itu berdasarkan urut2an sejarah. Kalau mau bicara akurasi, menterjemahkan Nama Diri menjadi sebutan justru merubah akurasi Kitab dan pesan Nama itu sendiri.
Salam,
Yakub
|
|
| Back to top |
|
 |
Yakub Newbie


Joined: Nov 06, 2004 Posts: 52
|
Posted: Tue Nov 09, 2004 12:54 pm Post subject: Re: Dialog dengan Pdt. Yakub S |
|
| kepikbiru wrote: |
Menurut bapak, apakah urutan kitab / penomoran ayat mempengaruhi keakurasian penterjemahan Alkitab ?
PS: tidak perlu memanggil saya Bapak, soalnya saya masih anak muda yg bau kencur  |
Shalom,
Urutan kitab memang tdk mempengaruhi keakurasian penterjemahan, namun merubah sejarah, sebab kanonisasi Ibrani itu berdasarkan urut2an sejarah. Kalau mau bicara akurasi, menterjemahkan Nama Diri menjadi sebutan justru merubah akurasi Kitab dan pesan Nama itu sendiri.
Salam,
Yakub
|
|
| Back to top |
|
 |
kepikbiru Newbie


Joined: Nov 08, 2004 Posts: 18
|
Posted: Tue Nov 09, 2004 1:22 pm Post subject: Re: Dialog dengan Pdt. Yakub S |
|
shalom,
kalo misalnya urutan kitab, urutan pasal tidak mempengaruhi keakurasian penterjemahan, kenapa Anda memberikan contoh sehubungan dengan hal ini?
| Quote:: |
| ini membuktikan bahwa LAI itu TIDAK BEBAS dari KESALAHAN. karena itulah sebaiknya yang dijadikan acuan yang bahasa aslinya, sebab LAI juga dalam kanonisasi Alkitab tdk sesuai dgn aslinya. Contoh : Kitab Suci terbitan LAI yang Ibrani - Indonesia dpt dilihat di halaman 1086 Kitab .. the rest is deleted |
bukannya berarti anda mengakui kalau contoh anda juga invalid ?
| Quote:: |
| kanonisasi Ibrani itu berdasarkan urut2an sejarah |
Salah. Tanakh (Kanon Ibrani) mendasarkan pembagiannya berdasarkan jenis literature, yaitu: Torah, Nevi'im, dan Ketuvim.
| Quote:: |
| Kalau mau bicara akurasi, menterjemahkan Nama Diri menjadi sebutan justru merubah akurasi Kitab dan pesan Nama itu sendiri. |
Anda mungkin bakalan tertarik untuk berbincang2 dengan Paulus dkk yg menulis YHWH dengan tulisan Kurios ketika ia menulis kitab Roma. (lihat topik satunya).
Maaf kalo saya keliatannya bertubi2. Tujuan saya bukan untuk menjatuhkan, tapi supaya kita saling belajar dan saling menambahkan pengetahuan.
btw, did you know kalo "Salam" itu hanya dipakai di lingkungan Arab/Islam dan tidak ada hubungannya dengan kata "Shalom" ?
Kata Shalom juga adalah nama Tuhan juga, dan pada masanya dilarang untuk menyebutkan ucapan "Shalom" di tempat2 yg tidak suci.
Bukankah hypocritical kalau Anda menggunakan kata "salam", sedangkan anda menolak pemakaian kata "Allah" ? Apalagi arti dari kata salam sendiri mengandung nama "Allah".
Salam,
kepikbiru.
|
|
| Back to top |
|
 |
Yakub Newbie


Joined: Nov 06, 2004 Posts: 52
|
Posted: Tue Nov 09, 2004 1:53 pm Post subject: Re: Dialog dengan Pdt. Yakub S |
|
| kepikbiru wrote: |
shalom,
kalo misalnya urutan kitab, urutan pasal tidak mempengaruhi keakurasian penterjemahan, kenapa Anda memberikan contoh sehubungan dengan hal ini?
| Quote:: |
| ini membuktikan bahwa LAI itu TIDAK BEBAS dari KESALAHAN. karena itulah sebaiknya yang dijadikan acuan yang bahasa aslinya, sebab LAI juga dalam kanonisasi Alkitab tdk sesuai dgn aslinya. Contoh : Kitab Suci terbitan LAI yang Ibrani - Indonesia dpt dilihat di halaman 1086 Kitab .. the rest is deleted |
bukannya berarti anda mengakui kalau contoh anda juga invalid ?
| Quote:: |
| kanonisasi Ibrani itu berdasarkan urut2an sejarah |
Salah. Tanakh (Kanon Ibrani) mendasarkan pembagiannya berdasarkan jenis literature, yaitu: Torah, Nevi'im, dan Ketuvim.
| Quote:: |
| Kalau mau bicara akurasi, menterjemahkan Nama Diri menjadi sebutan justru merubah akurasi Kitab dan pesan Nama itu sendiri. |
Anda mungkin bakalan tertarik untuk berbincang2 dengan Paulus dkk yg menulis YHWH dengan tulisan Kurios ketika ia menulis kitab Roma. (lihat topik satunya).
Maaf kalo saya keliatannya bertubi2. Tujuan saya bukan untuk menjatuhkan, tapi supaya kita saling belajar dan saling menambahkan pengetahuan.
btw, did you know kalo "Salam" itu hanya dipakai di lingkungan Arab/Islam dan tidak ada hubungannya dengan kata "Shalom" ?
Kata Shalom juga adalah nama Tuhan juga, dan pada masanya dilarang untuk menyebutkan ucapan "Shalom" di tempat2 yg tidak suci.
Bukankah hypocritical kalau Anda menggunakan kata "salam", sedangkan anda menolak pemakaian kata "Allah" ? Apalagi arti dari kata salam sendiri mengandung nama "Allah".
Salam,
kepikbiru. |
Shalom,
Justru saya menterjemahkan Kitab Suci dari Torah Nevi'im Ketuvim wehaverit Hakadasha.
Kita sedang memperbincangkan masalah Nama lho Kepik, jadi jangan melebar dan mengarah kepada sesuatu yang keluar dr substansinya dan mengatakan contoh yg saya sampaikan invalid, nah Kepik sendiri yang menanyakan apakah kanonisasi itu merubah akurasi?.
Yang kita perbincangkan itu Nama yg TDK BISA DITERJEMAHKAN!. Mungkin Kepik akan berkata : Bagi saya, Nama saya mau diganti apa keq silakan. Hal itu bisa saja karena anda si empunya nama memang memperbolehkan, nah yang jadi masalahnya khan Yahweh siempunya nama yg melarang. Menyebut dgn sembarangan saja dilarang apalagi diganti seenaknya. GBI Pecah belah dan banyak yg keluar dr Sinode gara2 mempertahankan NAMA GEREJA. Nah nama Gereja saja dipertahankan mati2 an, namun nama Tuhan diganti2 menurut penafsiran org dsb, seharusnya utk masalah Nama Tuhan ya tanya kepada siempunya nama itu sendiri dan berkali2 Tuhan Yahweh menyesal dgn menurunkan banyak masalah krn namaNya dihilangkan dan diganti2. Nah kebanyakan krn sdh betah dgn nama Allah shg ketika ada pengajaran ttg Nama Yahweh ditolak ( Hosea 11: 7 ). Lalu merujuk kepada org lain, bukankah Kristen di Arab begini, bukankah akar katanya begini ... saya waktu sekolah dahulu mempelajari semua hal2 begitu, namun saya akan belajar utk melihat isi hati si empunya nama itu sendiri sih ya. Maka kita harus menghormati NamaNya, sebab resiko pasti ada ( Maleakhi 2: 1-2 ).
Maaf Kepik, saya tdk akan berargumentasi tentang salam "Shalom atau Salam" sebab saya juga tentu punya dasar mengapa mengucapkan itu dan dgn huruf begitu dsb, sebab yg jadi permasalahan perbincangan ini masalah Nama Tuhan dan Surat Ikatan Mubaligh Seluruh Indonesia, sehingga tdk melebar dan pada akhirnya keluar konteks. Saya sudah kewalahan menentukan waktu krn saya bukan hamba Tuhan yang tidak ada pekerjaan sehingga kurang kerjaan dan cari kerjaan. Saya berada disini saja oleh karena kebaikan hati bapak Admin kita yang menghendaki saya mengklarifikasi krn saya sdh dituduh MEMBUAT SURAT IMSI. Saya khan ketemunya dgn Sekjen IMSI Bapak Zawawi Suat, SH. Nah saya suruh teman2 ini utk mengklarifikasi kepada beliau kurang ditanggapi, yang dilakukan malah memforward tulisan2 yg mengatakan bahwa SAYA PROVOKATORNYA YG MEMBUAT SURAT IMSI tsb. Apakah tdk berdosa dihadapan Tuhan menyebarkan isue yg keliru sama sekali tsb? sedangkan klarifikasi saya malah hilang, saya berterima kasih kepada bapak ADMIN SALIB.NET yang berkenan memuat klarifikasi saya shg tdk menambah dosa seseorang krn dgn sembarangan menuduh negatif. Terima kasih dan Tuhan memberkati.
Salam,
Salam,
Yakub
|
|
| Back to top |
|
 |
Yakub Newbie


Joined: Nov 06, 2004 Posts: 52
|
Posted: Tue Nov 09, 2004 1:53 pm Post subject: Re: Dialog dengan Pdt. Yakub S |
|
| kepikbiru wrote: |
shalom,
kalo misalnya urutan kitab, urutan pasal tidak mempengaruhi keakurasian penterjemahan, kenapa Anda memberikan contoh sehubungan dengan hal ini?
| Quote:: |
| ini membuktikan bahwa LAI itu TIDAK BEBAS dari KESALAHAN. karena itulah sebaiknya yang dijadikan acuan yang bahasa aslinya, sebab LAI juga dalam kanonisasi Alkitab tdk sesuai dgn aslinya. Contoh : Kitab Suci terbitan LAI yang Ibrani - Indonesia dpt dilihat di halaman 1086 Kitab .. the rest is deleted |
bukannya berarti anda mengakui kalau contoh anda juga invalid ?
| Quote:: |
| kanonisasi Ibrani itu berdasarkan urut2an sejarah |
Salah. Tanakh (Kanon Ibrani) mendasarkan pembagiannya berdasarkan jenis literature, yaitu: Torah, Nevi'im, dan Ketuvim.
| Quote:: |
| Kalau mau bicara akurasi, menterjemahkan Nama Diri menjadi sebutan justru merubah akurasi Kitab dan pesan Nama itu sendiri. |
Anda mungkin bakalan tertarik untuk berbincang2 dengan Paulus dkk yg menulis YHWH dengan tulisan Kurios ketika ia menulis kitab Roma. (lihat topik satunya).
Maaf kalo saya keliatannya bertubi2. Tujuan saya bukan untuk menjatuhkan, tapi supaya kita saling belajar dan saling menambahkan pengetahuan.
btw, did you know kalo "Salam" itu hanya dipakai di lingkungan Arab/Islam dan tidak ada hubungannya dengan kata "Shalom" ?
Kata Shalom juga adalah nama Tuhan juga, dan pada masanya dilarang untuk menyebutkan ucapan "Shalom" di tempat2 yg tidak suci.
Bukankah hypocritical kalau Anda menggunakan kata "salam", sedangkan anda menolak pemakaian kata "Allah" ? Apalagi arti dari kata salam sendiri mengandung nama "Allah".
Salam,
kepikbiru. |
Shalom,
Justru saya menterjemahkan Kitab Suci dari Torah Nevi'im Ketuvim wehaverit Hakadasha.
Kita sedang memperbincangkan masalah Nama lho Kepik, jadi jangan melebar dan mengarah kepada sesuatu yang keluar dr substansinya dan mengatakan contoh yg saya sampaikan invalid, nah Kepik sendiri yang menanyakan apakah kanonisasi itu merubah akurasi?.
Yang kita perbincangkan itu Nama yg TDK BISA DITERJEMAHKAN!. Mungkin Kepik akan berkata : Bagi saya, Nama saya mau diganti apa keq silakan. Hal itu bisa saja karena anda si empunya nama memang memperbolehkan, nah yang jadi masalahnya khan Yahweh siempunya nama yg melarang. Menyebut dgn sembarangan saja dilarang apalagi diganti seenaknya. GBI Pecah belah dan banyak yg keluar dr Sinode gara2 mempertahankan NAMA GEREJA. Nah nama Gereja saja dipertahankan mati2 an, namun nama Tuhan diganti2 menurut penafsiran org dsb, seharusnya utk masalah Nama Tuhan ya tanya kepada siempunya nama itu sendiri dan berkali2 Tuhan Yahweh menyesal dgn menurunkan banyak masalah krn namaNya dihilangkan dan diganti2. Nah kebanyakan krn sdh betah dgn nama Allah shg ketika ada pengajaran ttg Nama Yahweh ditolak ( Hosea 11: 7 ). Lalu merujuk kepada org lain, bukankah Kristen di Arab begini, bukankah akar katanya begini ... saya waktu sekolah dahulu mempelajari semua hal2 begitu, namun saya akan belajar utk melihat isi hati si empunya nama itu sendiri sih ya. Maka kita harus menghormati NamaNya, sebab resiko pasti ada ( Maleakhi 2: 1-2 ).
Maaf Kepik, saya tdk akan berargumentasi tentang salam "Shalom atau Salam" sebab saya juga tentu punya dasar mengapa mengucapkan itu dan dgn huruf begitu dsb, sebab yg jadi permasalahan perbincangan ini masalah Nama Tuhan dan Surat Ikatan Mubaligh Seluruh Indonesia, sehingga tdk melebar dan pada akhirnya keluar konteks. Saya sudah kewalahan menentukan waktu krn saya bukan hamba Tuhan yang tidak ada pekerjaan sehingga kurang kerjaan dan cari kerjaan. Saya berada disini saja oleh karena kebaikan hati bapak Admin kita yang menghendaki saya mengklarifikasi krn saya sdh dituduh MEMBUAT SURAT IMSI. Saya khan ketemunya dgn Sekjen IMSI Bapak Zawawi Suat, SH. Nah saya suruh teman2 ini utk mengklarifikasi kepada beliau kurang ditanggapi, yang dilakukan malah memforward tulisan2 yg mengatakan bahwa SAYA PROVOKATORNYA YG MEMBUAT SURAT IMSI tsb. Apakah tdk berdosa dihadapan Tuhan menyebarkan isue yg keliru sama sekali tsb? sedangkan klarifikasi saya malah hilang, saya berterima kasih kepada bapak ADMIN SALIB.NET yang berkenan memuat klarifikasi saya shg tdk menambah dosa seseorang krn dgn sembarangan menuduh negatif. Terima kasih dan Tuhan memberkati.
Salam,
Salam,
Yakub
|
|
| Back to top |
|
 |
kepikbiru Newbie


Joined: Nov 08, 2004 Posts: 18
|
Posted: Sat Nov 20, 2004 1:24 pm Post subject: Re: Dialog dengan Pdt. Yakub S |
|
| Quote:: |
| Justru saya menterjemahkan Kitab Suci dari Torah Nevi'im Ketuvim wehaverit Hakadasha. |
Ya ya ya Anda cuma menulis ulang apa yang saya ketik tanpa mungkin ngerti apa itu nevi'im ketuvim dst. honestly saya mempertanyakan pengertian bapak akan text asli Alkitab yang ditulis dalam bahasa Ibrani dan Yunani. Saya sendiri bukan ahli tapi kayaknya Anda sering banget nunjukin miskonsepsi ttg text asli, misalnya Anda mengira kalau Paulus dkk menulis dalam bahasa Ibrani, satu hal yang bertentangan dengan kenyataan historis.
lagian bukan "wehaverit hakadasha", tapi Brit HaHadasha atau Brit Chadasha (Perjanjian Baru).
Tentunya anda juga ngga tau kalau "wehaverit hakadasha" anda itu kemungkinan besar adalah terjemahan dari sumber bahasa Greek (whether Majority atau Textus Receptus yg baru diterjemahkan sekitar 13 tahun yang lalu ?
Dibanding Alkitab yg menterjemahkan langsung dari bahasa Yunani, tentunya Alkitab versi "wehaverit hakadasha" Anda kurang akurat.
| Quote:: |
| Nah kebanyakan krn sdh betah dgn nama Allah shg ketika ada pengajaran ttg Nama Yahweh ditolak ( Hosea 11: 7 ) |
Ngomong2 belom ada bukti nih dimana kata YHWH/Yahweh digantikan dengan kata Allah.
[/quote]
|
|
| Back to top |
|
 |
|
|
You cannot post new topics in this forum You cannot reply to topics in this forum You cannot edit your posts in this forum You cannot delete your posts in this forum You cannot vote in polls in this forum You cannot attach files in this forum You can download files in this forum
|
|