 Welcome Anonymous
Membership:
 Latest: agus.soetopo
 New Today: 0
 New Yesterday: 0
 Overall: 1525
People Online:
 Members: 0
 Visitors: 1
 Bots: 2
 Staff: 0
Staff Online:No staff members are online!
Last 10 Forum Messages
We have received 5086945page views since April 2004
Copy and paste the text below to insert the button displayed above on your site. Thanks for your support!
|
| Forum dan Diskusi > > Khusus > > Dialog dengan Pdt. Yakub Soelistio S.Th MA > > Tanggapan Surat Bapak Bambang Noorseno 6 | |
Tanggapan Surat Bapak Bambang Noorseno 6Bila Anda mengkuti peristiwa yang terjadi terakhir ini, Anda pasti tahu atau mendengar nama "Yakub" atau lebih lengkapnya Pdt. Yakub Soelistio. Beliaulah yang dituduh menjadi "sumber" dari merebaknya berita tentang 'surat Mubaligh'. Untuk mengklirkan persoalan ini Pdt. Yakub bersedia berdiskusi khusus dengan umat Kristiani di mana saja berada. Jadi di sini Pak Yakub sendiri bersedia menjawab dan menanggapi setiap pertanyaan Anda. Berdiskusilah dengan dipenuhi kasih Allah. Untuk topik ini Anda mendaftar dulu sebagai member salib.net.
Go to page Previous 1, 2, 3
| View previous topic :: View next topic |
| Author |
Message |
joko Newbie


Joined: Jul 11, 2005 Posts: 8
|
Posted: Mon Jul 25, 2005 5:06 pm Post subject: Re: Tanggapan Surat Bapak Bambang Noorseno 6 |
|
Saudara seiman (?????)...meskipun telat (abis baru tau dan baru register sich), saya boleh nimbrung ya untuk membuat sedikit pendapat pribadi yang awam.
Setelah membaca pendapat yang saling bertentangan dan bikin bingung kita2 orang awam, para pemberi pendapat itu sendiri ternyata menurut saya nggak punya pendapat sendiri, mau tau kenapa? KARENA HAMPIR SEMUA MENGUTIP PENDAPAT ORANG/BUKU/SUMBER LAIN.. bener ya?
INI KESIMPULAN SAYA (pribadi, lho) : Belanda / VOC (1602) dulu masuk ke Indonesia dan misionaris Belanda ikut, tentu saja ALKITABnya pasti bahasa Belanda..tul nggak? Betul!! Trus supaya gampang ngajarin ke Inlaander, mereka kan harus terjemahin kata "GOT/LORD/GOD" (sy nggak tau persis bahasa Belandanya apa dulu?), terus si Inlaander pasti bilang kalo di sini yang disembah sbg pencipta langit dan bumi namanya Tuhan, namanya ALLAH....(kenapa?? kan sudah ada duluan Agama Islam yang dibawa pedagang Gujarat). Nah itulah kenapa hanya di Indonesia aja cq. yang daerahnya duluan dimasuki agama Islam, orang2 Kristennya memanggil pencipta langit dan bumi dengan nama ALLAH? kalo di bahasa Korea, bahasa tanah Karo, dll mungkin juga nggak kali ya? mohon koreksi kalo salah...abis tambah bingung nih kalo saya dan keluarga berdoa... terima kasih kalo ada yang bisa ngasih pandangan yang very simple dan tidak terlalu njelimet serta LOGIS. Terima kasih.
|
|
| Back to top |
|
 |
Sugiyarto Newbie


Joined: Nov 26, 2004 Posts: 148
|
Posted: Tue Jul 26, 2005 10:53 am Post subject: Re: Tanggapan Surat Bapak Bambang Noorseno 6 |
|
Shalom, dear Mr. Joko dalam Kasih Yesus-Yahshua
Pendek saja; saya tidak tahu latar belakang Anda. memang ini tempat diskusi untuk "barang yang sudah ada" yakni Alkitab. Kita tidak mendesain sesuatu barang "baru". Andaikata menemukan sesuatu yang baru pun tentu penjelasannya memakai referensi yang relevan atau yang sesuai, dan makin banyak referensi makin berbobot diskusinya. Bahwa itu membuat bingung tentu wajar saja. Saya demikian juga. Namun tidak untuk sekarang ini setelah saya memiliki Alkitab asli Ibrani-Yunani, kemudian mengikuti tata-cara penerjemahan yang umum, dalam arti nama pribadi dimanapun tidak umum diterjemahkan, hanya nama julukan/gelar saja yang diterjemahkan. Jika studi kita tentang Alkitab tidak berkesimpulan adanya nama pribadi dengan nama julukan/gelar, maka ya itulah yang menjadi sumber perbedaan. Sebagai contoh, nama pribadi yaitu Joko, Sugiyarto, dst., sedangkan nama gelar/julukan/panggilan umum misalnya, si kerempeng, si gendut, bapak, presiden, sultan, raja, dst. Inti perbedaan adalah di satu pihak Nama pribadi Sang pencipta yang tertulis dalam huruf Ibrani jika dieja menjadi YHWH (baca Yahweh) yang tidak akan diterjemahkan, sementara pihak lain bisa diterjemahkan menjadi macem-macem seperti, ALLAH dan TUHAN (di Indonesia). Nah, yang Anda baca adalah argumentasi masing-masing pihak. Argumen inilah yang tentu saja mengacu banyak sumber referensi, dan yang Anda anggap bukan pendapat pribadi.
Selamat menikmati
Yahweh Memberkati Kita semua
Kristian H Sugiyarto
|
|
| Back to top |
|
 |
joko Newbie


Joined: Jul 11, 2005 Posts: 8
|
Posted: Mon Aug 01, 2005 12:01 pm Post subject: Re: Tanggapan Surat Bapak Bambang Noorseno 6 |
|
Salam dalam kasih Kristus
Terima kasih atas tanggapannya Bpk. Kristian, latar belakang saya adalah Kristen (Protestan) biasa sejak lahir, pertama kali saya kurang peduli sama tatacara dan sejarah agama, namun setelah menerima surat mubaligh via email, saya menjadi tertarik dan ingin tau lebih banyak lagi, apalagi saya berlatar belakang (pendidikan) hukum, sehingga selalu berusaha mempercayai sesuatu yang memiliki dasar, minimal ada logikanya... btw, apakah tidak ada jawaban yang sebenarnya (minimal mendekati kebenaran) kenapa Kristen di Indonesia selama ini menggunakan penyebutan ALLAH dan bukan YAHWEH? mungkin bisa ditanyakan langsung ke PGI / KWI atau lembaga berwenang lainnya..atau siapa tau di antara netter SALIB.net ada yang memiliki alkitab bahasa Indonesia abad 15-17, dst. yaitu sejak pertama kali Belanda menjejakkan kaki di bumi Indonesia, atau bahkan mungkin kita bisa minta tolong sama pemerintah Belanda, karena mereka pasti punya sejarah / arsipnya ; tentu akan lebih mudah untuk mencari kebenarannya pak...
|
|
| Back to top |
|
 |
Sugiyarto Newbie


Joined: Nov 26, 2004 Posts: 148
|
Posted: Tue Aug 02, 2005 9:08 am Post subject: Re: Tanggapan Surat Bapak Bambang Noorseno 6 |
|
| joko wrote: |
Salam dalam kasih Kristus
Terima kasih atas tanggapannya Bpk. Kristian, latar belakang saya adalah Kristen (Protestan) biasa sejak lahir, pertama kali saya kurang peduli sama tatacara dan sejarah agama, namun setelah menerima surat mubaligh via email, saya menjadi tertarik dan ingin tau lebih banyak lagi, apalagi saya berlatar belakang (pendidikan) hukum, sehingga selalu berusaha mempercayai sesuatu yang memiliki dasar, minimal ada logikanya... btw, apakah tidak ada jawaban yang sebenarnya (minimal mendekati kebenaran) kenapa Kristen di Indonesia selama ini menggunakan penyebutan ALLAH dan bukan YAHWEH? mungkin bisa ditanyakan langsung ke PGI / KWI atau lembaga berwenang lainnya..atau siapa tau di antara netter SALIB.net ada yang memiliki alkitab bahasa Indonesia abad 15-17, dst. yaitu sejak pertama kali Belanda menjejakkan kaki di bumi Indonesia, atau bahkan mungkin kita bisa minta tolong sama pemerintah Belanda, karena mereka pasti punya sejarah / arsipnya ; tentu akan lebih mudah untuk mencari kebenarannya pak... |
Tanggapan
Shalom. dalam kasih Yahshua- Yesus
Terima kasih atas responnya. Saya sangat senang atas backgroud Anda. Meskipun Anda bukan dari GKJ, saya menduga Anda bisa berbahasa Jawa (berdasarkan namanya). Nah, dalam Kitab Suci berbahasa Jawa tertulis nama Yehuwah (asli Ibraninya YHWH, yang mestinya dewasa ini dibaca Yahweh). Namun dalam Alkitab berbahasa Indonesia nama YHWH tersebut "lenyap" diganti TUHAN dan ALLAH (semua huruf besar). Pada waktu itu (saya masih pemuda) sangat penasaran dan tidak tersedia jawaban. Akhirnya saya sekarang tahu persis dan memang memiliki sumber aslinya (primer) bahkan interlinear Greek-Hebrew- English Bible. Meskipun saya sama sekali tidak mampu berbahasa semitik (Arab-Ibrani-Aramaik) dan juga Yunani, namun dengan bekal bahasa Inggris dan Interlinear Bible tersebut saya memperoleh pengetahuan untuk dapat mengujinya. Dan ternyata memang yang ada dari sumber primernya (Ibrani untuk Perjanjian Lama) memang nama YHWH. Sementara itu dalam bahasa Yunani PL (yang disebut Septuaginta) pada mulanya tetap ditulis dalam huruf Ibrani YHWH, namun kemudian ada yang menerjemahkan Kurios.
Oleh aliran seperti New International Version (NIV), baik YHWH maupun Kurios diterjemahkan the LORD, LORD, dan kadang GOD. Dan nampaknya inilah yang dipakai acuan LAI untuk kemudian diterjemahkan menjadi TUHAN dan ALLAH. Aliran lain tentu tidak mau mengikutinya, dan dengan "hukum" terjemahan yang "lurus" (sementara ini saya tidak memakai istilah "benar-salah"), bahwa nama tidak mungkin diterjemahkan melainkan ditransilerasi huruf-hurufnya sedemikian sehingga terucapkan sangat dekat dengan aslinya. Perbedaan pandangan ini tentu sudah dikenali oleh LAI, dan memang sudah pernah ada surat yang dilayangkan kepada LAI, seingat saya dijawab bergantung "gereja-gereja" pendukungnya. (bahkan seminar tentang nama Allah sudah berulang kali). Inilah yang terjadi.
Perihal pemakaian kata "Allah" (dari bahasa Arab) oleh LAI adalah terjemahan dari Ibrani El-HaEl-Eloah-Elohim-HaElohim (God). Ini oleh "pengagung YAHWEH" demikian juga saya dianggap terjemahan yang "tidak lurus". Kata El-Eloah-Elohim sejajar dengan ill (Arab) bukan "Allah"; untuk kata "Allah" ini LAI berpendapat berasal dari kependekan Al-Illah yang tentu saja mestinya menurut "hukum" terjemahan yang "luru" sejajar dengan Ha-Elohim (sebab "Ha" sejajar dengan "Al") bukan El-Eloah-Elohim. Bukti lanjut adalah kata Elohim itu bentuk jamak dari Eloah, demikian juga kata "god" bisa dijamakkan "gods", sedangkan kata "Allah" tidak bisa dijamakkan. Itulah sebabnya kata "Allah" (termasuk "ALLAH") tidak mungkin dapat dimasukkan ke dalam terjemahan Alkitab manapun. Dan umumnya moslem memang berpendapat bahwa kata "Allah" tidak boleh diterjemahkan dan datang begitu saja (bukan kependekan dari "Al-Illah"); lihat saja Azan sore hari di TV " la illaha ill allah" (maaf jika keliru nulis) diterjemahkan "tidak ada Tuhan selain Allah" atau "there is no god except Allah".
Anda juga bisa membaca definisi "Allah" dalam kamus English-English Hornby misalnya, " Allah = the name of God among moslem and all fait in Arab". Jadi "Allah" itu sebuah nama, dan jika ini dipakai untuk menerjemahkan Elohim maupun YHWH, berarti terjadi penggantian nama Sang Pencipta dari Alkitab asli Ibrani. Anda berbekal hukum silakan mengkajinya.
Sementara itu nama "Yehuwah" dalam Kitab Suci berbahasa Jawa sejak dulu hingga terbitan sekarang ini tetap saja tidak berubah, karena memang nama (dalam bahasa Jawa) tidak mungkin diubah dalam bahasa Indonesia. Nama bapak "Joko" (bahasa Jawa) tidak mungkin berubah menjadi "Lajang" (bahasa Indonesia), bahkan sekalipun Anda sudah beristeri (berkeluarga) ya tetap "Joko" kan??? (maaf menyeret-nyeret nama Anda)
Silakan baca tanggapan saya di forum ini juga terhadap tulisan Bb. Noorseno maupun Yabina; semuanya sangat panjang; dan jika sudah silakan mengambil sikap-komentar, saya sangat senang mendiskusikannya.
Terima kasih
YBU
Kristian HS
|
|
| Back to top |
|
 |
joko Newbie


Joined: Jul 11, 2005 Posts: 8
|
Posted: Tue Aug 02, 2005 1:14 pm Post subject: Re: Tanggapan Surat Bapak Bambang Noorseno 6 |
|
Trims Bp Kristian,
Saya pikir saya cukup puas dengan jawaban anda, namun kita juga musti arif bahwa memang untuk mengubah sesuatu yang sudah mendarah daging agak sulit, dulu di kota kelahiran saya pas ada MTQ (+/- 1984), dirubahlah semua nama jalan, mis. dari Jl. Budiman menjadi jalan Karel Satsuitubun, namun terakhir saya pulang November 2004, semua teman saya masih menyebut Jl. Budiman bukan Jl. Karel, demikian jg banyak jalan2 lainnya..nah jika Bapak memang berkeinginan mengubah (atau tepatnya mengembalikan) nama TUHAN kita semua, ya musti dengan cara yang bijaksana...perbanyak sosialisasi damai di komunitas kita dengan memberikan logika berpikir yang sederhana...semoga KEBENARAN (apapun bentuknya) akan selalu BENAR. Namun terus terang saya sendiri sejak mengikuti dan membaca "hal" ini mulai menggunakan kata / nama yang lebih umum untuk berdoa yaitu dengan menyebut : "TUHAN kami yang bertahta di kerajaan surga...dst." Mengenai nama Yesus apa ada "masalah" juga ?? Salam.
|
|
| Back to top |
|
 |
Sugiyarto Newbie


Joined: Nov 26, 2004 Posts: 148
|
Posted: Wed Aug 03, 2005 8:37 am Post subject: Re: Tanggapan Surat Bapak Bambang Noorseno 6 |
|
| joko wrote: |
Trims Bp Kristian,
Saya pikir saya cukup puas dengan jawaban anda, namun kita juga musti arif bahwa memang untuk mengubah sesuatu yang sudah mendarah daging agak sulit, dulu di kota kelahiran saya pas ada MTQ (+/- 1984), dirubahlah semua nama jalan, mis. dari Jl. Budiman menjadi jalan Karel Satsuitubun, namun terakhir saya pulang November 2004, semua teman saya masih menyebut Jl. Budiman bukan Jl. Karel, demikian jg banyak jalan2 lainnya..nah jika Bapak memang berkeinginan mengubah (atau tepatnya mengembalikan) nama TUHAN kita semua, ya musti dengan cara yang bijaksana...perbanyak sosialisasi damai di komunitas kita dengan memberikan logika berpikir yang sederhana...semoga KEBENARAN (apapun bentuknya) akan selalu BENAR. Namun terus terang saya sendiri sejak mengikuti dan membaca "hal" ini mulai menggunakan kata / nama yang lebih umum untuk berdoa yaitu dengan menyebut : "TUHAN kami yang bertahta di kerajaan surga...dst." Mengenai nama Yesus apa ada "masalah" juga ?? Salam. |
Tanggapan
Shalom dalam kasih Y'shua- Yesus
Terima kasih atas responnya.
Soal penggantian nama jalan sebagaimana Anda ceritakan tentu tidak masalah, sebab memang mereka punya wewenang untuk melakukan penggantian atau pemberian nama, termasuk orang tua memberi nama anak-anaknya, dst. Dalam Alkitab pun diberikan contoh Elohim Yahweh mengubah nama Abram menjadi Abraham dan isterinya menjadi Sarahi, karena memang Dia mempunyai wewenang untuk itu, termasuk melalui MalaikatNya memberi nama anak sulung pasangan Mariam-Yusuf sebagai Y'Shua (Yesus) maupun ImmanuEl. Pertanyaan yang muncul dengan logika maupun dasar "hukum", siapakah atau lembaga atau kekuatan manakah yang mempunyai wewenang "mengganti/mengubah" nama Sang pencipta kita YAHWEH? Nabi Yesaya (Juga Daniel) menyatakan bahwa Dia sendiri yang membuat Nama bagiNya (Yer. 32:20, “….. kepada Israel dan kepada umat manusia, sehingga Engkau membuat nama bagi-Mu sendiri,… “.) Sejak kapan dan dengan cara atau "wahyu" macam apa "mereka" merasa mendapatkan wewenang mengubah atau mengganti Sang Nama tersebut?
Jika Anda (kita) menyebut Sang Pencipta itu dengan term "Tuhan" itu memang tidak salah, sebab semua "sebutan" atau "titel" atau "gelar" memang bisa diterjemahkan dengan bahasa setempat. "Tuhan" adalah terjemahan dari Adonai (Ibrani) atau Kurios (Yunani) atau "Lord" (Inggris) identik dengan "Tuan'" terjemahan dari "Adon" atau "kurios" atau "Lord".
Tetapi Anda mesti mempertimbangkan ketika menyebutkan kata "TUHAN" itu didengarkan orang lain apa benar-benar "TUHAN" ataukah "Tuhan"? Secara orally kedua-duanya tidak salah. Akan menjadi pertanyaan besar jika Anda menerjemahkan dalam bentuk tertulis "TUHAN" (juga "ALLAH") sebagai pengganti YAHWEH!! Sejak kapan dan dengan wahyu seperti apa Anda merasa dibenarkan untuk melakukan "penggantian Sang Nama tersebut? Tentu saja kita juga boleh memanggil Sang Pencipta dengan sebutan "Bapa", memang itulah yang diajarkan para Nabi juga Y'Shua-Yesus. Begitu juga para Nabi memberi contoh dengan memanggil langsung NamaNya, YAHWEH. Nama "YAHWEH" ini tertulis dalam seluruh Alkitab sejumlah sekitar 6900 melebihi kata El-Eloah-Elohim (sekitar 3000). Tentulah hal ini merupakan Nama yang memang luarbiasa mendominasi Alkitab kita yang ternyata menjadi "lenyap" dalam Alkitab-LAI. Nama tersebut harus disebutkan (menurut petunjuk Yang Empunya Nama sendiri dalam Alkitab) dan itulah yang dilakukan para nabi dan ini tentu menjadi "dasar hukum" kita untuk melakukannya pula. Kebenaran Nama YAHWEH dan Y'Shua dibuktikan pula oleh terbitan Alkitab perjanjian Baru berbahasa Ibrani oleh masyarakat Kristen Yahudi. Anda bisa mengunduh dari internet. Sosialisasi dengan cara damai adalah mengikuti "firman" Tuhan, misal melalui seminar, dan permintaan penerbitan Alkitab ke LAI. Eh, tanggapannya malahan ada yang "menuduh" sebagai bidah, tidak cerdas, dangkal, dst. sebagaimana Anda lihat di internet. Mestinya kita sebagai orang "protestan" belajar dari pengalaman "Martin Luther" bukan malah meniru "gereja Katolik" waktu itu!! Gereja-gereja kita maunya tidak diprotes / dikritik!
Sesungguhnya tidak hanya nama Yesus (Yunaninya IEOUS) juga nama Yokhanan (Ibrani) menjadi Yokhanan (bahasa Jawa), Yohanes atau Yahya (bahasa Indonesia), John (Inggris) dst. Jika ini menyangkut nama "duniawi" nampaknya ada yang menganggap tidak terlalu mempermasalahkan.
OK sekian dulu mudah-mudahan kita mendapat pencerahan yang maksimal dari Roh Kudus.
Yahweh Bless Us
Kristian H. Sugiyarto.
|
|
| Back to top |
|
 |
|
|
You cannot post new topics in this forum You cannot reply to topics in this forum You cannot edit your posts in this forum You cannot delete your posts in this forum You cannot vote in polls in this forum You cannot attach files in this forum You can download files in this forum
|
|