 Welcome Anonymous
Membership:
 Latest: agus.soetopo
 New Today: 0
 New Yesterday: 0
 Overall: 1525
People Online:
 Members: 0
 Visitors: 1
 Bots: 2
 Staff: 0
Staff Online:No staff members are online!
Last 10 Forum Messages
We have received 5086942page views since April 2004
Copy and paste the text below to insert the button displayed above on your site. Thanks for your support!
|
| Forum dan Diskusi > > Khusus > > Dialog dengan Pdt. Yakub Soelistio S.Th MA > > Tanggapan Surat Bapak Bambang Noorseno 6 | |
Tanggapan Surat Bapak Bambang Noorseno 6Bila Anda mengkuti peristiwa yang terjadi terakhir ini, Anda pasti tahu atau mendengar nama "Yakub" atau lebih lengkapnya Pdt. Yakub Soelistio. Beliaulah yang dituduh menjadi "sumber" dari merebaknya berita tentang 'surat Mubaligh'. Untuk mengklirkan persoalan ini Pdt. Yakub bersedia berdiskusi khusus dengan umat Kristiani di mana saja berada. Jadi di sini Pak Yakub sendiri bersedia menjawab dan menanggapi setiap pertanyaan Anda. Berdiskusilah dengan dipenuhi kasih Allah. Untuk topik ini Anda mendaftar dulu sebagai member salib.net.
Go to page 1, 2, 3 Next
| View previous topic :: View next topic |
| Author |
Message |
Yakub Newbie


Joined: Nov 06, 2004 Posts: 52
|
Posted: Thu Jan 06, 2005 6:50 pm Post subject: Tanggapan Surat Bapak Bambang Noorseno 6 |
|
Eirena ( Stafnya ) Bambang Nooseno menulis:
Membaca tanggapan Sdr. Paulus Komar atas artikel Pak Bambang yang terakhir saya kirim, saya perlu berikan beberapa catatan:
1. Tanggapan Sdr. Paulus tidak substansial, melainkan hanya mempersoalkan ejaan yang terkadang memang salah ketik. Contohnya, ia persoalkan kata "illa" dan "ila". Kalau sebelumnya sudah ditulis "illa " dan begitu juga di banyak kalimat yang lain, kemudian satu kali tertulis "ila" itu berarti kesalahan ketik (saya minta maaf atas kesalahan ketik ini karena dalam pengiriman terpaksa saya lakukan pengetikan ulang). Seharusnya saudara pahami seluruh kalimat secara utuh. Juga, kadang-kadang saudara hanya mencari-cari kesalahan kecil seperti ini, sampai saudara sendiri tidak teliti membaca, misalnya: 'inda (saudara sangka: inda), padahal aslinya tidak salah.
2. Tanggapan secara substansial tidak pernah saudara lakukan, misalnya: Buktikan ada manuskrip Perjanjian Baru asli bahasa Ibrani!
3. Perlu saya sampaikan bahwa benar saat ini beliau sedang menjalani studi akhirnya (tahun kedua) di Kairo. Dan setahu saya tidak ada satu organisasi atau perorangan yang membiayai studinya, bahkan semua ilmu dan hasil penelitiannya selama ini selalu diberikan kepada kami dengan cuma-cuma pula. Jadi, tidak perlulah saudara bandingkan dengan kakek saudara yang beberapa kali naik haji itu. Karena tidak sebanding.
Karena itu, saya sampaikan ke pak Bambang agar tidak perlu menanggapi lagi, sebab saya yakin pembaca bisa menilai sendiri kualitas tulisan. Toh tidak ada paksaan untuk menerima atau menolak hasil pemikiran seseorang. Kepada pak Bambang saya sampaikan terima kasih atas perhatian dan waktunya untuk menulis artikel-artikel ini dan ini sangat membantu kami menambah wawasan berpikir, sekalipun ditengah-tengah kesibukan Bapak.
Tanggapan Paulus Komar:
Sebenarnya apa yang Anda tanyakan disini sudah saya jawab, Cuma Anda tidak mengerti!. Saya tidak ada urusan dengan Anda, urusan saya dengan Bambang Noorseno. Sekarang akan saya jawab semua pertanyaan ini dalam tulisan berbahasa Arab agar lebih jelas. Saya minta Bambang Noorseno untuk menjawab dalam tulisan berbahasa Arab juga, saya ingin tahu sampai sejauh mana sih bahasa Arab Anda, jangan bisanya hanya membohongi orang yang tidak mengerti bahasa Arab. Jangan tidak dijawab dengan berbagai alasan ya!. Kalau Anda tidak bisa, Anda bisa tanya ke teman-teman Anda di Kairo!.
Maaf, saya pandang perlu untuk menjawab dalam bahasa Arab mengingat dalam setiap posting Anda selalu membangga-banggakan Kairo dan sangat sombong, bahkan saya dengar saat Anda diskusi panel di Bandung beberapa tahun lalu, Anda dengan garang dan bangganya membantai P’agung Yahweh yang tidak memahami bahasa Arab. Karena itu setelah Anda pulang ke Indonesia dan kalau Anda akan mengadakan / diundang diskusi panel tentang Nama Allah, tolong hubungi saya di emai ini ( yakub @ indo.net.id ) agar kita bisa berdialog secara terbuka. Oke .... saya tunggu berita dari Anda!.
ﺍﻷﺠﻮﺒﺔ؛
۱. ﻤﺎﻜﻨﺖُﺴﺆﺍﻻًًﻋﻦ ( ﻋﻨﺪ﴾ﺍﻠﺫﻰﻘﻠﺖَﻠﻰﺨﻄﺋﺎًﻔﻰ ﻜﺘﺎﺒﺔ﴿ﺇﻨﺪ﴾ﻮﻠﻘﺪﻜﺘﺒﺖُﺒﻜﺘﺎﺒﺔﻠﻐﺔﺍﻠﻌﺮﺒﻴﺔﺍﻠﺘﻰ ﻤﻈﻬﻮﺮﺓﺃﻤﺎﻤﻚ، ﺮﺒّﻤﺎﻠﻢﺘﺴﺘﻄﻴﻊﺃﻦ ﺘﻘﺮﺃﺤﺮﻒﺍﻠﻌﺮﺒﻴﺔ،ﺃﻠﻴﺲﻜﺬﺍﻠﻚ؟ﺘﻛﻮﻦﻤﺴﺋﻠﺘﻰ﴿ﺇﻻّ﴾ ﻮ﴿ﺇﻠﻰ﴾ ﻷﻦّ ﻔﻰ ﻠﻐﺔﺍﻠﻌﺮﺒﻴﺔﺇﻦﻛﻨﺖَﺨﻄﺋﺎًﻔﻰﻛﺘﺎﺒﺔﺃﻮﻠﻔﻈﺔ ﻔﺘﻛﻮﻦﺨﻄﺋﺎﺖﮐﻠﻬﺎ،
اﻠﻨﺤﻮ؛
ﻤﺨﻠﻮﻖ
ﻤﺤﻠﻮﻚ
ﺃﻮاﻠﻨﺤﻮاﻵﺨﺮ؛
ﺒﻤﺒﻨﻚ ﻨﻮﺮاﻠﻘﻠﺐ
ﺒﻤﺒﻨﻚ ﻨﻮﺮاﻠﻛﻠﺐ
ﻮﻫﺫﺘﺎﻦﻛﻠﻤﺘﺎﻦ ﻠﻘﺪﻔﺮﻘﺘﺎﻤﻌﻨﻬﻤﺎ، ﻮﻤﺎ ﺒﺤﺛﺖُ ﻋﻦﺨﻄﺋﺎﺘﻚ ﻠﻛﻦ ﻛﻨﺖَﺤﻖّﺍﻠﺨﻄﺋﺎﺖ، ﻮﻛﺫﻠﻚ ﻠﻤّﺎﻘﺮﺃﺖُ ﺮﺴﺎﻻﺘﻚﺍﻠﻤﻀﻴﺎﺖ ﺘﻛﻮﻦ ﻤﻦﺍﻠﻤﺘﻛﺒﺮﻴﻦ، ﻮﺘظﻦُّ ﺇﻦّ ﻨﺻﺮﻨﻴّﻴﻦﺍﻠﺬﻴﻦ ﻴﺆﻤﻨﻮﻦ ﻴﻬﻮﻩ ﻠﻴﺲ ﻠﻬﻢ ﻤﺎﻫﺮﻠﻐﺔﺍﻠﻌﺮﺒﻴﺔ ﻮﻤﺎﺴﺋﺖَ ﻨﻔﺴﻚ ﻘﻮﻞ ﻠﻬﻢ، ﻮﺇﻦﻛﻨﺖَ ﻤﺆﺪّﺒًﺎﻔﻰﻛﺘﺎﺒﺔﻻﺃﻤﻛﻦﺃﻦﺃﺮﺴﻠﻚ ﺮﺴﺎﻠﺔ ﻤﺛﻠﺔﻫﺫﻩ
۲. ﻘﻠﺖَ ﻠﻰ ﺇﻨﻰﻻﺃﺮﻴﺪ ﺒﺄﻦﺃﺠﻴﺐ ﺴﺆﻠﻚ ﻮﻤﻤّﺎﺴﺆﻻﺘﻰ ﻠﻢ ﺘﺠﻴﺐ ﺒﺘﺔ، ﻤﻨﻬﻦّﻋﻦﺍﷲ ﻤﻦﺍﻹﻠﻪ، ﻮﻠﻘﺪ ﻛﺘﺒﺖُﺇﻦّ﴿ ﺍﻹﻪ ﴾ ﻤﻦ ﴿ ﺃ ـ ﻞ ـ ﻩ ﴾ ﻮﺃﺴﺋﻠﻚ ﻠﺋﺠﺎﺒﺔ؛
ـ ﻔﻌﻞﺍﻠﻤﺎﻀﻰ ﻤﻦ ﴿ ﺃ ـ ﻞ ـ ﻩ ﴾
ـ ﻔﻌﻞﺍﻠﻤﻀﺎﺮﻉ ﻤﻦ ﴿ ﺃ ـ ﻞ ـ ﻩ ﴾
ـ ﻔﻌﻞﺍﻷﻣر ﻣﻦ ﴿ ﺃ ـ ﻞ ـ ﻩ ﴾
ـ ﺍﻠﻤﺼﺪﺮﻣﻦ ﴿ ﺃ ـ ﻞ ـ ﻩ ﴾
ـ ﻮﺍﺼﺮﻒ ﻫﺫﺍﺍﻠﻔﻌﻞ ﻮﺍﺤﺪًﺍﻔﻮﺍﺤﺪًﺍ
ـ ﺛﻢّ ﻤﻌﻨﻬﻢ
ﻠﻤﻌﺮﻔﺔﺍﻠﻭﺛﻴﻘﺔ ﺍﻠﻌﻬﺪﺍﻠﺠﺪﻴﺪ ﻠﻐﺔﺍﻠﻌﺒﺮﺍﻨﻲّ ﻋﻠﻴﻚ ﺃﻦ ﺘﻘﺮﺃ ﻔﻀﻶً؛
Hebraic Roots Version “New Testament” By. James S. Trimm
ﻷﻦّ ﻔﻴﻪ ﺍﻠﻮﺛﻴﻘﺍﺖﺍﻠﻛﺛﻴﺮﺍﺖ
۳. ﺃﻤﻨﺖُﻫﺫﻩﺍﻠﻛﺘﺎﺒﺔ ﻛﺎﻨﺖﻛﺘﺎﺒﺔ ﺒﻤﺒﻨﻚ ﻨﻔﺴﻪ ﻠﻛﻰﺃﻈﻦُّ ﺃﻨﻪﻻﻴﺆﻤﺮﺃﺤﺪ ﻠﺋﺠﺎﺒﺔ ﺮﺴﺎﻠﺘﻰﺍﻷﺨﺮﻰ، ﻷﻦّ ﺮﺴﺎﻠﺘﻪ ﻤﻛﺘﻮﺒﺔ ﴿ﻻﺃﺮﻴﺪﺃﻦﺃﺠﻴﺐ ﻮﺍﺤﺪًﺍ ﻔﻮﺍﺤﺪًﺍ﴾،
ﺃﺃﻨﺖَ ﻻﺘﺮﻴﺪﺃﻦ ﺘﺠﻴﺐ ﺃﻢ ﻠﻢ ﺘﺴﺘﻄﻴﻊ ﻠﺋﺠﺎﺒﺘﻪ؟؟؟
آﺨﻴﺮًﺍ ﺃﺴﺘﻌﻔﻴﻛﻢ ﻤﻦ ﻛﻞ ﺨﻄﺋﺎﺖ ﻮﻏﻠّظﺎﺖ
ﻮﺍﻠﺴﻶﻢ
ﻤﻦﻋﺒﺪ ﻴﻬﻮﻩ
|
|
| Back to top |
|
 |
eirena Newbie


Joined: Nov 21, 2004 Posts: 7
|
Posted: Thu Jan 06, 2005 9:41 pm Post subject: Re: Tanggapan Surat Bapak Bambang Noorseno 6 |
|
| Yakub wrote: |
Eirena ( Stafnya ) Bambang Nooseno menulis:
Membaca tanggapan Sdr. Paulus Komar atas artikel Pak Bambang yang terakhir saya kirim, saya perlu berikan beberapa catatan:
1. Tanggapan Sdr. Paulus tidak substansial, melainkan hanya mempersoalkan ejaan yang terkadang memang salah ketik. Contohnya, ia persoalkan kata "illa" dan "ila". Kalau sebelumnya sudah ditulis "illa " dan begitu juga di banyak kalimat yang lain, kemudian satu kali tertulis "ila" itu berarti kesalahan ketik (saya minta maaf atas kesalahan ketik ini karena dalam pengiriman terpaksa saya lakukan pengetikan ulang). Seharusnya saudara pahami seluruh kalimat secara utuh. Juga, kadang-kadang saudara hanya mencari-cari kesalahan kecil seperti ini, sampai saudara sendiri tidak teliti membaca, misalnya: 'inda (saudara sangka: inda), padahal aslinya tidak salah.
2. Tanggapan secara substansial tidak pernah saudara lakukan, misalnya: Buktikan ada manuskrip Perjanjian Baru asli bahasa Ibrani!
3. Perlu saya sampaikan bahwa benar saat ini beliau sedang menjalani studi akhirnya (tahun kedua) di Kairo. Dan setahu saya tidak ada satu organisasi atau perorangan yang membiayai studinya, bahkan semua ilmu dan hasil penelitiannya selama ini selalu diberikan kepada kami dengan cuma-cuma pula. Jadi, tidak perlulah saudara bandingkan dengan kakek saudara yang beberapa kali naik haji itu. Karena tidak sebanding.
Karena itu, saya sampaikan ke pak Bambang agar tidak perlu menanggapi lagi, sebab saya yakin pembaca bisa menilai sendiri kualitas tulisan. Toh tidak ada paksaan untuk menerima atau menolak hasil pemikiran seseorang. Kepada pak Bambang saya sampaikan terima kasih atas perhatian dan waktunya untuk menulis artikel-artikel ini dan ini sangat membantu kami menambah wawasan berpikir, sekalipun ditengah-tengah kesibukan Bapak.
Tanggapan Paulus Komar:
Sebenarnya apa yang Anda tanyakan disini sudah saya jawab, Cuma Anda tidak mengerti!. Saya tidak ada urusan dengan Anda, urusan saya dengan Bambang Noorseno. Sekarang akan saya jawab semua pertanyaan ini dalam tulisan berbahasa Arab agar lebih jelas. Saya minta Bambang Noorseno untuk menjawab dalam tulisan berbahasa Arab juga, saya ingin tahu sampai sejauh mana sih bahasa Arab Anda, jangan bisanya hanya membohongi orang yang tidak mengerti bahasa Arab. Jangan tidak dijawab dengan berbagai alasan ya!. Kalau Anda tidak bisa, Anda bisa tanya ke teman-teman Anda di Kairo!.
Maaf, saya pandang perlu untuk menjawab dalam bahasa Arab mengingat dalam setiap posting Anda selalu membangga-banggakan Kairo dan sangat sombong, bahkan saya dengar saat Anda diskusi panel di Bandung beberapa tahun lalu, Anda dengan garang dan bangganya membantai P’agung Yahweh yang tidak memahami bahasa Arab. Karena itu setelah Anda pulang ke Indonesia dan kalau Anda akan mengadakan / diundang diskusi panel tentang Nama Allah, tolong hubungi saya di emai ini ( yakub @ indo.net.id ) agar kita bisa berdialog secara terbuka. Oke .... saya tunggu berita dari Anda!.
ﺍﻷﺠﻮﺒﺔ؛
۱. ﻤﺎﻜﻨﺖُﺴﺆﺍﻻًًﻋﻦ ( ﻋﻨﺪ﴾ﺍﻠﺫﻰﻘﻠﺖَﻠﻰﺨﻄﺋﺎًﻔﻰ ﻜﺘﺎﺒﺔ﴿ﺇﻨﺪ﴾ﻮﻠﻘﺪﻜﺘﺒﺖُﺒﻜﺘﺎﺒﺔﻠﻐﺔﺍﻠﻌﺮﺒﻴﺔﺍﻠﺘﻰ ﻤﻈﻬﻮﺮﺓﺃﻤﺎﻤﻚ، ﺮﺒّﻤﺎﻠﻢﺘﺴﺘﻄﻴﻊﺃﻦ ﺘﻘﺮﺃﺤﺮﻒﺍﻠﻌﺮﺒﻴﺔ،ﺃﻠﻴﺲﻜﺬﺍﻠﻚ؟ﺘﻛﻮﻦﻤﺴﺋﻠﺘﻰ﴿ﺇﻻّ﴾ ﻮ﴿ﺇﻠﻰ﴾ ﻷﻦّ ﻔﻰ ﻠﻐﺔﺍﻠﻌﺮﺒﻴﺔﺇﻦﻛﻨﺖَﺨﻄﺋﺎًﻔﻰﻛﺘﺎﺒﺔﺃﻮﻠﻔﻈﺔ ﻔﺘﻛﻮﻦﺨﻄﺋﺎﺖﮐﻠﻬﺎ،
اﻠﻨﺤﻮ؛
ﻤﺨﻠﻮﻖ
ﻤﺤﻠﻮﻚ
ﺃﻮاﻠﻨﺤﻮاﻵﺨﺮ؛
ﺒﻤﺒﻨﻚ ﻨﻮﺮاﻠﻘﻠﺐ
ﺒﻤﺒﻨﻚ ﻨﻮﺮاﻠﻛﻠﺐ
ﻮﻫﺫﺘﺎﻦﻛﻠﻤﺘﺎﻦ ﻠﻘﺪﻔﺮﻘﺘﺎﻤﻌﻨﻬﻤﺎ، ﻮﻤﺎ ﺒﺤﺛﺖُ ﻋﻦﺨﻄﺋﺎﺘﻚ ﻠﻛﻦ ﻛﻨﺖَﺤﻖّﺍﻠﺨﻄﺋﺎﺖ، ﻮﻛﺫﻠﻚ ﻠﻤّﺎﻘﺮﺃﺖُ ﺮﺴﺎﻻﺘﻚﺍﻠﻤﻀﻴﺎﺖ ﺘﻛﻮﻦ ﻤﻦﺍﻠﻤﺘﻛﺒﺮﻴﻦ، ﻮﺘظﻦُّ ﺇﻦّ ﻨﺻﺮﻨﻴّﻴﻦﺍﻠﺬﻴﻦ ﻴﺆﻤﻨﻮﻦ ﻴﻬﻮﻩ ﻠﻴﺲ ﻠﻬﻢ ﻤﺎﻫﺮﻠﻐﺔﺍﻠﻌﺮﺒﻴﺔ ﻮﻤﺎﺴﺋﺖَ ﻨﻔﺴﻚ ﻘﻮﻞ ﻠﻬﻢ، ﻮﺇﻦﻛﻨﺖَ ﻤﺆﺪّﺒًﺎﻔﻰﻛﺘﺎﺒﺔﻻﺃﻤﻛﻦﺃﻦﺃﺮﺴﻠﻚ ﺮﺴﺎﻠﺔ ﻤﺛﻠﺔﻫﺫﻩ
۲. ﻘﻠﺖَ ﻠﻰ ﺇﻨﻰﻻﺃﺮﻴﺪ ﺒﺄﻦﺃﺠﻴﺐ ﺴﺆﻠﻚ ﻮﻤﻤّﺎﺴﺆﻻﺘﻰ ﻠﻢ ﺘﺠﻴﺐ ﺒﺘﺔ، ﻤﻨﻬﻦّﻋﻦﺍﷲ ﻤﻦﺍﻹﻠﻪ، ﻮﻠﻘﺪ ﻛﺘﺒﺖُﺇﻦّ﴿ ﺍﻹﻪ ﴾ ﻤﻦ ﴿ ﺃ ـ ﻞ ـ ﻩ ﴾ ﻮﺃﺴﺋﻠﻚ ﻠﺋﺠﺎﺒﺔ؛
ـ ﻔﻌﻞﺍﻠﻤﺎﻀﻰ ﻤﻦ ﴿ ﺃ ـ ﻞ ـ ﻩ ﴾
ـ ﻔﻌﻞﺍﻠﻤﻀﺎﺮﻉ ﻤﻦ ﴿ ﺃ ـ ﻞ ـ ﻩ ﴾
ـ ﻔﻌﻞﺍﻷﻣر ﻣﻦ ﴿ ﺃ ـ ﻞ ـ ﻩ ﴾
ـ ﺍﻠﻤﺼﺪﺮﻣﻦ ﴿ ﺃ ـ ﻞ ـ ﻩ ﴾
ـ ﻮﺍﺼﺮﻒ ﻫﺫﺍﺍﻠﻔﻌﻞ ﻮﺍﺤﺪًﺍﻔﻮﺍﺤﺪًﺍ
ـ ﺛﻢّ ﻤﻌﻨﻬﻢ
ﻠﻤﻌﺮﻔﺔﺍﻠﻭﺛﻴﻘﺔ ﺍﻠﻌﻬﺪﺍﻠﺠﺪﻴﺪ ﻠﻐﺔﺍﻠﻌﺒﺮﺍﻨﻲّ ﻋﻠﻴﻚ ﺃﻦ ﺘﻘﺮﺃ ﻔﻀﻶً؛
Hebraic Roots Version “New Testament” By. James S. Trimm
ﻷﻦّ ﻔﻴﻪ ﺍﻠﻮﺛﻴﻘﺍﺖﺍﻠﻛﺛﻴﺮﺍﺖ
۳. ﺃﻤﻨﺖُﻫﺫﻩﺍﻠﻛﺘﺎﺒﺔ ﻛﺎﻨﺖﻛﺘﺎﺒﺔ ﺒﻤﺒﻨﻚ ﻨﻔﺴﻪ ﻠﻛﻰﺃﻈﻦُّ ﺃﻨﻪﻻﻴﺆﻤﺮﺃﺤﺪ ﻠﺋﺠﺎﺒﺔ ﺮﺴﺎﻠﺘﻰﺍﻷﺨﺮﻰ، ﻷﻦّ ﺮﺴﺎﻠﺘﻪ ﻤﻛﺘﻮﺒﺔ ﴿ﻻﺃﺮﻴﺪﺃﻦﺃﺠﻴﺐ ﻮﺍﺤﺪًﺍ ﻔﻮﺍﺤﺪًﺍ﴾،
ﺃﺃﻨﺖَ ﻻﺘﺮﻴﺪﺃﻦ ﺘﺠﻴﺐ ﺃﻢ ﻠﻢ ﺘﺴﺘﻄﻴﻊ ﻠﺋﺠﺎﺒﺘﻪ؟؟؟
آﺨﻴﺮًﺍ ﺃﺴﺘﻌﻔﻴﻛﻢ ﻤﻦ ﻛﻞ ﺨﻄﺋﺎﺖ ﻮﻏﻠّظﺎﺖ
ﻮﺍﻠﺴﻶﻢ
ﻤﻦﻋﺒﺪ ﻴﻬﻮﻩ |
Saudara Paulus Komar,
Saya pikir diskusi ini tidak harus berurusan pribadi dengan pribadi sebab situs ini bisa diakses semua orang. Saya bukan staf dari pak Bambang, hanya senang mengikuti forum-forumnya. Bagaimana bisa saya sampaikan forward pertanyaan anda yang bertuliskan arab itu sedang huruf-hurufnya tidak muncul di computer saya. Menurut saya bukan sebuah kesombongan dari lontaran-lontaran pikiran pak Bambang, karena memang faktanya beliau tidak ada di Indonesia sekarang. Seperti saya sudah sampaikan ke pak Bambang untuk tidak perlu lagi menyibukan diri untuk membuat tanggapan-tanggapan yang memang pijakannya sudah berbeda. Dan saya pikir juga tidak akan ada penyelesaian apa pun. Biarlah masing-masing pembaca juga bebas menarik kesimpulan sesuai dengan pemahaman masing-masing, dengan menguji sendiri argumentasi kedua belah pihak.
|
|
| Back to top |
|
 |
Yakub Newbie


Joined: Nov 06, 2004 Posts: 52
|
Posted: Fri Jan 07, 2005 5:40 pm Post subject: Re: Tanggapan Surat Bapak Bambang Noorseno 6 |
|
| eirena wrote: |
| Yakub wrote: |
Eirena ( Stafnya ) Bambang Nooseno menulis:
Membaca tanggapan Sdr. Paulus Komar atas artikel Pak Bambang yang terakhir saya kirim, saya perlu berikan beberapa catatan:
1. Tanggapan Sdr. Paulus tidak substansial, melainkan hanya mempersoalkan ejaan yang terkadang memang salah ketik. Contohnya, ia persoalkan kata "illa" dan "ila". Kalau sebelumnya sudah ditulis "illa " dan begitu juga di banyak kalimat yang lain, kemudian satu kali tertulis "ila" itu berarti kesalahan ketik (saya minta maaf atas kesalahan ketik ini karena dalam pengiriman terpaksa saya lakukan pengetikan ulang). Seharusnya saudara pahami seluruh kalimat secara utuh. Juga, kadang-kadang saudara hanya mencari-cari kesalahan kecil seperti ini, sampai saudara sendiri tidak teliti membaca, misalnya: 'inda (saudara sangka: inda), padahal aslinya tidak salah.
2. Tanggapan secara substansial tidak pernah saudara lakukan, misalnya: Buktikan ada manuskrip Perjanjian Baru asli bahasa Ibrani!
3. Perlu saya sampaikan bahwa benar saat ini beliau sedang menjalani studi akhirnya (tahun kedua) di Kairo. Dan setahu saya tidak ada satu organisasi atau perorangan yang membiayai studinya, bahkan semua ilmu dan hasil penelitiannya selama ini selalu diberikan kepada kami dengan cuma-cuma pula. Jadi, tidak perlulah saudara bandingkan dengan kakek saudara yang beberapa kali naik haji itu. Karena tidak sebanding.
Karena itu, saya sampaikan ke pak Bambang agar tidak perlu menanggapi lagi, sebab saya yakin pembaca bisa menilai sendiri kualitas tulisan. Toh tidak ada paksaan untuk menerima atau menolak hasil pemikiran seseorang. Kepada pak Bambang saya sampaikan terima kasih atas perhatian dan waktunya untuk menulis artikel-artikel ini dan ini sangat membantu kami menambah wawasan berpikir, sekalipun ditengah-tengah kesibukan Bapak.
Tanggapan Paulus Komar:
Sebenarnya apa yang Anda tanyakan disini sudah saya jawab, Cuma Anda tidak mengerti!. Saya tidak ada urusan dengan Anda, urusan saya dengan Bambang Noorseno. Sekarang akan saya jawab semua pertanyaan ini dalam tulisan berbahasa Arab agar lebih jelas. Saya minta Bambang Noorseno untuk menjawab dalam tulisan berbahasa Arab juga, saya ingin tahu sampai sejauh mana sih bahasa Arab Anda, jangan bisanya hanya membohongi orang yang tidak mengerti bahasa Arab. Jangan tidak dijawab dengan berbagai alasan ya!. Kalau Anda tidak bisa, Anda bisa tanya ke teman-teman Anda di Kairo!.
Maaf, saya pandang perlu untuk menjawab dalam bahasa Arab mengingat dalam setiap posting Anda selalu membangga-banggakan Kairo dan sangat sombong, bahkan saya dengar saat Anda diskusi panel di Bandung beberapa tahun lalu, Anda dengan garang dan bangganya membantai P’agung Yahweh yang tidak memahami bahasa Arab. Karena itu setelah Anda pulang ke Indonesia dan kalau Anda akan mengadakan / diundang diskusi panel tentang Nama Allah, tolong hubungi saya di emai ini ( yakub @ indo.net.id ) agar kita bisa berdialog secara terbuka. Oke .... saya tunggu berita dari Anda!.
ﺍﻷﺠﻮﺒﺔ؛
۱. ﻤﺎﻜﻨﺖُﺴﺆﺍﻻًًﻋﻦ ( ﻋﻨﺪ﴾ﺍﻠﺫﻰﻘﻠﺖَﻠﻰﺨﻄﺋﺎًﻔﻰ ﻜﺘﺎﺒﺔ﴿ﺇﻨﺪ﴾ﻮﻠﻘﺪﻜﺘﺒﺖُﺒﻜﺘﺎﺒﺔﻠﻐﺔﺍﻠﻌﺮﺒﻴﺔﺍﻠﺘﻰ ﻤﻈﻬﻮﺮﺓﺃﻤﺎﻤﻚ، ﺮﺒّﻤﺎﻠﻢﺘﺴﺘﻄﻴﻊﺃﻦ ﺘﻘﺮﺃﺤﺮﻒﺍﻠﻌﺮﺒﻴﺔ،ﺃﻠﻴﺲﻜﺬﺍﻠﻚ؟ﺘﻛﻮﻦﻤﺴﺋﻠﺘﻰ﴿ﺇﻻّ﴾ ﻮ﴿ﺇﻠﻰ﴾ ﻷﻦّ ﻔﻰ ﻠﻐﺔﺍﻠﻌﺮﺒﻴﺔﺇﻦﻛﻨﺖَﺨﻄﺋﺎًﻔﻰﻛﺘﺎﺒﺔﺃﻮﻠﻔﻈﺔ ﻔﺘﻛﻮﻦﺨﻄﺋﺎﺖﮐﻠﻬﺎ،
اﻠﻨﺤﻮ؛
ﻤﺨﻠﻮﻖ
ﻤﺤﻠﻮﻚ
ﺃﻮاﻠﻨﺤﻮاﻵﺨﺮ؛
ﺒﻤﺒﻨﻚ ﻨﻮﺮاﻠﻘﻠﺐ
ﺒﻤﺒﻨﻚ ﻨﻮﺮاﻠﻛﻠﺐ
ﻮﻫﺫﺘﺎﻦﻛﻠﻤﺘﺎﻦ ﻠﻘﺪﻔﺮﻘﺘﺎﻤﻌﻨﻬﻤﺎ، ﻮﻤﺎ ﺒﺤﺛﺖُ ﻋﻦﺨﻄﺋﺎﺘﻚ ﻠﻛﻦ ﻛﻨﺖَﺤﻖّﺍﻠﺨﻄﺋﺎﺖ، ﻮﻛﺫﻠﻚ ﻠﻤّﺎﻘﺮﺃﺖُ ﺮﺴﺎﻻﺘﻚﺍﻠﻤﻀﻴﺎﺖ ﺘﻛﻮﻦ ﻤﻦﺍﻠﻤﺘﻛﺒﺮﻴﻦ، ﻮﺘظﻦُّ ﺇﻦّ ﻨﺻﺮﻨﻴّﻴﻦﺍﻠﺬﻴﻦ ﻴﺆﻤﻨﻮﻦ ﻴﻬﻮﻩ ﻠﻴﺲ ﻠﻬﻢ ﻤﺎﻫﺮﻠﻐﺔﺍﻠﻌﺮﺒﻴﺔ ﻮﻤﺎﺴﺋﺖَ ﻨﻔﺴﻚ ﻘﻮﻞ ﻠﻬﻢ، ﻮﺇﻦﻛﻨﺖَ ﻤﺆﺪّﺒًﺎﻔﻰﻛﺘﺎﺒﺔﻻﺃﻤﻛﻦﺃﻦﺃﺮﺴﻠﻚ ﺮﺴﺎﻠﺔ ﻤﺛﻠﺔﻫﺫﻩ
۲. ﻘﻠﺖَ ﻠﻰ ﺇﻨﻰﻻﺃﺮﻴﺪ ﺒﺄﻦﺃﺠﻴﺐ ﺴﺆﻠﻚ ﻮﻤﻤّﺎﺴﺆﻻﺘﻰ ﻠﻢ ﺘﺠﻴﺐ ﺒﺘﺔ، ﻤﻨﻬﻦّﻋﻦﺍﷲ ﻤﻦﺍﻹﻠﻪ، ﻮﻠﻘﺪ ﻛﺘﺒﺖُﺇﻦّ﴿ ﺍﻹﻪ ﴾ ﻤﻦ ﴿ ﺃ ـ ﻞ ـ ﻩ ﴾ ﻮﺃﺴﺋﻠﻚ ﻠﺋﺠﺎﺒﺔ؛
ـ ﻔﻌﻞﺍﻠﻤﺎﻀﻰ ﻤﻦ ﴿ ﺃ ـ ﻞ ـ ﻩ ﴾
ـ ﻔﻌﻞﺍﻠﻤﻀﺎﺮﻉ ﻤﻦ ﴿ ﺃ ـ ﻞ ـ ﻩ ﴾
ـ ﻔﻌﻞﺍﻷﻣر ﻣﻦ ﴿ ﺃ ـ ﻞ ـ ﻩ ﴾
ـ ﺍﻠﻤﺼﺪﺮﻣﻦ ﴿ ﺃ ـ ﻞ ـ ﻩ ﴾
ـ ﻮﺍﺼﺮﻒ ﻫﺫﺍﺍﻠﻔﻌﻞ ﻮﺍﺤﺪًﺍﻔﻮﺍﺤﺪًﺍ
ـ ﺛﻢّ ﻤﻌﻨﻬﻢ
ﻠﻤﻌﺮﻔﺔﺍﻠﻭﺛﻴﻘﺔ ﺍﻠﻌﻬﺪﺍﻠﺠﺪﻴﺪ ﻠﻐﺔﺍﻠﻌﺒﺮﺍﻨﻲّ ﻋﻠﻴﻚ ﺃﻦ ﺘﻘﺮﺃ ﻔﻀﻶً؛
Hebraic Roots Version “New Testament” By. James S. Trimm
ﻷﻦّ ﻔﻴﻪ ﺍﻠﻮﺛﻴﻘﺍﺖﺍﻠﻛﺛﻴﺮﺍﺖ
۳. ﺃﻤﻨﺖُﻫﺫﻩﺍﻠﻛﺘﺎﺒﺔ ﻛﺎﻨﺖﻛﺘﺎﺒﺔ ﺒﻤﺒﻨﻚ ﻨﻔﺴﻪ ﻠﻛﻰﺃﻈﻦُّ ﺃﻨﻪﻻﻴﺆﻤﺮﺃﺤﺪ ﻠﺋﺠﺎﺒﺔ ﺮﺴﺎﻠﺘﻰﺍﻷﺨﺮﻰ، ﻷﻦّ ﺮﺴﺎﻠﺘﻪ ﻤﻛﺘﻮﺒﺔ ﴿ﻻﺃﺮﻴﺪﺃﻦﺃﺠﻴﺐ ﻮﺍﺤﺪًﺍ ﻔﻮﺍﺤﺪًﺍ﴾،
ﺃﺃﻨﺖَ ﻻﺘﺮﻴﺪﺃﻦ ﺘﺠﻴﺐ ﺃﻢ ﻠﻢ ﺘﺴﺘﻄﻴﻊ ﻠﺋﺠﺎﺒﺘﻪ؟؟؟
آﺨﻴﺮًﺍ ﺃﺴﺘﻌﻔﻴﻛﻢ ﻤﻦ ﻛﻞ ﺨﻄﺋﺎﺖ ﻮﻏﻠّظﺎﺖ
ﻮﺍﻠﺴﻶﻢ
ﻤﻦﻋﺒﺪ ﻴﻬﻮﻩ |
Saudara Paulus Komar,
Saya pikir diskusi ini tidak harus berurusan pribadi dengan pribadi sebab situs ini bisa diakses semua orang. Saya bukan staf dari pak Bambang, hanya senang mengikuti forum-forumnya. Bagaimana bisa saya sampaikan forward pertanyaan anda yang bertuliskan arab itu sedang huruf-hurufnya tidak muncul di computer saya. Menurut saya bukan sebuah kesombongan dari lontaran-lontaran pikiran pak Bambang, karena memang faktanya beliau tidak ada di Indonesia sekarang. Seperti saya sudah sampaikan ke pak Bambang untuk tidak perlu lagi menyibukan diri untuk membuat tanggapan-tanggapan yang memang pijakannya sudah berbeda. Dan saya pikir juga tidak akan ada penyelesaian apa pun. Biarlah masing-masing pembaca juga bebas menarik kesimpulan sesuai dengan pemahaman masing-masing, dengan menguji sendiri argumentasi kedua belah pihak. |
Dari Paulus Komar:
Oke … kalau begitu silakan Anda ... boleh juga yang menanggapi tulisan saya itu, mewakili Bambang Noorseno. Sebagai orang yang mengikuti forum-forumnya karena menurut pengakuan Anda bahwa Anda bukan stafnya, apakah Anda memang mau mencari kebenaran firman Tuhan atau hanya mengkultus individualkan Bambang Noorseno saja, sehingga benar atau salah, pokoknya Bambang Noorseno adalah idolaku!. Sehingga semua pernyataannya dalam forum yang digelarnya dianggap bebas dari kesalahan dan Anda menganutnya dengan fanatisme. Memang itu hak Anda namun perlu saya tanggapi semua pernyataan-pernyataannya yang membodohi orang yang tidak mengerti bahasa Arab dan karena akan sangat mempengaruhi orang banyak tentang Nama Tuhan.
Kenapa Anda katakan mengalami kesulitan untuk memunculkan huruf-huruf Arab tersebut? Bukankah karakter huruf Arab itu merupakan bagian dari Windows di computer, yang sudah barang tentu dimiliki oleh computer Anda juga secara otomatis, apakah Anda tidak menggunakan Windows? Aneh khan!. Atau hanya sebagai alasan saja?. Oke … kalau begitu, saya akan postingkan kepada Anda dalam bentuk format Word agar Anda bisa send ke Kairo!. Untuk Institute for Syriac Christian Studies milik Bambang Noorseno yang memiliki email: iscs22 @ yahoo.com sudah saya kirimi dalam bentuk format Word. Jadi tidak ada alasan untuk tidak bisa membuka huruf Arabnya, sebab dalam format salibnet, ternyata huruf Arabnya jadi berantakan dan itu karena formatnya salibnet memang tidak disetting untuk huruf yang ditulis dari kanan ke kiri seperti Arab atau Hebrew.
Mohon Anda jangan mendikte orang lain yang dalam hal ini Bambang Noorseno untuk tidak menjawab posting saya, sebab sudah berkali-kali walaupun Bambang Noorseno berada di Kairo, tetapi terus menerus aktif memantau dan mempostingkan naskahnya yang berkaitan dengan Nama Tuhan (Allah)!. Memang beberapa waktu lalu tidak ada Pengagung Yahweh yang berani menjawab posting-postingnya, hal itu karena memang keterbatasan bahasa Arab dari Pengagung Yahweh, sehingga Bambang Noorseno terus menerus mempostingkan naskahnya dan sedikit-sedikit mendemonstrasikan bahasa Arabnya yang ternyata banyak yang salah, nah sekarang karena saya memahami dan mengerti bahasa dan tulisan Arab, maka sayalah yang terbeban dan diberi beban oleh Tuhan untuk menanggapi tulisan-tulisannya Bambang Noorseno agar tidak membodohi umat. Jadi bukan alasan kalau setelah saya sanggah kemudian Bambang Noorseno berhenti menanggapi dengan alasan sibuk atau terlalu lelah dan atas perintah Anda yang notabene bukan stafnya/atasannya!. Memangnya setiap hari Bambang Noorseno sekolah dari pagi sampai malam, sehingga tidak ada waktu?. Saya saja menanggapi tulisannya sambil berada di ruang kerja koq. Anda jangan mengatakan bahwa “jangan ditanggapi karena tempat berpijaknya sudah berbeda”, kenapa sebelumnya koq Bambang Noorseno dengan gencarnya memberikan komentar tentang nama Yahweh yang dianggapnya salah!. Ataukah untuk menghindari agar kualitas kemampuannya jangan sampai terbongkar?.
Saya tunggu jawabannya .... dari Kairo atau dari mana saja!.
Salam,
Paulus Komar
|
|
| Back to top |
|
 |
eirena Newbie


Joined: Nov 21, 2004 Posts: 7
|
Posted: Sat Jan 15, 2005 12:04 am Post subject: Re: Tanggapan Surat Bapak Bambang Noorseno 6 |
|
| Yakub wrote: |
Eirena ( Stafnya ) Bambang Nooseno menulis:
Membaca tanggapan Sdr. Paulus Komar atas artikel Pak Bambang yang terakhir saya kirim, saya perlu berikan beberapa catatan:
1. Tanggapan Sdr. Paulus tidak substansial, melainkan hanya mempersoalkan ejaan yang terkadang memang salah ketik. Contohnya, ia persoalkan kata "illa" dan "ila". Kalau sebelumnya sudah ditulis "illa " dan begitu juga di banyak kalimat yang lain, kemudian satu kali tertulis "ila" itu berarti kesalahan ketik (saya minta maaf atas kesalahan ketik ini karena dalam pengiriman terpaksa saya lakukan pengetikan ulang). Seharusnya saudara pahami seluruh kalimat secara utuh. Juga, kadang-kadang saudara hanya mencari-cari kesalahan kecil seperti ini, sampai saudara sendiri tidak teliti membaca, misalnya: 'inda (saudara sangka: inda), padahal aslinya tidak salah.
2. Tanggapan secara substansial tidak pernah saudara lakukan, misalnya: Buktikan ada manuskrip Perjanjian Baru asli bahasa Ibrani!
3. Perlu saya sampaikan bahwa benar saat ini beliau sedang menjalani studi akhirnya (tahun kedua) di Kairo. Dan setahu saya tidak ada satu organisasi atau perorangan yang membiayai studinya, bahkan semua ilmu dan hasil penelitiannya selama ini selalu diberikan kepada kami dengan cuma-cuma pula. Jadi, tidak perlulah saudara bandingkan dengan kakek saudara yang beberapa kali naik haji itu. Karena tidak sebanding.
Karena itu, saya sampaikan ke pak Bambang agar tidak perlu menanggapi lagi, sebab saya yakin pembaca bisa menilai sendiri kualitas tulisan. Toh tidak ada paksaan untuk menerima atau menolak hasil pemikiran seseorang. Kepada pak Bambang saya sampaikan terima kasih atas perhatian dan waktunya untuk menulis artikel-artikel ini dan ini sangat membantu kami menambah wawasan berpikir, sekalipun ditengah-tengah kesibukan Bapak.
Tanggapan Paulus Komar:
Sebenarnya apa yang Anda tanyakan disini sudah saya jawab, Cuma Anda tidak mengerti!. Saya tidak ada urusan dengan Anda, urusan saya dengan Bambang Noorseno. Sekarang akan saya jawab semua pertanyaan ini dalam tulisan berbahasa Arab agar lebih jelas. Saya minta Bambang Noorseno untuk menjawab dalam tulisan berbahasa Arab juga, saya ingin tahu sampai sejauh mana sih bahasa Arab Anda, jangan bisanya hanya membohongi orang yang tidak mengerti bahasa Arab. Jangan tidak dijawab dengan berbagai alasan ya!. Kalau Anda tidak bisa, Anda bisa tanya ke teman-teman Anda di Kairo!.
Maaf, saya pandang perlu untuk menjawab dalam bahasa Arab mengingat dalam setiap posting Anda selalu membangga-banggakan Kairo dan sangat sombong, bahkan saya dengar saat Anda diskusi panel di Bandung beberapa tahun lalu, Anda dengan garang dan bangganya membantai P’agung Yahweh yang tidak memahami bahasa Arab. Karena itu setelah Anda pulang ke Indonesia dan kalau Anda akan mengadakan / diundang diskusi panel tentang Nama Allah, tolong hubungi saya di emai ini ( yakub @ indo.net.id ) agar kita bisa berdialog secara terbuka. Oke .... saya tunggu berita dari Anda!.
ﺍﻷﺠﻮﺒﺔ؛
۱. ﻤﺎﻜﻨﺖُﺴﺆﺍﻻًًﻋﻦ ( ﻋﻨﺪ﴾ﺍﻠﺫﻰﻘﻠﺖَﻠﻰﺨﻄﺋﺎًﻔﻰ ﻜﺘﺎﺒﺔ﴿ﺇﻨﺪ﴾ﻮﻠﻘﺪﻜﺘﺒﺖُﺒﻜﺘﺎﺒﺔﻠﻐﺔﺍﻠﻌﺮﺒﻴﺔﺍﻠﺘﻰ ﻤﻈﻬﻮﺮﺓﺃﻤﺎﻤﻚ، ﺮﺒّﻤﺎﻠﻢﺘﺴﺘﻄﻴﻊﺃﻦ ﺘﻘﺮﺃﺤﺮﻒﺍﻠﻌﺮﺒﻴﺔ،ﺃﻠﻴﺲﻜﺬﺍﻠﻚ؟ﺘﻛﻮﻦﻤﺴﺋﻠﺘﻰ﴿ﺇﻻّ﴾ ﻮ﴿ﺇﻠﻰ﴾ ﻷﻦّ ﻔﻰ ﻠﻐﺔﺍﻠﻌﺮﺒﻴﺔﺇﻦﻛﻨﺖَﺨﻄﺋﺎًﻔﻰﻛﺘﺎﺒﺔﺃﻮﻠﻔﻈﺔ ﻔﺘﻛﻮﻦﺨﻄﺋﺎﺖﮐﻠﻬﺎ،
اﻠﻨﺤﻮ؛
ﻤﺨﻠﻮﻖ
ﻤﺤﻠﻮﻚ
ﺃﻮاﻠﻨﺤﻮاﻵﺨﺮ؛
ﺒﻤﺒﻨﻚ ﻨﻮﺮاﻠﻘﻠﺐ
ﺒﻤﺒﻨﻚ ﻨﻮﺮاﻠﻛﻠﺐ
ﻮﻫﺫﺘﺎﻦﻛﻠﻤﺘﺎﻦ ﻠﻘﺪﻔﺮﻘﺘﺎﻤﻌﻨﻬﻤﺎ، ﻮﻤﺎ ﺒﺤﺛﺖُ ﻋﻦﺨﻄﺋﺎﺘﻚ ﻠﻛﻦ ﻛﻨﺖَﺤﻖّﺍﻠﺨﻄﺋﺎﺖ، ﻮﻛﺫﻠﻚ ﻠﻤّﺎﻘﺮﺃﺖُ ﺮﺴﺎﻻﺘﻚﺍﻠﻤﻀﻴﺎﺖ ﺘﻛﻮﻦ ﻤﻦﺍﻠﻤﺘﻛﺒﺮﻴﻦ، ﻮﺘظﻦُّ ﺇﻦّ ﻨﺻﺮﻨﻴّﻴﻦﺍﻠﺬﻴﻦ ﻴﺆﻤﻨﻮﻦ ﻴﻬﻮﻩ ﻠﻴﺲ ﻠﻬﻢ ﻤﺎﻫﺮﻠﻐﺔﺍﻠﻌﺮﺒﻴﺔ ﻮﻤﺎﺴﺋﺖَ ﻨﻔﺴﻚ ﻘﻮﻞ ﻠﻬﻢ، ﻮﺇﻦﻛﻨﺖَ ﻤﺆﺪّﺒًﺎﻔﻰﻛﺘﺎﺒﺔﻻﺃﻤﻛﻦﺃﻦﺃﺮﺴﻠﻚ ﺮﺴﺎﻠﺔ ﻤﺛﻠﺔﻫﺫﻩ
۲. ﻘﻠﺖَ ﻠﻰ ﺇﻨﻰﻻﺃﺮﻴﺪ ﺒﺄﻦﺃﺠﻴﺐ ﺴﺆﻠﻚ ﻮﻤﻤّﺎﺴﺆﻻﺘﻰ ﻠﻢ ﺘﺠﻴﺐ ﺒﺘﺔ، ﻤﻨﻬﻦّﻋﻦﺍﷲ ﻤﻦﺍﻹﻠﻪ، ﻮﻠﻘﺪ ﻛﺘﺒﺖُﺇﻦّ﴿ ﺍﻹﻪ ﴾ ﻤﻦ ﴿ ﺃ ـ ﻞ ـ ﻩ ﴾ ﻮﺃﺴﺋﻠﻚ ﻠﺋﺠﺎﺒﺔ؛
ـ ﻔﻌﻞﺍﻠﻤﺎﻀﻰ ﻤﻦ ﴿ ﺃ ـ ﻞ ـ ﻩ ﴾
ـ ﻔﻌﻞﺍﻠﻤﻀﺎﺮﻉ ﻤﻦ ﴿ ﺃ ـ ﻞ ـ ﻩ ﴾
ـ ﻔﻌﻞﺍﻷﻣر ﻣﻦ ﴿ ﺃ ـ ﻞ ـ ﻩ ﴾
ـ ﺍﻠﻤﺼﺪﺮﻣﻦ ﴿ ﺃ ـ ﻞ ـ ﻩ ﴾
ـ ﻮﺍﺼﺮﻒ ﻫﺫﺍﺍﻠﻔﻌﻞ ﻮﺍﺤﺪًﺍﻔﻮﺍﺤﺪًﺍ
ـ ﺛﻢّ ﻤﻌﻨﻬﻢ
ﻠﻤﻌﺮﻔﺔﺍﻠﻭﺛﻴﻘﺔ ﺍﻠﻌﻬﺪﺍﻠﺠﺪﻴﺪ ﻠﻐﺔﺍﻠﻌﺒﺮﺍﻨﻲّ ﻋﻠﻴﻚ ﺃﻦ ﺘﻘﺮﺃ ﻔﻀﻶً؛
Hebraic Roots Version “New Testament” By. James S. Trimm
ﻷﻦّ ﻔﻴﻪ ﺍﻠﻮﺛﻴﻘﺍﺖﺍﻠﻛﺛﻴﺮﺍﺖ
۳. ﺃﻤﻨﺖُﻫﺫﻩﺍﻠﻛﺘﺎﺒﺔ ﻛﺎﻨﺖﻛﺘﺎﺒﺔ ﺒﻤﺒﻨﻚ ﻨﻔﺴﻪ ﻠﻛﻰﺃﻈﻦُّ ﺃﻨﻪﻻﻴﺆﻤﺮﺃﺤﺪ ﻠﺋﺠﺎﺒﺔ ﺮﺴﺎﻠﺘﻰﺍﻷﺨﺮﻰ، ﻷﻦّ ﺮﺴﺎﻠﺘﻪ ﻤﻛﺘﻮﺒﺔ ﴿ﻻﺃﺮﻴﺪﺃﻦﺃﺠﻴﺐ ﻮﺍﺤﺪًﺍ ﻔﻮﺍﺤﺪًﺍ﴾،
ﺃﺃﻨﺖَ ﻻﺘﺮﻴﺪﺃﻦ ﺘﺠﻴﺐ ﺃﻢ ﻠﻢ ﺘﺴﺘﻄﻴﻊ ﻠﺋﺠﺎﺒﺘﻪ؟؟؟
آﺨﻴﺮًﺍ ﺃﺴﺘﻌﻔﻴﻛﻢ ﻤﻦ ﻛﻞ ﺨﻄﺋﺎﺖ ﻮﻏﻠّظﺎﺖ
ﻮﺍﻠﺴﻶﻢ
ﻤﻦﻋﺒﺪ ﻴﻬﻮﻩ |
Saudara Paulus Komar,
Anda ini bagaimana meminta orang lain tidak boleh menghakimi tapi anda sudah menghakimi saya sebagai orang yang mengkultuskan individu dan fanatik terhadap pak Bambang, bagaimana ini? Koq segitu sewotnya. Saya orang yang menyukai kebebasan berpikir, seperti saya juga menghormati penjelasan dari pikiran-pikirannya saudara Kristiyanto sekalipun banyak yang saya tidak setuju. Tidak usahlah panas hati menanggapi tulisan orang, biarkan saja setiap orang bebas menuliskan pikiran-pikirannya. Jangan juga terlalu cepat menilai orang dengan tuduhan seperti juga anda tidak suka jika anda di tuduh begini, begitu. Saya memang membuka tanggapan sodara hanya lewat internet di cafe-cafe internet koq yang tidak memiliki windows Arab. Bagi saya Iman tidak harus diuji dengan debat saja, tapi lebih penting dihayati dan dilakukan hingga dapat terpancar dari buah perbuatan kita. Sebab dalam beriman bagi saya juga bukan karena takut adanya ancaman (kesalahan menyeru Dia misalnya) baik dunia maupun akherat, tetapi lebih dari itu karena cinta dan kasih kepada Sang Khalik yang sudah lebih dulu mengasihi saya. Saya tidak mendikte pak Bambang, hanya kadang-kadang berkirim informasi saja, dan beliau tentu juga punya kebebasan menanggapi atau mengabaikan tantangan sodara bukan? Jadi bukan karena perintah saya.
|
|
| Back to top |
|
 |
Jonathan Newbie


Joined: Nov 08, 2004 Posts: 24
|
Posted: Sun Jan 16, 2005 7:36 am Post subject: Re: Tanggapan Surat Bapak Bambang Noorseno 6 |
|
Wah forum ini jadi arena adu jago bahasa Arab.
Kita lama2 bisa jadi lebih fanatik soal pakai bahasa asli untuk Alkitab. Seperti sdr sepupu kita itu, yg penting asli, tapi banyak tidak mengerti artinya. Hanya asal baca. Jadi untuk apa usaha kita semua ini.
Kita harus bertanya apakah perbuatan kita selama ini ribut sudah memuliakan Tuhan?
Kalau jawabnya ya silahkan dilanjut, tapi kalau tidak ya silahkan berhenti saja tidak usah saling memaksakan kehendak.
Memang baik kalau kita mengerti dr bahasa aslinya, tapi jangan lupa hikmat dari Tuhan itu jauh melebihi segala bahasa yg ada didunia ini. Maksud saya Roh Kudus bisa memberikan pengertian yg pasti benar dilihat dr sisi Allah, jadi jangan takut salah ngerti.
Juga dlm soal nama Allah atau Yahweh itu juga ga usah takut salah ya sudah saja yg mau baca Yahweh silahkan. Kan sama dengan Yahweh dibaca Adonai oleh orang Israel.
Saya tidak bisa semua bahasa semitik, tapi yg saya tahu Tuhan sangat baik sudah menebus semua dosa saya, jadi saya harus melayani Dia sepenuh hati. Hidup kita tidak lama jadi jangan buang2 waktu untuk hal tidak perlu. Tiap saat yg penting relasi kita dengan Dia harus baik. Saya pikir menjadi Kristen itu sederhana saja tidak usah pakai ribut soal nama dll.
Selamat bersatu kembali!!
Salam,
Jonathan
Orang Awam
|
|
| Back to top |
|
 |
Sugiyarto Newbie


Joined: Nov 26, 2004 Posts: 148
|
Posted: Sat Jan 22, 2005 7:14 pm Post subject: Re: Tanggapan Surat Bapak Bambang Noorseno 6 |
|
| Jonathan wrote: |
Wah forum ini jadi arena adu jago bahasa Arab.
Kita lama2 bisa jadi lebih fanatik soal pakai bahasa asli untuk Alkitab. Seperti sdr sepupu kita itu, yg penting asli, tapi banyak tidak mengerti artinya. Hanya asal baca. Jadi untuk apa usaha kita semua ini.
Kita harus bertanya apakah perbuatan kita selama ini ribut sudah memuliakan Tuhan?
Kalau jawabnya ya silahkan dilanjut, tapi kalau tidak ya silahkan berhenti saja tidak usah saling memaksakan kehendak.
Memang baik kalau kita mengerti dr bahasa aslinya, tapi jangan lupa hikmat dari Tuhan itu jauh melebihi segala bahasa yg ada didunia ini. Maksud saya Roh Kudus bisa memberikan pengertian yg pasti benar dilihat dr sisi Allah, jadi jangan takut salah ngerti.
Juga dlm soal nama Allah atau Yahweh itu juga ga usah takut salah ya sudah saja yg mau baca Yahweh silahkan. Kan sama dengan Yahweh dibaca Adonai oleh orang Israel.
Saya tidak bisa semua bahasa semitik, tapi yg saya tahu Tuhan sangat baik sudah menebus semua dosa saya, jadi saya harus melayani Dia sepenuh hati. Hidup kita tidak lama jadi jangan buang2 waktu untuk hal tidak perlu. Tiap saat yg penting relasi kita dengan Dia harus baik. Saya pikir menjadi Kristen itu sederhana saja tidak usah pakai ribut soal nama dll.
Selamat bersatu kembali!!
Salam,
Jonathan
Orang Awam |
Tanggapan:
Anda mengajak memahami firman Tuhan, itu bagus, namun sayangnya menurut jalan pikiran Anda saja. Sebaiknya kita berusaha memahami apa yang tertulis dalam Alkitab, dan apa yang dimaui Dia. Anda merasa kita meributkan soal Nama Tuhan, karena memang bacaan Alkitab (LAI) yang Anda miliki tidak bisa mengungkapkan nama Tuhan dan apa yang harus umat lakukan terhadap Sang Nama tersebut. Sangat mungkin Anda memang tidak bisa menyadari bahwa Alkitab LAI menerjemahkan Nama Tuhan, yakni YHWH (baca Yahweh), menjadi dua macam yaitu TUHAN dan ALLAH (perhatikan keduanya ditulis dengan huruf besar); namun karena Anda sering mendengar saja sehingga tidak bisa dibedakan antara bunyi tulisan TUHAN dengan Tuhan, dan ALLAH dengan Allah. Akibatnya mudah ditebak bahwa nama Tuhan tidak penting atau bahkan tidak perlu ada. Jika Anda sungguh-sungguh mau memahami apa maksud penyebutan Nama Tuhan, tolong gampang saja, semua Tulisan TUHAN Anda ganti dengan Yahweh demikian juga ALLAH diganti dengan Yahweh (ini sesuai dengan aslinya). Karena Alkitab tidak memberi contoh pemakaian gelar/titel/jabatan dua macam berjejeran langsung (misal Raden Tumenggung X), melainkan hanya satu gelar saja, maka setiap Anda temui kata Tuhan Allah atau Tuhan Allahku, atau Allah Tuhanku, ungkapan demikian ini pasti keliru; yang benar salah satunya pasti menunjuk nama (Yahweh) dan satunya titel/gelar. Silakan coba dan jika belum paham bisa Anda tanyakan akan saya tanggapi. Apalagi jika Anda menemui ungkapan TUHAN ALLAH, saya jamin Anda pasti sekali lagi pasti tidak tahu maksud sesungguhnya sesuai dengan aslinya. Ini bukan berarti saya sombong cakap atau Anda tidak cakap, sama sekali bukan, memang karena Alkitab LAI lah yang membingungkan, dan hanya orang-orang yang mau mencermati sajalah yang menyadari akan hal ini.
Selamat memeriksa Alkitab.
Terima kasih
Kristian H. S.
|
|
| Back to top |
|
 |
Jonathan Newbie


Joined: Nov 08, 2004 Posts: 24
|
Posted: Sun Jan 23, 2005 6:57 am Post subject: Re: Tanggapan Surat Bapak Bambang Noorseno 6 |
|
Hi,
Ya sudah saya jawab di forum yg lain di web site ini juga.
Intinya yg cuma itu nama itu menyandang apa?
Kalau Dia Tuhan saya yg dikenal melalui Yesus ya Allah (YHWH).
Mau panggil apa Allah atau YHWH menurut saya yg penting siapa pribadi yg menyandang nama itu.
Ya sorry dlm hal ini saya masih mau memanggil Dia dgn Allah (alasan saya ada diatas), tapi saya menghargai juga yg mau memanggil YHWH.
Saya rasa silahkan kalau berpendapat begitu, ga ada salahnya. Cuma tidak usah Alkitab harus ganti tulisan dll sampai dipakai pihak yg tidak benar tujuannya sehingga membuat kita repot semua.
Thanks and GBU,
Jonathan
|
|
| Back to top |
|
 |
Bambang3 Newbie


Joined: Dec 18, 2004 Posts: 21
|
Posted: Wed Jan 26, 2005 8:43 pm Post subject: Re: Tanggapan Surat Bapak Bambang Noorseno 6 |
|
Sebetulnya ini bukan berdebat masalah Yahweh atau ALLAH, tapi mencari kebenaran nama diri/asli Sang Khalik. Tidak sulit-sulit amat asal kita mau berpikir obyektif bukan berdasarkan kebiasaan yang salah kaprah. Karena kebenaran itu hanya satu. Kita tidak bisa katakan yang mau gunakan kata Allah silahkan gunakan. Yang mau Yahweh ya silahkan....Ingat kebenaran itu hanya satu.....YaHWe-shua is YaHWeH beda dengan Jesus is Lord.
Selain itu kita tau anak-anak gelap menggunakan nama Allah untuk merusak, ngebom melakukan tindakan anarkis dan lain sebagainya. Pertanyaannya apakah Nama diri Allahnya Anak-anak Terang sama dengan nama diri Allahnya anak-anak gelap ? Jelas beda....Kalo gitu apakah betul nama dirinya Sang Khalik nya Anak-anak Terang itu juga ALLAH, Allah,TUHAN,Tuhan ?
Allahnya anak-anak gelap berfirman Yesus (isa) tidak mati tapi naik kesurga. Allahnya Anak-anak Terang berfirman Yesus mati disalib dan bangkit. Tidak mungkin Allahnya sama.
|
|
| Back to top |
|
 |
Jonathan Newbie


Joined: Nov 08, 2004 Posts: 24
|
Posted: Wed Jan 26, 2005 10:41 pm Post subject: Re: Tanggapan Surat Bapak Bambang Noorseno 6 |
|
Nama Agus dalam diri 2 orang itu kan beda.
Jadi Allah yg disebut or kristen beda dengan Allah agama lain. Apapun alasannya. Tidak pernah or Kristen mengakui Allah nya sama dengan Allah agama lain.
Tapi bagi saya mau bilang beda atau sama itu tidak penting juga, karena nama Allah adalah Allah yg aku kenal dalam Yesus Kristus.
Pengalaman dan pengenalan pribadi itu beda2 untuk tiap orang, jadi saya kenal koq siapa Allah ku. Saya juga percaya dengan iman.
Segini dulu ah komentar orang yg ga tahu apa2 soal yg rumit ini.
Salam dalam Kristus,
Jonathan
|
|
| Back to top |
|
 |
Bambang3 Newbie


Joined: Dec 18, 2004 Posts: 21
|
Posted: Thu Jan 27, 2005 12:56 am Post subject: Re: Tanggapan Surat Bapak Bambang Noorseno 6 |
|
Nah.......kalo sudah yakin beda, sebaiknya dicari jawabnya dimana perbedaan prinsipnya........Allah didalm Yesus itu beda dengan Yahwe-Shua. Tapiiiiii.....Yahwe-shua is Yahwe. Perhatikan dalam nama diri Yahwe-Shua membawa nama diri Yahwe.
Salam damai.........
Bambang3
|
|
| Back to top |
|
 |
Jonathan Newbie


Joined: Nov 08, 2004 Posts: 24
|
Posted: Thu Jan 27, 2005 4:12 am Post subject: Re: Tanggapan Surat Bapak Bambang Noorseno 6 |
|
Yang saya maksud beda itu Allah kita dan agama lain.
Jadi tdk perlu ganti2 lagi. Kalau ada yg bilang itu sama yg salah sendiri.
YHWH ya itu sama saja dgn Allah, kan pa Bamang sudah beberapa kali menerangkan soal ini.
Prinsip saya tetap sederhana saja yaitu kalau kita bisa kenal Allah kita melalui Yesus Kristus yaitulah kebenaran yang di ajarkan Yesus sendiri.
Nama Allah Bapak ya panggil lah menurut yg di yakini saja. Kan yg penting pribadi yg menyandang nama itu.
Soal namaNya saya pikir tanya saja kepada Tuhan dengan sungguh2 dalam doa. Kalau Dia mau dipanggil dengan nama tertentu pasti kita akan dapat jawabnya. Maka saya pernah tulis juga begini kita semua berdoa sama2 kalau perlu dengan puasa untuk tanya kepada Tuhan sepatutnya dipanggil apa? Saya yakin pasti dijawab, dari pada kita saling mempertahankan pendapat masing2 seperti ini.
Amin
Jonathan
|
|
| Back to top |
|
 |
Jonathan Newbie


Joined: Nov 08, 2004 Posts: 24
|
Posted: Thu Jan 27, 2005 8:22 pm Post subject: Re: Tanggapan Surat Bapak Bambang Noorseno 6 |
|
Ini saya dapat dr seorang teman kabar dr China
Subject: KUNCI SUKSES GEREJA DI CHINA
Syaloom saudara/i yang terkasih di dalam Kristus Yesus.
setelah saya baca artikel di bawah ini....
saya menyadari dan introspeksi diri....
betapa saya selama ini belum ada apa-apanya dihadapan Tuhan.
semoga artikel ini membuka mata hati kita, apakah yang sudah kita perbuat untuk Tuhan..? Kunci Sukses Gereja di China
Oleh: Grace Suryani
Suatu hari, saya pulang dari gereja. Di jalan saya ngobrol dengan teman-teman saya. Topik kita, apa bedanya gereja di China dengan gereja di Indo?!
Di China saya beribadah di 1 gereja kecil tapi punya iman sangat besar. Punya iman yang bisa mengoncang surga. Tempat ibadah kita itu sempit sekali. kita harus duduk berdesak-desakan. Malahan sering banget saya kebagian tempat duduk persis di sebelah WC. Gereja saya ngga punya band. Kita cuman kebaktian pake piano. Yang maen piano juga biasa aja. Pemimpin pujiannya juga orang-orang biasa. Ada kasir rumah sakit, ada guru. Ngga ada yang punya kemampuan MC yang wah ... yang bisa menarik jemaat. Lagu-lagunya juga lagu-lagu biasa. Yang khotbah juga orang-orang biasa. Ngga ada yang lulusan STT. Mereka semua orang-orang 'awam'. Ada yang dokter, dosen. Pokoknya semua orang biasa.
Tapi guys, suasananya luar biasa. Saya belum pernah di Indo dateng ke 1 kebaktian yang suasananya bisa menandingi atmosfir penyembahan di gereja itu. Begitu jemaat berdiri dan kita nyanyi 1 lagu, suci-suci-suci, hadirat Tuhan langsung turun. Begitu pemimpin pujiannya membacakan 1 bagian dari mazmur, hati saya bisa langsung nyesss ... seolah-olah Tuhan sendiri yang berbicara. Kalau pas pengkhotbahnya yang notabene orang-orang awam khotbah, semua jemaat diam. Saya sendiri bisa terheran-heran, apa yang mereka bicarakan, banyak yang saya sudah tau, tapi kalau mereka bicara itu beda. Mereka punya kuasa. Mereka tidak khotbah dengan bahasa yang tinggi-tinggi, mereka ngga pernah kutip kata-kata orang-orang terkenal, mereka khotbah dengan bahasa yang sangat sederhana sehingga saya yang mandarinnya pas-pasan aja bisa ngerti dengan jelas.
Apa sih yang mereka khotbahkan?!
Berkat?! Kesembuhan?! Bisnis lancar?! NGGA.
Dari minggu ke minggu yang mereka khotbahkan intinya selalu sama. PENGABARAN INJIL. Topiknya bisa beda-beda, tapi intinya selalu sama. PI. Mereka juga bicara soal kasih Tuhan, soal pengampunan, soal tanggung jawab, tapi mereka selalu membawa kepada PI. Berapa banyak orang yang sudah kamu bawa kepada Tuhan?! Apa semua keluargamu sudah percaya?!?!
Dan kalau denger kesaksian mereka, saya dan temen-temen saya selalu terharu. Kesaksian mereka 'beda' dengan yang kita sebut dengan kesaksian di Indo. biasanya di Indo orang bersaksi, dulu saya sakit. Puji Tuhan sekarang sembuh. Bisnis saya dulu bangkrut, Puji Tuhan sekarang lancar. Tapi di China ...
Ada kesaksian tentang seorang anak perempuan. Papa mamanya ngga percaya Tuhan. Tiap kali anaknya berdoa selalu diomelin. Kalau di Indo kita pasti berharap akhirnya papa mamanya percaya. Memang akhirnya papa mamanya percaya. Tapi papa mamanya percaya justru di hari PEMAKAMAN anak perempuan itu. Anak itu akhirnya mati karena kecelakaan yang tragis ... menurut kita itu ngga happy end .. tapi setelah papa mamanya percaya Tuhan, mereka selalu bawa orang ke gereja. Pernah di 1 kebaktian mereka bawa 8 orang!! Dan semuanya (8 org itu) percaya Tuhan!
Ada kesaksian tentang seorang pensiunan kepala sekolah yang akhirnya bertobat. 4 hari sesudah dia bertobat, dia bawa 2 orang percaya Tuhan. 6 bulan kemudian, dia buka 1 persekutuan di rumahnya! Kepala sekolah ini tiap kali baca alkitab pasti nangis ... dia menyesal kenapa ngga dari dulu percaya Tuhan!
Ada lagi kesaksian tentang seorang yang bisnisnya bangkrut, karena stress dia sakit parah, lalu di rumah sakit dia percaya Tuhan Yesus (kalau di Indo biasanya 'akhirnya happy ending' penyakitnya sembuh, bisnisnya lancar), tapi dia ngga. Setelah dia percaya Tuhan Yesus, sakitnya tambah parah. Akhirnya ... MATI. Ngga happy end kan?! Itu kan menurut kita ... menurut Tuhan itu happy END!
Kesaksian yang laen tentang seorang suami, istrinya meninggal (ngga disembuhkan Tuhan loh!) Trus dia malah kesaksian. Selesai kesaksian dia nyanyi 1 lagu. You Yi Wei Shen (There's A God).
Guys, can u see the difference?!
Mereka TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN KENYAMAN MEREKA! itu bedanya dengan kita. Yang mereka pikirkan itu kemuliaan Tuhan, jiwa-jiwa, bukan bisnis lancar! Bukan kesembuhan. Pikiran mereka selalu, gimana caranya supaya ada lebih banyak lagi orang yang percaya sama Tuhan.
Fokus dari anak-anak Tuhan di China itu adalah jiwa-jiwa, jiwa jiwa dan JIWA-JIWA. Mereka ngga pernah berdoa minta sound system terbaru, mereka tidak pernah berdoa untuk mobil pastori yang baru ... boro-boro mikir mobil, punya sepeda aje udeh Haleluya Puji Tuhan! yang mereka doakan adalah, TUHAN NYATAKAN KEMULIAANMU. Tambahkan jumlah orang-orang yang percaya. Kau sudah berkati kami dengan kasih-Mu yang melimpah, kami mau orang-orang laen juga percaya, juga menikmati kasih-Mu. Ngga heran kalau jumlah orang percaya terus bertambah! Karena MEREKA TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN DIRI SENDIRI. yang mereka pikirkan itu Tuhan! Gimana Tuhan ngga mengabulkan doa mereka, kalau mereka meminta apa yang jadi kerinduan Tuhan?! Guys, saya ngga bilang tidak boleh berdoa supaya bisnis lancar, bukan itu. tapi kemana fokus hati kita! Berapa sering di Indo kita khotbah soal PI?!?! 1 bulan 1 kali ... itu udeh banyak. Mereka tiap minggu! Dan ngga ada yang bosen. Kenapa?! Karena siapa pun yang khotbah, ada kuasa Tuhan yang bekerja. Dan banyak yang bertobat. Hari ini, sebelon selesai kebaktian, ada seorang dokter yang bilang, bahwa dia yakin bahwa Tuhan PASTI akan menambah jumlah orang-orang percaya. Dia ngga bilang, semoga Tuhan menambah jumlah orang-orang percaya. Atau, Kalau Tuhan berkehendak. Dia bilang, Tuhan PASTI. Itu yang saya bilang iman yang bisa mengoncang surga. Mereka orang-orang yang sederhana, tapi mereka orang-orang yang mengerti hati TUHAN!
Saya sih ngga heran kalau nanti di surga saya melihat ada encim-encim yang jualan sayur di pasar punya kedudukannya lebih tinggi daripada banyak pendeta. Karena dia mengerti hati Tuhan! Kemana hati Tuhan tertuju! Jiwa-jiwa. Itu hati Tuhan.
Di Indo kita ribut soal transformasi ... tapi masalahnya itu ngga akan bisa terjadi kalau orang-orang Kristen di Indo terus bersikap kayak anak-anak MANJA, yang cuman peduli dengan kesehatan saya, mobil saya, gereja saya, rumah saya, bisnis saya, anjing saya ... saya saya saya dan saya. selama gereja cuman peduli dengan KESEJAHTERAAN gerejanya .. non sense. Kalau gereja cuman peduli sama nama baik gereja, tata tertib gereja, mobil gereja, doktrin gereja, sound system gereja ... pernah ngga sih kita berpikir, apa Tuhan seneng denger doa yang isinya cuman berkati saya, berkati saya, berkati anjing saya!
guys, GROW UP!! STOP MIKIRIN DIRI SENDIRI. pikirkan orang laen! Pikirkan gereja lain. Jangan cuman kebutuhan gerejamu! Pikirkan negaramu, jangan cuman dirimu!
Guys, saya dan teman-teman saya di sini berpikir ... kapan yah, kalau kita balik ke Indo kita bisa liat gereja-gereja berubah. Ngga saling berantem. Ngga saling tuding-tuding, "Sesat loe! Gereja gue paling bener, paling sah."
Kapan yah kita bisa liat anak-anak muda di banyak gereja, bisa Puji Tuhan dengan semangat sekalipun tanpa musik ... kapan yah kita bisa liat anak-anak Tuhan di Indo punya semangat yang berkobar-kobar untuk PI ke orang-orang di sekelilingnya. Kapan yah kita bisa denger kesaksian-kesaksian yang lahir dari kesesakan ... bukan cuman karena dapet rejeki nomplok! Ujian lulus! Kapan ya ...
Saya rindu, itu sudah terjadi sebelon Tuhan Yesus datang kembali ...
Grace Suryani
China, November 2004
Kita bisa lihat apa ada mereka bicara soal nama, doktrin atau berdebat soal2 rohani lainnya. Cari jiwa itu yg jadi doa mereka.
Yg saya lihat yaitu kerinduan mereka untuk menjangkau jiwa2 sangat besar.
Nah bagaimana dengan kita yg hanya stagnant begini?
Sorry kalau saya katakan berhenti karena tidak ada kemajuan apa2 dengan pempersoalkan nama saja. Yg penting kerja buat Tuhan itu saja tugas kita
Betul kan kerinduan Tuhan hanya satu ingin jiwa yg hilang itu selamat Tuhan itu penuh kasih hanya rindu menyelamatkan or berdosa. Kalau jadi or Kristen untuk cari kedudukan atau kuasa ya percuma. Biar pendeta juga harus lurus hatinya dan doanya untuk jiwa2 yg terhilang..
Amin semoga bisa membantu,
Jonathan
|
|
| Back to top |
|
 |
Bambang3 Newbie


Joined: Dec 18, 2004 Posts: 21
|
Posted: Sat Jan 29, 2005 8:46 pm Post subject: Re: Tanggapan Surat Bapak Bambang Noorseno 6 |
|
Saya mohon pencerahan dari para pakar/yang mengerti Alkitab.
Kita sering mendengar Pendeta, Penginjil atau orang Kristen Awam menggunakan kalimat " Allah di dalam ( dalam ) Yesus" . Perkataan itu Alkitabiah atau tidak ? Karena saya search di komputer Alkitab LAI kalimat itu tidak muncul. Apakah ini suatu doktirin Trinitas yang We can't understand but must believe, seperti kata Martin Luther atau juga mungkin para Pendeta/Penginjil /Orang Kristen. Bagaimana dengan Firman dalam Acts 8:16 ........... baptized in the name of YaHWeH YaHWe-shua
Sekali lagi mohon pencerahannya agar We surely understand and believe.
Salam Damai sejahtera.......
Bambang3
|
|
| Back to top |
|
 |
Sugiyarto Newbie


Joined: Nov 26, 2004 Posts: 148
|
Posted: Mon Jan 31, 2005 5:16 pm Post subject: Re: Tanggapan Surat Bapak Bambang Noorseno 6 |
|
| Jonathan wrote: |
Hi,
Ya sudah saya jawab di forum yg lain di web site ini juga.
Intinya yg cuma itu nama itu menyandang apa?
Kalau Dia Tuhan saya yg dikenal melalui Yesus ya Allah (YHWH).
Mau panggil apa Allah atau YHWH menurut saya yg penting siapa pribadi yg menyandang nama itu.
Ya sorry dlm hal ini saya masih mau memanggil Dia dgn Allah (alasan saya ada diatas), tapi saya menghargai juga yg mau memanggil YHWH.
Saya rasa silahkan kalau berpendapat begitu, ga ada salahnya. Cuma tidak usah Alkitab harus ganti tulisan dll sampai dipakai pihak yg tidak benar tujuannya sehingga membuat kita repot semua.
Thanks and GBU,
Jonathan |
Tanggapan
Tidak usah didiskusikan pentingnya Pribadi yang menyandang nama toh saya dan Anda sudah tahu dan saya yakin tidak beda pendapat. Saat ini kita ingin diskusi siapa nama Tuhan dalam Alkitab.
Sekarang lebih tegas lagi bahwa Anda mengenal Tuhan dengan sebutan menurut kemauan Anda sebagaimana Anda nyatakan di atas; ini memang hak Anda. Namun saya memang tidak demikian; saya mau menyebut nama Tuhan melalui firmanNya sebagaimana dinyatakan dalam Alkitab. Jika Anda memang mau mengenal nama Tuhan melalui Yesus, jelas bukan Allah namaNya sebagaimana Anda yakini. Tolong tunjukkan pada saya referensi mana yang Yesus pernah sebutkan bahwa nama Tuhan itu Allah? Saya tunggu!
Justru karena salah terjemahan itulah saya menghendaki kata yang menyangkut nama TUHAN dan ALLAH diganti sebagaimana aslinya (dengan melakukan transilerasi bukan terjemahan) agar pembaca dapat menghayati nama Tuhan yang benar.
YBU
Kristian H Sugiyarto
|
|
| Back to top |
|
 |
Jonathan Newbie


Joined: Nov 08, 2004 Posts: 24
|
Posted: Mon Jan 31, 2005 8:49 pm Post subject: Re: Tanggapan Surat Bapak Bambang Noorseno 6 |
|
Waduh orang awam gini diajak ngomong soal yg jelimet gitu ya KO.
soory ya saya sih bukan alhi kitab, cuma tahu prinsip dan konsepnya aja, jadi kalau ditanya dimana ya KO deh.
Saya cuma tahu dengan iman bahwa Tuhan Allah saya itu maha segala-gala dan saya kenal melalui Yesus.
Soal dipanggil nya salah atau tidak kenyataannya saya doa saya dan orang lain selalu dijawab tuh. Saya pikir ga sembarangan koq.
Cara "kurang pintar" aja kalau yg dipanggil salah mana mau jawab toh.
Dibagian apa saya juga ga tahu soal nama Allah yg disebut Yesus, rasanya emang ga ada kali. Cuma ya biar toh kalau yg sedang komunikasinya nyambung, artinya ada interaksi. Baca melalui firmaNya juga masih ngerti siapa Allah nya. Apa ada yg pernah salah ternyata Allah or tertentu bukan Allah yg dikenal or Kristen? Selama jadi anak Tuhan ga pernah ada yg salah asal dlm tuntunan Roh Kudus.
Jadi ya tetep ajalah ga usah diganti-ganti lah nama Allah di alkitab soalnya biayanya waduh gede banget dan manfaatnya???. Selama ini saya ngerti koq siapa Yesus dan Allah yg saya sembah. Saya pikir cukuplah, iman yg sederhana ini tapi tulus justru nggak perlu bicara soal nama. Saya kenal koq sahabat saya Yesus yg saya hormati juga. Dia penghibur saya yg paling setia, teman bicara dikala saya sendiri. Wah pokonya saya kenal sekali Allah melalui Yesus melalui pengalaman2 yg indah2.
Enakan dengan iman sedehana gini?
Salam dalam kasih Tuhan Yesus and GBU,
Jonathan
|
|
| Back to top |
|
 |
|
|
You cannot post new topics in this forum You cannot reply to topics in this forum You cannot edit your posts in this forum You cannot delete your posts in this forum You cannot vote in polls in this forum You cannot attach files in this forum You can download files in this forum
|
|