 Welcome Anonymous
Membership:
 Latest: agus.soetopo
 New Today: 0
 New Yesterday: 0
 Overall: 1525
People Online:
 Members: 0
 Visitors: 1
 Bots: 2
 Staff: 0
Staff Online:No staff members are online!
Last 10 Forum Messages
We have received 5087026page views since April 2004
Copy and paste the text below to insert the button displayed above on your site. Thanks for your support!
|
| Forum dan Diskusi > > Khusus > > Dialog dengan Pdt. Yakub Soelistio S.Th MA > > Bismillah, Tanggapan atas Yabina | |
Bismillah, Tanggapan atas YabinaBila Anda mengkuti peristiwa yang terjadi terakhir ini, Anda pasti tahu atau mendengar nama "Yakub" atau lebih lengkapnya Pdt. Yakub Soelistio. Beliaulah yang dituduh menjadi "sumber" dari merebaknya berita tentang 'surat Mubaligh'. Untuk mengklirkan persoalan ini Pdt. Yakub bersedia berdiskusi khusus dengan umat Kristiani di mana saja berada. Jadi di sini Pak Yakub sendiri bersedia menjawab dan menanggapi setiap pertanyaan Anda. Berdiskusilah dengan dipenuhi kasih Allah. Untuk topik ini Anda mendaftar dulu sebagai member salib.net.
Go to page 1, 2, 3 Next
| View previous topic :: View next topic |
| Author |
Message |
Sugiyarto Newbie


Joined: Nov 26, 2004 Posts: 148
|
Posted: Thu Sep 15, 2005 9:33 am Post subject: Bismillah, Tanggapan atas Yabina |
|
herlianto <herlianto@yabina.org> wrote:
To: ....
From: "herlianto" <herlianto@yabina.org>
Date: Wed, 10 Aug 2005 06:45:30 +0700
Subject: [perkantas] Bismillah
Herlianto menulis:
BISMILLAH
Pada kesempatan tanya jawab pada acara ceramah soal 'Nama Allah' baru-baru ini, ada peserta yang bertanya: "Bolehkah umat kristen mengucapkan Bismillah? Soalnya, bukankah itu ucapannya orang Arab dan Islam?" ( Bismillah dalam bahasa Indonesia adalah 'Dalam Nama Allah').
Tanggapan Kristian H. Sugiyarto:
Ini kan menurut bahasa Indonesianya Muslim, oleh karena dilatarbelakangi pengakuan iman Islam “lâ ilâha illâ allâh” yang diterjemahkan “tidak ada Tuhan selain Allah” atau “there is no God except Allah”, jadi setiap ketemu (al) ilah pastilah itu menunjuk Allah.
Herlianto menulis:
Pertanyaan ini timbul dilatar belakangi kekurang-tahuan yang dicampur-adukkan dengan prasangka dan sikap alergi terhadap semua yang berbau Arab dan Islam, seakan-akan yang Arab itu pasti Islam dan yang Islam itu pasti Arab. Kerancuan berfikir demikian
seharusnya hilang dari pemikiran karena Arab tidak identik dengan Islam, dan orang Arab yang beragama Yahudi dan Kristen sudah jauh ada sebelum adanya agama
Islam, dan bahasa Arab sudah hadir di Timur Tengah jauh sebelum penulisan Al-Quran.
Dalam Alkitab Perjanjian Lama, di masa Raja Salomo sudah disebutkan adanya raja-raja Arab (1Raj.10:15). Dalam kitab Yesaya orang Arab sebagai pengembara yang berkemah (nomad, Yes.13:20), Arabia disebutkan dalam Yes.21:13, dan Yeremia menyebut orang Arab yang di padang gurun (Yer.3:2). Dalam Perjanjian Baru sudah disebutkan
bahwa ada orang Arab hadir dalam peristiwa di hari Pentakosta dan mendengar kotbah Petrus dalam bahasa Arab (Kis.2:11), demikian juga rasul Paulus dalam pertobatannya pergi ke tanah Arab dan Siria (Gal.1:17) dan Hagar (Ibu dari Ismael yang adalah salah satu jalur nenek-moyang Arab) disebut sebagai gunung Sinai di tanah Arab (Gal.4:25).
Semua yang disebutkan disini terjadi jauh sebelum kehadiran agama Islam di abad-7M.
Tanggapan Kristian H. Sugiyarto:
Orang Arab memang mendengar bahasanya sendiri (Arab) pada peristiwa Pentakosta. Tetapi saya baru kali ini membaca seorang penafsir seperti Anda ini menyatakan bahwa kotbah Petrus dalam bahasa Arab!!! Yang paling logis adalah Petrus berkotbah dalam bahasa dialeknya sendiri, namun “kedengaran” sebagai bahasa masing-masing dari “pendengar” nya; seperti halnya pada “penyangkalan” Petrus, Mat. 26: 27, “Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata: ‘Pasti engkau juga salah seorang dari mereka, itu nyata dari bahasamu.’” (LAI).
Herlianto menulis:
Pada konsili-konsili awal Gereja Kristen mula-mula, sudah ada wakil orang Arab beragama Kristen dan beberapa uskup berbangsa Arab hadir disitu. Di tahun 225 terdapat keuskupan di Beth-Katraye di wilayah Quatar. Kekristenan mengalir ke suku-suku Himyar, Ghasan, Taglib, Tanukh, Tayy dan Quda'a, jauh sebelum kedatangan agama Islam. Seorang ratu Arab, Maria namanya, beragama Kristen. Dia pernah mengundang uskup Musa untuk tinggal di tengah bangsanya (Anton Wessels, Arab dan Kristen, BPK-GM, 2002, hlm.33, dikutip dari Azis A. Atiya, A History of Eastern Christianity, London,
1968, hlm.258).
Sekarang bagaimana dengan ucapan Bismillah yang artinya 'Dalam Nama Allah' itu? Nama Allah itu nama Tuhan siapa dan yang mana? Tuhan orang Arab atau juga Allah orang Yahudi dan Kristen dalam bahasa Arab?
Menarik untuk diketahui bahwa dalam Tenakh Yahudi, kata 'Alaah' (hla, alef-lamed-he) bisa berarti 'sumpah' (1Raj.8:31;2Taw.6:22) tetapi juga menjadi kata dasar dari kata 'Eloah' dan 'Elohim'. Fakta menunjukkan juga bahwa kata 'Alaah' (hla) dalam kitab Ezra 5:1 sekalipun ditulis dalam aksara Ibrani dimengerti dalam bahasa Aram sebagai 'Alaah'
yang artinya sama dengan El/Elohim/Eloah Ibrani (ayat itu berbunyi 'Bashum
Alaah Yisraeel' - Dalam Nama Allah Israel. Dalam Ezr.6:14 juga ditemukan kalimat 'Alaah Yisraeel' - lihat Interlinear Bible dalam PC Study Bible. Bandingkan ini dengan 'Elohe Yisrael'). Perlu diketahui bahwa dalam Tenakh (PL) sebagian kitab Ezra (4:8 - 6:18;7:12-26), Daniel (2:4b - 7:28), dan Yeremia (10:11) ditulis dalam bahasa Aram tetapi dengan aksara Ibrani.
Jadi nama Allah itu sudah lama dipakai dikalangan Israel yang berbahasa Aram dimana Ezra menuliskannya dalam suratnya, dan ucapan 'Bashum Alaah' (Ezr.5:1) dalam bahasa Aram yang dalam bahasa Arab menjadi 'Bismillah' sudah lama digunakan oleh orang Yahudi jauh sebelum ada agama Islam. Kita tahu bahwa bahasa Aram itu salah satu nenek-moyang bahasa Arab.
Tanggapan Kristian H. Sugiyarto
Di sinilah letak kekacauan Anda dalam mengidentifikasi “Alaah” (Aramik) dengan Allah (double lamed-Arabic). Term Aramik “Alaah” (atau Elah menurut Alkitab OT) mestinya diterjemahkan Eloah (singular hebrew) dan ini sejajar “Ilah” (Arabic). Mengapa Anda memilih term “Allah”, karena memang Anda adalah “Allah” maniak dan alergi Yahweh, sebagaimana Anda nyatakan Pengagung Yahweh alergi atas term “Allah”.
Herlianto menulis:
Kelompok Pemuja Nama Yahweh yang sangat alergi nama 'Allah' dalam 'Kitab Suci Taurat dan Injil' menerjemahkan Ezr.5:1;6:14 (Alaah Yisraeel) sebagai 'Eloim Israel' dan dalam 'Kitab Suci Umat Perjanjian Tuhan' menerjemahkannya sebagai 'Tuhan Israel.' Jadi, dalam konteks ayat-ayat Ezr.5:1;6:14, sebenarnya para pemuja nama Yahweh dalam kedua Kitab Suci itu mengakui juga bahwa 'Allah adalah Eloim dan Tuhan Israel.'
Tanggapan Kristian H. Sugiyarto
Di sinilah lebih jelas lagi bahwa pemahaman Anda memang kacau balau; term “Allah” itu bukan term “Alaah / Elah”, juga bukan term Eloah/Elohim.
Herlianto menulis:
Pada Konsili Efesus (431) wilayah suku Arab Harits dipimpin uskup bernama 'Abd Allah' (Hamba Allah). Inskripsi Zabad (512) diawali 'Bism al-Ilah' (Dalam nama Allah) lengkap dengan tanda salib diikuti nama-nama Kristen, demikian juga Inskripsi 'Umm al-Jimmal' (abad-6) menyebut 'Allahu ghafran' (Allah yang mengampuni). Inskripsi 'Hurran al-Lajja'
(568) dan inskripsi lain pra'Islam' dari lingkungan Kristen menggunakan nama Allah pula. Jadi, umat Yahudi & Kristen berbahasa Arab sudah menggunakan nama 'Allah' jauh
sebelum kelahiran agama Islam, dan ucapan Bismillah sudah digunakan oleh orang Yahudi berbahasa Arab, lama sebelum ada Islam bahkan pada abad-5sM sudah ditulis Ezra dalam kitabnya, dan tentu saja orang Kristen berbahasa Arab sejak abad-1 juga sudah menggunakannya.
Dari sini kita tahu bahwa nama Ilah/Allah dalam bahasa Arab adalah padanan nama 'El/Elohim/Eloah' bahasa Ibrani dan 'Alah/Alaha/Elah/Elaha' dalam bahasa Aram Siria ( kata sandang definitif 'ha' dalam bahasa Ibrani tidak biasa digunakan bila menunjuk pada El/Eloah/Elohim).
Tanggapan Kristian H. Sugiyarto
Sekali lagi inilah kelanjutan kekacauan Anda. Jika Anda menduga bahwa kata sandang (particle) “ha” tidak biasa digunakan bila menunjuk pada El/Eloah/Elohim, itu memang menunjukkan kualitas Anda, bahwa Anda, maaf, serampangan saja baca Ibrani OT. Saya bukan teolog, saya tidak bisa berbahasa Ibrani, Aramaik, Arabik, juga Yunani; saya yang scientist saja telah mencatat sedemikian banyaknya penggunaan kata sandang tersebut. OK lah, saya “membantu” Anda, silakan uji Kitab-kitab berikut (menurut Interlinear Greek-Hebrew-English, J.P. Green).
Ha El (6 x)
Kej. 31:13, “I am God (HaEl) of Bethel
Yes. 5:16, “And God (HaEl) the holy One”
Yes. 42:5, “So said God (HaEl) YHWH”
Yer. 32:18, “the great God (HaEl), YHWH Semesta Alam (the mighty)
Daniel, 9: 4 “Oh Lord (Adonai) God (HaEl)
Ayub, 8:3, “Does God (HaEl) pervert judgment?
HaElohim
Kej. :
31: 11, “the Angel of God (HaElohim)”
Kel. :
24:11, “and they saw (etha) God (HaElohim)”
24:13, “the mountain of God (HaElohim)”
Ulangan :
4: 35, “YHWH is God (HaElohim)”
4: 39, “ that YHWH, He is God (HaElohim)”
Yer. 35:4, “iysh HaElohim (a man of God)”
Hak. :
6:20, “And the Angel of God (HaElohim)”
6:36, “And Gideon said to God (HaElohim)”
7:14, “God (HaElohim) has given Median ..”;
10:14, “go and cry to the gods (haelohim)” (pagan)
13:6 (2x), “a man of God (HaElohim); Angel of God (HaElohim)”
13:8, “the man of God (HaElohim)
13:9(2x), “and God (HaElohim) listened; The Angel of God (HaElohim)”
16:28, “O God (HaElohim)”
18:31, “the house of God (HaElohim) in Silo”
20:2, “the people of God (HaElohim)”
20:27, “the covenant of Gdod (HaElohim)
21:2, “before God (HaElohim)
1 Tawrh.:
6: 48 ; 9: 11, 13, 26, 27; 22: 2, 19; 23: 28 ; 25: 6; 26: 20; 28: 12, 21; 29:7, “the house of God (HaElohim)”
6: 49, “the servant of God (HaElohim)”
13: 8, “playing before God (HaElohim)”
13:12 (2x), “David feared God (HaElohim)”
13: 5, 6, 7, 14; 15: 1, 2(2x), 15, 24 ; 16:1, the ark of God (HaElohim)”
14:11, “God (HaElohim) has broken out my enemies”
14:14, “And God (HaElohim) said to him”
14:15, ”for God (HaElohim) has gone out before you”
14:15, “And David did as God (HaElohim) commanded”
16: 1, “peace offering before God (HaElohim)”
15: 26, “And it happened as God (HaElohim)”
16: 6, “the covenant of God (HaElohim)”
16: 42,”song instrument of God (HaElohim)”;
17: 2, “for God (HaElohim) is with you”
17: 21, “Whom God (HaElohim) has”
17: 26, “You are God (HaElohim) Himself”
21: 7, “in the eyes of God (HaElohim)”
21: 8, 17, “And said David to God (HaElohim)”
21: 15, “And God (HaElohim) sent an Angel to Yerusalem”
22:1, “the house of YHWH God (HaElohim) ;
22: 19, “build the sanctuary of YHWH God (HaElohim)
23: 14, “Moses the man of God (HaElohim)”
24: 5, “And chief of God (HaElohim)”
25: 5, “in the words of God (HaElohim)”
26: 32, “for every matter of God (HaElohim)”
25: 5, “And God (HaElohim) Gave to”
28: 3, “But God (HaElohim) Said to me”
2 Tawrh.:
1:3, “….the tent meeting of God (HaElohim)”
1:4, “…. the ark of God (HaElohim)”
2:5, “ …….for our Elohim is greater than ha-elohim (the gods)
3:3; 4:11, 19 ; 5:1,14 ; 7:5 ;15:18 ; 22:12 ; 23:3, 9 ; 24:7,13,27 ; 25:24 ; 28:24(2x) ; 31:13, 21 ; 33:7 ; 35:8 ; 36:18,19 ; “….bayith HaElohim (house of God)”
8:14, “David iysh HaElohim (David the man of God)”
9:23, “….his wisdom that God (HaElohim) had put ….”
10:15, “…for the turn of event was from God (HaElohim)”
11:2 ; 25:7, 9(2x) ; 30:16 ; “… iysh HaElohim (a/the man of God)”
13:12, “… And behold, God (HaElohim) with us”
13:12, “…that God (HaElohim) struck Yerobeam”
18:5, “Go up and God (HaElohim) will ..”
19:3, “..to seek God (darash HaElohim)”
24:9, “..Moses the servant of God (HaElohim)”
24:16, “…and with God (HaElohim)..”
24:20, “thus says God (HaElohim)”
25:8, “God (HaElohim) shall make you fall”
25:20, “..for it was from God (HaElohim)”
26:5 (2x), “…in the vision of God (HaElohim)…YHWH, God (HaElohim..”
26:7, “And God (HaElohim) menolong dia melawan Filistin”
29:36, “..for God (HaElohim) had prepared ..”
30:12, “..the hand of God (HaElohim)”
30:19, “HaElohim YHWH..”
31:14, “..the free will offerings of God (HaElohim)
32:16, “..against YHWH God (HaElohim)
32:31, “God (HaElohim) left him …
33:13, “that YHWH, He is God (HaElohim)”
36:16, “the messenger of God (HaElohim)”
1Raja. : (penyelidikan belum selesai)
12:22 , “The word of God (HaElohim)”
12:22 ; 13:4, 5, 6 (2x), 7, 8, 11, 12, 14 (2x), 21, 29, 31, …”the man of God (HaElohim)”
18: 21, “If YHWH is God (HaElohim)”
18:24, “…and the god (haelohim) who answers by fire, He is the God (HaElohim)..”
18:37, “…and this people shall know that You are YHWH God (HaElohim)..”
18:39 (2x), “…and said, ‘YHWH, He is the God (HaElohim); YHWH, He is the God (HaElohim)”.
Ayub:
1: 6; 2: 1, “The son of God (HaElohim)”;
2: 10, “from God (HaElohim)”
Daniel. (penyelidikan belum selesai)
1:2, “The house of God (HaElohim)”
1:9, “And God (HaElohim) had given“
1:17, “.. God(HaElohim) gave them…”,;
9:3, “..toward the Lord God (… Adonai HaElohim)”
Ezra,
1: 3, “He is God (HaElohim)”
1:5, “and every one had stirred God (HaElohim)”
1: 4; 2:68 ; 3: 8 (etha = to), 9; 10:1, 6, 9, “The house of God (HaElohim)”
3: 2, “the man of God (HaElohim)”
Psalm 86:8 "There is none like you among the gods (ha elohim), O Lord, nor are there any works like yours."
Sdr. Herlianto
Terus terang, baru kitab-kitab dengan ayat-ayat tersebut saja yang telah saya temukan, sementara itu saya belum selesai menyelidiki yang lain; semuanya ini saya lakukan sendiri, karena saya merasa memerlukannya, dan ternyata memang berguna untuk menjelaskan kepada Anda. Jadi, tegasnya Bapa Yahweh sendirilah yang menolong saya untuk menunjukkan hal ini kepada Anda, karena Anda memang juga ditolong oleh Dia untuk menunjukkan ketidaktahuan Anda dengan membuat pernyataan tersebut agar bertemu lagi dengan saya. Yang sudah terdeteksi tersebut sekitar 162 kali untuk HaElohim, dan 6 kali untuk HaEl, sementara ini belum/tidak ditemukan HaEloah (pemakaian Eloah memang lebih jarang ketimbang Elohim, sekitar hanya 57 kali).
Jumlah tersebut jelas sudah lebih dari cukup berlimpah sebagai bukti penggunaan “Ha” untuk menunjuk El/Elohim. Jika Anda tulus dalam diskusi, saya beri kesempatan untuk menguji ayat-ayat tersebut dan teruskan untuk ayat-ayat yang lainnya seluruh Alkitab supaya kita bisa saling mengoreksi.
Berikut saya copy-paste-kan penggalan pernyataan Anda dalam salah satu artikel “Arti sebuah Nama”:
J–6) Orang yang terpelajar seharusnya tidak membaca ayat-ayat secara harfiah dan textual yang dicomot dari konteksnya, ini merupakan kebiasaan para pengagung nama Yahweh termasuk...
Sdr. Herlianto yang “terpelajar”; bagaimana mungkin Anda yang “terpelajar” menyatakan bahwa kata sandang “ha” tidak biasa digunakan untuk menunjuk El/Elohim?? Sementara saya sudah dapat mengidentifikasi penggunaan kata sandang “ha” tersebut!! Eh, ngomong-ngomong Anda “lulusan-terpelajar” dari mana sih? Where and what department were you graduated from? Hal ini saya tanyakan hanya semata-mata untuk mengetahui apakah dalam “keterpelajaran” Anda tidak perlu membaca Hebrew OT?? Tolong Anda yang “terpelajar” mengoreksi hasil temuan saya perihal penggunaan kata sandang “ha” untuk menunjuk El/Elohim tersebut, dan sebelumnya saya mengucapkan terima kasih, ya!! Soalnya saya sih, was graduated from The School of Chemistry, Department of Inorganic Chemistry; saya hanya merasa sedikit disekolahkan oleh Bapa Yahweh untuk mengenali firmnaNya melalui IGHE, J.P. Green.
Herlianto menulis:
Kita harus sadar adanya kenyataan bahwa sekarang ada 4 (empat) versi Alkitab dalam bahasa Arab yang digunakan umat Kristen berbahasa Arab dan ke-empatnya menggunakan 'nama Allah,' dan dalam keempat versi itu, Ezr.5:1 ditulis 'Bismillah' juga. Itu tidak berarti bahwa Alkitab bahasa Arab meniru ucapan dalam Alquran (Dalam Al-Quran ucapan 'Bismillah' menjadi pembuka setiap surat), karena sudah terbukti umat Yahudi dan Kristen berbahasa Aram/Arab sudah jauh sebelum Islam menggunakan nama dan ucapan itu. Saat ini bangsa Arab yang beragama Kristen jumlahnya sekitar 10 juta orang dan semuanya menggunakan 'nama Allah' dan mengucapkan 'Bismillah' juga!
Tanggapan Kristian H. Sugiyarto
Aha, nampaknya, Anda benar-benar terpelajar sehingga bisa pamer informasi bahwa keempat Alkitab berbahasa Arab menggunakan kata Allah; tetapi anehnya sebegitu terpelajarnya sampai malahan tidak mengetahui penggunaan kata sandang “ha” untuk El/Elohim dalam OT; OK-lah ini urusan Anda. Mana tahu Anda lulusan dari Universitas Kristen Arab, maka pertanyaan saya, tolong Anda chek dalam keempat (salah satu juga bolehlah) Alkitab-Arab tersebut setiap kata “HaElohim” diterjemahkan apa dalam bahasa Arab; juga El, Elohim, Eloah? Kemudian kata Ibrani mana yang diterjemahkan menjadi “Allah”; demikian pula YHWH diterjemahkan apa? Tak ketinggalan “HalleluYah” diterjemahkan apa??? Saya tunggu jawaban Anda.
Berikut saya copy-paste-kan informasi pemakaian nama Yahweh dalam salah satu Alkitab berbahasa Arab dari Sdr. Paulus Komar yang dimuat di Salib.net:
[ u]Tanggapan Paulus Komar[/u]:
Kalau di dalam Al Qur’an, memang yang menciptakan langit dan bumi itu adalah Allah, tetapi dalam Alkitabul Muqoddas, Yeremia 33: 2 yang menciptakan langit dan bumi dan yang membentuknya adalah bernama YAHWEH,
“Qoolar robbu shooni’uhaa, arrobbu mushowwiruhaa liyutsabbittahaa, Yahwahu ismuhu.”
- ﻘﺎﻞﺍﻠﺮﺐﺼﺎﻨﻌﻬﺎﺍﻠﺮﺐﻤﺼﻮﺮﻫﺎﻠﻴﺛﺒﺘﻫﺎﻴﻬﻮﺍﺴﻤﻪ
Apa Anda kurang jelas? Apalagi Alkitab yang berbahasa Ibrani !.
Kalau saya bandingkan dengan Alkitabul-Muqoddas The Bible Society in the Middle East in behalf of Call of Hope, Printed in Finland by Saarijarven offset oy Saarijarvi 1994.
1 Korintus 8: 4-6 TIDAK DITEMUKAN KATA ALLAH, di sana hanya Ilah.
Ayat 4: ... wa an laisa ilaahun aakhor illaa waahidan
Ayat 5: liannahu wa in wujida maa yusamma aalihah, siwaaun kaana fis-samaai aw ‘alal ardhi.
Ayat 6: laakin lanaa ilaahun waahid: Al-aabul ladzii jamii’ul asyyaai wa nahnu lahu. Wa robbun waahid yasuu’ul masiihu, alladzii bihi jam’ul asyyaai wanahnu bihi
Artinya:
Ayat 4: Dan bahwasanya tidak ada Tuhan yang lain kecuali satu / Esa.
Ayat 6: Akan tetapi bagi kita hanya satu tuhan yaitu Bapa yang dari padaNya berasal segala sesuatu dan kita adalah milikNya dan satu Tuhan saja yaitu Yesus Kristus yang olehNya dijadikan segala sesuatu dan kita bersama denganNya.
Nah, Sdr. Herlianto, P. Komar itu hebat lho dalam bahasa Arabnya, ajakan (tantangan) dia kepada Sdr. Bambang Noorseno, hingga kini tidak ditanggapi, bahkan “pamit” dari media diskusi!!!
Anda memang sangat cakap dalam menjuluki atau menuduh pihak lain (Pengagung Yahweh) berdalih, fanatik; sementara Anda tidak merasa berdalih pada umat Kristen Arab sekitar 10 juta menggunakan kata “Allah” kemudian Anda pakai sebagai pathokan terjemahan. Jika kata”Allah” tidak ada padanannya dalam Ibrani-Yunani saja Anda pertahankan sembari menuduh pihak lain, siapa sih yang fanatik? Tolong sebelum menulis dikonfirmasi dulu!! Inikah kualitas “keterpelajaran” Anda!!!
Herlianto menulis:
Berdasarkan hal ini, pertanyaan peserta yang disebutkan di awal artikel ini bisa dijawab bahwa tidak ada salahnya kalau kita mengucapkan kata 'Bismillah' (dengan pengertian Alaah Yisraeel) kalau berhadapan dengan orang Arab atau yang beragama Islam, dan kalau kita ditanya mengapa menggunakan ucapan itu, kita dapat menjawab bahwa dalam Alkitab Perjanjian Lama sudah tertulis ucapan itu dalam dialek Aram yaitu 'Bashum
Alaah' (Ezr.5:1, abad-6sM), 13 abad sebelum Al-Quran ditulis, Satu abad sebelum agama Islam lahir, Inskripsi Zabad dari kalangan Kristen Arab sudah menuliskan 'Bism al-ilah' yang menunjukkan bahwa secara lisan ucapan itu sudah dipakai oleh umat Yahudi dan Kristen yang berbahasa Arab jauh sebelum digunakan dalam Al-Quran.
Salam kasih dari Herlianto www.yabina.org
Tanggapan Kristian H. Sugiyarto
Berikut saya tambahkan pula sebagian tulisan Sdr. Bambang Noorseno perihal kata Bismillah dalam:
EL ROI, “DEWA” AIR DAN ALLAH: DARI ISMAEL HINGGA BANGSA ARAB SEKARANG
(http://www.angelfire.com/id2/yakos/Nama.htm)
Inskripsi “Zabad” (tahun 512 Masehi)
Inskripsi Zabad pertama kali ditemukan oleh Dr.Sachau tahun 1881. Kota Zabad terletak di sebelah tenggara Aleppo (Halab), antara Qisrin dan sungai Eufrat. Para ahli setuju inskripsi yang ditemukan di reruntuhan gereja kuno ini berasal dari tahun 512 Masehi. Inskripsi yang ditulis dalam 3 bahasa: Aram, Yunani dan Arab ini, dipahatkan di atas batu mati sebuah bangunan gereja.
Menariknya teks Arab dari inskripsi ini diawali dengan doa: Bism al-Ilah (bentuk lain dari ungkapan Bismillah, “Dengan Nama Allah”, lalu disusul dengan nama-nama Kristen Syria yang membangun Gereja tersebut.[28] Bunyi inskripsi ini selengkapnya sebagai berikut:
Bism al-Ilah: Sergius bar Amad, Manaf wa Hani bar Mar al-Qais, Sergius bar Sa’d , wa Sitr, wa Souraih.
Artinya: “Dengan Nama al-Ilah/Allah: Sergius putra Amad, Manaf dan Hani putra Mar al-Qais, Sergius putra Sa’d dan Sitr dan Suraih.”[29]
Dari inskripsi tersebut jelas bahwa aslinya tertulis Bism al-Ilah; jadi arti yang lurus adalah “dalam nama al-Ilah”, dan jika disalin ke dalam huruf Ibrani pastilah “Be Shem HaElohim”, dan ini sesuai pula dengan “Bashum ’ělâhh” (Anda menulis “Bashum Alaah”, Ezra. 5:1) Pertanyaannya kemudian, siapakah “HaElohim” itu??? Jawabannya sangat pasti, yakni YHWH. Anda boleh uji dalam OT, selain “bayith HaElohim” yang begitu banyak dijumpai, saling silih berganti dengan “bayith YHWH”, salah satunya 2Tawrh. 23:17; demikian juga untuk frase “the ark of HaElohim” vs “the ark of YHWH” (1 Tawrh. 15: 3,12).
Sdr Herlianto, perhatikan ayat-ayat berikut ini:
O, YHWH, there is none like You, and there is no Elohim except You (1 Tawrh17: 20),
(O, Yahweh, tidak ada yang seperti Engkau, dan tidak ada Elohim selain Engkau)
Ayat ini maknanya kan persis sama dengan “there is no Elohim except YHWH” (tidak ada Elohim selain Yahweh) yang identik dengan “lâ ilâha illâ allâh”(Islam).
And now, O, YHWH, You are God (Ha Elohim) Himself (1 Tawrh. 17: 26)
(Dan sekarang O, Yahweh, Engkaulah Elohim itu sendiri)
Yes. 44: 6-8, Beginilah firman Yahweh…… Adakah Elohim selain dari padaKu?
Yes. 45: 5, Akulah Yahweh, dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Elohim.
Sama sekali tidak ada keraguan jika seseorang mau mencari siapa nama yang dimaksud dengan sebutan “HaElohim”, hanya satu jawabannya yakni YHWH (Yahweh).
Jika Anda mengartikan bahwa “Bism al-Ilah” = “Dengan nama Allah” itu artinya Anda memegang syariat Islam yang sangat terkenal yakni “lâ ilâha illâ allâh” yang diterjemahkan “tidak ada Tuhan selain Allah", karena memang atas dasar itulah Muslim mengartikan bahwa setiap menemui Ilah (apalagi dengan kata sandang “al”) yang dimaksud adalah “Allah”. Dan oleh karena gara-gara Anda mempercayai teori bentukan kata “Allah” dari kependekan “al-Ilah” itulah Anda menjadi tersesat lebih lanjut ketika menerjemahkan “al-Ilah” = “Ha Elohim” = “Allah”.
Tetapi jika kita mengikuti Alkitab, maka “syariat” kita akan berbunyi:”tidak ada Ilah/Elohim selain Yahweh” atau “lâ ilâha illâ Yahweh
Nah sekarang saya “menantang” iman Anda, sesungguhnya “syariat” mana yang Anda pegang??
Jika Anda lebih suka mengimani Allah ketimbang Yahweh, untuk lebih menguatkan lagi saya anjurkan Anda mengganti saja “HaleluYah” (Pujilah Yahweh) menjadi “Alhamdulillah”(?) (Segala puji untuk Allah”). Bagaimana??
Yahweh Bless Us
Kristian H. Sugiyarto
Staf Pengajar Kimia, FMIPA, UNY
GKJ Demakijo, Yogyakarta
kristiansugiyarto @ yahoo.com
HP. 08157935534
September, 2005
|
|
| Back to top |
|
 |
Hindarto Newbie


Joined: Sep 04, 2005 Posts: 8
|
Posted: Mon Sep 19, 2005 2:27 pm Post subject: Re: Bismillah, Tanggapan atas Yabina |
|
| Sugiyarto wrote: |
herlianto <herlianto@yabina.org> wrote:
To: ....
From: "herlianto" <herlianto@yabina.org>
Date: Wed, 10 Aug 2005 06:45:30 +0700
Subject: [perkantas] Bismillah
Herlianto menulis:
BISMILLAH
Pada kesempatan tanya jawab pada acara ceramah soal 'Nama Allah' baru-baru ini, ada peserta yang bertanya: "Bolehkah umat kristen mengucapkan Bismillah? Soalnya, bukankah itu ucapannya orang Arab dan Islam?" (Bismillah dalam bahasa Indonesia adalah 'Dalam Nama Allah').
Tanggapan Kristian H. Sugiyarto:
Ini kan menurut bahasa Indonesianya Muslim, oleh karena dilatarbelakangi pengakuan iman Islam “lâ ilâha illâ allâh” yang diterjemahkan “tidak ada Tuhan selain Allah” atau “there is no God except Allah”, jadi setiap ketemu (al) ilah pastilah itu menunjuk Allah.
Herlianto menulis:
Pertanyaan ini timbul dilatar belakangi kekurang-tahuan yang dicampur-adukkan dengan prasangka dan sikap alergi terhadap semua yang berbau Arab dan Islam, seakan-akan yang Arab itu pasti Islam dan yang Islam itu pasti Arab. Kerancuan berfikir demikian
seharusnya hilang dari pemikiran karena Arab tidak identik dengan Islam, dan orang Arab yang beragama Yahudi dan Kristen sudah jauh ada sebelum adanya agama
Islam, dan bahasa Arab sudah hadir di Timur Tengah jauh sebelum penulisan Al-Quran.
Dalam Alkitab Perjanjian Lama, di masa Raja Salomo sudah disebutkan adanya raja-raja Arab (1Raj.10:15). Dalam kitab Yesaya orang Arab sebagai pengembara yang berkemah (nomad, Yes.13:20), Arabia disebutkan dalam Yes.21:13, dan Yeremia menyebut orang Arab yang di padang gurun (Yer.3:2). Dalam Perjanjian Baru sudah disebutkan
bahwa ada orang Arab hadir dalam peristiwa di hari Pentakosta dan mendengar kotbah Petrus dalam bahasa Arab (Kis.2:11), demikian juga rasul Paulus dalam pertobatannya pergi ke tanah Arab dan Siria (Gal.1:17) dan Hagar (Ibu dari Ismael yang adalah salah satu jalur nenek-moyang Arab) disebut sebagai gunung Sinai di tanah Arab (Gal.4:25).
Semua yang disebutkan disini terjadi jauh sebelum kehadiran agama Islam di abad-7M.
Tanggapan Kristian H. Sugiyarto:
Orang Arab memang mendengar bahasanya sendiri (Arab) pada peristiwa Pentakosta. Tetapi saya baru kali ini membaca seorang penafsir seperti Anda ini menyatakan bahwa kotbah Petrus dalam bahasa Arab!!! Yang paling logis adalah Petrus berkotbah dalam bahasa dialeknya sendiri, namun “kedengaran” sebagai bahasa masing-masing dari “pendengar” nya; seperti halnya pada “penyangkalan” Petrus, Mat. 26: 27, “Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata: ‘Pasti engkau juga salah seorang dari mereka, itu nyata dari bahasamu.’” (LAI).
Herlianto menulis:
Pada konsili-konsili awal Gereja Kristen mula-mula, sudah ada wakil orang Arab beragama Kristen dan beberapa uskup berbangsa Arab hadir disitu. Di tahun 225 terdapat keuskupan di Beth-Katraye di wilayah Quatar. Kekristenan mengalir ke suku-suku Himyar, Ghasan, Taglib, Tanukh, Tayy dan Quda'a, jauh sebelum kedatangan agama Islam. Seorang ratu Arab, Maria namanya, beragama Kristen. Dia pernah mengundang uskup Musa untuk tinggal di tengah bangsanya (Anton Wessels, Arab dan Kristen, BPK-GM, 2002, hlm.33, dikutip dari Azis A. Atiya, A History of Eastern Christianity, London,
1968, hlm.258).
Sekarang bagaimana dengan ucapan Bismillah yang artinya 'Dalam Nama Allah' itu? Nama Allah itu nama Tuhan siapa dan yang mana? Tuhan orang Arab atau juga Allah orang Yahudi dan Kristen dalam bahasa Arab?
Menarik untuk diketahui bahwa dalam Tenakh Yahudi, kata 'Alaah' (hla, alef-lamed-he) bisa berarti 'sumpah' (1Raj.8:31;2Taw.6:22) tetapi juga menjadi kata dasar dari kata 'Eloah' dan 'Elohim'. Fakta menunjukkan juga bahwa kata 'Alaah' (hla) dalam kitab Ezra 5:1 sekalipun ditulis dalam aksara Ibrani dimengerti dalam bahasa Aram sebagai 'Alaah'
yang artinya sama dengan El/Elohim/Eloah Ibrani (ayat itu berbunyi 'Bashum
Alaah Yisraeel' - Dalam Nama Allah Israel. Dalam Ezr.6:14 juga ditemukan kalimat 'Alaah Yisraeel' - lihat Interlinear Bible dalam PC Study Bible. Bandingkan ini dengan 'Elohe Yisrael'). Perlu diketahui bahwa dalam Tenakh (PL) sebagian kitab Ezra (4:8 - 6:18;7:12-26), Daniel (2:4b - 7:28), dan Yeremia (10:11) ditulis dalam bahasa Aram tetapi dengan aksara Ibrani.
Tanggapan Hindarto :
Mohon perhatikan kembali Kitab TaNaKh. Kata "sumpah" dalam bahasa Ibrani, ditulis "alef-lamed-he", namun tidak diucapkan "alah" melainkan "ala". mengapa? karena "he" diakhir kata tidak menggunakan dagesh forte [titik pengeras], sehingga huruf "he" tidak berbunyi. Anda keliru jika kata "sumpah" dibaca "alah". Yang benar adalah "ala". Dalam TaNaKh, penggunaan kata "ala", muncul beberapa kali. Ada yang diterjemahkan "pohon besar" dan ada yang diterjemahkan "sumpah".
Bahasa Aram yang nongol di sebagian Kitab Ezra atau Daniel, tertulis dan dibaca "Elah", "Elaha", "Elahakon", "Elahin". Silahkan periksa kembali. Saya belum tahu bagaimana caranya mengirim teks hebrew kedalam web dialog ini. Jika saya diberitahu, akan saya kirim beberapa contoh teks yang saya sebut diatas. Kalaupun ada ucapan "Alaha", itu merupakan perkembangan modern pengucapan Aramaik dari Elaha/Elah. Namun kata "Alaha" disini sebenarnya sejajar dengan "Eloah" atau "Ilah" tinimbang "Allah".
Mengenai Ezra 5:1, khoq anda membacanya "bashum alaah Yisrael?". yang bener aja pak!. Coba anda periksa lagi dengan seksama. Ayat tersebut seharusnya dibaca "Be shum Elah", ya, kalau dalam bahasa Arab, lebih tepat diterjemahkan "bismi al ilah" atau dalam bahasa Ibrani "be shem ha Eloah".
Saya termasuk yang tidak sependapat dengan pendapat bahwa "Allah" adalah kontraksi dari "Al" dan "Ilah". Quraish hihab saja mengidentifikasi berbagai perbedaan pendapat mengenai asal-usul nama Allah. Ada yang mengusulkan dari "Lahaya", "Uluhiyah", "Uluhah", "Alaha" dan "Al Ilah" [Menyingkap Tabir Asma Al Husna, Lentera Hati]. teori bahwa "Allah" adalah berasal dari kontraksi "Al" dan "Ilah", hanyalah salah satu dari sekian banyak teori. Anda tidak perlu melakukan absolutisasi.
Jika "Allah" adalah kontraksi dari "Al" dan "Ilah", mengapa dalam kasus "Al" dan "Ilmu" tidak menjadi "Almu?" atau "Al" "Iman" menjadi "Alman?", jika dalilnya bahwa huruf alif harus melebur karena ada double lam pada kata Allah??
Jika "Allah" cognate dengan "Elohim",apakah bentuk jamak dari "Allah?". Elohim adalah bentuk jamak dari Eloah. Jika dihubungkan dengan YHWH, pengertian jamak disini dimaknai sebagai "pluralis maiestaticum" bukan "pluralis aritmeticum". Ilah, bentuk jamaknya alihah. Lha kalau Allah bentuk jamaknya apa??. Jika anda tidak bisa membuat bentuk jamak dari Allah [sebagaimana Bambang Noorsena pun pusing membuat bentuk jamaknya],berarti saadarilah bahwa bentuk tunggal Allah mengindikasikan itu adalah personal name dan bukan generic name. Hal ini setara dengan nama Yahweh, Yahshua, Yaaqob, Yitshaq, itu tidak ada bentuk jamaknya, karena itu adalah bentuk nama diri. Gak akan ditemui Yahweh bentuk jamaknya menjadi Yahwim, dll.
Jadi nama Allah itu sudah lama dipakai dikalangan Israel yang berbahasa Aram dimana Ezra menuliskannya dalam suratnya, dan ucapan 'Bashum Alaah' (Ezr.5:1) dalam bahasa Aram yang dalam bahasa Arab menjadi 'Bismillah' sudah lama digunakan oleh orang Yahudi jauh sebelum ada agama Islam. Kita tahu bahwa bahasa Aram itu salah satu nenek-moyang bahasa Arab.
Tanggapan Kristian H. Sugiyarto
Di sinilah letak kekacauan Anda dalam mengidentifikasi “Alaah” (Aramik) dengan Allah (double lamed-Arabic). Term Aramik “Alaah” (atau Elah menurut Alkitab OT) mestinya diterjemahkan Eloah (singular hebrew) dan ini sejajar “Ilah” (Arabic). Mengapa Anda memilih term “Allah”, karena memang Anda adalah “Allah” maniak dan alergi Yahweh, sebagaimana Anda nyatakan Pengagung Yahweh alergi atas term “Allah”.
Herlianto menulis:
Kelompok Pemuja Nama Yahweh yang sangat alergi nama 'Allah' dalam 'Kitab Suci Taurat dan Injil' menerjemahkan Ezr.5:1;6:14 (Alaah Yisraeel) sebagai 'Eloim Israel' dan dalam 'Kitab Suci Umat Perjanjian Tuhan' menerjemahkannya sebagai 'Tuhan Israel.' Jadi, dalam konteks ayat-ayat Ezr.5:1;6:14, sebenarnya para pemuja nama Yahweh dalam kedua Kitab Suci itu mengakui juga bahwa 'Allah adalah Eloim dan Tuhan Israel.'
Tanggapan Kristian H. Sugiyarto
Di sinilah lebih jelas lagi bahwa pemahaman Anda memang kacau balau; term “Allah” itu bukan term “Alaah / Elah”, juga bukan term Eloah/Elohim.
Herlianto menulis:
Pada Konsili Efesus (431) wilayah suku Arab Harits dipimpin uskup bernama 'Abd Allah' (Hamba Allah). Inskripsi Zabad (512) diawali 'Bism al-Ilah' (Dalam nama Allah) lengkap dengan tanda salib diikuti nama-nama Kristen, demikian juga Inskripsi 'Umm al-Jimmal' (abad-6) menyebut 'Allahu ghafran' (Allah yang mengampuni). Inskripsi 'Hurran al-Lajja'
(568) dan inskripsi lain pra'Islam' dari lingkungan Kristen menggunakan nama Allah pula. Jadi, umat Yahudi & Kristen berbahasa Arab sudah menggunakan nama 'Allah' jauh
sebelum kelahiran agama Islam, dan ucapan Bismillah sudah digunakan oleh orang Yahudi berbahasa Arab, lama sebelum ada Islam bahkan pada abad-5sM sudah ditulis Ezra dalam kitabnya, dan tentu saja orang Kristen berbahasa Arab sejak abad-1 juga sudah menggunakannya.
Dari sini kita tahu bahwa nama Ilah/Allah dalam bahasa Arab adalah padanan nama 'El/Elohim/Eloah' bahasa Ibrani dan 'Alah/Alaha/Elah/Elaha' dalam bahasa Aram Siria (kata sandang definitif 'ha' dalam bahasa Ibrani tidak biasa digunakan bila menunjuk pada El/Eloah/Elohim).
Tanggapan Kristian H. Sugiyarto
Sekali lagi inilah kelanjutan kekacauan Anda. Jika Anda menduga bahwa kata sandang (particle) “ha” tidak biasa digunakan bila menunjuk pada El/Eloah/Elohim, itu memang menunjukkan kualitas Anda, bahwa Anda, maaf, serampangan saja baca Ibrani OT. Saya bukan teolog, saya tidak bisa berbahasa Ibrani, Aramaik, Arabik, juga Yunani; saya yang scientist saja telah mencatat sedemikian banyaknya penggunaan kata sandang tersebut. OK lah, saya “membantu” Anda, silakan uji Kitab-kitab berikut (menurut Interlinear Greek-Hebrew-English, J.P. Green).
Ha El (6 x)
Kej. 31:13, “I am God (HaEl) of Bethel
Yes. 5:16, “And God (HaEl) the holy One”
Yes. 42:5, “So said God (HaEl) YHWH”
Yer. 32:18, “the great God (HaEl), YHWH Semesta Alam (the mighty)
Daniel, 9: 4 “Oh Lord (Adonai) God (HaEl)
Ayub, 8:3, “Does God (HaEl) pervert judgment?
HaElohim
Kej. :
31: 11, “the Angel of God (HaElohim)”
Kel. :
24:11, “and they saw (etha) God (HaElohim)”
24:13, “the mountain of God (HaElohim)”
Ulangan :
4: 35, “YHWH is God (HaElohim)”
4: 39, “ that YHWH, He is God (HaElohim)”
Yer. 35:4, “iysh HaElohim (a man of God)”
Hak. :
6:20, “And the Angel of God (HaElohim)”
6:36, “And Gideon said to God (HaElohim)”
7:14, “God (HaElohim) has given Median ..”;
10:14, “go and cry to the gods (haelohim)” (pagan)
13:6 (2x), “a man of God (HaElohim); Angel of God (HaElohim)”
13:8, “the man of God (HaElohim)
13:9(2x), “and God (HaElohim) listened; The Angel of God (HaElohim)”
16:28, “O God (HaElohim)”
18:31, “the house of God (HaElohim) in Silo”
20:2, “the people of God (HaElohim)”
20:27, “the covenant of Gdod (HaElohim)
21:2, “before God (HaElohim)
1 Tawrh.:
6: 48 ; 9: 11, 13, 26, 27; 22: 2, 19; 23: 28 ; 25: 6; 26: 20; 28: 12, 21; 29:7, “the house of God (HaElohim)”
6: 49, “the servant of God (HaElohim)”
13: 8, “playing before God (HaElohim)”
13:12 (2x), “David feared God (HaElohim)”
13: 5, 6, 7, 14; 15: 1, 2(2x), 15, 24 ; 16:1, the ark of God (HaElohim)”
14:11, “God (HaElohim) has broken out my enemies”
14:14, “And God (HaElohim) said to him”
14:15, ”for God (HaElohim) has gone out before you”
14:15, “And David did as God (HaElohim) commanded”
16: 1, “peace offering before God (HaElohim)”
15: 26, “And it happened as God (HaElohim)”
16: 6, “the covenant of God (HaElohim)”
16: 42,”song instrument of God (HaElohim)”;
17: 2, “for God (HaElohim) is with you”
17: 21, “Whom God (HaElohim) has”
17: 26, “You are God (HaElohim) Himself”
21: 7, “in the eyes of God (HaElohim)”
21: 8, 17, “And said David to God (HaElohim)”
21: 15, “And God (HaElohim) sent an Angel to Yerusalem”
22:1, “the house of YHWH God (HaElohim) ;
22: 19, “build the sanctuary of YHWH God (HaElohim)
23: 14, “Moses the man of God (HaElohim)”
24: 5, “And chief of God (HaElohim)”
25: 5, “in the words of God (HaElohim)”
26: 32, “for every matter of God (HaElohim)”
25: 5, “And God (HaElohim) Gave to”
28: 3, “But God (HaElohim) Said to me”
2 Tawrh.:
1:3, “….the tent meeting of God (HaElohim)”
1:4, “…. the ark of God (HaElohim)”
2:5, “ …….for our Elohim is greater than ha-elohim (the gods)
3:3; 4:11, 19 ; 5:1,14 ; 7:5 ;15:18 ; 22:12 ; 23:3, 9 ; 24:7,13,27 ; 25:24 ; 28:24(2x) ; 31:13, 21 ; 33:7 ; 35:8 ; 36:18,19 ; “….bayith HaElohim (house of God)”
8:14, “David iysh HaElohim (David the man of God)”
9:23, “….his wisdom that God (HaElohim) had put ….”
10:15, “…for the turn of event was from God (HaElohim)”
11:2 ; 25:7, 9(2x) ; 30:16 ; “… iysh HaElohim (a/the man of God)”
13:12, “… And behold, God (HaElohim) with us”
13:12, “…that God (HaElohim) struck Yerobeam”
18:5, “Go up and God (HaElohim) will ..”
19:3, “..to seek God (darash HaElohim)”
24:9, “..Moses the servant of God (HaElohim)”
24:16, “…and with God (HaElohim)..”
24:20, “thus says God (HaElohim)”
25:8, “God (HaElohim) shall make you fall”
25:20, “..for it was from God (HaElohim)”
26:5 (2x), “…in the vision of God (HaElohim)…YHWH, God (HaElohim..”
26:7, “And God (HaElohim) menolong dia melawan Filistin”
29:36, “..for God (HaElohim) had prepared ..”
30:12, “..the hand of God (HaElohim)”
30:19, “HaElohim YHWH..”
31:14, “..the free will offerings of God (HaElohim)
32:16, “..against YHWH God (HaElohim)
32:31, “God (HaElohim) left him …
33:13, “that YHWH, He is God (HaElohim)”
36:16, “the messenger of God (HaElohim)”
1Raja. : (penyelidikan belum selesai)
12:22 , “The word of God (HaElohim)”
12:22 ; 13:4, 5, 6 (2x), 7, 8, 11, 12, 14 (2x), 21, 29, 31, …”the man of God (HaElohim)”
18: 21, “If YHWH is God (HaElohim)”
18:24, “…and the god (haelohim) who answers by fire, He is the God (HaElohim)..”
18:37, “…and this people shall know that You are YHWH God (HaElohim)..”
18:39 (2x), “…and said, ‘YHWH, He is the God (HaElohim); YHWH, He is the God (HaElohim)”.
Ayub:
1: 6; 2: 1, “The son of God (HaElohim)”;
2: 10, “from God (HaElohim)”
Daniel. (penyelidikan belum selesai)
1:2, “The house of God (HaElohim)”
1:9, “And God (HaElohim) had given“
1:17, “.. God(HaElohim) gave them…”,;
9:3, “..toward the Lord God (… Adonai HaElohim)”
Ezra,
1: 3, “He is God (HaElohim)”
1:5, “and every one had stirred God (HaElohim)”
1: 4; 2:68 ; 3: 8 (etha = to), 9; 10:1, 6, 9, “The house of God (HaElohim)”
3: 2, “the man of God (HaElohim)”
Psalm 86:8 "There is none like you among the gods (ha elohim), O Lord, nor are there any works like yours."
Sdr. Herlianto
Terus terang, baru kitab-kitab dengan ayat-ayat tersebut saja yang telah saya temukan, sementara itu saya belum selesai menyelidiki yang lain; semuanya ini saya lakukan sendiri, karena saya merasa memerlukannya, dan ternyata memang berguna untuk menjelaskan kepada Anda. Jadi, tegasnya Bapa Yahweh sendirilah yang menolong saya untuk menunjukkan hal ini kepada Anda, karena Anda memang juga ditolong oleh Dia untuk menunjukkan ketidaktahuan Anda dengan membuat pernyataan tersebut agar bertemu lagi dengan saya. Yang sudah terdeteksi tersebut sekitar 162 kali untuk HaElohim, dan 6 kali untuk HaEl, sementara ini belum/tidak ditemukan HaEloah (pemakaian Eloah memang lebih jarang ketimbang Elohim, sekitar hanya 57 kali).
Jumlah tersebut jelas sudah lebih dari cukup berlimpah sebagai bukti penggunaan “Ha” untuk menunjuk El/Elohim. Jika Anda tulus dalam diskusi, saya beri kesempatan untuk menguji ayat-ayat tersebut dan teruskan untuk ayat-ayat yang lainnya seluruh Alkitab supaya kita bisa saling mengoreksi.
Berikut saya copy-paste-kan penggalan pernyataan Anda dalam salah satu artikel “Arti sebuah Nama”:
J–6) Orang yang terpelajar seharusnya tidak membaca ayat-ayat secara harfiah dan textual yang dicomot dari konteksnya, ini merupakan kebiasaan para pengagung nama Yahweh termasuk...
Sdr. Herlianto yang “terpelajar”; bagaimana mungkin Anda yang “terpelajar” menyatakan bahwa kata sandang “ha” tidak biasa digunakan untuk menunjuk El/Elohim?? Sementara saya sudah dapat mengidentifikasi penggunaan kata sandang “ha” tersebut!! Eh, ngomong-ngomong Anda “lulusan-terpelajar” dari mana sih? Where and what department were you graduated from? Hal ini saya tanyakan hanya semata-mata untuk mengetahui apakah dalam “keterpelajaran” Anda tidak perlu membaca Hebrew OT?? Tolong Anda yang “terpelajar” mengoreksi hasil temuan saya perihal penggunaan kata sandang “ha” untuk menunjuk El/Elohim tersebut, dan sebelumnya saya mengucapkan terima kasih, ya!! Soalnya saya sih, was graduated from The School of Chemistry, Department of Inorganic Chemistry; saya hanya merasa sedikit disekolahkan oleh Bapa Yahweh untuk mengenali firmnaNya melalui IGHE, J.P. Green.
Herlianto menulis:
Kita harus sadar adanya kenyataan bahwa sekarang ada 4 (empat) versi Alkitab dalam bahasa Arab yang digunakan umat Kristen berbahasa Arab dan ke-empatnya menggunakan 'nama Allah,' dan dalam keempat versi itu, Ezr.5:1 ditulis 'Bismillah' juga. Itu tidak berarti bahwa Alkitab bahasa Arab meniru ucapan dalam Alquran (Dalam Al-Quran ucapan 'Bismillah' menjadi pembuka setiap surat), karena sudah terbukti umat Yahudi dan Kristen berbahasa Aram/Arab sudah jauh sebelum Islam menggunakan nama dan ucapan itu. Saat ini bangsa Arab yang beragama Kristen jumlahnya sekitar 10 juta orang dan semuanya menggunakan 'nama Allah' dan mengucapkan 'Bismillah' juga!
Tanggapan Kristian H. Sugiyarto
Aha, nampaknya, Anda benar-benar terpelajar sehingga bisa pamer informasi bahwa keempat Alkitab berbahasa Arab menggunakan kata Allah; tetapi anehnya sebegitu terpelajarnya sampai malahan tidak mengetahui penggunaan kata sandang “ha” untuk El/Elohim dalam OT; OK-lah ini urusan Anda. Mana tahu Anda lulusan dari Universitas Kristen Arab, maka pertanyaan saya, tolong Anda chek dalam keempat (salah satu juga bolehlah) Alkitab-Arab tersebut setiap kata “HaElohim” diterjemahkan apa dalam bahasa Arab; juga El, Elohim, Eloah? Kemudian kata Ibrani mana yang diterjemahkan menjadi “Allah”; demikian pula YHWH diterjemahkan apa? Tak ketinggalan “HalleluYah” diterjemahkan apa??? Saya tunggu jawaban Anda.
Berikut saya copy-paste-kan informasi pemakaian nama Yahweh dalam salah satu Alkitab berbahasa Arab dari Sdr. Paulus Komar yang dimuat di Salib.net:
[u]Tanggapan Paulus Komar[/u]:
Kalau di dalam Al Qur’an, memang yang menciptakan langit dan bumi itu adalah Allah, tetapi dalam Alkitabul Muqoddas, Yeremia 33: 2 yang menciptakan langit dan bumi dan yang membentuknya adalah bernama YAHWEH,
“Qoolar robbu shooni’uhaa, arrobbu mushowwiruhaa liyutsabbittahaa, Yahwahu ismuhu.”
- ﻘﺎﻞﺍﻠﺮﺐﺼﺎﻨﻌﻬﺎﺍﻠﺮﺐﻤﺼﻮﺮﻫﺎﻠﻴﺛﺒﺘﻫﺎﻴﻬﻮﺍﺴﻤﻪ
Apa Anda kurang jelas? Apalagi Alkitab yang berbahasa Ibrani !.
Kalau saya bandingkan dengan Alkitabul-Muqoddas The Bible Society in the Middle East in behalf of Call of Hope, Printed in Finland by Saarijarven offset oy Saarijarvi 1994.
1 Korintus 8: 4-6 TIDAK DITEMUKAN KATA ALLAH, di sana hanya Ilah.
Ayat 4: ... wa an laisa ilaahun aakhor illaa waahidan
Ayat 5: liannahu wa in wujida maa yusamma aalihah, siwaaun kaana fis-samaai aw ‘alal ardhi.
Ayat 6: laakin lanaa ilaahun waahid: Al-aabul ladzii jamii’ul asyyaai wa nahnu lahu. Wa robbun waahid yasuu’ul masiihu, alladzii bihi jam’ul asyyaai wanahnu bihi
Artinya:
Ayat 4: Dan bahwasanya tidak ada Tuhan yang lain kecuali satu / Esa.
Ayat 6: Akan tetapi bagi kita hanya satu tuhan yaitu Bapa yang dari padaNya berasal segala sesuatu dan kita adalah milikNya dan satu Tuhan saja yaitu Yesus Kristus yang olehNya dijadikan segala sesuatu dan kita bersama denganNya.
Nah, Sdr. Herlianto, P. Komar itu hebat lho dalam bahasa Arabnya, ajakan (tantangan) dia kepada Sdr. Bambang Noorseno, hingga kini tidak ditanggapi, bahkan “pamit” dari media diskusi!!!
Anda memang sangat cakap dalam menjuluki atau menuduh pihak lain (Pengagung Yahweh) berdalih, fanatik; sementara Anda tidak merasa berdalih pada umat Kristen Arab sekitar 10 juta menggunakan kata “Allah” kemudian Anda pakai sebagai pathokan terjemahan. Jika kata”Allah” tidak ada padanannya dalam Ibrani-Yunani saja Anda pertahankan sembari menuduh pihak lain, siapa sih yang fanatik? Tolong sebelum menulis dikonfirmasi dulu!! Inikah kualitas “keterpelajaran” Anda!!!
Herlianto menulis:
Berdasarkan hal ini, pertanyaan peserta yang disebutkan di awal artikel ini bisa dijawab bahwa tidak ada salahnya kalau kita mengucapkan kata 'Bismillah' (dengan pengertian Alaah Yisraeel) kalau berhadapan dengan orang Arab atau yang beragama Islam, dan kalau kita ditanya mengapa menggunakan ucapan itu, kita dapat menjawab bahwa dalam Alkitab Perjanjian Lama sudah tertulis ucapan itu dalam dialek Aram yaitu 'Bashum
Alaah' (Ezr.5:1, abad-6sM), 13 abad sebelum Al-Quran ditulis, Satu abad sebelum agama Islam lahir, Inskripsi Zabad dari kalangan Kristen Arab sudah menuliskan 'Bism al-ilah' yang menunjukkan bahwa secara lisan ucapan itu sudah dipakai oleh umat Yahudi dan Kristen yang berbahasa Arab jauh sebelum digunakan dalam Al-Quran.
Salam kasih dari Herlianto www.yabina.org
Tanggapan Kristian H. Sugiyarto
Berikut saya tambahkan pula sebagian tulisan Sdr. Bambang Noorseno perihal kata Bismillah dalam:
EL ROI, “DEWA” AIR DAN ALLAH: DARI ISMAEL HINGGA BANGSA ARAB SEKARANG
(http://www.angelfire.com/id2/yakos/Nama.htm)
Inskripsi “Zabad” (tahun 512 Masehi)
Inskripsi Zabad pertama kali ditemukan oleh Dr.Sachau tahun 1881. Kota Zabad terletak di sebelah tenggara Aleppo (Halab), antara Qisrin dan sungai Eufrat. Para ahli setuju inskripsi yang ditemukan di reruntuhan gereja kuno ini berasal dari tahun 512 Masehi. Inskripsi yang ditulis dalam 3 bahasa: Aram, Yunani dan Arab ini, dipahatkan di atas batu mati sebuah bangunan gereja.
Menariknya teks Arab dari inskripsi ini diawali dengan doa: Bism al-Ilah (bentuk lain dari ungkapan Bismillah, “Dengan Nama Allah”, lalu disusul dengan nama-nama Kristen Syria yang membangun Gereja tersebut.[28] Bunyi inskripsi ini selengkapnya sebagai berikut:
Bism al-Ilah: Sergius bar Amad, Manaf wa Hani bar Mar al-Qais, Sergius bar Sa’d , wa Sitr, wa Souraih.
Artinya: “Dengan Nama al-Ilah/Allah: Sergius putra Amad, Manaf dan Hani putra Mar al-Qais, Sergius putra Sa’d dan Sitr dan Suraih.”[29]
Dari inskripsi tersebut jelas bahwa aslinya tertulis Bism al-Ilah; jadi arti yang lurus adalah “dalam nama al-Ilah”, dan jika disalin ke dalam huruf Ibrani pastilah “Be Shem HaElohim”, dan ini sesuai pula dengan “Bashum ’ělâhh” (Anda menulis “Bashum Alaah”, Ezra. 5:1) Pertanyaannya kemudian, siapakah “HaElohim” itu??? Jawabannya sangat pasti, yakni YHWH. Anda boleh uji dalam OT, selain “bayith HaElohim” yang begitu banyak dijumpai, saling silih berganti dengan “bayith YHWH”, salah satunya 2Tawrh. 23:17; demikian juga untuk frase “the ark of HaElohim” vs “the ark of YHWH” (1 Tawrh. 15: 3,12).
Sdr Herlianto, perhatikan ayat-ayat berikut ini:
O, YHWH, there is none like You, and there is no Elohim except You (1 Tawrh17: 20),
(O, Yahweh, tidak ada yang seperti Engkau, dan tidak ada Elohim selain Engkau)
Ayat ini maknanya kan persis sama dengan “there is no Elohim except YHWH” (tidak ada Elohim selain Yahweh) yang identik dengan “lâ ilâha illâ allâh”(Islam).
And now, O, YHWH, You are God (Ha Elohim) Himself (1 Tawrh. 17: 26)
(Dan sekarang O, Yahweh, Engkaulah Elohim itu sendiri)
Yes. 44: 6-8, Beginilah firman Yahweh…… Adakah Elohim selain dari padaKu?
Yes. 45: 5, Akulah Yahweh, dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Elohim.
Sama sekali tidak ada keraguan jika seseorang mau mencari siapa nama yang dimaksud dengan sebutan “HaElohim”, hanya satu jawabannya yakni YHWH (Yahweh).
Jika Anda mengartikan bahwa “Bism al-Ilah” = “Dengan nama Allah” itu artinya Anda memegang syariat Islam yang sangat terkenal yakni “lâ ilâha illâ allâh” yang diterjemahkan “tidak ada Tuhan selain Allah", karena memang atas dasar itulah Muslim mengartikan bahwa setiap menemui Ilah (apalagi dengan kata sandang “al”) yang dimaksud adalah “Allah”. Dan oleh karena gara-gara Anda mempercayai teori bentukan kata “Allah” dari kependekan “al-Ilah” itulah Anda menjadi tersesat lebih lanjut ketika menerjemahkan “al-Ilah” = “Ha Elohim” = “Allah”.
Tetapi jika kita mengikuti Alkitab, maka “syariat” kita akan berbunyi:”tidak ada Ilah/Elohim selain Yahweh” atau “lâ ilâha illâ Yahweh
Nah sekarang saya “menantang” iman Anda, sesungguhnya “syariat” mana yang Anda pegang??
Jika Anda lebih suka mengimani Allah ketimbang Yahweh, untuk lebih menguatkan lagi saya anjurkan Anda mengganti saja “HaleluYah” (Pujilah Yahweh) menjadi “Alhamdulillah”(?) (Segala puji untuk Allah”). Bagaimana??
Yahweh Bless Us
Kristian H. Sugiyarto
Staf Pengajar Kimia, FMIPA, UNY
GKJ Demakijo, Yogyakarta
kristiansugiyarto @ yahoo.com
HP. 08157935534
September, 2005 |
|
|
| Back to top |
|
 |
byte_inC Newbie


Joined: Sep 08, 2005 Posts: 54
|
Posted: Tue Sep 20, 2005 12:26 pm Post subject: Re: Bismillah, Tanggapan atas Yabina |
|
Ha... ha.... semakin seru aja nich....
Buat Pak Kris, anda hebat banget.....
bagaimana bisa ahli Kimia mempelajari hal-hal seperti itu ????
Bagi saya sich nggak usah pake argumen yang super njlimet ?
sampai sekarang memang masih banyak orang kristen yang anti dengan YHWH. Kenapa sich ???
Gini aja, dech...
nanti yang akan mencabut SKB 2 menteri itu YHWH atau Allah...............
|
|
| Back to top |
|
 |
Sugiyarto Newbie


Joined: Nov 26, 2004 Posts: 148
|
Posted: Tue Sep 20, 2005 12:47 pm Post subject: Re: Bismillah, Tanggapan atas Yabina |
|
| byte_inC wrote: |
Ha... ha.... semakin seru aja nich....
Buat Pak Kris, anda hebat banget.....
bagaimana bisa ahli Kimia mempelajari hal-hal seperti itu ????
Bagi saya sich nggak usah pake argumen yang super njlimet ?
sampai sekarang memang masih banyak orang kristen yang anti dengan YHWH. Kenapa sich ???
Gini aja, dech...
nanti yang akan mencabut SKB 2 menteri itu YHWH atau Allah............... |
Tanggapan
Terima kasih atas responnya. Saya sama sekali tidak menyatakan "jlimet", tetapi memang Alkitab Ibrani OT itulah yang kita miliki dan sebagai referensi. Argumentasinya sesungguhnya sangat sederhana, yakni bahwa setiap "nama pribadi" mestinya tidak diterjemahkan, dan setiap "teori" mestinya diuji dengan "fakta" yang kita miliki dalam Alkitab OT kita; betapa indahnya teori, kalau tidak cocok dengan fakta, sebaiknya dikenang saja.
Pernyataan Anda yang terakhir, maaf, sebenarnya saya kurang begitu setuju, sebab nampaknya hanya berdasarkan "keyakinan" saja dan ini sangat sulit didiskusikan dengan mengambil sesuatu untuk referensi; "keyakinan" memang diperlukan, tetapi itu bukan suatu "kebenaran" sendiri; oleh karena itu sebaiknya kita sangat hati-hati untuk mengungkapkan semacam "test case". Jelas SKB melanggar HAM PBB 1948 pasal 18, dan dengan demikian saya yakin negara RI pasti akan mendapat tekanan dari pihak-pihak yang lebih kuat; saya telah ikut-ikutan kirim sms ke Bpk. Presiden perihal SKB versus HAM ps 18 tersebut dengan jujur saya katakan posisi saya sebagai dosen kewarganegaran yang telah mendapat pelatihan di Lemhanas. Saya memang juga mengajar HAM bagian dari "kewargangaraan" dan sangat saya tekankan pemahamannya untuk para mahasiswa saya. Mari kita berdoa agar SKB segera dicabut.
YBU
Kristian H. Sugiyarto
|
|
| Back to top |
|
 |
Hindarto Newbie


Joined: Sep 04, 2005 Posts: 8
|
Posted: Wed Sep 21, 2005 10:35 am Post subject: Re: Bismillah, Tanggapan atas Yabina |
|
| byte_inC wrote: |
Ha... ha.... semakin seru aja nich....
Buat Pak Kris, anda hebat banget.....
bagaimana bisa ahli Kimia mempelajari hal-hal seperti itu ????
Bagi saya sich nggak usah pake argumen yang super njlimet ?
Tanggapan Hindarto :
Anda tidak terbiasa membangun suatu kepercayaan diatas dasar argumentasi yang logis,sehingga setiap ada paparan yang argumentatif selalu dikatakan njlimet. Kebenaran bukan hanya diterima oleh hati tapi harus juga dimengerti oleh akal sehat.sampai sekarang memang masih banyak orang kristen yang anti dengan YHWH. Kenapa sich ???
Gini aja, dech...
nanti yang akan mencabut SKB 2 menteri itu YHWH atau Allah............... |
Tanggapan Hindarto :
Pertanyaan anda tidak relevan dengan materi diskusi ini. Jika anda kerepotan melihat berbagai jurus argumentasi yang anda baca diantara kedua belah pihak,sebaiknya dapat membaca kajian-kajian yang lebih simple.
|
|
| Back to top |
|
 |
byte_inC Newbie


Joined: Sep 08, 2005 Posts: 54
|
Posted: Wed Sep 21, 2005 11:34 am Post subject: Re: Bismillah, Tanggapan atas Yabina |
|
waduh.......
baru berkomentar sekali saja sudah di.....
maaf dech.... saya bilang njlimet karena memang saya tidak terbiasa dengan argumentasi seperti itu... saya sama sekali nggak menguasai bahasa semacam itu.
Hanya saja .... kalau masing-masing pihak memegang kepercayaan atas argumentasinya sendiri dan kapan akan ketemu ????
Faktanya nggak semua jemaat bisa ngerti argumentasi semacam itu.
Bp. Herlianto, Bp. Hindarto dan Pak Dosen masing-masing punya argumen.
Lalu..... jemaat awam mau ngapain ????
Paling cuma bisa 'mlongoooo' ........
Satu hal yang mau saya tanyakan... sebenarnya Alkitab dari LAI itu diterjemahkan dari bahasa apa ??
Langsung dari bahasa aslinya atau sudah melalui bahasa perantara. Misalnya dari bahasa Inggris.
Pak Hindarto.... pertanyaan saya cuma bercanda saja, koq.....
Saya sudah punya dokumen dari LAI, ada juga Alkitab dari Pengagung Nama Yahweh, bahkan banyak refensi dari Saksi Yehova juga saya baca....
|
|
| Back to top |
|
 |
Sugiyarto Newbie


Joined: Nov 26, 2004 Posts: 148
|
Posted: Wed Sep 21, 2005 12:38 pm Post subject: Re: Bismillah, Tanggapan atas Yabina |
|
| byte_inC wrote: |
waduh.......
baru berkomentar sekali saja sudah di.....
maaf dech.... saya bilang njlimet karena memang saya tidak terbiasa dengan argumentasi seperti itu... saya sama sekali nggak menguasai bahasa semacam itu.
Hanya saja .... kalau masing-masing pihak memegang kepercayaan atas argumentasinya sendiri dan kapan akan ketemu ????
Faktanya nggak semua jemaat bisa ngerti argumentasi semacam itu.
Bp. Herlianto, Bp. Hindarto dan Pak Dosen masing-masing punya argumen.
Lalu..... jemaat awam mau ngapain ????
Paling cuma bisa 'mlongoooo' ........
Satu hal yang mau saya tanyakan... sebenarnya Alkitab dari LAI itu diterjemahkan dari bahasa apa ??
Langsung dari bahasa aslinya atau sudah melalui bahasa perantara. Misalnya dari bahasa Inggris.
Pak Hindarto.... pertanyaan saya cuma bercanda saja, koq.....
Saya sudah punya dokumen dari LAI, ada juga Alkitab dari Pengagung Nama Yahweh, bahkan banyak refensi dari Saksi Yehova juga saya baca.... |
Tanggapan
Terimakasih atas respon Anda. Saya juga anggota jemaat awam saja yang barangkali tidak berbeda dengan Anda. Namun berdasarkan latar belakang pendidikan saya, saya berusaha mengetahui sebenarnya Alkitab kita ini asal-usulnya / sumbernya dari mana. Saya bertanya-tanya sebab, mengapa terjemahan nama untuk Sang Pencipta dalam bahasa Jawa yang terulis Yehuwah menjadi TUHAN atau ALLAH dalam bahasa Indonesia. Akhirnya saya tahu bahwa aslinya OT berbahasa Ibrani, dan PB berbahasa Yunani. Oleh karena saya sedikit banyak bisa berbahasa Inggris tetapi tidak bisa berbahasa Ibrani-Yunani, maka yang saya butuhkan adalah Alkitab Interlinear Greek-Hebrew-English, dan saya memilikinya (dengan literal translation oleh J.P. Green). Dari sinilah saya membandingkan dengan Alkitab LAI.
LAI tidak menjelaskan terjemahan dari mana Alkitab yang diterbitkannya karena LAI sama sekali tidak memuat Kata Pengantar tentang hal itu, sesuatu yang sangat tidak umum / peculiar; Semua Alkitab berbahasa Inggris yang saya miliki "selalu" ada Kata Pengantarnya; saya tidak tahu mengapa LAI "tertutup" dalam hal ini. Nampaknya Hebrew OT ada variasinya, demikian juga PB Yunani. Itulah sebabnya saya tidak/belum berani "menyalahkan" terjemahan LAI, kecuali term-term El-Eloah-Elohim-Elah-Adonai-YHWH-YH. Jika LAI bertolak pada Ibrani OT seperti dalam J.P. Green, maka saya berani mengadakan studi banding.
Satu hal yang jelas adalah terjemahan LAI berbahasa Indonesia untuk PB tidak berasal dari sumber yang sama ketika menerjemahkan dalam Bahasa Jawa, kecuali LAI mau mengakui kesalahan, karena ada satu kata ("nabi Yesaya", Mark. 1:2) dalam Alkitab berbahasa Indonesia namun menjadi "para-nabi" dalam alkitab berbahasa Jawa.
Saya berargumentasi bahwa tidak ada rumusnya YHWH harus diterjemahkan menjadi TUHAN atau ALLAH. Oleh karena ini dilakukan oleh LAI, maka sangat mungkin LAI lebih berpedoman pada terjemahan bahasa Inggris ketimbang Ibrani, sebab TUHAN/ALLAH memang terjemahan dari LORD/GOD. Itulah yang saya ketahui. Jika Anda berminat, hubungi saja LAI yang merasa memiliki "Hak Patent" meskipun tidak terbuka untuk pembacanya.
Jadi pertanyaan Anda "terjemahan dari mana Alkitab LAI" sesungguhnya juga merupakan pertanyaan saya.
Perihal adanya diskusi yang menunjukkan perbedaan yang cukup tegas, dan kemudian Anda "mengingatkan" jemaatnya menjadi "mlongo", jelas ini merupakan konsekuensi dari jemaat sendiri yang menaruh kepercayaan penuh kepada "para penerjemahnya", dan andaikata Anda sudah merasa puas menghadapi hal yang demikian, itulah sikap Anda; namun jika Anda merasa tidak puas kemudian dapat mengikuti mana yang "lebih bisa diterima, ya silakan bertindak. Sementara itu saya selalu berusaha menguji kebenaran terjemahan yang saya terima berdasarkan atas sumber "aslinya" dengan alat ukur yang tersedia, dan kemudian tentu saja mengambil keputusan dalam bentuk action.
YBU
Kristian H. Sugiyarto
|
|
| Back to top |
|
 |
Hindarto Newbie


Joined: Sep 04, 2005 Posts: 8
|
Posted: Thu Sep 22, 2005 7:26 pm Post subject: Re: Bismillah, Tanggapan atas Yabina |
|
| byte_inC wrote: |
waduh.......
baru berkomentar sekali saja sudah di.....
maaf dech.... saya bilang njlimet karena memang saya tidak terbiasa dengan argumentasi seperti itu... saya sama sekali nggak menguasai bahasa semacam itu.
Tanggapan Hindarto:
Saudaraku, justru itu suatu kekayaan dalam khazanah berpikir di dunia kekristenan yang harus digali dan diaktualisasikan. Selama ini kita selalu dikondisikan oleh para pemimpin rohani sebagai kana-kanak yang tidak boleh terlalu banyak tahu dan puas dengan "sudah diselamatkan". kekristenan model begini, tentu tidak memiliki kemampuan untuk melakukan transformasi atas bangsa ini, meski berdoa terus sampe berdarah-darah. harus ada sinergi antara 'emunah" [iman] dan "khakmah" [hikmat], "yada' [pengetahuan] dan "maasheh" [perbuatan].
Hanya saja .... kalau masing-masing pihak memegang kepercayaan atas argumentasinya sendiri dan kapan akan ketemu ????
Tanggapan Hindarto :
Justru itu, sesuatu yang "diyakini" atau "dianggap" benar, perlu dipercakapkan dalam suasana "share of the truth".Coba perhatikan Kitab Kisah Para Rasul. baik Paul,Stefanus, Apolos,dll. selalu "membuktikan" dengan argumentasi dan tanda-tanda mengenai siapa Mesias itu. Kebingungan terjadi ketika kita membaca suatu pembicaraan, sementara kita belum melengkapi dengan suatu pemahaman yang sedang dipercakapkan. Kebingungan itu bukan karena ulh orang yang berdiskusi,namun kekurangan kita yang arus secara arif kita perbaiki.
Faktanya nggak semua jemaat bisa ngerti argumentasi semacam itu.
Bp. Herlianto, Bp. Hindarto dan Pak Dosen masing-masing punya argumen.
Lalu..... jemaat awam mau ngapain ????
Paling cuma bisa 'mlongoooo' ........
Tanggapan Hindarto :
Jemaat harus berdoa, belajar,menyelidiki dan mengambil suatu pilihan diantara dua pendapat yang berbeda. Tuhan itu adil, Dia tidak akan menyalahkan dan menghukum siapapun termasuk anda yang sedang bingung. Saya pun tidak berani menghukum anda atas kebingungan anda. pegang perkataan Mesias dan Tuhan kita, "barangsiapa tinggal dalam Firman-Ku, Dia akan mengetahui kebenaran dan kebenaran akan memerdekakan dia" [Yoh 8:31-32 band dengan Mm 1;1-2]. Kebenaran akan secara perlahan membuka wawasan dan cara pandang kita yang keliru.
Satu hal yang mau saya tanyakan... sebenarnya Alkitab dari LAI itu diterjemahkan dari bahasa apa ??
Tanggapan Hindarto :
Jawabannya anda dapat lihat di www.sabda.org
Yang saya lihat, LAI kadang-kadang tambal sulam terjemahan. LAI tu berdiri tahun 1954. namun sebelum itu sudah ada orang-orang Belanda spt Ruyl, Lejdecker, Klinkert yang mengusahakan terjemahan dalam bahasa Melayu [tahun 1600-an]. kelak, LAI megklaim dan meneruskan pekerjaan mereka sampai hari ini. Sejujurnya, LAI tidak melakukan penerjemahan langsung. Mereka menggunakan bahasa penghubung [bahasa Ingris berbagai versi]. Sayangnya, Kitab versi LAI, tidak ada kata pengantar, darimana, dengan tujuan dan dengan metode apa mereka menerjemahkan serta menerbitkan untuk publik Kekristenan.
Saya melihat,banyak kekurangan serius dalam terjemahan LAI dalam PL maupun PB. Saya sedang menyiapkan buku untuk mencermati kekeliruan tersebut. Contoh: baca Yehz 37:12, Why 14:1, dalam dwi bahasa [indonesia-inggris], pasti berbeda.
Langsung dari bahasa aslinya atau sudah melalui bahasa perantara. Misalnya dari bahasa Inggris.
Tanggapan Hindarto :
Kuat dugaan saya, memakai bahasa perantara. Nampaknya New International Version jadi rujukan LAI, mengingat banyak kesamaan signifikan diantara keduanya.
Pak Hindarto.... pertanyaan saya cuma bercanda saja, koq.....
Saya sudah punya dokumen dari LAI, ada juga Alkitab dari Pengagung Nama Yahweh, bahkan banyak refensi dari Saksi Yehova juga saya baca.... |
Tanggapan Hindarto :
Baguslah,...bacalah dengan metodologi baca yang benar.
Sintesakan berbagai data dan informasi yang masuk dalam pikiran anda.
jangan lupa, kami bukan Saksi Jehova, karena SJ menolak ketuhanan Yahshua dan keberadaan Neraka/Sorga. sebaliknya, kami sangat mengasihi Dia dan memberi perspektif kami dalam memandang Dia secara lebih luas. Jangan khawatir, saya juga menggembalkan jemaat khoq?
|
|
| Back to top |
|
 |
byte_inC Newbie


Joined: Sep 08, 2005 Posts: 54
|
Posted: Mon Sep 26, 2005 11:48 am Post subject: Re: Bismillah, Tanggapan atas Yabina |
|
OK... master's...
Saya mengimani YHWH dan juga Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan JuruSelamat.
Tapi yang sangat ironis, saya memperoleh pemahaman yang mendalam tentang Tuhan Yesus malah dari Saksi Yehova.....
Saya diceramahi oleh Pengabar SY dan membaca literatur yang mereka berikan....
Jadi mereka sangat kecewa, bukannya saya ikut mereka tapi malah saya lebih tahu siapa Tuhan Yesus itu, kasihan ya....
Memang awalnya saya sempat ditentang banyak orang karena saya 'dekat-dekat' dengan SY. Tapi semua itu sebenarnya kembali pada kita ....
Dalam sidang jemaat, hanya saya yang paling getol dengan YHWH.
Hanya saja ada jemaat yang bertanya, kenapa masalah nama YHWH tidak dari dulu ?
Kenapa baru sekarang diributkan ???
Gimana nich jawabnya agar mereka bisa menerima argument yang ada ?
|
|
| Back to top |
|
 |
Sugiyarto Newbie


Joined: Nov 26, 2004 Posts: 148
|
Posted: Mon Sep 26, 2005 1:12 pm Post subject: Re: Bismillah, Tanggapan atas Yabina |
|
| byte_inC wrote: |
OK... master's...
Saya mengimani YHWH dan juga Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan JuruSelamat.
Tapi yang sangat ironis, saya memperoleh pemahaman yang mendalam tentang Tuhan Yesus malah dari Saksi Yehova.....
Saya diceramahi oleh Pengabar SY dan membaca literatur yang mereka berikan....
Jadi mereka sangat kecewa, bukannya saya ikut mereka tapi malah saya lebih tahu siapa Tuhan Yesus itu, kasihan ya....
Memang awalnya saya sempat ditentang banyak orang karena saya 'dekat-dekat' dengan SY. Tapi semua itu sebenarnya kembali pada kita ....
Dalam sidang jemaat, hanya saya yang paling getol dengan YHWH.
Hanya saja ada jemaat yang bertanya, kenapa masalah nama YHWH tidak dari dulu ?
Kenapa baru sekarang diributkan ???
Gimana nich jawabnya agar mereka bisa menerima argument yang ada ? |
Tanggapan
Sebenarnya sejak kecil saya telah mengenal YHWH, cuma bacanya saja Yehuwah, menurut Alkitab saya yang berbahasa Jawa. Saya mengcek untuk Alkitab bahasa Batak pun (Dohot Mende?) demikian juga tetap menggunakan Yehuwah. Namun sejak munculnya Alkitab berbahasa Indonesia Nama Yehuwah menjdai lenyap, dan di gereja saya yang ada kebaktian berbahasa Jawa juga tetap menggunakan Yehuwah, tetapi menjadi TUHAN atau ALLH ketika berbahasa Indonesia. Seiring dengan getol-getolnya gerakan SY yang "mendapat perlawanan" oleh gereja umumnya, nama Yehuwah menjadi tidak populer, bahkan menjadi "dicurigai". Inilah yang kami alami. Tetapi setelah kita mengenal Alkitab OT aslinya berbahasa Ibrani, kita semua bisa menguji kebenaran tersebut. Sesungguhnya LAI telah pula menerbitkan Alkitab berbahasa Indonesia dengan halaman sebelahnya dari bahasa Ibrani aslinya, sejak 2001. Saya baru memiliki kemarin dan sedang mengujinya. dan ternyata untuk sementara saya katakan tidak berbeda dengan Alkitab Ibrani yang saya miliki dari J.P. Green. Jadi jelas bahwa Nama YHWH, YH, juga YH YH, memang ada di sana. Dengan demikian dapat dipahami bahwa dewasa ini sudah banyak yang benar-benar memahami Alkitab aslinya kemudian menguji "kebenarannya". Satu hal lagi dapat saya katakan bahwa Alkitab LAI 2001 tersebut untuK PB yang sebelahnya dimuat Yunaninya, hampir pasti "tidak sesuai" dengan terjemahan Bahasa Indonesianya, dan tida pula sama dengan PB Yunani yang saya miliki J.P. Green.
Namun ingat, bahwa SY masih memakai term "Allah" lho!!!, sementara ini saya tidak lagi menggunakannya.
Sementara sekian dulu
YBU.
Karistian H Sugiyarto
|
|
| Back to top |
|
 |
byte_inC Newbie


Joined: Sep 08, 2005 Posts: 54
|
Posted: Tue Sep 27, 2005 7:42 am Post subject: Re: Bismillah, Tanggapan atas Yabina |
|
Oke....
Mana yang lebih bisa diterima, YHWH / JHWH ?
Yahwe / Yahweh / Yehuva / Yehova / Jehova ?
lalu bagaimana saya bisa menjelaskan kepada rekan2 jemaat untuk sedikit demi sedikit menghilangkan term Allah ???
Kalau saya sih nggak usah pake penjelasan panjang lebar udah dapat mengerti ...........
|
|
| Back to top |
|
 |
Sugiyarto Newbie


Joined: Nov 26, 2004 Posts: 148
|
Posted: Tue Sep 27, 2005 8:26 am Post subject: Re: Bismillah, Tanggapan atas Yabina |
|
| byte_inC wrote: |
Oke....
Mana yang lebih bisa diterima, YHWH / JHWH ?
Yahwe / Yahweh / Yehuva / Yehova / Jehova ?
lalu bagaimana saya bisa menjelaskan kepada rekan2 jemaat untuk sedikit demi sedikit menghilangkan term Allah ???
Kalau saya sih nggak usah pake penjelasan panjang lebar udah dapat mengerti ........... |
Tanggapan
Sebenarnya saya tidak tahu bahasa Ibrani, cuma baca saja dalam konkordansi Strong. Nantinya jika terbaca oleh Pdt. Teguh Hindarto, ia sangat cakap dalam hal ini.
OKlah, pada prinsipnya bagi saya perbedaan "pengucapan" hanyalah sekedar perbedaan lidah; Sugiyarto dalam bahasa Jepang hanya mungkin menjadi Sugiyaruto (ada tambahan u antara r dan t).
Y adalah transilerasi dari huruf kita (latin) dan J adalah transilerasi dalam bahasa Inggris, seperti John (bahasa Inggris) menjadi Yohanes (Indonesia). Untuk hurf v dan w memang keduanya bisa saling tertukar dalam transilerasi; namun kita nampaknya lebih familiar w ketimbang v. Huruf terakhir H menurut "aturan" baca, memang tidak perlu dibaca (dengan alasan tidak ada tanda "dagest forte- pengerasan baca), tetapi oleh kerana ini "devine name" (Nama Sang Pencipta), nampaknya kita tidak boleh meninggalkannya; sebab jika ditinggalkan tidak dibaca, ada kemungkinan miskonsepsi dari transilerasi YHW padahal aslinya YHWH.
Demikianlah, jawaban ini sangat tentatif, sangat terbuka untuk dikoreksi oleh ahlinya.
YBU
Kristian H. Sugiyarto
|
|
| Back to top |
|
 |
byte_inC Newbie


Joined: Sep 08, 2005 Posts: 54
|
Posted: Tue Sep 27, 2005 8:46 am Post subject: Re: Bismillah, Tanggapan atas Yabina |
|
Eh... kok cepet banget jawabnya...
Bapak sendiri selalu online, ya ???
Ada pertanyaan saya yang belum dijawab, lupa mungkin pak.
Bagaimana saya bisa menjelaskan kepada rekan2 jemaat untuk sedikit demi sedikit menghilangkan term Allah ???
Saya sering membuat buletin untuk jemaat gereja, kalau tulisan Anda berdua saya muat dibuletin saya, boleh apa tidak ???
biar jemaat yang nggak internetan juga bisa ikut membaca ide/argumentasi Anda berdua.
Buletin itu non-profit alias gratis......
|
|
| Back to top |
|
 |
Sugiyarto Newbie


Joined: Nov 26, 2004 Posts: 148
|
Posted: Tue Sep 27, 2005 9:07 am Post subject: Re: Bismillah, Tanggapan atas Yabina |
|
| byte_inC wrote: |
Eh... kok cepet banget jawabnya...
Bapak sendiri selalu online, ya ???
Ada pertanyaan saya yang belum dijawab, lupa mungkin pak.
Bagaimana saya bisa menjelaskan kepada rekan2 jemaat untuk sedikit demi sedikit menghilangkan term Allah ???
Saya sering membuat buletin untuk jemaat gereja, kalau tulisan Anda berdua saya muat dibuletin saya, boleh apa tidak ???
biar jemaat yang nggak internetan juga bisa ikut membaca ide/argumentasi Anda berdua.
Buletin itu non-profit alias gratis...... |
Tanggapan
Saya juga terkejut Anda begitu cepat merespon. Saya hampir mengajar ini. OK. pertama Saya sangat setuju Anda memuatnya dalam buletin Gereja Anda semuanya saja, bahkan perihal Septuaginta maupun Kontroversi PB; Nanti saya kirimi file aslinya yang lebih lengkap dengan foto gambar, sebab saya tidak bisa memiliki teknik mempostingkan di Salibnet. Saya mohon dikasih satu eksemplar. Anda dari Gereja mana. Nanti saya kirimi alamat lengkap saya. Jika tidak keberatan tolong saya dikasih no. HP Anda. Permintaan yang sama juga dilakukan dari seorang pembaca dari Sydney, bahkan menelepon saya di rumah.
OK, perihal term "Allah", kan sudah saya jelaskan bahwa term ini tidak ada padanannya. "Elohim/El" padananya "ilah"; "Ha El/HaElohim" padanannya "Al Ilah". Allah sejajar YHWH, jadi jika memasukkan term "Allah" berarti mengganti YHWH. Kata Ibrani dari "dalam nama YHWH" adalah "BeShem YHWH" terdapat dalam 1Raja.18:32. Jadi Bismillah yang diartikan "dalam nama Allah" jelas menggantikan "BeShem YHWH".
YBU
Kristian H. Sugiyarto
|
|
| Back to top |
|
 |
byte_inC Newbie


Joined: Sep 08, 2005 Posts: 54
|
Posted: Tue Sep 27, 2005 9:20 am Post subject: Re: Bismillah, Tanggapan atas Yabina |
|
Saya ada di lab. Komputer, Pak....
Saya adalah Guru SMK Satya Persada. Jl. Tidar 34 magelang.
HP. 08882553081
Kalau Bapak mau mengirimkan file asli dan gambar, wah... saya pasti senang sekali dan dijamin nggak bakal nolak.
Untuk buletin, formatnya sangat sederhana lho....
karena hanya kalangan terbatas dan yang pasti itu saya cetak kalau saya pas punya uang lebih untuk fotocopy, he...he... Kalau bapak mau bantu dana cetak, juga saya jamin nggak saya tolak.
Untuk gereja... saya jemaat "tidak tetap" "tanpa kartu anggota" kalau istilah guru ya GTT gitu lah...
yang pasti asal ada Tuhan Yesusnya............
Oh ya... mana nih master yang satunya..... kok belum online...
Gimana pendapat dan tanggapan Bapak tentang tulisan
"Sekali Lagi, Soal YHWH dan Allah: Tanggapan Atas Beberapa Tanggapan"
Oleh: Bambang Noorsena*)
*) Penulis bukan pendeta, melainkan pengamat hubungan antaragama dan pendiri Institute for Syriac Christian Studies (ISCS), anggota dewan konsultatif Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), bersama keluarga tinggal di Mesir.
selamat mengajar, Pak.... saya juga mau berceloteh didepan siswa.....
|
|
| Back to top |
|
 |
|
|
You cannot post new topics in this forum You cannot reply to topics in this forum You cannot edit your posts in this forum You cannot delete your posts in this forum You cannot vote in polls in this forum You cannot attach files in this forum You can download files in this forum
|
|