 Welcome Anonymous
Membership:
 Latest: agus.soetopo
 New Today: 0
 New Yesterday: 0
 Overall: 1525
People Online:
 Members: 0
 Visitors: 2
 Bots: 3
 Staff: 0
Staff Online:No staff members are online!
Last 10 Forum Messages
We have received 5087224page views since April 2004
Copy and paste the text below to insert the button displayed above on your site. Thanks for your support!
|
| Forum dan Diskusi > > Khusus > > Dialog dengan Pdt. Yakub Soelistio S.Th MA > > Bahasa Ibrani dari Allah | |
Bahasa Ibrani dari AllahBila Anda mengkuti peristiwa yang terjadi terakhir ini, Anda pasti tahu atau mendengar nama "Yakub" atau lebih lengkapnya Pdt. Yakub Soelistio. Beliaulah yang dituduh menjadi "sumber" dari merebaknya berita tentang 'surat Mubaligh'. Untuk mengklirkan persoalan ini Pdt. Yakub bersedia berdiskusi khusus dengan umat Kristiani di mana saja berada. Jadi di sini Pak Yakub sendiri bersedia menjawab dan menanggapi setiap pertanyaan Anda. Berdiskusilah dengan dipenuhi kasih Allah. Untuk topik ini Anda mendaftar dulu sebagai member salib.net.
Go to page Previous 1, 2
| View previous topic :: View next topic |
| Author |
Message |
kepikbiru Newbie


Joined: Nov 08, 2004 Posts: 18
|
Posted: Sat Nov 20, 2004 9:31 am Post subject: Re: Bahasa Ibrani dari Allah |
|
Bahasa Yunani tidak menulis: Elohim (kecuali perkataan Yesus di kayu salib, yg keseluruhannya ditulis dalam bahasa Ibrani), Yahweh, dan Allah.
Tau nggak kenapa ?
karena kata2 itu bukan kata dalam bahasa Yunani. Sama kayak suruh nyari tulisan Tuhan di Alkitab bahasa Jerman.
Paulus, Petrus dkk mereka semua menulis dalam bahasa Yunani, menulis dengan kata THEOS dan KURIOS. Kalo misalnya dulu bahasa yg dipakai adalah bahasa Indonesia, mereka pasti menulis dengan kata TUHAN dan ALLAH; karena bagi mereka lebih penting Injil disebarkan pada orang-orang di dunia dalam bahasa dan pemahaman yang bisa mereka mengerti daripada ribut2 soal harus pake YHWH.
Yep, berani taruhan apapun juga kalau misalnya Christianity belum pernah masuk ke Indonesia dan lalu orang2 Indonesia menggunakan kata Allah dan Tuhan, Paulus atau penginjil manapun, pada waktu dia masuk ke Indonesia, dia akan memperkenalkan kebenaran tentang Sang Pencipta dalam nama Tuhan dan Allah. Ada buktinya di Alkitab kalau dia melakukan hal yang sama.
Komunitas orang Yahudi di Moroko dan Afrika Utara menggunakan kata Allah dalam terjemahan kitab mereka. Orang Coptic Christian menggunakan kata Allah. Arab Christian juga menggunakan kata Allah. Mereka semua sudah menggunakan kata Allah dari sebelum Islam lahir. Masak gara2 Islam (yg nongol jauh setelah Yahudi, Coptic Christian, Arab Christian) pake kata Allah, terus kita jadi mengganti Allah?
[/b]
|
|
| Back to top |
|
 |
atmasvara Newbie


Joined: Nov 08, 2004 Posts: 9
|
Posted: Sat Nov 20, 2004 2:07 pm Post subject: Re: Bahasa Ibrani dari Allah |
|
shalom aleikhem,
pak Yakub, kalau anda sdh mengerti & dpt menerima bhw Injil sejak awal dituliskan dlm bhs Yunani [kecuali St. Matius dlm bhs Aram, baru kmdn ditranslasikan ke dlm bhs Yunani], saya ajak anda utk menyimak ayat2 di bawah ini:
Markus 15:34
Greek NT Transliterated:
kai tê enatê ôra eboêsen o Iêsous phônê megalê legôn: "Elôi Elôi lamma sabachthani", o estin methermêneuomenon 'o Theos mou o Theos mou eis ti me egkatelipes'.
Markus 5:41
Greek NT Transliterated:
ai kratêsas tês cheiros tou paidiou legei autê: "talitha koumi" o estin methermêneuomenon to korasion soi legô egeirai.
saya pikir setiap Biblio-scholar pasti mengerti dan scr bulat menyetujui, bhw seruan Kristus: "Eloi Eloi ..." & "talitha kum" di atas adlh kata2 dlm bhs Aramaic [sedikit pembuktian bhw Kristus berbicara dlm bhs Aramaic]
faktanya adlh:
St. Markus menulis Injilnya dlm bhs Yunani dan bermaksud melestarikan kata2 asli spt yg diucapkan Kristus [yg cuma bbrp patah kata saja itu].
pertanyaannya adlh:
1. kepada siapakah seruan "Eloi" tsb ditujukan? jadi siapakah "Eloi" itu?
2. apakah Kristus tdk tahu bhw dlm Mazmur [13: 2, 4 & 6] -ayat asli sumber dari seruan itu- kata "Eloi" tsb dituliskan "YHVH"?
3. apakah Kristus juga tdk tahu, bhw dlm Septuaginta, kata2 YHVH dlm ayat2 tsb diterjemahkan ber-turut2 sbg Kurie, Kurion & Kurios?
yg terpenting bagi anda:
a. apakah anda tahu bhw kata2 Aram: Eloi, Elah atau Eloah & Allaha merujuk kpd Person yg sama, hanya scr etymologis bentuk katanya berbeda dlm dialek Peshitta[Aramaic] Utara atau Peshitto Selatan, atau semata krn perubahan morfologis semantis?
b. kalau Kristus yg kita percayai sbg 'The Son of The Living GOD" atau "Entitas Yahweh Yang Lain" tdk keukeuh dgn penulisan Tetragrammaton tsb, apakah kita masih mau meniru cara org Yahudi dan tdk lebih ingin menuruti Kristus [yg notabene ber-KTP Yahudi juga]?
kalau Kristus memang keukeuh, maka Roh Kudus tdk akan menerangi St. Markus utk TETAP MENULIS kata "Eloi" instead of "YHVH" dlm Injilnya in the first place....!!!!
dan mestinya hal yg sama berlaku utk seluruh penulis Alkitab Perjanjian Baru [kalau anda percaya mereka memang menulis di bwh bimbingan penerangan Ruach ha Kodesh].
sbg tambahan:
dlm Injil St. Matius, Kristus yg sama malah mengajar murid2-nya utk menyebut YHVH [Entitas diri-Nya yg lain] dgn sebutan Abba dlm doa mereka, instead of segala macam sebutan Adonay ataupun HaShem yg lazim pd masa itu.
btw, saya punya transliterasi doa Bapa Kami tsb lengkap dgn suara bacaannya dlm bhs Aram dlm bentuk screen-saver.
kalau mau anda juga boleh mendengar, melihat & membaca sendiri, bgmn kira2 Kristus pd 2.000 thn yll utk yg pertama-kalinya mengajarkan & melafalkan doa itu bagi para Rasul & murid2 lainnya.
kembali pd pokok soalnya;
bukan masalah apakah penulisan itu perlu dipertahankan atau tidak dgn alasan ini atau itu.
dlm posting saya yg lain sdh saya katakan, silakan saja kalau anda dkk ingin mengganti penulisan tsb [apapun alasannya, meskipun berlawanan dgn data & bukti yg sdh dipaparkan oleh rekan2 lain & a.l. tulisan2 saya].
hal tsb baru menjadi masalah manakala anda meng-kait2-kannya dgn keberatan dari pihak lain. keberatan yg oleh para pakar dikatakan sbg menggelikan sebab tdk disertai dgn bukti2 yg berbobot.
sedangkan bila dipandang scr kronologis historis, bahkan seorg awam yg 'agak' melek sejarahpun tahu, bhw keKristenan sdh dimulai lk 600/700 thn sebelum Islam muncul di jazirah Arab.
jadi sebetulnya 'who imitate whom' ...??? sapa yang niru siapa ...????
makanya sempat saya tanyakan, apakah ada legal-aspect yg diakui sah scr hukum [bila perlu scr Internasional di-paten-kan], pihak mana yg boleh menggunakannya dan pihak mana yg dianggap melanggar penggunaannya!
[kok malah jadi tambah 'estupido' kedengarannya ...!!!]
saya punya sedikit saran. bila anda memang yakin bhw itulah "Keinginan YAHWEH" yg dibisikkan kpd anda dkk P'agum Yahweh, dan anda memang mengimani, bhw hal tsb benar, lakukanlah hal tsb tanpa menabrak etika dgn mem-bawa2 serta pihak lain berupa dukungan, apalagi disertai dgn ancaman ...!!!!!
apakah anda lupa akan kisah Moshe Rabeinu yg di "banned" utk masuk ke Tanah Terjanji krn tdk yakin dgn perintah Yahweh, dan masih merasa perlu mendptkan dukungan dari pihak/hal lain selain Yahweh sendiri?
[kecuali entah siapa yg 'membisikkan' kemauan tsb. toh spt yg kita baca di atas, sikap Kristus sendiri tdk menunjukkan adanya indikasi itu].
akhirnya saya merasa harus mengucap syukur kpd Allah sebab anda menanyakan hal ini.
saya percaya, bhw DIA sendirilah yg menggerakkan pikiran & tangan anda utk menuliskan pertanyaan tsb, shg DIA berkenan memakai saya utk menuliskan hal2 di atas.
tanpa itu, saya sendiri tdk tahu hrs menulis bagaimana dan mulai dari mana.
Hanya DIA lah Yang Maha Tahu ....!!!!!
Gloria ... Gloria in Excelsis DEO ...!
sekian dulu ya pak rabbi ...
v'shalom aleikhem!
|
|
| Back to top |
|
 |
Jonathan Newbie


Joined: Nov 08, 2004 Posts: 24
|
Posted: Sat Nov 20, 2004 5:02 pm Post subject: Re: Bahasa Ibrani dari Allah |
|
Pa Yakub,
Saya sesudah baca semua tulisan or2 diforum ini dan beberapa yg lain.
Kesimpulan saya nama Elohim itu kan dalam bahasa Aram jadi Elah lalu ada yg sebut Eloah, Allaha dst.
Ya mau dikatakan teman diatas itu kalau Tuhan Yesus sendiri yg pasti tahu segala bahasa itu mau menganti nama YHWH di PB menjadi Kurios koq kita yg pengetahuannya sedikit gini malah sok tahu.
Jadi boleh donk kita analogikan begini YHWH = Ellohim dan Ellohim = Allaha = Allah, maka YHWH= Allah. mau analogi juga ke Adonai buntutnya juga sama kata Allah juga. Yg pakai nama ini juga dr jaman Hagar waktu migrasi diusir Abraham, artinya kalau mau pakai metoda hak patent ya kita lebih berhak kaerna duluan koq pakai nama ini. Tapi kan tdk pernah ada protes semacam ini dr pihak Kristen, mau pakai bareng2 ya monggo.
Nah sekarang lagi ngapain kita ribut soal YHWH begini, p'Agung YHWH mau mempersoalkan apa sih???? Lucu sekali toh. Kan sdh jelas sama, kalau memang mau beda ya silahkan saja, tapi ga usah bawa or luar yg ikut setuju dengan kelompok anda. Cukup untuk lingkungan sendiri
Ya ini moment ikut dipakai or2 yg diluar Kristen, terlajur nasi sdh jadi bubur. Jangan2 nanti ada hak patent soal paham Islam yg mirip suruh ganti isi ceritanya. Saya lihat kecenderungan begini sdh biasa dilakukan. Jadi Hati2 dlm bertindak dan berkata, harus pikir panjang sekali
Oh ya satu lagi pa kalau or Islam tidak suka kita sebut Yesus itu Tuhan ya memang itu disemua paham selain Kristen tidak suka juga. Coba lihat di Cina atau negara yg Kristen di kejar2 apa yg mereka minta untuk disangkal pasti suruh bilang menghujat bahwa Tuhan Jesus itu bukan Tuhan kan.
Dan harus diingat perpecahan Kristen & Islam bukan terjadi sek ini tapi sejak Hagar diusir. Tapi waktu Hagar pergi sampai beberapa ratus tahu mereka masih menyebut diri Kristen, baru anak2 keturunannya mulai melenceng akhirnya menyebut diri Islam. Kalau kita pikir kan masih sama juga artinya Islam = Hamba Allah. Siapa kita kan juga Hamba Allah. Jadi seperti saya katakan dibag lain kalau mau cari beda/salah ya banyak, tapi kalau mau cari yg sama/benar jg banyak. Silahkan kita mau akur atau mau cari ribut. Tujuan jadi Hamba Allah mau apa? Hanya memuliakan dan melakuakn kehendak Dia saja kan. Apa nanti di Surga ada yg gontok2an? Pasti or begini sdh ditendang ke neraka.
Note : buat temen2 yg sudah banyak menulis diforum ini saya bersyukur sekali karena menambah pengetahuan saya begitu banyak. Sekali lagi thanks buaaanget. Teruslah menulis karena kita semua dpt banyak pengetahuan baru. Shalom GBU.
Salam,
Jonathan
|
|
| Back to top |
|
 |
atmasvara Newbie


Joined: Nov 08, 2004 Posts: 9
|
Posted: Tue Nov 23, 2004 12:02 pm Post subject: RALAT KUTIPAN MAZMUR |
|
| atmasvara wrote: |
pertanyaannya adlh:
1. kepada siapakah seruan "Eloi" tsb ditujukan? jadi siapakah "Eloi" itu?
2. apakah Kristus tdk tahu bhw dlm Mazmur [13: 2, 4 & 6]-ayat asli sumber dari seruan itu- kata "Eloi" tsb dituliskan "YHVH"?
3. apakah Kristus juga tdk tahu, bhw dlm Septuaginta, kata2 YHVH dlm ayat2 tsb diterjemahkan ber-turut2 sbg Kurie, Kurion & Kurios? |
RALAT:
ada kesalahan yg sangat mengganggu!
pd point no.2 di atas, yg benar sehrsnya: Mazmur 22.
Mazmur yg scr implisit menubuatkan kesengsaraan Kristus, dan dikutip oleh-Nya di atas kayu salib sbg 'reminder' bagi org Yahudi, bhw Dia telah menggenapi nubuatan2 di dalamnya.
tulisan "Eloi" tsb dlm teks transliterasi bhs Ibrani-nya dituliskan sbb:
...`ly `ly lmh jzbtny rxvq mysvjty dbry s`gty. ...
dan dibaca sbb:
"...'Eli 'Eli lamaah`ªzabtaaniy Rachowq miyshuw`aatiy dibrey sha'ªgatiy. ..."
oleh krn-nya, pertanyaan berikutnya [no. 3] meskipun memang benar dmkn adanya [dlm konteks Mazmur 13], menjadi tdk relevan lagi dgn pokok bahasan ini.
saya mohon maaf atas kesalahan ini.
Soli DEO Gloria ...
|
|
| Back to top |
|
 |
inijohan Newbie


Joined: Nov 24, 2004 Posts: 2 Location: Jakarta
|
Posted: Wed Nov 24, 2004 11:06 pm Post subject: Re: Bahasa Ibrani dari Allah |
|
Dear Pak Yakub,
Sejak tanggal 18 November ke mana aja, Pak? Sibuk ya? Mampir dong ke sini lagi, ada posting2 yang belum dijawab, tuh.
Pak,
Just a thought. Jangan jangan ... kesalahan penyebutan nama YHWH inilah yang menyebabkan Indonesia dan seluruh dunia saat ini terpuruk dalam kesulitan-kesulitan dan rupa-rupa masalah. Mungkin Allah, eh ... YAHWEH sedang marah besar ya, Pak? Makanya dia kirim pemimpin fundamentalis seperti George Bush itu untuk menjadi "polisi dunia". Pasti Tuhan sedang marah!
Gimana nggak marah ...
Sudah beratus-ratus tahun orang-orang Kristen salah menyebut nama-Nya!!! Allah, eh ... YAHWEH pasti protes berat, "Namaku YAHWEH, bukan Allah, tauk! Nyebut nama aja nggak becus, gimana mau melaksanakan perintah-perintahKu! Tobat dong, tobat!" Begitulah kira-kira Beliau protes.
Akibatnya, Pak ... orang-orang yang selama ini sudah menjalankan perintah-Nya tapi salah menyebut nama-Nya, mungkin nantinya juga akan Beliau hukum. Apalagi yang masih belum sempurna melaksanakan perintah-Nya. Nah lho! Wah, saya bakalan termasuk dalam golongan orang-orang terhukum dong, kalau begitu.
Pak,
Jangan takut. Don't be afraid. MAJLIS TA`LIM AL-RODD WONOSOBO hanyalah satu dari ribuan atau puluhan bahkan ratusan ribu majlis ta'lim yang ada di Indonesia. Kegusaran mereka nggak ada artinya. It won't change the shape of the universe!
Bahkan, sudah banyak sekali milis di internet (bukan hanya milis Kristen) yang menerima forward-an surat itu dengan berbagai polemik di sekitarnya, dan kemudian bilang bahwa perdebatan ini ... sorry ... is a stupid thing. Useless. Crap. And most of these people - you know what - are Moslems! Most of these people say "Allah" in their prayers. And yet, they don't really mind if we, Christians, also use "Allah" to refer to The Creator. Besides, historically, did we mind if Moslems use Allah - the word that we have been using since a long time ago - to refer to The Creator? We didn't. We don't. We won't!
Because that's exactly the essence of plurality. It's not about claiming what's mine is mine and cannot be yours. But it's about ACCEPTANCE. What's mine is mine, and what yours is yours, but if we share one common thing, let's have a toast and use that one common thing for the benefit of all.
Pak,
Saya mengerti bahwa Bapak mengimani bahwa YAHWEH harus disebut sebagai YAHWEH, dan bukan Allah. That's absolutely fine. Ada juga orang Kristen yang setengah mati nggak setuju sama Bapak. That's absolutely fine. Dan bahkan, kalau ada Muslim yang keberatan orang Kristen bilang Allah, that's also absolutely fine, as long as the objection is conveyed appropriately, with compliance to the positive law. Tapi kalau ada pemaksaan kehendak - bahkan dengan kekerasan, itu namanya melanggar hukum, Pak. Dan ga perlu ada UU Kerukunan Beragama pun, yang namanya kekerasan itu melanggar hukum pidana! Betul?
Pak Yakub, Allah, eh ... YAHWEH mengasihi Anda. Saya pun mengasihi Anda. I know you've been hurt and down trodden by this heavy burden you're carrying on your shoulder. You must be really tired. Kepikbiru and Atmasvara must be really tired, too. Well, I'm also feeling tired myself writing gibberish bulls**t like this.
But let's move on. Let's carry out the task Jesus entrusted to us - the one He gave examples on throughout His life : TO MAKE THIS WORLD A BETTER PLACE!
Guys, sorry if my words sound gibberish and crappy.
Selamat berjuang, Pak Yakub. Tuhanlah yang akan menilai segalanya. TETAP SENYUM!
Wassalam,
Johan
|
|
| Back to top |
|
 |
kepikbiru Newbie


Joined: Nov 08, 2004 Posts: 18
|
Posted: Thu Nov 25, 2004 4:21 am Post subject: Re: Bahasa Ibrani dari Allah |
|
| Quote:: |
| Kepikbiru and Atmasvara must be really tired, too. |
you're right .. I'm tired n I'm retiring myself from further discussion as I see no point in continuing them.
God belss everybody, especially bppk pdt Yakub Soelistio
|
|
| Back to top |
|
 |
eirena Newbie


Joined: Nov 21, 2004 Posts: 7
|
Posted: Fri Nov 26, 2004 4:50 am Post subject: Re: Bahasa Ibrani dari Allah |
|
| inijohan wrote: |
Dear Pak Yakub,
Sejak tanggal 18 November ke mana aja, Pak? Sibuk ya? Mampir dong ke sini lagi, ada posting2 yang belum dijawab, tuh.
Pak,
Just a thought. Jangan jangan ... kesalahan penyebutan nama YHWH inilah yang menyebabkan Indonesia dan seluruh dunia saat ini terpuruk dalam kesulitan-kesulitan dan rupa-rupa masalah. Mungkin Allah, eh ... YAHWEH sedang marah besar ya, Pak? Makanya dia kirim pemimpin fundamentalis seperti George Bush itu untuk menjadi "polisi dunia". Pasti Tuhan sedang marah!
Gimana nggak marah ...
Sudah beratus-ratus tahun orang-orang Kristen salah menyebut nama-Nya!!! Allah, eh ... YAHWEH pasti protes berat, "Namaku YAHWEH, bukan Allah, tauk! Nyebut nama aja nggak becus, gimana mau melaksanakan perintah-perintahKu! Tobat dong, tobat!" Begitulah kira-kira Beliau protes.
Akibatnya, Pak ... orang-orang yang selama ini sudah menjalankan perintah-Nya tapi salah menyebut nama-Nya, mungkin nantinya juga akan Beliau hukum. Apalagi yang masih belum sempurna melaksanakan perintah-Nya. Nah lho! Wah, saya bakalan termasuk dalam golongan orang-orang terhukum dong, kalau begitu.
Pak,
Jangan takut. Don't be afraid. MAJLIS TA`LIM AL-RODD WONOSOBO hanyalah satu dari ribuan atau puluhan bahkan ratusan ribu majlis ta'lim yang ada di Indonesia. Kegusaran mereka nggak ada artinya. It won't change the shape of the universe!
Bahkan, sudah banyak sekali milis di internet (bukan hanya milis Kristen) yang menerima forward-an surat itu dengan berbagai polemik di sekitarnya, dan kemudian bilang bahwa perdebatan ini ... sorry ... is a stupid thing. Useless. Crap. And most of these people - you know what - are Moslems! Most of these people say "Allah" in their prayers. And yet, they don't really mind if we, Christians, also use "Allah" to refer to The Creator. Besides, historically, did we mind if Moslems use Allah - the word that we have been using since a long time ago - to refer to The Creator? We didn't. We don't. We won't!
Because that's exactly the essence of plurality. It's not about claiming what's mine is mine and cannot be yours. But it's about ACCEPTANCE. What's mine is mine, and what yours is yours, but if we share one common thing, let's have a toast and use that one common thing for the benefit of all.
Pak,
Saya mengerti bahwa Bapak mengimani bahwa YAHWEH harus disebut sebagai YAHWEH, dan bukan Allah. That's absolutely fine. Ada juga orang Kristen yang setengah mati nggak setuju sama Bapak. That's absolutely fine. Dan bahkan, kalau ada Muslim yang keberatan orang Kristen bilang Allah, that's also absolutely fine, as long as the objection is conveyed appropriately, with compliance to the positive law. Tapi kalau ada pemaksaan kehendak - bahkan dengan kekerasan, itu namanya melanggar hukum, Pak. Dan ga perlu ada UU Kerukunan Beragama pun, yang namanya kekerasan itu melanggar hukum pidana! Betul?
Pak Yakub, Allah, eh ... YAHWEH mengasihi Anda. Saya pun mengasihi Anda. I know you've been hurt and down trodden by this heavy burden you're carrying on your shoulder. You must be really tired. Kepikbiru and Atmasvara must be really tired, too. Well, I'm also feeling tired myself writing gibberish bulls**t like this.
But let's move on. Let's carry out the task Jesus entrusted to us - the one He gave examples on throughout His life : TO MAKE THIS WORLD A BETTER PLACE!
Guys, sorry if my words sound gibberish and crappy.
Selamat berjuang, Pak Yakub. Tuhanlah yang akan menilai segalanya. TETAP SENYUM!
Wassalam,
Johan |
Shalom, Pak Jacob!
Gimana sudah kehabisan bahan? Tidak mampu menjawab lagi? Biasanya kelompok anda itu, kalau sudah kepepet, mundur dulu, lalu cari-cari bahan lain, mengalihkan masalah, supaya menutupi kelemahan argumen-argumen kelompok anda. Teman-teman seiman, dalam masalah ini kita tidak bisa netral.
1. Bukan soal "nama-Nya adalah Yahwe", lalu secara harfiah kita samakan saja dengan nama Simon, Yakub, Tong tong Sot, dan sebagainya. Tetapi apakah makna "nama" menurut budaya dan teologi Ibrani. Jadi, "Yahwe itulah nama-Ku", tidak sama dengan misalnya: "Yakub itulah Nama-Ku', atau seperti argumen "kurang pintar" anda: "Kalau nama anda EKO, apa mau di Amerika diganti ONE?". Artikel mengenai "Nama Yahwe: Harus Dipertahankan atau Boleh DIterjemahkan?" yang dimuat dalam www.salib.net perlu anda tanggapi dan renungkan. Lalu, jangan dulu Tetap Senyum, sebelum anda mendapatkan jawaban yang pasti yang bisa dipertanggungjawabkan secara historis, teologis, filologi bahasa-bahasa semitik!
Orang lain boleh berkata: "Selamat Berjuang!", tetapi saya bertanya: "Sesungguhnya apa yang sedang anda perjuangkan?" Pekerjaan sisa-sia, menambah beban perpecahan umat Kristiani?
2. Secara yuridis, kalau boleh saya mengamati hebohnya surat Mubaligh se-Indonesia itu, hampir dipastikan itu rekayasa belaka. Karena seorang teman yang wawancara langsung dengan Amien Zein, Ketua Mubaligh se-Indonesia, tidak pernah membuat surat seperti itu bahkan katanya justru anda yang cari dukungan? Lagi pula, kalau cari dukungan carilah ke PB NU, PP Muhammadiyyah misalnya, atau lembaga keumatan yang lebih representatif mewakili Islam. Umat Islam Indonesia itu besar, tidak hanya bisa diwakili dengan lembaga yang namanya anda klaim: "se Indonesia".
3. Konflik Kristen-Islam itu tidak bisa dianggap telanjang sebagai konflik agama, Pak, apalagi hanya dengan penggunaan kata Allah oleh umat Kristen. Sekarang ini, ada sekitar 20 juta orang Kristen Arab yang mengagungkan Yahwe, dalam arti memahaminya sebagai Sang Maha Ada (ehyeh asyer ehyeh, Aku Ada Yang AKu Ada, Ogo eimi ho on) Keluaran 3:14; cf. Wahyu 1:8 yang memuat arti nama Yahwe: "who is, who was, and who is to come), sebagai "satu-satunya sembahan: the God = al-Ilah = Allah, dalam bentuk singkatnya), bukan "dewa Bulan", "dewa air", a la traktatnya Stephen van Natan, atau diktatnya Morrey, Pak. Konflik Kristen-Islam itu itu lebih disebabkan aspek politik (politisasi agama a la Perang Salib masa lalu, atau gerakan-gerakan jihad sekarang), dan justru karena konflik budaya Barat-Timur selama ini. Bukan Yahwe murka, Pak? Haaaaa....haaaaa.....kebengeten anda itu! Karena itu, belajar lagi Pak! Sebelum anda begitu PD menjadi "rabbi" sekte Yahwe.
Sekali lagi, Pak. Berpikirlah yang cerdas, jernih, menimbang-nimbang lagi apa manfaat dan kerugiannya gerakan anda!
Tuhan memberkati kita semua!
|
|
| Back to top |
|
 |
guest07 Newbie


Joined: Nov 21, 2004 Posts: 2
|
Posted: Fri Nov 26, 2004 10:22 am Post subject: Re: Bahasa Ibrani dari Allah |
|
hmmm kayaknya forumnya udah mulai sepi lagi yah..hehe
ini saya orang awam yang ga tawu apa2 dan ga pernah mendalami teologi dan ga ngerti bahasa Ibrani. cuman mau komentar aja
kalo menurut Pak Yakub TUHAN sendiri menghendaki DIA dipanggil YAHWE, ada 1 ilustrasi...
misalnya Pak Yakub punya anak, bapak ingin anak Anda panggil Bapak dengan sebutan papa atau papi atau pa ya kan? kalau misalnya anak Bapak panggil Bapak tanpa sebutan, langsung Yakub saja bagaimana? itu kan kurang ajar. begitu jg misalnya keponakan Bapak manggil Bapak dengan nama saja. itu kalau ada hubungan keluargaa.
nah kalo misalnya di rumah Pak Yakub punya pembantu rumah tangga, pasti dia panggil bapak dengan Tuan atau Pak ya kan? sopan ga kalao pembantu rumah tangga memanggil majikan dengan nama?
begitu jg dengan TUHAN, apakah kita pantas memanggil nama TUHAN sendiri? kita memanggil BAPA karena status kita memang adalah anak ALLAH, tetapi status kita juga adalah hamba!! apakah pantas seorang hamba memanggil Tuannya dengan nama saja.
harap bapak berbijaksana menyikapi dan merenungi dan mempelajari yang sudah Bapak pikirkan.
menurut saya, yang penting bukan bagaimana kita memanggil Allah, tetapi sikap hati kita dalam bergaul dan menyembah Allah, dan juga bagaimana kita bersandar kepada Dia dalam hidup kita.
terima kasih
|
|
| Back to top |
|
 |
inijohan Newbie


Joined: Nov 24, 2004 Posts: 2 Location: Jakarta
|
Posted: Fri Nov 26, 2004 9:03 pm Post subject: Re: Bahasa Ibrani dari Allah |
|
| eirena wrote: |
Lalu, jangan dulu Tetap Senyum, sebelum anda mendapatkan jawaban yang pasti yang bisa dipertanggungjawabkan secara historis, teologis, filologi bahasa-bahasa semitik!
Orang lain boleh berkata: "Selamat Berjuang!", tetapi saya bertanya: "Sesungguhnya apa yang sedang anda perjuangkan?" Pekerjaan sisa-sia, menambah beban perpecahan umat Kristiani?
|
Dear Eirena, Pak Yakub, dan rekan-rekan semua,
Saya menulis tulisan untuk Pak Yakub, sebagai sebuah ajakan bagi Beliau, untuk move one step ahead. Selama ini, yang Beliau perjuangkan (dan terus terang, maaf, yang kebanyakan dari kita perdebatkan di forum ini), masih berkutat pada masalah-masalah teknis-teologis, tetapi belum menuju muaranya : teologi kontekstual.
Saya kira kekurangan (kalau tidak bisa dibilang "kegagalan") dari "perjuangan" Pak Yakub adalah ketidakmampuannya untuk membawa teologi "Nama YAHWEH" ini kepada realitas kekinian yang justru secara real dihadapi oleh kita semua. Singkat kata, Pak Yakub terlalu banyak menguraikan aspek teknis dari topik ini, tapi lupa untuk merefleksikan secara teologis, apa implikasi nyata dari penyebutan nama YAHWEH ini. Kalau saja refleksi teologis-kontekstual ini lebih diperhatikan oleh Pak Yakub, maka mungkin akan lebih banyak orang yang bisa menerima (meskipun belum tentu sepakat dengan) pendapatnya.
Sebetulnya, refleksi teologis dari penyebutan nama YAHWEH ini, justru bisa ditarik dari arti nama itu sendiri. Sebagaimana nama EKO (nama favorit Pak Yakub) merefleksikan dirinya sebagai ANAK PERTAMA, nama EKO juga mencerminkan pengharapan orang tuanya (sebagai pemberi nama) bahwa EKO akan bisa menampilkan NILAI-NILAI KEUTAMAAN HIDUP. Mungkin juga, orang tuanya berharap bahwa si EKO akan dilihat oleh orang lain sebagai ORANG YANG UTAMA. Ini terlepas dari kenyataan bahwa si EKO kemudian malah jadi pelawak sekaligus presenter kondang, temannya Parto dan Akri ... ;-)
Begitu pula, saat kita mengingat nama YAHWEH, sebagaimana sudah Eirena sebut sendiri, itu tentunya mencerminkan karakter YAHWEH, dalam hal ini Ke-Mahaberada-anNya. Dan itu kemudian seharusnya ditarik lagi ke dalam kehidupan kita, di mana kita diharapkan untuk selalu tampil sebagaimana kita adanya, dan selalu siap untuk berada/hadir bagi orang lain. Lebih luas lagi, orang Kristen harus selalu siap hadir sebagai teladan firman Tuhan - sebagai penentang ketidakadilan, sebagai pembela kaum miskin yang termarjinalkan, sebagai sahabat para pelacur yang digelandang aparat, sebagai penolong para pengemis yang dipukuli Kamtib, sebagai pendakwa para koruptor, sebagai musuh pelaku illegal logging, sebagai pembongkar kolusi-kolusi jahat, sebagai pengusung aksi kemanusiaan, sebagai penjaga lestarinya ciptaan, sebagai penghajar teroris, sebagai pejuang anti politik unilateralisme ala Bush! Itu baru namanya PEJUANG YAHWEH SEJATI!
Ini hanya contoh saja, lho - bahwa suatu rumusan teologis seharusnya memiliki refleksi teologis-kontekstual yang berimplikasi pada perwujudan iman Kristen SECARA KONGKRET dalam konteks masa kini. Teologi tanpa refleksi teologis dalam konteks masa kini adalah teologi usang, yang - maaf - sudah mati.
Hal-hal lain yang perlu dicermati oleh Pak Yakub, sebagai masukan dari saya adalah :
Adalah biasa dalam dunia teologi (sebagaimana dalam dunia filsafat atau science), bahwa satu teologi akan dikritisi melalui teologi yang lain. Jadi, Pak Yakub nggak perlu kuatir kalau teologinya dikritik atau dihujat. Itu seharusnya justru akan makin memperkaya, menyempurnakan dan mematangkan teologinya sendiri. Jadi, berteologi harus selalu dilihat sebagai proses. Dalam proses itu, jangan berhenti belajar hal-hal baru ya, Pak. :-)
Pak Yakub pernah bilang bahwa teologinya ini akan mampu merukunkan umat Kristen dan Islam. Ini muuuuungkin saja benar, tetapi sejauh ini, kita terus terang belum melihat hasilnya. Yang ada justru perpecahan yang makin meluas di antara umat Kristen sendiri. Jadi, Pak Yakub juga harus belajar risk management dalam berteologi. Kalau resikonya terlalu tinggi, lebih baik teologi ini untuk konsumsi kalangan jemaat Bapak sendiri saja, Pak. Jangan untuk konsumsi umum - bisa berabe. Jangan sampai tujuannya konstruktif, tapi yang didapat (buahnya) justru destruktif. Yesus pernah bilang, segala sesuatu - baik atau buruk - dinilai dari buahnya, kan?
Maaf ya, Pak. Ini agak personal. Saya harap Bapak nggak tersinggung. Menurut saya Bapak agak naif dalam berteologi praktis tentang nama YAHWEH ini. Saya bilang naif, karena menurut pengamatan saya dari pengakuan Bapak sendiri, Bapak mau-mau aja dilempar ke sana ke mari oleh orang-orang dan organisasi-organisasi yang nggak jelas representasinya terhadap umat Islam. Apa signifikansinya Bapak bicara di depan Jihad? Kalau Bapak nggak mau, Bapak boleh menolak, kok. Kalau diancam, lapor saja polisi. Jihad itu nggak representatif terhadap umat Islam di Indonesia. Mereka sama sekali nggak ilmiah kok - sama saja kayak FPI, MMI, atau bahkan JI. Atau seperti kata Eirena, naikkan saja masalah ini ke organisasi yang lebih besar dan lebih representatif, seperti NU, Muhammadiyah, atau MUI. Atau kalau Bapak mau yang lebih ilmiah dan liberal, kontak saja Jaringan Islam Liberal (JIL) di www.islamlib.com. Mereka sangat ilmiah, terbuka dan pluralis. Lagipula, PGI, KWI, LAI, LBI, dan Bimas Kristen juga punya banyak ahli-ahli bahasa, biblika, historika, etika, dll., yang bisa diandalkan dan dipercaya untuk menjaga teologi kita secara hukum, kok. You don't have to be the hero, Pak. Just be yourself.
Buat Eirena :
Saya bilang, "Tetap senyum!", karena senyum adalah obat terbaik bagi siapapun, tidak terkecuali Anda dan Pak Yakub. Senyum dong, Eirena. You look better that way.
Cheerz everyone,
Johan
|
|
| Back to top |
|
 |
|
|
You cannot post new topics in this forum You cannot reply to topics in this forum You cannot edit your posts in this forum You cannot delete your posts in this forum You cannot vote in polls in this forum You cannot attach files in this forum You can download files in this forum
|
|