 Welcome Anonymous
Membership:
 Latest: agus.soetopo
 New Today: 0
 New Yesterday: 0
 Overall: 1525
People Online:
 Members: 0
 Visitors: 1
 Bots: 2
 Staff: 0
Staff Online:No staff members are online!
Last 10 Forum Messages
We have received 5087118page views since April 2004
Copy and paste the text below to insert the button displayed above on your site. Thanks for your support!
|
| Forum dan Diskusi > > Kekristenan > > Konseling > > Onani/********** | |
Onani/**********Punya masalah yang belum terpecahkan dan bingung mau minta nasihat ke siapa? Cobalah bagikan di sini, entar rekan-rekan kita akan membantu dengan memberikan nasihatnya.
Go to page 1, 2, 3 Next
| View previous topic :: View next topic |
| Author |
Message |
Visitor Guest

|
Posted: Fri Oct 22, 2004 11:34 pm Post subject: Onani/********** |
|
Saya pertama pacaran usia 17th, kelas 2 SMU..saat itulah saya pertama kenal ciuman, hingga sampai petting...Diawali kami hanya bercumbu (ciuman), namun tiba2 saya seperti merasa ada sesuatu yg hendak 'keluar', dan akhirnya 'keluar', dan itulah pertama kali merasakan rasanya......hingga kemudian saya mencari-cari gimana bisa mengulangi hal itu, yang membuat kami kemudia pelan2 melakukan petting...3th pacaran kami putus..dan kebiasaan itu saya teruskan melalui onani..sampai saya punya pacar yg terkakhir, saya kembali melakukan itu. Kini saya sudah Kristen dan punya pacar seorang Kristen. Dan saya berniat utk tidak melakukan hal2 tsb lagi. Dan selama 2 bulan kami pacaran, saya hanya sekedar menggandeng tangannya saja. Gak lebih. Saya berusaha menahan godaan yang begitu tinggi..kesempatan selalu ada, mengingat pacar sayapun memiliki latar belakang hubungan dgn mantannya yg hampir sama dengan saya, namun tidak sampai petting, hanya sebatas necking..Dia berniat utk tidak seperti itu lagi. Dia mengultimatum saya, kalo sampai saya mencium sedikit saja bagian di wajahnya (manapun itu), dia akan memutuskan saya. Ngeri juga sih...tapi bagus..
Namun kini saya punya pergumulan menahan hasrat yg cukup tinggi...ditambah pergumulan dalam pekerjaan dan pelayanan, juga keluarga...membuat saya suatu hari kembali ber-onani..setelah itu memang ada semacam 'rasa plong', tapi saya seperti berdosa sekali...hal itu kembali beberapa kali terulang...
Saya sekarang 26th, dan pacar saya 20th, masih semester 3...kemungkinan kami menikah harus menunggu dia selesai dan dapat pekerjaan...
Saya coba perbanyak aktivitas..tiap minggu saya coba olah raga (renang) sepulang kerja...tapi 'kegiatan' onani itu justru saya lakukan di kantor...karena memang saya gak ada kerjaan...jadi seringkali saya menyibukkan diri dengan membaca alkitab, or buku2 rohani lainnya...tapi ada limitnya dimana kemudian kejenuhan itu datang...
Ada yang bisa bantu saya...???
|
|
| Back to top |
|
 |
Topan Guest

|
|
| Back to top |
|
 |
mahesa.jenar Newbie


Joined: Oct 22, 2004 Posts: 25
|
Posted: Mon Oct 25, 2004 4:44 pm Post subject: Re: Onani/********** |
|
| Visitor wrote: |
Saya pertama pacaran usia 17th, kelas 2 SMU..saat itulah saya pertama kenal ciuman, hingga sampai petting...Diawali kami hanya bercumbu (ciuman), namun tiba2 saya seperti merasa ada sesuatu yg hendak 'keluar', dan akhirnya 'keluar', dan itulah pertama kali merasakan rasanya......
|
semua dosa berawal dari dosa yang terlihat kecil,
seorang pembunuh tidak langsung menjadi pembunuh,tp mungkin aza dr seorang pencopet,trus masih kurang puas dengan hasilnya dia menjadi perampok,pas lagi ngerampok dia ketahuan,dan akhirnya sang korban pun dibunuh,setelah jadi pembunuh karena terpaksa dia masuk penjara,dipenjara dia ketemu dengan pembunuh kelas kakap,akhirnya mendapat "ilmu baru" akhirnya dia menjadi pambunuh bayaran profesional.
demikian dengan juga dengan dosa ketidak kudusan dosa itu dimulai dengan hal2 kecil,pegangan tangan,bergandengan,rangkulan,ciuman,petting,onani yang pada akhirnya karena semua itu tidak dapat memuaskan akan dilanjutkan dengan hubungan badan.
| Visitor wrote: |
h Kristen dan punya pacar seorang Kristen. Dan saya berniat utk tidak melakukan hal2 tsb lagi. Dan selama 2 bulan kami pacaran, saya hanya sekedar menggandeng tangannya saja. Gak lebih. Saya berusaha menahan godaan yang begitu tinggi..kesempatan selalu ada, mengingat pacar sayapun memiliki latar belakang hubungan dgn mantannya yg hampir sama dengan saya, namun tidak sampai petting, hanya sebatas necking..Dia berniat utk tidak seperti itu lagi. Dia mengultimatum saya, kalo sampai saya mencium sedikit saja bagian di wajahnya (manapun itu), dia akan memutuskan saya. Ngeri juga sih...tapi bagus..
|
kalo udah ada niat itu sangat bagus,Bapa akan membantu.
| Visitor wrote: |
Saya coba perbanyak aktivitas..tiap minggu saya coba olah raga (renang) sepulang kerja...tapi 'kegiatan' onani itu justru saya lakukan di kantor...karena memang saya gak ada kerjaan...jadi seringkali saya menyibukkan diri dengan membaca alkitab, or buku2 rohani lainnya...tapi ada limitnya dimana kemudian kejenuhan itu datang...
Ada yang bisa bantu saya...??? |
aktivitas tidak akan membantu kita untuk "menstop kebiasan buruk kita"
karena anda ber2 sudah bersepakat untuk berpacaran sebaiknya kalian mengikuti komunitas pasangan(apakah digereja kalian ada?)
kalian bisa saling shering&menguatkan.
| Topan wrote: |
Jujur aja, gue juga lakukan. Pertama sih ada rasa bersalah tapi lama-kelamaan keterusan dan jadi kebal. Pengin tahu apa onani itu berdosa? Ini kan kebutuhan logis pria jantan?
|
itu bukan kebutuhan logis pria jantan,tapi itu adalah KEINGINAN NAFSU
jangankan untuk berbuat,masih dalam pikiran kita aza itu udah merupakan awal dari dosa.
--------------------
Gbu
HoliBryan
Peace,Joy&Love
--------------------
|
|
| Back to top |
|
 |
Topan Guest

|
Posted: Wed Oct 27, 2004 3:16 am Post subject: Re: Onani/********** |
|
Kalau misalnya orang yang ********** karena jauh dari istri kan gak pa2?
|
|
| Back to top |
|
 |
mahesa.jenar Newbie


Joined: Oct 22, 2004 Posts: 25
|
Posted: Wed Oct 27, 2004 9:18 pm Post subject: Re: Onani/********** |
|
| Topan wrote: |
| Kalau misalnya orang yang ********** karena jauh dari istri kan gak pa2? |
Dear Mas Topan Yth,
saya tanya ya..
melakukannya neh..ngebayangin siapa?ngebayangin istri ato ngebayangin britni spret,j-lo,bionse,dian sastro,titi kamal dll????ato masurbasinya tanpa ngebayangin???hebat sekali
onestly sypun dulu juga sering mastur..,tp krn ngebayanginnya bukan sama pasangan(istri/suami) kita ya..tetep aza-lah dosa..
ini aza jawaban dr saya..dah ngerti khan..apapun alasanya onani/********** sin is sin..
---------------------
Gbu
HoliBryan
Peace,Joy&Love
---------------------
|
|
| Back to top |
|
 |
Topan Guest

|
Posted: Thu Oct 28, 2004 4:16 pm Post subject: Re: Onani/********** |
|
Menurut berita di sini:
www.kapanlagi.com/a/0000000177.html
onani baik untuk kesehatan.
Cuplikannya begini:
Sering melakukan ********** akan berdampak baik bagi kesehatan seksual Anda.
Penelitian yang dilakukan Cancer Council Victoria, Australia menemukan bahwa pria yang berusia antara 20 dan 50 tahun yang sering ejakulasi cenderung kurang menderita penyakit yang banyak mengancam jiwa setengah juta pria di dunia setiap tahunnya.
Survei yang dilakukan pada 1.079 pasien kanker prostat dan 1.259 pria sehat menunjukkan bahwa mereka yang sering melakukan ********** atau berhubungan seks paling tidak sekali setiap harinya pada usia 20-an terbukti sepertiga tak mengalami gangguan.
“Namun untuk kaum pria di usia 50-an memang hal tersebut sulit dilakukan,” ujar Graham Giles yang memimpin penelitian tersebut pada Reuters. Namun ********** bukanlah hal yang buruk bagi Anda, aku tak percaya dengan teori buta, dan larangan yang melawan ejakulasi bukan berdasarkan ilmu pengetahuan.”
Penelitian yang dilakukan pada tahun 1994 dan 1998 memang masih dianalisa, sayangnya penelitian tersebut tak difokuskan pada **********. Namun bagian terbesar dari penelitian tersebut adalah meminta para partisipan untuk menceritakan kehidupan seksual mereka selain ********** dan kemudian menganalisa jawaban mereka.
Giles menghubungkan penemuan tersebut dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa para pastor Katolik Roma sedikitnya 30% menderita kanker prostat, namun penelitian juga menyebutkan jika seringnya berganti–ganti pasangan juga menaikkan risiko tersebut.
Sebuah teori menyebutkan bahwa air mani (cairan semen) memiliki efek carcinogenic pada barisan sel di saluran prostat yang tak menimbulkan kemerahan diluar saluran saat ejakulasi.
Riset tersebut diterbitkan oleh British Journal of Urology International.
SO????
|
|
| Back to top |
|
 |
mahesa.jenar Newbie


Joined: Oct 22, 2004 Posts: 25
|
Posted: Fri Oct 29, 2004 4:47 pm Post subject: Re: Onani/********** |
|
| Topan wrote: |
Menurut berita di sini:
www.kapanlagi.com/a/0000000177.html
onani baik untuk kesehatan.
Cuplikannya begini:
Sering melakukan ********** akan berdampak baik bagi kesehatan seksual Anda.bla..bla..bla...
SO???? |
Mas Topan Yth,
Ilmu kesehatan juga berbicara :
ponsel bila ditaruh dikantong celana tidak baik untuk sperma,bisa membuat kemandulan.
bagaimana kita menyikapi masalah ini?pindahkan ponsel ke kantung baju?gantungin dileher?Its Up to US!!!
menanggapi mastrubasi baik untuk kesehatan?Its Up to Us!!!
buwat saya begini :
kita sebagai anak Tuhan harus menaruh standar lebih tinggi dari sekuler.
kl sekuler bilang ********** baik untuk kesehatan...saya akan bilang Firman Tuhan baik untuk rohani saya,setelah baca FT iman sy bilang ********** tidak benar buat saya.
jadi harus dipisahkan antara apa yang BAIK menurut Sekuler dengan Apa yang BENAR menurut Firman Tuhan.
------------------------------------------
Gbu
HoliBryan
Peace,Joy&love
Contact : mahesa.jenar @ gmail.com
------------------------------------------
|
|
| Back to top |
|
 |
jamez.rhema Guest

|
Posted: Fri Oct 29, 2004 6:32 pm Post subject: Re: Onani/********** |
|
Setuju! anda hidup harus memiliki standar yang lebih tinggi. Jangan asal oke aja dengan pernytaan dunia ini. Memang ada sedikit kontroversi di kalangan umat Tuhan mengenai apakah boleh onani ataukah tidak. Jawaban mahessa udah pas.
|
|
| Back to top |
|
 |
ishak Guest

|
Posted: Sat Oct 30, 2004 6:22 am Post subject: Re: Onani/********** |
|
**********/Onani
I. Definisi
********** adalah sebuah perbuatan rangsangan diri terhadap alat kelamin untuk mencapai kepuasan atau orgasme. Perbuatan ini dapat memakai alat bantu atau tanpa alat Bantu, dapat terjadi bagi wanita atau pria. Juga dapat terjadi bagi remaja, orang muda bahkan orang dewasa.
II. Fakta & data.
1. Alfred Kinsley dari USA melaporkan dari survey yang dibuat terhadap
2500 orang berumur antara 35-45 tahun didapati kenyataan 93% pria & 62% wanita pernah melakukan **********.
2. Di New York dan Chicago, ketika University of Chicago & New York
Times mensurvey 3.432 di antara usia 18-59 dan menjumpai 60% dan 40% wanita melakukan ********** rutin dalam setahun tersebut.
3. Di Eropa pada tahun 1976, terhadap survey terhadap 2000 orang
anak-anak SMA hasilnya 90% pria melakukan ********** dan 48% melakukannya.
4. Di Asia pada tahun 1980, terdapat survey terhadap 10.000 orang
anak-anak SMP dan SMA hasilnya 89% pria melakukan ********** & 53% wanita melakukannya.
5. Di Indonesia, sebuah survey yang dilaksanakan di 7 kota besar di
Indonesia menunjukkan hasil 93% pria dan 56% wanita melakukan
**********.
III. Penyebab **********.
1. Masa pubertas yang tidak dipersiapkan; masa pubertas adalah masa
di mana organ-organ sex dan reproduksi seorang remaja, mulai aktif. Tanpa persiapan yang benar sesuai dengan Firman Allah, hasil penjelasan
Gereja & Keluarga, maka keberadaan pubertas ini tidak terkendali.
2. Rangsangan yang berlebihan; tiap-tiap organ sex pemuda/remaja
hanya dapat menampung "rangsangan" dalam kapasitas yang wajar. Namun bacaan "tidak senonoh", memandang dan memikirkan yang "tidak senonoh" dari tubuh lawan jenis, mendengar hal-hal "tidak senonoh" menjadi "rangsangan yang berlebihan."
3. Pandangan yang keliru, bahwa ********** adalah cara aman untuk
melepaskan diri dari perzinahan. Atau juga ********** membuat seorang
dapat hidup lebih tenang dan dewasa.
4. Terpengaruh dengan pembicaraan tentang **********, bahwa hal
tersebut menyenangkan dan sangat normal untuk dilakukan, tidak berdosa dan aman.
IV. Akibat-akibat **********:
1. Rasa bersalah.
2. Terikat dengan hal-hal seksual lebih dalam lagi.
3. Tertutup dengan lawan jenis atau sebaliknya sangat aktif.
4. Kerusakan alat-alat kelamin/reproduksi.
5. Kerusakan pandangan tentang sex, bahwa sex hanyalah alat rekreasi
an sesuatu yang penuh dengan hawa nafsu.
V. Kesulitan bebas dari **********.
1. Pandangan ahli yang berkata: "Itu hal normal."
2. Dilakukan sendiri (tidak diketahui oleh orang lain).
3. Seorang yang sudah terikat perlu mendisiplin diri.
4. Menganggap hal tersebut adalah "baik" dibandingkan melakukan sex bebas.
5. Dianggap sebagai jalan keluar dari sebuah masalah.
VI. Pandangan firman Tuhan.
1. Asal kata onani:
Kej. 38:6-10: "Sesudah itu Yehuda mengambil bagi Er, anak sulungnya,
sorang isteri, yang bernama Tamar. Tetapi Er, anak sulung Yehuda itu,
adalah jahat di mata Tuhan, maka Tuhan membunuh dia. Lalu berkatalah
Yehuda kepada o***: "Hampirilah isteri kakakmu itu, kawinlah dengan dia sebagai ganti kakakmu dan bangkitkanlah keturunan bagi kakakmu." Tetapi Onani tahu, bahwa bukan ia yang empunya keturunan itu nanti, sebab itu setiap kali ia menghampiri isteri kakaknya itu, ia membiarkan maninya terbuang, supaya ia jangan memberi keturunan kepada kakaknya. Tetapi yang dilakukannya itu jahat di mata Tuhan, maka Tuhan membunuh dia juga."
2. Air mani tidak dapat sembarangan tumpah.
Imamat 15:16: Apabila seorang laki-laki tertumpah maninya, ia harus
membasuh seluruh tubuhnya dengan air dan ia menjadi najis sampai
matahari terbenam."
3. Jangan membangkitkan gairah nafsu:
Kidung Agung 2:7: "Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi
kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu
membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!"
4. Memikirkan sama dengan melakukan.
Matius 5:28: "Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang
memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya."
5. Pikiran yang dapat menajiskan.
Markus 7:20-23: "KataNya lagi:"Apa yang keluar dari seseorang, itulah
yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."
6. Pikiran kita harus dikendalikan:
II Kor. 10:5: "Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan
setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukannya kepada Kristus."
VII. Bebas dari **********.
1. Ingatlah dan sadari bahwa ********** itu dosa di hadapan Allah.
2. Ingatlah dan sadari bahwa ********** tidak memiliki manfaat
positif.
3. Ingat dan sadar bahwa kamu dapat bebas.
4. Mohon pertolongan dari Roh Kudus.
5. Jangan masukkan ke dalam pikiran dan hidup hal-hal yang
membangkitkan rangsangan.
6. Jaga pergaulan.
VIII. Penutup.
Jumlah orang yang melakukan, tidak membuat Allah memaafkan
pelanggaran kita; tetapi pertobatan akan melepaskan kita..
Sumber dari milis tetangga
Semoga bermanfaat.
GBU
Ishak
|
|
| Back to top |
|
 |
putri Guest

|
|
| Back to top |
|
 |
posma Guest

|
Posted: Sat Apr 23, 2005 10:13 am Post subject: Re:euthanasia |
|
| ishak wrote: |
**********/Onani
I. Definisi
********** adalah sebuah perbuatan rangsangan diri terhadap alat kelamin untuk mencapai kepuasan atau orgasme. Perbuatan ini dapat memakai alat bantu atau tanpa alat Bantu, dapat terjadi bagi wanita atau pria. Juga dapat terjadi bagi remaja, orang muda bahkan orang dewasa.
II. Fakta & data.
1. Alfred Kinsley dari USA melaporkan dari survey yang dibuat terhadap
2500 orang berumur antara 35-45 tahun didapati kenyataan 93% pria & 62% wanita pernah melakukan **********.
2. Di New York dan Chicago, ketika University of Chicago & New York
Times mensurvey 3.432 di antara usia 18-59 dan menjumpai 60% dan 40% wanita melakukan ********** rutin <B style="color:black;background-color:#A0FFFF">dalam</B> setahun tersebut.
3. Di Eropa pada tahun 1976, terhadap survey terhadap 2000 orang
anak-anak SMA hasilnya 90% pria melakukan ********** dan 48% melakukannya.
4. Di Asia pada tahun 1980, terdapat survey terhadap 10.000 orang
anak-anak SMP dan SMA hasilnya 89% pria melakukan ********** & 53% wanita melakukannya.
5. Di Indonesia, sebuah survey yang dilaksanakan di 7 kota besar di
Indonesia menunjukkan hasil 93% pria dan 56% wanita melakukan
**********.
III. Penyebab **********.
1. Masa pubertas yang tidak dipersiapkan; masa pubertas adalah masa
di mana organ-organ sex dan reproduksi seorang remaja, mulai aktif. Tanpa persiapan yang benar sesuai dengan Firman Allah, hasil penjelasan
Gereja & Keluarga, maka keberadaan pubertas ini tidak terkendali.
2. Rangsangan yang berlebihan; tiap-tiap organ sex pemuda/remaja
hanya dapat menampung "rangsangan" <B style="color:black;background-color:#A0FFFF">dalam</B> kapasitas yang wajar. Namun bacaan "tidak senonoh", memandang dan memikirkan yang "tidak senonoh" dari tubuh lawan jenis, mendengar hal-hal "tidak senonoh" menjadi "rangsangan yang berlebihan."
3. <B style="color:black;background-color:#99ff99">Pandangan</B> yang keliru, bahwa ********** adalah cara aman untuk
melepaskan diri dari perzinahan. Atau juga ********** membuat seorang
dapat hidup lebih tenang dan dewasa.
4. Terpengaruh dengan pembicaraan tentang **********, bahwa hal
tersebut menyenangkan dan sangat normal untuk dilakukan, tidak berdosa dan aman.
IV. Akibat-akibat **********:
1. Rasa bersalah.
2. Terikat dengan hal-hal seksual lebih <B style="color:black;background-color:#A0FFFF">dalam</B> lagi.
3. Tertutup dengan lawan jenis atau sebaliknya sangat aktif.
4. Kerusakan alat-alat kelamin/reproduksi.
5. Kerusakan <B style="color:black;background-color:#99ff99">pandangan</B> tentang sex, bahwa sex hanyalah alat rekreasi
an sesuatu yang penuh dengan hawa nafsu.
V. Kesulitan bebas dari **********.
1. <B style="color:black;background-color:#99ff99">Pandangan</B> ahli yang berkata: "Itu hal normal."
2. Dilakukan sendiri (tidak diketahui oleh orang lain).
3. Seorang yang sudah terikat perlu mendisiplin diri.
4. Menganggap hal tersebut adalah "baik" dibandingkan melakukan sex bebas.
5. Dianggap sebagai jalan keluar dari sebuah masalah.
VI. <B style="color:black;background-color:#99ff99">Pandangan</B> firman Tuhan.
1. Asal kata onani:
Kej. 38:6-10: "Sesudah itu Yehuda mengambil bagi Er, anak sulungnya,
sorang isteri, yang bernama Tamar. Tetapi Er, anak sulung Yehuda itu,
adalah jahat di mata Tuhan, maka Tuhan membunuh dia. Lalu berkatalah
Yehuda kepada o***: "Hampirilah isteri kakakmu itu, kawinlah dengan dia sebagai ganti kakakmu dan bangkitkanlah keturunan bagi kakakmu." Tetapi Onani tahu, bahwa bukan ia yang empunya keturunan itu nanti, sebab itu setiap kali ia menghampiri isteri kakaknya itu, ia membiarkan maninya terbuang, supaya ia jangan memberi keturunan kepada kakaknya. Tetapi yang dilakukannya itu jahat di mata Tuhan, maka Tuhan membunuh dia juga."
2. Air mani tidak dapat sembarangan tumpah.
Imamat 15:16: Apabila seorang laki-laki tertumpah maninya, ia harus
membasuh seluruh tubuhnya dengan air dan ia menjadi najis sampai
matahari terbenam."
3. Jangan membangkitkan gairah nafsu:
Kidung Agung 2:7: "Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi
kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu
membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!"
4. Memikirkan sama dengan melakukan.
Matius 5:28: "Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang
memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di <B style="color:black;background-color:#A0FFFF">dalam</B> hatinya."
5. Pikiran yang dapat menajiskan.
Markus 7:20-23: "KataNya lagi:"Apa yang keluar dari seseorang, itulah
yang menajiskannya, sebab dari <B style="color:black;background-color:#A0FFFF">dalam</B>, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari <B style="color:black;background-color:#A0FFFF">dalam</B> dan menajiskan orang."
6. Pikiran kita harus dikendalikan:
II Kor. 10:5: "Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan
setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukannya kepada Kristus."
VII. Bebas dari **********.
1. Ingatlah dan sadari bahwa ********** itu dosa di hadapan Allah.
2. Ingatlah dan sadari bahwa ********** tidak memiliki manfaat
positif.
3. Ingat dan sadar bahwa kamu dapat bebas.
4. Mohon pertolongan dari Roh Kudus.
5. Jangan masukkan ke <B style="color:black;background-color:#A0FFFF">dalam</B> pikiran dan hidup hal-hal yang
membangkitkan rangsangan.
6. Jaga pergaulan.
VIII. Penutup.
Jumlah orang yang melakukan, tidak membuat Allah memaafkan
pelanggaran kita; tetapi pertobatan akan melepaskan kita..
Sumber dari milis tetangga
Semoga bermanfaat.
GBU
Ishak |
|
|
| Back to top |
|
 |
JRL Guest

|
Posted: Wed Apr 27, 2005 4:33 pm Post subject: Re: Onani/********** |
|
Wah saya tertarik nih dgn perbincangan yg banyak pro & kontra. ada cerita yg benar2 nih mohon tanggapannya. Ada suami istri. Istri nya merasa stress punya 2 anak krn cape & kurang tidur & spt nya trauma utk punya anak lagi. Ketakutannya membuat ia sangat sulit utk diajak berhubungan sex. Padahal suaminya setiap malam tidur dgn yg bungsu & buatin susu kalau tengah malam bangun. Walaupun sdh minum pil kb tapi tetap aja masih takut tapi si istri juga ngga mau steril. Istri itu juga pengin pindah ke Bdg spy dekat ortu shg bisa mendapat bantuan dlm mengurus anak sdgkan suami tdk mau krn di Bdg ngga tahu mesti kerja apa kalaupun ada tawaran gajinya kecil sekali. Tapi si istri memberi ultimatum kalau ngga ke bdg ngga ada hubungan sex. Utk mengatasi keinginan sexualnya suami itu melakukan onani sambil memandangi foto istrinya. Dia tidak menceritakan hal ini ke istrinya krn istrinya beranggapan laki2 nafsunya gede padahal suaminya itu ngga sebulan sekali berhubungan sex bahkan bisa berbulan-bulan tidak berhubungan. Apakah perbuatan suami nya dapat diterima?
|
|
| Back to top |
|
 |
Saradiart Newbie


Joined: Feb 25, 2005 Posts: 1 Location: Jakarta
|
Posted: Fri May 13, 2005 9:56 pm Post subject: Re: Onani/********** |
|
INTINYA, **********/ONANI ITU DOSA BESAR!! NGAPAIN NGELAKUIN GITUAN...MENDINGAN KERJAIN KERJAAN LAEN YANG LEBIH EFEKTIFFF UNTUK KEHIDUPAN MASA DEPAN....BLAJAR KEK,BERINTERAKSI MA ORANG KEK, JALAN2 KE MALL KEK....GA ADA KERJAAN BANGET SEE LOO ORANG PADA **********/ONANII......"kurang cerdas"!DIBODOOIN AMA DIGODAIN IBLIS AJA MAOO!!!!
|
|
| Back to top |
|
 |
byte_inC Newbie


Joined: Sep 08, 2005 Posts: 54
|
Posted: Wed Sep 21, 2005 11:54 am Post subject: Re: Onani/********** |
|
Yang bisa memberhentikan kegiatan konyol itu nggak ada yang bisa !!!
Berrdasarkan pengalamanku, kalau mau berhenti harus punya komitmen dari diri sendiri.
Ini pengalamanku.
Waktu masih pacaran aku juga sering lakukan itu.
Sampai suatu saat aku sadar dan ingin berhenti.
Aku ngomong sama Tuhan.
"Tuhan,...ampuni aku, aku janji nggak akan melakukan lagi. Kalau aku mengulanginya.... Engkau boleh memutuskan hubunganku dengan dia..."
Karena aku sdh ngomong gitu dan memang aku takut kehilangan pacar...
ya akhirnya sampai sekarang bisa STOP.
He....he... si dia dah jadi my lovely wife......
Dari pada melakukan hal itu mending NIKAH aja.... beres...!!!!!!!!!!
|
|
| Back to top |
|
 |
not now Guest

|
Posted: Mon Nov 07, 2005 10:19 pm Post subject: Re: Onani/********** |
|
| Saradiart wrote: |
| INTINYA, **********/ONANI ITU DOSA BESAR!! NGAPAIN NGELAKUIN GITUAN...MENDINGAN KERJAIN KERJAAN LAEN YANG LEBIH EFEKTIFFF UNTUK KEHIDUPAN MASA DEPAN....BLAJAR KEK,BERINTERAKSI MA ORANG KEK, JALAN2 KE MALL KEK....GA ADA KERJAAN BANGET SEE LOO ORANG PADA **********/ONANII......"kurang cerdas"!DIBODOOIN AMA DIGODAIN IBLIS AJA MAOO!!!! |
ooo emank begini ya caranya ngasih tau supaya orang bisa bebas dari **********...  lucu sekali. rasanya ngga ada kasih gitu loh. mengutip perkataan Yesus, saya pengin coba tanya sama Saradiart, apa kamu dari dulu sampe sekarang ngga sekalipun pernah dibodoin en digodain ma iblis, en jatuh? biarlah kamu yang melempar batu pertama kali. ck... munak banget deh kamu rasanya.
mungkin Saradiart belum tahu, ta ingetin lagi deh ya: orang yang hobi ********** itu sedang dalam ikatan setan. hati bilang: tidak. tapi otak bilang: iya! sama seperti Paulus yang pernah berkata:
Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku. Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?
banyak dari kami orang2 yang terikat oleh ********** itu tahu tentang firman Tuhan yang menjurus ke arah "dilarang ********** karena itu dosa en menyakiti hati Tuhan", tapi mau bergerak ke arah sana itu lho, susahnya minta ampun. apakah tanggapan dokter terhadap pasien sakit jantung yg datang kepada dia adalah "salah anda sendiri! kenapa koq makan makanan berlemak! sudah tahu makanan berlemak itu bikin sakit jantung! koq ya masih diterusin!" rasanya koq sanak saudara yang bagian nganterkan pasien itu kudu ngamplengi wae yo.
paling tidak, saya terkesan dengan pendapat byte_inC, yang merupakan pengalaman pribadi. hal2 yang seperti ini, itu yang bahkan jauh lebih kuat ketimbang teori2 belaka, karena tahu dari first person, bagaimana pengalaman cara untuk lepas dari suatu ikatan dosa - yang sudah berhasil karena orangnya sendiri yang membuktikan kalo cara itu berhasil, bukan hanya sekadar membeberkan: langkah pertama: ini dan itu, langkah kedua: sini dan situ, langkah ketiga: bla bla bla, dan yang mendengarkannya ngowos abiesss dicuri iblis. terbukti, setelah byte_inC posting, ga ada lagi postingan susulan ampir 3 minggu. kenapa? karena pasti isi postingannya mengena dan menjadi jawaban di hati banyak orang. (thanks dude!  )
jadi Saradiart, dan yang lain yang merasa (karena saya orang baru di sini dan sudah liat ke beberapa bagian forum, yang ternyata bahasanya ngga jauh2 beda ya kayaknya, gak ngetoki klo ini forum kristiani  padahal saya berharap datang ke sini untuk memperoleh inputan rohani), bisakah membimbing kami2 ini yang benar-benar rindu untuk lepas dari ********** dengan, mungkin, cara yang lebih "manusiawi"?
|
|
| Back to top |
|
 |
|
|
You cannot post new topics in this forum You cannot reply to topics in this forum You cannot edit your posts in this forum You cannot delete your posts in this forum You cannot vote in polls in this forum You cannot attach files in this forum You can download files in this forum
|
|