salib.net - Mewartakan Salib dari Golgota



· Taruh di Home Page

Welcome Anonymous

Nickname
Password

Membership:
Latest: agus.soetopo
New Today: 0
New Yesterday: 0
Overall: 1525

People Online:
Members: 0
Visitors: 2
Bots: 2
Staff: 0
Staff Online:

No staff members are online!
Last 10 Forum Messages

Buku2 pengajaran iman Kristen yg ditulis oleh: Denny Teguh S
Last post by Denny in Lainnya on May 18, 2012 at 01:28:12

Buku: "BAHASA LIDAH: MASIH ADAKAH?" (Denny Teguh S.)
Last post by Denny in Lainnya on Apr 18, 2012 at 00:13:58

Renungan Paskah 2012: TUHAN YESUS TELAH BANGKIT! (Denny)
Last post by Denny in Belajar Alkitab on Apr 08, 2012 at 02:52:50

Renungan Jumat Agung 2012: KEMATIAN SANG ANAK ALLAH (Denny)
Last post by Denny in Belajar Alkitab on Apr 05, 2012 at 00:14:12

Get my new book: GENERASI TUA VS GENERASI MUDA (Denny T. S.)
Last post by Denny in Lainnya on Mar 18, 2012 at 02:07:53

Paskah Akbar Surabaya 2012
Last post by Denny in Agenda Kita on Mar 18, 2012 at 02:01:33

Tantangan Untuk Beritakan Injil di Wilayah Timur Tengah
Last post by mawarmerahmuda in Lainnya on Mar 17, 2012 at 12:58:39

Diresmikan, Syarat Dapat Gelar S1 Harus Publikasi Ilmiah
Last post by mawarmerahmuda in Lainnya on Feb 28, 2012 at 07:08:29

Suka duka jadi anak jenius
Last post by mawarmerahmuda in Lainnya on Feb 28, 2012 at 06:41:05

Kemampuan Pelajar Asia Timur, 3 Tahun Diatas Negara Maju
Last post by mawarmerahmuda in Lainnya on Feb 22, 2012 at 18:59:09

We have received
5086887
page views since
April 2004

Mewartakan Salib dari Golgota

Copy and paste the text below to insert the button displayed above on your site. Thanks for your support!

Forum dan Diskusi > > Khusus > > Dialog dengan Pdt. Yakub Soelistio S.Th MA > > Apakah tidak mengenal YHWH, tidak selamat?
Result

Apakah tidak mengenal YHWH, tidak selamat?
Bila Anda mengkuti peristiwa yang terjadi terakhir ini, Anda pasti tahu atau mendengar nama "Yakub" atau lebih lengkapnya Pdt. Yakub Soelistio. Beliaulah yang dituduh menjadi "sumber" dari merebaknya berita tentang 'surat Mubaligh'. Untuk mengklirkan persoalan ini Pdt. Yakub bersedia berdiskusi khusus dengan umat Kristiani di mana saja berada. Jadi di sini Pak Yakub sendiri bersedia menjawab dan menanggapi setiap pertanyaan Anda. Berdiskusilah dengan dipenuhi kasih Allah. Untuk topik ini Anda mendaftar dulu sebagai member salib.net.
This forum is locked: you cannot post, reply to, or edit topics.   This topic is locked: you cannot edit posts or make replies.   Printer Friendly Page     Forum Index > > Dialog dengan Pdt. Yakub Soelistio S.Th MA
View previous topic :: View next topic  
Author Message
mxmjms
Newbie
Newbie


Joined: Jan 28, 2005
Posts: 18

PostPosted: Wed Feb 23, 2005 1:56 am    Post subject: Apakah tidak mengenal YHWH, tidak selamat? Reply with quote

Laughing Shalom Aleikhem, Assalamu ‘alaikum, Salam Sejahtera!

A brief study in linguistics.

To translate is to explain the meaning of one language using the words of another.
To transliterate is to spell a word using the letters of another language.
"I am" is the English translation of the meaning of God's personal name.
The English transliteration of God's personal name is YHWH, with vowels added, YAHWEH, translated to I AM WHO I AM.

The four Hebrew letters transliterated YHWH are:

a Yod, rhymes with "rode", which we transliterate "Y"
a He, rhymes with "say", which we transliterate "H"
a Vav, like "lava", which we transliterate "W" or "V"
another He

No matter what language you use, whether you translate or transliterate, YHWH's name means "I am that I am" and it directly points to His real name, which is the same in all languages.
Taken from : www.hiscovenantministr...g/yhwh.htm

Dan site ini juga baik untuk referensi:
www.carm.org/indo/bibl...tari_A.htm

Jika keterangan2/referensi diatas juga dianggap masih tidak berlaku, Lalu pertanyaannya menjadi sederhana sekali :

1. Apakah umat (Muslim, Budha, Hindu Konghucu, dll) yang tidak mengenal YHWH dan sampai saat ini juga tidak mengenal DIA dengan nama tersebut, tidak diselamatkan? Atau sebaliknya, karena mereka tidak mengenal Allah dengan sebutan YHWH harus dihukum?

2. Atau mungkin ayat ini juga sudah tidak berlaku lagi, dan penjahat yang berkata pada ayat dibawah ini, ia harus turun dulu dari salibnya, mencari nama Allah yang sebenarnya (bertanya kepada ahli torah secara akademis), kemudian naik lagi kesalibnya, dan memohon kepada Yesus Kristus, baru dapat diselamatkan?

Luk 23:42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."

Luk 23:43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."


Atau jika Anda ingin membantahnya dan berkata bahwa "Penjahat itu mengenal YHWH sesuai dengan Luk 23:40 karena menyebut nama Allah; Ini ada terjemahan alkitab dari Smith & Van Dyke Arabic Bible yang juga memakai kata Allah untuk ayat yang sama.

Luk 23:40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?

فَانْتَهَرَهُ الآخَرُ قَائِلاً: «أَوَلاَ أَنْتَ تَخَافُ اللهَ إِذْ أَنْتَ تَحْتَ هَذَا الْحُكْمِ بِعَيْنِهِ؟

Bahan Renungan Kita:

Terkadang kita selalu menganggap Format Akademika dan Ilmu Pengetahuan yang kita miliki diatas se-gala2nya, bahkan mungkin lebih extrim dengan itu kita lantas dapat dengan PASTI! selalu mengatakan bahwa saya yang benar, dan orang lain menjadi salah.

Kita selalu mengukur dan memberi takaran kepada orang lain dengan harga "ILMU PENGETAHUAN/AKADEMIKA", dan dengan dalih dan mengatas namakan itu kita dapat menentukan "PASTI INI YANG BENAR dan ITU YANG SALAH" atau "ANDA TIDAK AKADEMIS" dan lain sebagainya (Itukah gambaran kita?).

Tetapi mong..omong soal Ilmu Pengetahuan/Akademika, sebetulnya banyak hal2 yang tidak kita ketahui, dan banyak juga hal2 yang harus kita terima dengan "IMAN" (itulah juga mengapa salah seorang Farisi yang bernama NIKODEMUS, kemudian menjadi pengikut KRISTUS, dan untuk kita diketahui, seperti beliau atau kebanyakan seorang2 Farisi sangat2 berfikiran akademis dengan ilmu Torahnya).

Sedikit contoh saja bahwa Ilmu pengetahuan itu terbatas dan apa lagi jika kita mengandalkan Akademika, itu lebih2 terbatas lagi (karena sangat2 tergantung kredibilitas UNIVERSITY dimana dia belajar, wah... tambah puleng lagi..) adalah sebagai berikut:

Ini Contoh Dunia dalam ilmu Fa'al
Hampir setiap bayi yang lahir didunia ini mengenal ASI (Air Susu Ibu), dan sekarang kita pasti tahu dari mana ASI itu keluar, dari Puting buah dada wanita!, pertanyaannya yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan dan Akademika adalah:

"Kalau Puting buah dada wanita ada gunanya, maka apa kegunaan puting dada laki2?" Tahukah Anda bahwa, sampai saat ini hal tersebut belum dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan, apalagi akademis?

Ini Contoh dari Surga dari Kalam Allah
Joh 3:8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi...

Ini lagi Contoh yang menceminkan kita sebagai Farisi Modern:
Joh 7:50 Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka:
Joh 7:51 "Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?"
Joh 7:52 Jawab mereka: "Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea."


Mengapa kita hanya mempermasalahkan Nama Allah (yang katakanlah mungkin!, sekali lagi mungkin!, itu benar2 salah menerjemahkan!)
tetapi ayat diatas lebih penting untuk dipermasalahkan, seperti yang dipermasalahkan oleh para Farisi, lebih hakiki untuk dipermasalahkan, yang dapat saja jika orang Farisi itu benar (tidak ada Nabi yang keluar dari Galilea), kesalahan itu lebih fatal bagi UMAT KRISTUS dari sekedar kesalahan menerjemahkan ...
(Tetapi dengan IMAN kita Percaya bahwa "YESUS dari NAZARET di GALILEA" itu adalah JURUSELAMAT yang datang ke DUNIA untuk menyelamatkan ANDA dan saya)

mudah2an dengan renungan ini kita, dapat kembali melihat semua menjadi lebih jernih, karena dalam kehidupan ini, ada hal2 yang dapat kita telaah dengan Ilmu Pengetahuan dan berlandaskan Akademis, namun untuk yang satu ini, hal2 yang dari Surga, Rasul Paulus berkata:

Gal 5:5 Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.

Lalu pertanyaannya menjadi sangat jelas: Apakah tidak mengenal YHWH, tidak selamat?
Sekali Lagi! Apakah dengan tidak mengenal "YHWH" kita tidak Selamat?

Tidak! Kita pasti Selamat! Because of what? Because of, We are the apple of HIS eyes

Act 16:31 Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu !!"
(Maaf... saya berikan tanda seru supaya kita lebih yakin...)

Wasalam
Maximilian (mxmjms@yahoo.com)
Back to top
View user's profile
Sion
Newbie
Newbie


Joined: Feb 07, 2005
Posts: 8

PostPosted: Mon Mar 07, 2005 1:02 am    Post subject: Re: Apakah tidak mengenal YHWH, tidak selamat? Reply with quote

mxmjms wrote:
:lol: Shalom Aleikhem, Assalamu ‘alaikum, Salam Sejahtera!

A brief study in linguistics.

To translate is to explain the meaning of one language using the words of another.
To transliterate is to spell a word using the letters of another language.
"I am" is the English translation of the meaning of God's personal name.
The English transliteration of God's personal name is YHWH, with vowels added, YAHWEH, translated to I AM WHO I AM.

The four Hebrew letters transliterated YHWH are:

a Yod, rhymes with "rode", which we transliterate "Y"
a He, rhymes with "say", which we transliterate "H"
a Vav, like "lava", which we transliterate "W" or "V"
another He

No matter what language you use, whether you translate or transliterate, YHWH's name means "I am that I am" and it directly points to His real name, which is the same in all languages.
Taken from : www.hiscovenantministr...g/yhwh.htm

Dan site ini juga baik untuk referensi:
www.carm.org/indo/bibl...tari_A.htm

Jika keterangan2/referensi diatas juga dianggap masih tidak berlaku, Lalu pertanyaannya menjadi sederhana sekali :

1. Apakah umat (Muslim, Budha, Hindu Konghucu, dll) yang tidak mengenal YHWH dan sampai saat ini juga tidak mengenal DIA dengan nama tersebut, tidak diselamatkan? Atau sebaliknya, karena mereka tidak mengenal Allah dengan sebutan YHWH harus dihukum?

2. Atau mungkin ayat ini juga sudah tidak berlaku lagi, dan penjahat yang berkata pada ayat dibawah ini, ia harus turun dulu dari salibnya, mencari nama Allah yang sebenarnya (bertanya kepada ahli torah secara akademis), kemudian naik lagi kesalibnya, dan memohon kepada Yesus Kristus, baru dapat diselamatkan?

Luk 23:42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."

Luk 23:43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."


Atau jika Anda ingin membantahnya dan berkata bahwa "Penjahat itu mengenal YHWH sesuai dengan Luk 23:40 karena menyebut nama Allah; Ini ada terjemahan alkitab dari Smith & Van Dyke Arabic Bible yang juga memakai kata Allah untuk ayat yang sama.

Luk 23:40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?

فَانْتَهَرَهُ الآخَرُ قَائِلاً: «أَوَلاَ أَنْتَ تَخَافُ اللهَ إِذْ أَنْتَ تَحْتَ هَذَا الْحُكْمِ بِعَيْنِهِ؟

Bahan Renungan Kita:

Terkadang kita selalu menganggap Format Akademika dan Ilmu Pengetahuan yang kita miliki diatas se-gala2nya, bahkan mungkin lebih extrim dengan itu kita lantas dapat dengan PASTI! selalu mengatakan bahwa saya yang benar, dan orang lain menjadi salah.

Kita selalu mengukur dan memberi takaran kepada orang lain dengan harga "ILMU PENGETAHUAN/AKADEMIKA", dan dengan dalih dan mengatas namakan itu kita dapat menentukan "PASTI INI YANG BENAR dan ITU YANG SALAH" atau "ANDA TIDAK AKADEMIS" dan lain sebagainya (Itukah gambaran kita?).

Tetapi mong..omong soal Ilmu Pengetahuan/Akademika, sebetulnya banyak hal2 yang tidak kita ketahui, dan banyak juga hal2 yang harus kita terima dengan "IMAN" (itulah juga mengapa salah seorang Farisi yang bernama NIKODEMUS, kemudian menjadi pengikut KRISTUS, dan untuk kita diketahui, seperti beliau atau kebanyakan seorang2 Farisi sangat2 berfikiran akademis dengan ilmu Torahnya).

Sedikit contoh saja bahwa Ilmu pengetahuan itu terbatas dan apa lagi jika kita mengandalkan Akademika, itu lebih2 terbatas lagi (karena sangat2 tergantung kredibilitas UNIVERSITY dimana dia belajar, wah... tambah puleng lagi..) adalah sebagai berikut:

Ini Contoh Dunia dalam ilmu Fa'al
Hampir setiap bayi yang lahir didunia ini mengenal ASI (Air Susu Ibu), dan sekarang kita pasti tahu dari mana ASI itu keluar, dari Puting buah dada wanita!, pertanyaannya yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan dan Akademika adalah:

"Kalau Puting buah dada wanita ada gunanya, maka apa kegunaan puting dada laki2?" Tahukah Anda bahwa, sampai saat ini hal tersebut belum dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan, apalagi akademis?

Ini Contoh dari Surga dari Kalam Allah
Joh 3:8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi...

Ini lagi Contoh yang menceminkan kita sebagai Farisi Modern:
Joh 7:50 Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka:
Joh 7:51 "Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?"
Joh 7:52 Jawab mereka: "Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea."


Mengapa kita hanya mempermasalahkan Nama Allah (yang katakanlah mungkin!, sekali lagi mungkin!, itu benar2 salah menerjemahkan!)
tetapi ayat diatas lebih penting untuk dipermasalahkan, seperti yang dipermasalahkan oleh para Farisi, lebih hakiki untuk dipermasalahkan, yang dapat saja jika orang Farisi itu benar (tidak ada Nabi yang keluar dari Galilea), kesalahan itu lebih fatal bagi UMAT KRISTUS dari sekedar kesalahan menerjemahkan ...
(Tetapi dengan IMAN kita Percaya bahwa "YESUS dari NAZARET di GALILEA" itu adalah JURUSELAMAT yang datang ke DUNIA untuk menyelamatkan ANDA dan saya)

mudah2an dengan renungan ini kita, dapat kembali melihat semua menjadi lebih jernih, karena dalam kehidupan ini, ada hal2 yang dapat kita telaah dengan Ilmu Pengetahuan dan berlandaskan Akademis, namun untuk yang satu ini, hal2 yang dari Surga, Rasul Paulus berkata:

Gal 5:5 Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.

Lalu pertanyaannya menjadi sangat jelas: Apakah tidak mengenal YHWH, tidak selamat?
Sekali Lagi! Apakah dengan tidak mengenal "YHWH" kita tidak Selamat?

Tidak! Kita pasti Selamat! Because of what? Because of, We are the apple of HIS eyes

Act 16:31 Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu !!"
(Maaf... saya berikan tanda seru supaya kita lebih yakin...)

Wasalam
Maximilian (mxmjms@yahoo.com)

Apakah tidak mengenal YHWH tidak selamat?
kalo kita belum pernah dikenalkan nama Yahweh, namun kita mengenal dan percaya Yesus, yang menyelamatkan kita tentunya ya Tuhan Yesus (Yohanes 14:6, Kisah Para Rasul 4:12). Kalo kita sudah dikenalkan kebenaran nama Yahweh tapi tidak mau kenal (menolak), Ibrani 10:26 sudah memberikan penjelasan tentang konsekuensinya, dan kalo kita tidak mau kenal Yahweh (menolak) sama saja kita menolak Yesus. Lho? Question Dalam Yohanes 15:23 berkata: "Barangsiapa membenci Aku, ia membenci juga Bapaku." hal ini kalo dibalik kan sama saja, kalo menolak Yahweh ya berarti menolak Yesus, karena dalam Yohanes 10:30 dikatakan bahwa Yesus dan Bapa adalah satu. Yesaya 64:8 berkata bahwa Yahweh adalah Bapa Surgawi kita (TUHAN, huruf kapital semua, lihat kamus Alkitab). Nah bagaimana mungkin kita bisa sampai kepada Bapa, sedangkan kita menolak (tidak mau kenal) Yahweh? Padahal dalam Wahyu 14:1 Alkitab The Scriptures berbunyi "And I looked and saw a Lamb standing on Mount Tsiyon, and with Him one hundred and forty-four thousand, having His Father's Name written upon their foreheads." Jadi orang-orang di surga itu di dahinya ada nama Bapa, Sang Empunya surga, yaitu Yahweh.

Salam,
Sion
Back to top
View user's profile
Robbie
Newbie
Newbie


Joined: Feb 25, 2005
Posts: 10

PostPosted: Mon Mar 07, 2005 8:50 pm    Post subject: Re: Apakah tidak mengenal YHWH, tidak selamat? Reply with quote

SIAPAKAH YANG BERNAMA ALLAH ITU?
Belakangan ini dari kalangan Kristen banyak diajukan pertanyaan kepada Yayasan Bina Awam yang mempertanyakan kebenaran dari traktat berjudul "Siapakah yang bernama ALLAH itu?" yang diterbitkan oleh Yayasan Shiraathal Mustaqiim, Jakarta. Diskusi mengenai pertanyaan tersebut diuraikan dalam bentuk Tanya-Jawab berikut:
1 Benarkah bahwa yang bernama ALLAH itu dewa? atau tepatnya 'nama dewa Arab yang mengairi bumi' (Muh. Wahyuni Nafis, Melintasi batas-batas Agama, 1998, h.85) dan nama Dewa yang disembah penduduk Mekah? (Djohan Effendi (penterj.), Agama Manusia, 1985, h.258)
Dalam konteks agama Arab pra-Islam di Mekah bisa saja istilah Allah kala itu ditujukan pada dewa yang disembah orang Arab, tetapi istilah Allah itu bersifat generik yang asalnya berarti lain. Kutipan buku 'Agama Manusia' (h.258) di atas menyebut hal itu dalam konteks Arab Mekah di zaman lahirnya Islam (Huston Smith, The Religions of Man, 1963, h.204) padahal sebelumnya Smith menjelaskan bahwa dalam Al-Qur'an 'nama Allah berasal dari kata Al-Illah yang dipercayai oleh orang Arab sebagai sama dengan Allah Adam, Nuh, Shem dan Abraham' (Ibid, h.202). Dari Abraham keluar 2 keturunan, Ishak menurunkan bangsa Israel yang menyebut El, Elohim atau Eloah, sedangkan Ismael menurunkan bangsa Arab yang menyebut El Abraham itu sebagai Allah. Al-Qur'an tidak mengikuti pengertian Allah zaman itu dan mengertinya kembali mendekati kata 'El.' Dr.Daud H. Soesilo, konsultan Penerjemahan United Bible Societies, menyebut:
"Jauh sebelum kehadiran agama Islam, orang Arab yang beragama Kristen sudah menggunakan (baca: menyebut) allah ketika mereka berdoa kepada el, elohim, eloah. Bahkan tulisan-tulisan kristiani dalam bahasa Arab pada masa itu sudah menggunakan allah sebagai padankata untuk el, elohim, eloah. Sekarang ini, allah tetap digunakan dalam Alkitab bahasa Arab, baik terjemahan lama (Arabic Bible) maupun terjemahan yang baru (Today's Arabic Version). Dari dahulu sampai sekarang, orang Kristen di Mesir, Libanon, Iraq, Indonesia, Malaysia, Brunai, Singapura dan diberbagai negara di Asia serta Afrika yang dipengaruhi oleh bangsa Arab, terus menggunakan (baca: menyebut) kata allah - jika ditulis biasanya menggunakan huruf kapital "Allah" untuk menyebut Pencipta Alam Semesta dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, baik dalam ibadah mau-pun dalam tulisan-tulisan." (jurnal Forum Biblika, LAI, no.8/1998.)
Jadi nama Allah bukan diambil dari agama Islam, Al-Qur'an atau dari 'artinya yang merosot' sebagai dewa-air, tetapi dari sejarah jauh sebelumnya yang berasal dari istilah bahasa Semit (Shem) yaitu 'El' yang dipercaya Abraham. Ini diperjelas kutipan:
"Agaknya Kata "Allah" merupakan pengkhususan dari kata al-ilah (ketuhanan) ... Nama "Allah" telah dikenal dan dipakai sebelum al-Qur'an diwahyukan ... Kata itu tidak hanya khusus bagi Islam saja, melainkan ia juga merupakan nama yang, oleh ummat Kristen yang berbahasa Arab dari gereja-gereja Timur, digunakan untuk memanggil Tuhan." (Cyril Glasse, Ensiklopedia Islam, 1996, h.23)
Jadi nama 'El' dalam tradisi Israel atau 'Allah' dalam tradisi Ismael/Arab Kristen menunjuk pada 'El' yang disembah Abraham.
2 Kalau begitu apakah 'El' nama Allah yang benar?
Di kitab Kejadian, kita jumpai nama 'El' yang diterjemahkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) sebagai 'Allah' (Kej.1:1). (Bagian kutipan ayat-ayat Alkitab terbitan LAI yang dikurung berikut adalah bahasa asli yang ditambahkan oleh penulis).
"Akulah Allah (El) yang di Betel itu ..." (LAI, Kej.31:13)
"Allah (Elohim) Israel ialah Allah (El)." (LAI, Kej.33:20)
Dalam Perjanjian Lama (PL) 'El' itu sama dengan 'Elohim' atau Eloah'. Istilah 'El' ini disejajarkan dengan nama 'Yahweh' dalam:
"Aku, TUHAN (Yahweh). Allahmu (Elohim), adalah Allah (El) yang cemburu ..." (LAI, Ulg.5:9).
Ketika Musa menghadap Allah, ia bertanya mengenai nama Allah dan mendapat jawaban "AKU ADALAH AKU (Kel.3:13), tetapi sekalipun demikian Allah menyebut selanjutnya:
"TUHAN (Yahweh), Allah (Elohim) nenek moyangmu, Allah (Elohim) Abraham, Allah (Elohim) Ishak dan Allah (Elohim) Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah namaKu untuk selama-lamanya dan itulah sebutanKu turun-temurun." (LAI, Kel.3:15).
Dari terang ayat ini kita dapat melihat bahwa rupanya 'El' tidak menyebut nama spesifik untuk menyebut diriNya mungkin dengan maksud agar nama itu tidak dijadikan berhala atau mantra (band.Kis.19:13). Namun 'El' menyebut diriNya juga dengan nama 'Yahweh' (TUHAN) dan 'Elohim/Eloah' (Allah).
Sekalipun nama 'El' banyak dipakai, sama halnya dengan nama Allah (Al-Ilah) yang berasal dari bahasa Semit yang dalam bahasa Arab di jalur Ismael bisa merosot digunakan untuk menyebut nama Dewa Air di zaman pra-Islam di Mekah, penggunaan nama Elohim dalam jalur Israel bisa merosot juga.
Dalam Kel.32:1,4 kita dapat melihat bahwa 'allah Lembu Emas' yang disembah umat Israel saat Musa naik ke gunung Sinai dalam bahasa aslinya juga ditulis dengan kata 'Elohim,' padahal Tuhan dan Musa menyalahkan mereka dan agar mereka kembali kepada "Yahweh (TUHAN), Elohim (Allah) Israel" yang benar (Kel.32:27). Penggunaan nama yang sama untuk menyebut dua konsep berbeda tentang yang disembah. Dari sini kita dapat melihat bahwa nama El/Elohim atau diterjemahkan sebagai Allah adalah nama umum atau generik, bisa dalam pengertian semula, bisa merosot untuk menyebut misalnya 'Dewa Air' dalam jalur Ismael atau untuk menyebut 'Lembu Emas' dalam jalur Ishak, untuk itulah untuk membedakannya digunakan istilah yang diberi penjelasan yaitu 'Allah Abraham, Ishak dan Yakub.'
3 Apakah arti sebenarnya dan perbedaan antara nama-nama El/Elohim/ Eloah, Yahweh dan Adonai?
Nama 'El' adalah nama pertama yang dipergunakan dalam Alkitab (Kej.1) yang bersifat generik dan kemudian digunakan oleh banyak bangsa-bangsa keturunan Adam. Yakub menyebut El dalam kedahsyatanNya (Kej.28:17) dan dalam bentuknya yang sekarang nama itu disejajarkan dengan nama Yahweh (ay.16). Memang El semula dikenal sebagai Allah di atas allah atau Allah Maha Tinggi dan kemudian untuk menyebut Allah Israel. Dalam bentuknya sekarang, dalam sanjak Bileam El tidak lain adalah Yahweh yang membawa umat Israel keluar dari Mesir (Bil.23: 8,19,22-23;24:4,8,16,23) dan di tempat lain nama El disebut sejajar dengan Yahweh (Maz.85:8-9;Yes.42:5) dan dijadikan padankatanya. Nama El ini kemudian tidak sekedar menyebut kata generik sebagai 'Allah tertinggi' tetapi dengan gabungan kata lain menunjuk Nama yang nyata seperti El Shadday (Allah Mahakuasa), El Elyon (Allah Mahatinggi), El Olam (Allah Kekal), El Bethel (Allah Bethel), El Roi (Allah Mahatahu), El Berith (Allah Perjanjian), dan El Elohe-Israel (Allah Israel).
Nama 'Elohim' banyak terdapat dalam Perjanjian Lama dalam pengertian sama dengan 'El' tetapi untuk menyebut nama Allah dalam bentuk jamak (Kej.1:26) tetapi kebanyakan juga sebagai bentuk tunggal dan untuk menyatakan TUHAN Yahweh Israel. Nabi Elia yang namanya berarti Allahku (El) Tuhanku (Yah), berkata di gunung Karmel: "Kalau TUHAN (Yahweh) itu Allah (Elohim), ikutlah Dia, dan kalau Baal, ikutlah Dia." (1.Raj.18: 21,37,39). Nama 'Elohim' menekankan bahwa 'Allah Pencipta adalah Tuhan yang mutlak atas ciptaan dan sejarah.'
Nama 'Eloah' adalah bentuk tunggal yang mirip Elohim. Baik El, Elohim dan Eloah menunjuk pada pengertian yang sama.
Nama 'Yahweh' sebenarnya terdiri dari 4 huruf konsonan YHWH yang disebut Tetragrammaton. Dalam tradisi naskah Pentateuch dikenal Musa sebagai TUHAN Allah yang membawa umat Israel keluar dari Mesir (Kel.20:2) tetapi dari tradisi naskah Pentateuch yang kemudian, nama itu digunakan dalam rangka Penciptaan bersamaan dengan 'Elohim' dan pada jaman Enos disebut bahwa orang mulai memanggil nama TUHAN (Yahweh, Kej.4:26). Mungkin perkembangan tradisi naskah ini terjadi untuk menjadikan Yahweh bukan saja sebagai Tuhan Israel tetapi juga Tuhan atas semua umat manusia. Tetapi, dalam tradisi akhir naskah Pentateuch kenyataan ini dimentahkan karena disebut bahwa nama yang digunakan adalah 'El-Shadday' (Allah Mahakuasa) dan sebelumnya kepada Abraham Ishak dan Yakub tidak disebut nama Yahweh kepada mereka (Kel.6:2-3), itulah sebabnya dalam tradisi naskah lain disebut bahwa nama itu baru diperkenalkan kepada Musa di gunung Horeb (Kel.3:1-14) pada saat mana 'El' menyebut nama DiriNya sebagai 'AKU ADALAH AKU.' Sekalipun demikian semua tradisi naskah mempercayai bahwa Musa tidak berkenalan dengan TUHAN Allah yang berbeda dengan yang dikenal leluhurnya, dan dari Musa-lah pengajaran tentang TUHAN Allah 'Yahweh' dalam terang Keluaran itu menjadi jelas.
Nama 'Adonai' diterjemahkan 'Tuan' atau 'Tuhan' sebenarnya merupakan nama panggilan untuk menghormati seseorang (1.Sam.24:9;26:17;Yer.22:18). Nama ini dikaitkan dengan nama 'Yahweh' sebagai 'TUHAN, Tuhan' (Yos.3:13; Maz.97:5) atau sebagai pengganti 'Yahweh' (Yes.6:1,8;Mik.4:13; Zak.4:14;6:5).
4 Nama adalah identitas diri, karena itu mengapa nama El, Elohim atau Yahweh diterjemahkan?
Sekalipun dalam Perjanjian Lama ada beberapa nama yang ditujukan untuk menyebut 'Yang disembah Israel' disitu tidak pernah ada keberatan dengan salah satu nama bahkan sering nama-nama itu dipakai bersama-sama atau menggantikan yang lainnya.
Bahasa Ibrani adalah bahasa mati yang tidak digunakan sehari-hari, maka ketika bahasa Yunani menjadi bahasa hidup di Laut Tengah, pada abad III-BC, 72 tua-tua Israel dikirim oleh Imam Kepala di Yerusalem untuk pergi ke raja 'Ptolomeus Philadelphus' di Iskandariah (Afrika Utara) dengan membawa salinan 'Kitab Hukum' yang resmi yang selama 72 hari diterjemahkan ke bahasa Yunani. Terjemahan ini terkenal dengan nama 'Septuaginta' atau 'LXX' (artinya 70).
Septuaginta secara resmi diterima oleh para Imam Yahudi dan dalam terjemahan ini istilah 'El, Elohim & Eloah' diterjemahkan sebagai 'Theos' dan 'Yahweh' sebagai 'Kurios.' Penterjemahan Theos dan Kurios ini tidak menjadi masalah bagi orang Yahudi maupun para Imam Yahudi. Kedua istilah Yunani inilah yang digunakan dalam penulisan Perjanjian Baru dalam bahasa 'Yunani Koine.' Baik Allah, Yesus dan para Rasul menerima terjemahan itu, bahkan ketika membaca kitab Yesaya 61:1-2, Yesus membacanya dari 'LXX' (Kurios, Luk.4:18-19).
Dalam terjemahan PB (Yunani Koine) ke bahasa lainnya, nama 'Theos & Kurios' diterjemahkan sebagai 'God & Lord' (Inggeris) dan 'Allah & Tuhan' (Indonesia). PL (Indonesia) diterjemahkan dari bahasa Ibrani dimana 'El, Elohim & Eloah' diterjemahkan sebagai 'Allah' dan 'Yahweh' sebagai 'TUHAN' ('Yahweh' tidak pernah diterjemahkan sebagai 'Allah').
Dalam hubungan dengan penerjemahan ke dalam bahasa Indonesia, LAI dalam surat penjelasannya (21 Januari 1999) mengutip Dr. Daud H. Soesilo menyebutkan bahwa:
"Dalam terjemahan bahasa melayu dan Indonesia, kata 'Allah' sudah digunakan terus menerus sejak terbitan Injil Matius dalam bahasa Melayu yang pertama (terjemahan Albert Corneliz Ruyl, 1629). Begitu juga dalam Alkitab Melayu yang pertama (terjemahan Melchior Leijdekker, 1733) dan Alkitab Melayu yang kedua (terjemahan Hillebrandus Cornelius Klinkert, 1879) sampai saat ini."
Dari uraian ini kita dapat melihat bahwa terjemahan bahasa Indonesia 'Allah' untuk menunjuk 'nama' El, Elohim & Eloah dalam PL dan Theos dalam PB, dan 'TUHAN' untuk Yahweh dalam PL dan 'Tuhan' untuk Kurios dalam PB tidaklah menjadi masalah, apalagi kata 'Allah' adalah bagian kosa kata bahasa Indonesia sehingga tidak salah kalau dipakai terus. Yang penting dalam menggunakan suatu nama 'generik' adalah 'siapakah yang kita maksudkan dengan menyebut nama itu.' Penggunaan nama yang sama belum tentu dimengerti sama dan pengertian 'Yahweh yang adalah Elohim Abraham, Ishak dan Yakub' yang dimengerti dan dipercaya oleh orang Yahudi belum tentu sama dengan yang dimengerti oleh orang Kristen Perjanjian Baru yang tidak saja mempercayai 'Kurios yang adalah Theos Abraham, Ishak dan Yakub' tetapi juga 'yang digenapi dalam Yesus Kristus.' Berikut Yesus menyamakan dirinya sebagai 'Kurios':
"Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! (Kurios) akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di sorga." (LAI, Mat.7:21)
5 Mengapa 'nama' tidak dikembalikan saja pada nama dalam bahasa aslinya?
Bila diterjemahkan tidak menjadi masalah termasuk bagi Imam Kepala Yahudi, mengapa kita harus kembali ke bahasa aslinya? Memang ada traktat berjudul sama yang diterbitkan Shiraathal Mustaqiim yang menterjemahkan ayat-ayat sebagai berikut:
"Pada mulanya adalah Firman: Firman itu bersama-sama dengan Eloim dan Firman itu adalah Eloim." (Yoh.1:1-2)
"Demikianlah kita mengenal Roh Eloim; setiap roh yang mengaku Yeshua Hamasiah telah datang sebagai manusia, berasal dari Roh Eloim, dan setiap roh yang tidak mengaku Yeshua tidak berasal dari Eloim Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia kamu dengar, bahwa Ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia." (1.Yoh.4:2-3)
Harus disadari naskah asli Perjanjian Baru menyebut 'Theos' dan bukan diterjemahkan dari bahasa Ibrani! Yesus sendiri menyebut Theos dan bukan Elohim, mengapa kita mau mengubah ayat-ayat Alkitab padahal Yesus dan para Rasulnya menerima? Terjemahan 'Yeshua Hamasiah' lebih tidak berdasar karena bahasa aslinya adalah 'Iesous Christos' yang diterjemahkan menjadi 'Yesus Kristus,' dan dari kata 'Christos' inilah lahir nama sebutan untuk para murid sebagai 'Christanous' ('Kristen,' Kis.11:26)
6 Apakah hak LAI dalam menterjemahkan Alkitab?
LAI adalah gabungan ahli-ahli penterjemah Alkitab yang diutus gereja-gereja, dan LAI adalah anggota United Bible Societies sedunia. LAI sudah bekerja cukup lama di Indonesia dan bekerja dengan tekun dan profesionalisme tinggi. Karena itu janganlah kita dibingungkan oleh pendapat perorangan yang melontarkan 'isu-isu' tanpa melalui persidangan gerejawi dan kehadiran para ahli seperti dalam soal nama Allah! (Efs.4:11-15)
A m i n !

Sumber : www.yabina.org
Back to top
View user's profile
mxmjms
Newbie
Newbie


Joined: Jan 28, 2005
Posts: 18

PostPosted: Tue Mar 15, 2005 12:01 pm    Post subject: Re: Apakah tidak mengenal YHWH, tidak selamat? Reply with quote

Laughing 2 Mas Sion Dalam Kasih Yesus Kristus ...

Lalu jawaban, sekaligus pertanyaan kepada Mas SION menjadi sederhana sekali?

1. Apakah Bapa bukan YHWH?
2. Apakah Allah (yang kita baca sehari-hari dalam al-kitab kita)bukan YHWH?
3. Apakah Yesus Kristus bukan YHWH?
4. Apakah Allahnya Abraham, Ishak dan Yakub bukan YHWH?

Dan jika junjungan kita memperkenalkan diri sebagai "I'AM" maka secara explisit, IA ingin mengatakan bahwa IA adalah BAPA, sekaligus ALLAH, sekaligus Yesus Kristus, dan sekaligus Allah yang menyatakan diriNya kepada Abraham, Ishak dan Israel. Yang artinya apa?, artinya tidak lain agar YHWH dapat dikenal oleh semua bangsa dimuka bumi ini.

Tentu saja ALLAH yang dimaksud dalam Alkitab yang se-hari2 kita baca, (terjemahan LAI), bukanlah Al-Ilah seperti yang dimaksud oleh kepercayaan lain diluar Nasrani.

Dan tentu juga ayat2 yang Mas Sion kemukakan Valid semua dan tidak bertentangan dengan hal2 yang saya kemukakan...

Jadi...

Hendaklah yang mengerti, memberikan pengertian kepada yang belum mengerti. Yang telah mengetahui, memberitahukan kepada yang belum mengetahui... dan, lakukanlah semua itu dengan penuh tanggung jawab dan penuh kesabaran dan berdoalah bagi mereka... dan percayalah, DIA SENDIRI yang akan menjaga FIRMANNYA... Amien

Tuhan Yesus Kristus Memberkati Mas Sion....

Wasalam,
Maximilian (mxmjms@yahoo.com)
Back to top
View user's profile
Sion
Newbie
Newbie


Joined: Feb 07, 2005
Posts: 8

PostPosted: Wed Mar 23, 2005 11:51 pm    Post subject: Re: Apakah tidak mengenal YHWH, tidak selamat? Reply with quote

mxmjms wrote:
:lol: 2 Mas Sion Dalam Kasih Yesus Kristus ...
Smile Shalom Pak Maximilian,

Quote::
Lalu jawaban, sekaligus pertanyaan kepada Mas SION menjadi sederhana sekali?

1. Apakah Bapa bukan YHWH?
1. Bapa adalah sebutan, sedangkan Yahweh adalah Nama Diri Sang Pencipta (Tuhan) kita. Namun banyak orang Kristen hanya tahu menyebut Bapa, tanpa mengetahui Nama-Nya. Ketika diberi tahu tentang Nama Bapa (Yahweh), malah menolak habis-habisan. Sangat ironis... Crying or Very sad
Ini menunjukkan bahwa Nama dan sebutan itu berbeda.

Quote::
2. Apakah Allah (yang kita baca sehari-hari dalam al-kitab kita)bukan YHWH?
2. Allah bukan Yahweh. Allah is Allah, Yahweh is Yahweh. Tidak ada ayatnya yang menyatakan kalau Allah adalah Yahweh. Namun Bapak menyebut 'Allah' tentu maksudnya sinonim dari kata 'Tuhan' bukan? Inilah kesalahan terjemahan yang turun-temurun. Hal ini terjadi karena para penerjemah pertama kali saat itu, tidak mengetahui bahwa 'Allah' adalah nama pribadi dari sesembahan (ilah) lain. Sehingga kita bingung, kita menganggap 'Allah' sinonim dengan kata 'Tuhan', namun LAI juga menganggap bahwa selain sebutan, Allah juga merupakan nama diri, contohnya Kej 33:20

Quote::
3. Apakah Yesus Kristus bukan YHWH?
3. Yesus Kristus adalah Yahweh dalam wujud manusia atau dengan kata lain, Yesus adalah jelmaan dari Yahweh, (Yoh 10:30). Sehingga kalau kita menolak Yahweh, sama saja menolak Yesus. kalau kita menolak Yesus, sama saja menolak Yahweh, (Yoh 15:23).

Quote::
4. Apakah Allahnya Abraham, Ishak dan Yakub bukan YHWH?
4. Abraham, Ishak, dan Yakub tidak punya Allah, mereka hanya punya Yahweh.

Quote::
Dan jika junjungan kita memperkenalkan diri sebagai "I'AM" maka secara explisit, IA ingin mengatakan bahwa IA adalah BAPA, sekaligus ALLAH, sekaligus Yesus Kristus, dan sekaligus Allah yang menyatakan diriNya kepada Abraham, Ishak dan Israel. Yang artinya apa?, artinya tidak lain agar YHWH dapat dikenal oleh semua bangsa dimuka bumi ini.
Bapa Yahweh tidak pernah memperkenalkan bahwa Dia adalah Allah.

Quote::
Tentu saja ALLAH yang dimaksud dalam Alkitab yang se-hari2 kita baca, (terjemahan LAI), bukanlah Al-Ilah seperti yang dimaksud oleh kepercayaan lain diluar Nasrani.
Memang benar bahwa Allah bukan dari Al-Ilah. Jika Allah yang dimaksud Alkitab terjemahan LAI bukan seperti yang dimaksud oleh kepercayaan lain, saya jadi bertanya-tanya, lalu Allah yang mana? Pengikut Kristus tidak pernah punya Allah bukan? Yang notabene kita semua sudah mengetahui bahwa nama Tuhannya orang Islam adalah Allah. Allah pra-Islam adalah dewa air, sedangkan Allah menurut orang Islam, tidak beranak dan tidak memperanakkan (QS 112 Al Ikhlas 1-3), Islam juga tidak mengakui bahwa Yesus adalah Allah (QS 5 Al- Maaidah 17). Jadi jelas bahwa Allah yang dimaksud bukan Allah pra-Islam dan juga bukan Allah Islam. Lalu Allah yang mana? Allah yang bahasa Indonesia? Jika Allah bahasa Indonesia, yang merupakan sinonim dari kata 'Tuhan', berarti Ketuhanan Yang Maha Esa bisa diganti dengan KeAllahan Yang Maha Esa dan orang Hindu serta Budha menggunakan kata 'Allah', untuk mengganti kata 'Tuhan', padahal mereka tidak pernah menggunakan kata 'Allah' sebagai pengganti kata 'Tuhan'. Jadi opsinya hanya 2, Allah pra-Islam atau Allah Islam.

Quote::
Hendaklah yang mengerti, memberikan pengertian kepada yang belum mengerti. Yang telah mengetahui, memberitahukan kepada yang belum mengetahui... dan, lakukanlah semua itu dengan penuh tanggung jawab dan penuh kesabaran dan berdoalah bagi mereka... dan percayalah, DIA SENDIRI yang akan menjaga FIRMANNYA... Amien
Saya sangat setuju dengan pendapat Bapak. Dia sendiri dalam menjaga FirmanNya, dapat memakai kita (yang sudah disingkapkan mata rohaninya) kan Pak?

Quote::
Tuhan Yesus Kristus Memberkati Mas Sion....
Bapa Yahweh dalam Nama Yesus Kristus juga memberkati Pak Maximilian...

Quote::
Wasalam,
Maximilian (mxmjms@yahoo.com)
Salam,
Sion
Back to top
View user's profile
mxmjms
Newbie
Newbie


Joined: Jan 28, 2005
Posts: 18

PostPosted: Thu Mar 24, 2005 6:12 pm    Post subject: Re: Apakah tidak mengenal YHWH, tidak selamat? Reply with quote

Laughing 2 Mas Sion Dalam Kasih Yesus Kristus ...

Quote::
1. Bapa adalah sebutan, sedangkan Yahweh adalah Nama Diri Sang Pencipta (Tuhan) kita. Namun banyak orang Kristen hanya tahu menyebut Bapa, tanpa mengetahui Nama-Nya. Ketika diberi tahu tentang Nama Bapa (Yahweh), malah menolak habis-habisan. Sangat ironis...
Ini menunjukkan bahwa Nama dan sebutan itu berbeda.

(1) Saya memanggil ayah saya yang namanya "Anwar" dengan sebutan Daddy. Ibu, Paman dan Teman ayah saya memanggil ayah saya "Mas Anwar"

Ibu dan teman ayah saya tahu kalau saya memanggil ayah saya dengan sebutan daddy, yang saya maksud adalah yang mereka kenal dengan "Mas Anwar" dan mereka tidak akan protes akan hal itu, karena mereka tahu yang saya maksud dengan "Ayah" adalah sama dengan yang mereka panggil dengan "Mas Anwar"...

Apapun alasannya saya tidak perlu menerangkan lagi kepada Ibu, Paman dan Teman2 Ayah saya tentang siapa yang saya maksud dengan "AYAH" saya.

Quote::
2. Allah bukan Yahweh. Allah is Allah, Yahweh is Yahweh. Tidak ada ayatnya yang menyatakan kalau Allah adalah Yahweh. Namun Bapak menyebut 'Allah' tentu maksudnya sinonim dari kata 'Tuhan' bukan? Inilah kesalahan terjemahan yang turun-temurun. Hal ini terjadi karena para penerjemah pertama kali saat itu, tidak mengetahui bahwa 'Allah' adalah nama pribadi dari sesembahan (ilah) lain. Sehingga kita bingung, kita menganggap 'Allah' sinonim dengan kata 'Tuhan', namun LAI juga menganggap bahwa selain sebutan, Allah juga merupakan nama diri, contohnya Kej 33:20

(2) Apakah Alkitab Smith & Van Dyke Arabic Bible juga berkata demikian?
Allah sama dengan panggilan yang dipanggil oleh orang Arab (Kristen).
Hal yang sama juga dapat dilihat dalam Alkitab terjemahan LAI untuk Bahasa Indonesia Sehari-hari (IBIS), yang menyatakan Allah yang dimaksud adalah sebutan. Sama seperti kita memanggil orang tua kita dengan "Ayah"

Quote::
3. Yesus Kristus adalah Yahweh dalam wujud manusia atau dengan kata lain, Yesus adalah jelmaan dari Yahweh, (Yoh 10:30). Sehingga kalau kita menolak Yahweh, sama saja menolak Yesus. kalau kita menolak Yesus, sama saja menolak Yahweh, (Yoh 15:23).

(3) Saya Setuju, dan saya yakin tidak tidak ada satu umat Kristenpun yang menolak YHWH sebagai nama Allah. Masalahnya sebenarnya hanyalah masalah "Penghormatan" jika saya memanggil nama orang tua saya "ANWAR" dengan sebutan "Ayah" maka itu artinya saya sangat2 menghormati ayah saya. Saya rasa itu saja, tidak lebih dan tidak kurang

Quote::
4. Abraham, Ishak, dan Yakub tidak punya Allah, mereka hanya punya Yahweh.

(4) Yang menuliskan tentang ceritera Abraham, Ishak dan Yakub, menuliskan dengan segala hormatnya memanggil "Allah" bagi "YHWH" sebagai pangilan, dan menurut saya itu syah2 saja, sejauh Allah yang dimaksud sama seperti yang dimaksud oleh Abraham, atau sama seperti jika saya memanggil "Ayah" bagi "Mas Anwar" yang dikenal oleh Ibu, Paman dan Teman2 ayah saya.

Quote::
Bapa Yahweh tidak pernah memperkenalkan bahwa Dia adalah Allah.

(5) Tuhan Yesus Kristus memperkenalkan "Bapa" untuk YHWH apakah itu bukan bentuk dari penjabaran butir (1) diatas? atau jika ingin konsisten Tuhan Yesus Kristus seharusnya tidak boleh memanggil YHWH sebagai Bapa.

Quote::
Memang benar bahwa Allah bukan dari Al-Ilah. Jika Allah yang dimaksud Alkitab terjemahan LAI bukan seperti yang dimaksud oleh kepercayaan lain, saya jadi bertanya-tanya, lalu Allah yang mana? Pengikut Kristus tidak pernah punya Allah bukan? Yang notabene kita semua sudah mengetahui bahwa nama Tuhannya orang Islam adalah Allah. Allah pra-Islam adalah dewa air, sedangkan Allah menurut orang Islam, tidak beranak dan tidak memperanakkan (QS 112 Al Ikhlas 1-3), Islam juga tidak mengakui bahwa Yesus adalah Allah (QS 5 Al- Maaidah 17). Jadi jelas bahwa Allah yang dimaksud bukan Allah pra-Islam dan juga bukan Allah Islam. Lalu Allah yang mana? Allah yang bahasa Indonesia? Jika Allah bahasa Indonesia, yang merupakan sinonim dari kata 'Tuhan', berarti Ketuhanan Yang Maha Esa bisa diganti dengan KeAllahan Yang Maha Esa dan orang Hindu serta Budha menggunakan kata 'Allah', untuk mengganti kata 'Tuhan', padahal mereka tidak pernah menggunakan kata 'Allah' sebagai pengganti kata 'Tuhan'. Jadi opsinya hanya 2, Allah pra-Islam atau Allah Islam.

(6) Tidak, saya kurang setuju, opsinya kalau kita mau jujur ada 3, satu lagi Allahnya umat Kristen Arab. Dan untuk sinonimnya Tuhan, tanpa melakukan perubahan Tuhan menjadi Allah, itu hanya merupakan kebiasaan saja, atau itu hanya bentuk suatu prononsasi dari bahasa yang jarang disebutkan saja. Karena selama ini kita sudah terlanjut enak dan biasa mendengar "Ketuhanan Yang Maha Esa", bayangkan jika dari awal kita menyebutnya "KeAllahan Yang Maha Esa" maka kita akan terbiasa dengan sebutan itu dan saya yakin anda akan berpendapat paradox dengan pendapat anda sendiri...

Quote::
Saya sangat setuju dengan pendapat Bapak. Dia sendiri dalam menjaga FirmanNya, dapat memakai kita (yang sudah disingkapkan mata rohaninya) kan Pak?

(7) Renungan dan Ajakan buat Mas Sion...
Seyakin-yakinnya saya, Bapa disurga mempunyai tujuan khusus untuk hal ini, agar namanya dimuliakan.
Memang seharusnya demikian Mas Sion... dan marilah kita bahu membahu menjaga gandum yang ada, agar tidak rusak sebelum dikumpulkan dan dimasukan kedalam lumbungNya, agar tidak tercabut karena ilalang yang ditebarkan orang yang menjadi musuh ALLAH. Sekali lagi Mas Sion, agar mereka tidak dibingungkan dengan hal2 yang dipertentangkan tentang nama YHWH yang namaNya saya sebut dengan hormat.

Quote::
Bapa Yahweh dalam Nama Yesus Kristus juga memberkati Pak Maximilian...

(8) Memberkati Mas Sion dan Keluarga Juga

Salam,
Maximilian (mxmjms@yahoo.com) Laughing
Back to top
View user's profile
Sion
Newbie
Newbie


Joined: Feb 07, 2005
Posts: 8

PostPosted: Sun Apr 03, 2005 4:12 pm    Post subject: Re: Apakah tidak mengenal YHWH, tidak selamat? Reply with quote

Quote::
(1) Saya memanggil ayah saya yang namanya "Anwar" dengan sebutan Daddy. Ibu, Paman dan Teman ayah saya memanggil ayah saya "Mas Anwar"

Ibu dan teman ayah saya tahu kalau saya memanggil ayah saya dengan sebutan daddy, yang saya maksud adalah yang mereka kenal dengan "Mas Anwar" dan mereka tidak akan protes akan hal itu, karena mereka tahu yang saya maksud dengan "Ayah" adalah sama dengan yang mereka panggil dengan "Mas Anwar"...

Apapun alasannya saya tidak perlu menerangkan lagi kepada Ibu, Paman dan Teman2 Ayah saya tentang siapa yang saya maksud dengan "AYAH" saya.

Saya setuju dengan pendapat bapak, namun kebanyakan orang menyamakan antara sebutan dan nama. Buktinya orang Indonesia tidak mengenal Nama Bapanya, yang setiap hari mereka panggil "Bapa", mereka pikir Nama Bapa Surgawi kita adalah "Bapa". Ketika diberi tahu Nama Bapanya, mereka malah menganggap sesat dan marah-marah, malah nama sesembahan umat lain dipertahankan matian-matian. Ini membuktikan kalau mereka tidak mengenal Nama Bapanya.

Quote::
(2) Apakah Alkitab Smith & Van Dyke Arabic Bible juga berkata demikian?
Allah sama dengan panggilan yang dipanggil oleh orang Arab (Kristen).
Hal yang sama juga dapat dilihat dalam Alkitab terjemahan LAI untuk Bahasa Indonesia Sehari-hari (IBIS), yang menyatakan Allah yang dimaksud adalah sebutan. Sama seperti kita memanggil orang tua kita dengan "Ayah"

Orang Kristen Arab saja juga bingung. Bapak dapat melihat keterengan nomor 6.

Quote::
(3) Saya Setuju, dan saya yakin tidak tidak ada satu umat Kristenpun yang menolak YHWH sebagai nama Allah. Masalahnya sebenarnya hanyalah masalah "Penghormatan" jika saya memanggil nama orang tua saya "ANWAR" dengan sebutan "Ayah" maka itu artinya saya sangat2 menghormati ayah saya. Saya rasa itu saja, tidak lebih dan tidak kurang

Saya menolak bahwa Yahweh sebagai nama Allah, karena Allah adalah nama sesembahan umat lain. Saya menerima bahwa Yahweh adalah Nama Bapa, Tuhan kita. Dan saya tidak yakin bahwa tidak ada satupun orang Kristen yang menolak Yahweh sebagai Nama Tuhan kita. Buktinya, mengapa ada yang mempertahankan menyebut "Allah" dan tidak menyebut "Yahweh"? Mereka beralasan: yang penting hati, kalau saya menyebut "Allah", yang saya maksud adalah Tuhan kita, Yahweh. Lalu timbul pertanyaan lagi bagi saya: kalau yang dimaksud adalah Yahweh, mengapa mesti 'pinjam' nama Tuhannya orang lain? wong Tuhan kita kan punya Nama, mengapa tidak disebut? dan Tuhan kita sendiri melarang kita menyebut nama sesembahan lain (Keluaran 23:13) Padahal Roma 10:10 berkata: Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. Jadi antara hati dan mulut harus sama. Kalau tidak sama, Yesus bilang itu berasal dari si jahat (Matius 5:37).

Quote::
(4) Yang menuliskan tentang ceritera Abraham, Ishak dan Yakub, menuliskan dengan segala hormatnya memanggil "Allah" bagi "YHWH" sebagai pangilan, dan menurut saya itu syah2 saja, sejauh Allah yang dimaksud sama seperti yang dimaksud oleh Abraham, atau sama seperti jika saya memanggil "Ayah" bagi "Mas Anwar" yang dikenal oleh Ibu, Paman dan Teman2 ayah saya.


Kata "Allah" yang dimaksud tentu sinonim dengan kata "Tuhan", bukan? Namun sayangnya jika kita lihat sejarahnya, ternyata itu adalah nama sesembahan umat lain dan tentu saja Abraham tidak mengenal "Allah" sebagai sebutan karena kata "Allah" ada di Arab bukan di daerah Abraham, apalagi kalau kita baca Kitab Suci kita mengerti kalau Abraham sangat menghormati "Yahweh" namun oleh LAI diterjemahkan dengan "TUHAN"

Quote::
(5) Tuhan Yesus Kristus memperkenalkan "Bapa" untuk YHWH apakah itu bukan bentuk dari penjabaran butir (1) diatas? atau jika ingin konsisten Tuhan Yesus Kristus seharusnya tidak boleh memanggil YHWH sebagai Bapa.

Yesus memanggil Yahweh dengan sebutan Bapa karena kapasitas-Nya sebagai Anak (Matius 3:17, Yohanes 3:26). Dia memanggil Yahweh dengan sebutan Bapa, bukan berarti Dia tidak tahu Nama Bapa-Nya (Lukas 4:16-19), Dia juga memberitakan Nama Bapa-Nya (Yohanes 17:25-26). Seharusnya kita semua demikian, meskipun kita memanggil dengan sebutan Bapa, kita juga harus tahu Nama Bapa kita dan memberitakan Nama-Nya, bukan malah nama sesembahan lain (baca: Allah).

Quote::
(6) Tidak, saya kurang setuju, opsinya kalau kita mau jujur ada 3, satu lagi Allahnya umat Kristen Arab. Dan untuk sinonimnya Tuhan, tanpa melakukan perubahan Tuhan menjadi Allah, itu hanya merupakan kebiasaan saja, atau itu hanya bentuk suatu prononsasi dari bahasa yang jarang disebutkan saja. Karena selama ini kita sudah terlanjut enak dan biasa mendengar "Ketuhanan Yang Maha Esa", bayangkan jika dari awal kita menyebutnya "KeAllahan Yang Maha Esa" maka kita akan terbiasa dengan sebutan itu dan saya yakin anda akan berpendapat paradox dengan pendapat anda sendiri...

Baiklah jika ada opsi yang ketiga, mari kita lihat opsi yang ketiga itu, yaitu Allah Kristen Arab.
Ternyata penerjemah Kitab Suci berbahasa Arab mengalami kebingungan, sama seperti bingungnya penerjemah Kitab Suci berbahasa Indonesia. Hal itu disebabkan karena sebelum ada Kristen di Arab dan Indonesia, nama atau kata "Allah" sudah dikenal sebelumnya akibat agama suku pribumi.
Di Arab, nama atau kata "Allah" sudah dikenal sebagai nama dewa yang mengairi bumi, yaitu salah satu dari 360 nama dewa lainnya seperti Allata, Aluza, Almanat, Alhubal, dan lain-lain. sedangkan di Indonesia, nama atau kata "Allah" sudah dikenal karena agama Islam sudah lebih dahulu masuk ke Indonesia.
Kesalahan penerjemahan Kitab Suci berbahasa Arab seperti dalam 1 Raja-raja 18:37 yang berbunyi "Antar robul ilah", seharusnya "Anta Yahwah Ilah". didasari dari bahasa Ibrani sebagai berikut:
aneni Yahweh aneni we'yed'u haam haze ki-ata Yahweh ha'elohim we'ata ha'sibota Et-libam a'khoranit

dan dalam ayat 39 yang berbunyi "Arrobu huwallah Arrobu huwallah" seharusnya "Yahwah huwal ilah Yahwah huwal ilah", didasari dari bahasa Ibrani sebagai berikut: Wayar' kal-haam wayip'lu al-p'neihem Wayom'ru Yahweh hu ha'Elohim Yahweh hu ha'Elohim

Kitab suci berbahasa Arab dalam Yesaya 33:2 dan keluaran 3:15 versi "Alkitabul Muqodassu" Wa huwa Asfaarul Ahdainil qodiimi wal jahiid/ Perjanjian lama dan baru Mutarjamah minallughoofil Ashlliyah / yang diterjemahkan dari bahasa asli (Ibrani) oleh Nidaaur Rojaa' Stuttgart Almaaniyaa / Yayasan Nidaur Roja Stuttgard Jerman, yang beredar di Arab justru tidak menerjemahkan Nama "Yahweh". Namun Kitab suci berbahasa Arab dalam Keluaran 3:15 dari "Arabic Bilbe" International Bible Society di www.ibs.org/bibles/arabic/index.php menerjemahkan Yahweh dengan Arrobu.

Dari sini kita bisa melihat bahwa orang Kristen Arab pun ternyata mengalami kebingungan sama seperti yang terjadi di Indonesia sekarang ini. Bagaimana mungkin kita mengikuti orang yang sama-sama bingung? Question
Ajakan untuk Pak Maximilian dan rekan-rekan yang membaca tulisan ini: Lebih baik kita mengikuti Firman Tuhan itu sendiri, daripada ngikut orang Kristen Arab, yang mengganti Yahweh dengan Arrobu dan menggunakan nama sesembahan umat lain (Allah). Karena Yahweh ingin Nama-Nya disebut (Mazmur 103:1-2; 105:1-3,dll) dan Ia melarang kita menyebut Nama-Nya dengan sembarangan (Keluaran 3:15; 20:3, Ulangan 5:11, 1 Tawarikh 16:7-8, dll), apalagi diganti dengan nama sesembahan lain (Keluaran 23:13).

Quote::
(7) Renungan dan Ajakan buat Mas Sion...
Seyakin-yakinnya saya, Bapa disurga mempunyai tujuan khusus untuk hal ini, agar namanya dimuliakan.
Memang seharusnya demikian Mas Sion... dan marilah kita bahu membahu menjaga gandum yang ada, agar tidak rusak sebelum dikumpulkan dan dimasukan kedalam lumbungNya, agar tidak tercabut karena ilalang yang ditebarkan orang yang menjadi musuh ALLAH. Sekali lagi Mas Sion, agar mereka tidak dibingungkan dengan hal2 yang dipertentangkan tentang nama YHWH yang namaNya saya sebut dengan hormat.

Terima kasih untuk ajakan bapak, saya juga yakin seperti bapak bahwa Bapa Yahweh mempunyai tujuan supaya Nama-Nya dimuliakan. Menurut saya, yang membuat bingung adalah kata "Allah", apakah bisa disinonimkan dengan kata "Tuhan" atau tidak, kalau manusia mungkin bisa, tapi Tuhan kita Yahweh, Sang Empunya Nama, tidak mau ada nama ilah lain dalam kita menyebut, menyembah, memuji Dia. Keluaran 23:13


Quote::
Salam,
Maximilian (mxmjms@yahoo.com) Laughing

Salam,
Sion
Back to top
View user's profile
mxmjms
Newbie
Newbie


Joined: Jan 28, 2005
Posts: 18

PostPosted: Mon Apr 04, 2005 12:20 pm    Post subject: Re: Apakah tidak mengenal YHWH, tidak selamat? Reply with quote

Mas Sion Dalam kasih Kristus...

Baik orang Arab atau orang Indonesia mengenal YHWH sebagai Allah; seperti yang saya sudah sampaikan bahwa YHWH pasti mempunyai maksud tertentu untuk hal tersebut...

Nah, ajakan saya sebetulnya jelas dan juga tidak bertentangan dengan yang Mas Sion maksudkan...

Kalau masalah ini yang dipermasalahkan oleh banyak orang saat ini (Tentang Allah dan YHWH),
Sebenarnya kita yang diminta oleh DIA yang menjadikan Langit dan Bumi untuk menjelaskan kepada setiap orang yang mengenal siapa Allah yang tertera dalam Alkitab orang kristen Indonesia (baik Kristen maupun Muslim).

Mungkin Mas Sion dan saya yang diminta, dengan berbagai cara (tentunya tidak perlu khusus dengan Educated atau Academic) untuk menerangkan dan mempertanggung jawabkan iman kita kepada orang2 yang saat ini mengenal Allah (walaupun sudah mengenal Allah yang dimaksud dalam alkitab adalah YHWH, atau termasuk mereka yang juga tidak mengenalNya). Atau mungkinkah kita dapat menyarankan kepada para Pendeta, Penatua, Diaken atau Pemuka2 Agama kita juga membaca versi Alkitab lainnya kususnya ASV (American Standard Version, 1901 atau lainnya) untuk menambah kasanah mereka, diantaranya mewartakan siapa sebenarnya Allah yang dimaksud dalam Alkitab (orang Indonesia dan Arab)

Saya pikir... mengenai yang Mas Sion terangkan, saya atau juga kebanyakan orang kristen sudah mengetahuinya dan mengenai "orang Arab banyak yang bingung", saya kurang setuju karena seperti yang banyak kita baca (dapat anda search dibanyak situs dengan search engine), banyak dari mereka (arabic) mengenal YHWH sebagai Allah, karena berdasarkan tradisi mereka seperti saya mengenal ANWAR sebagai ayah saya demikian juga mereka mengenal Allah sebagai YHWH...

Tetapi Bagi saya :

"Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup"

Maaf tidak dapat dengan cermat menjawab postingan Mas Sion karena saya dalam perjalanan dan mengakses Salib.Net dengan PDA saya, dan tentunya terbatas...

YBU (Yahsua Bless U & All of Your Fam)
Maximilian (mxmjms@yahoo.com)
Back to top
View user's profile
Sugiyarto
Newbie
Newbie


Joined: Nov 26, 2004
Posts: 148

PostPosted: Thu Apr 07, 2005 12:10 pm    Post subject: Re: Apakah tidak mengenal YHWH, tidak selamat? Reply with quote

Kepada Yth. Sdr. Maxmilan
Saya tidak sedang menjawab Artikel Anda di sini tetapi sedang menjawab untuk situs Nama YAHWEH yang ternyata terhalang tidak bisa mengupload sehingga saya coba lewat situs ini. Mohon maaf dan terima kasih


Post subject: Re: Nama : YAHWEH
Posted: Tue Apr 05, 2005 6:51 pm


Shalom...
Bapak Kristian H. Sigiyarto dan Saudara2ku kekasih dalam Yesus Kristus...

Wah...
Terkejut-kejut juga saya membaca postingan Bapak Kristian H. Sigiyarto, seperti kena jab Elias Pical (petinju tahun 1990an), Hehehehe...


Tanggapan
Sdr. Maximilian yang rendah hati dan yang terkasih dalam Y’Shua

Aha, demikian juga saya setelah membaca respon Anda ini, bahkan campur aduk antara senang, ketawa, keheranan, bahkan bingung namun ada sisi lain yang menyedihkan pula; tidak mengapa menambah wawasan pergaulan kan! Nampaknya Anda sedang menunggu pertandingan tinju Cris John ya, sampai-sampai respon saya Anda rasakan sebagai bentuk jenis pukulan; saya memang senang juga berbagai bentuk kompetisi (termasuk pertandingan tinju) untuk melihat semangat berkompetisi.
Saya tidak tahu “ego” darimana Anda merasakan “teknik pukulan” tersebut.


Pertama:
Peserta topic dalam salib.net ini menjadi saksi, bahwa pembuat ukuran seperti yang Bapak maksud adalah Bapak Sendiri. Saya hanya berusaha menyimpulkannya saja, dan berusaha memberikan pengertian (berbeda dengan tuduhan atau ukuran), mudah2an Bapak masih ingat dengan tulisan terakhir yang pernah Bapak posting...
Sekali lagi... saya tidak pernah merasa mengukur Bapak, tetapi karena Bapak yang merasa terukur walaupun sudah berkali-kali saya nyatakan, bukan untuk Bapak, itulah sebabnya mengapa saya katakan tulisan terakhir Bapak sedikit "Ego Centrist" dan tentunya tanpa pretension apa2


Tanggapan
Aha, No question! bahwa topic dalam salib. net ini menjadi saksi. Anda sendiri yang menyatakan bahwa artikel Anda “Tidak mengenal YHWH tidak Selamat” ternyata juga Anda tujukan kepada saya, meskipun saya tidak merasakannya, sampai-sampai Anda memberi tambahan info “apakah judulnya harus ditambahi Untuk Bapak Kristian H. Sugiyarto”; demikian pula saya tanggapi, jika Anda merasa membuat tanggapan kepada saya, Anda menanggapi yang mana! Saya pun telah minta klarifikasi jika Anda memerlukan tanggapan akan saya usahakan. Jadi, siapa yang sesungguhnya paling duluan merasa “mengukur” / “menilai” pihak lain? Demikian juga Anda hanya merasa menyimpulkan saja, tetapi isi simpulan bukanlah perihal materi diskusi, melainkan simpulan untuk penilaian kepada seseorang, “Ego centris”. Thanks for that special title. Bagi saya julukan apa pun tidak terlalu masalah sebab julukan itu bukan kriteria kebenaran yang saya ikuti. Sementara itu terhadap Anda paling banter hanya mengatakan “overlook” karena memang saya anggap kurang cermat dalam membaca isinya. Apakah Anda sedang belajar /mendemonstrasikan “melempar … sembunyi tangan”? Ini pertanyaan saja lho, bukan penilaian! Sudah saya sebutkan terdahulu bahwa jika memang bukan kepada saya, tentu saya pun tidak masalah, namun kalau memang fair play mestinya klarifikasi itu jelas kepada siapa atau kelompok mana minimal ditunjukkan pada contoh artikel mana?

Kedua:
Mengenai Septuagint Concordance, beberapa kali sudah saya berikan masukan cara mencari hal tersebut dalam internet, semudah menemukan New Testament Greek Concordance yang terakhir telah Bapak peroleh (Selamat pak... tidak perlu Educated dan Academic kan?) dan untuk yang mencari Old Testament (Septuagint) concordancenya pun semudah membalikan telapak tangan, percayalah...
Tapi yah... mungkin saya harus belajar bersabar… dan 100% saya memakluminya kembali, walaupun sudah beberapa kali saya memberikan cara mudah untuk mendapatkan yang Bapak inginkan...

Menanggapi keinginan Bapak saya mau memberikan hadiah kepada Bapak, jika Bapak dengan cepat dan mudah berhasil memperoleh referensi concordance seperti yang Bapak inginkan... Please Try first, and I will give u something special for that...
Sedikit referensi untuk hal tersebut (cukup lengkap untuk mencari) :
A concordance to the Septuagint and the other Greek versions of the Old Testament : (including the Apocryphal books) / by Edwin Hatch and Henry A. Redpath, assisted by other scholars. Graz : Akademische Druck- u. Verlagsanstalt, 1954. 2 volumes


Tanggapan
[color=cyan]Terima kasih atas info Anda dan atas kesabaran Anda serta rencana Anda memberi “hadiah”. Terus terang saya pun tentu telah mencoba (namun hanya judul saja) dan hasilnya adalah tawaran pembelian dalam bentuk buku, dan ini sudah saya lakukan jauh sebelum kita berkomunikasi di sini. Sesungguhnya jika bisa download (gratis), keuntungannnya adalah kita bisa bekerja lebih cepat di komputer dengan tanpa membawa bukunya sebagaimana saya nyatakan terdahulu. Concordance yang Anda tuliskan di atas “exactly the same as mine except for the volume (in three volumes), publisher (Baker Book House), and year of publication (1987)”. Satu hal yang paling essential dalam hal ini adalah jika kita mempunyai sumber referensi konkordansi (alat ukur) yang sama maka kita bisa melakukan analisis koreksi terhadap terjemahan PB-Greek, dan untuk itulah saya ambil sampel kata Teos (…. mulut Teos) untuk Mat. 4:4 akhir. [/color]

Dan untuk menjawab bahasan seperti yang Bapak inginkan mengenai kata "TEOS", sebetulnya saya tidak ingin memuat daftar situs2 dibawah ini,

Tanggapan
[i]Maaf, saya memenggalnya di sini; terpaksa saya katakan bahwa saya tidak memperoleh apa yang saya maksudkan; I lost the esessential aspect that I asked to you. Saya tidak tahu apakah bahasa permintaan saya yang tidak bisa Anda pahami atau Anda yang ingin mendidik saya (buka-buka situs) ataukah sekali lagi Anda “overlook”, setelah ternyata kita mempunyai alat/referensi yang sama, atau Anda punya sikap yang tidak perlu merespon secara terbuka kepada pihak lain. Atau barangkali pertanyaan saya yang menurut saya sangat simpel jangan-jangan juga terlalu “ego centris”, sementara Anda tidak menjawabnya, tetapi merespon seturut dengan “ego” siapa ya! Ajakan sejak awal pun saya tegaskan bahwa jika Anda telah memiliki referensi yang sama, kita bisa lakukan kajian bersama terhadap materi permasalahan yang disepakati. Namun Anda justru menginformasikan (jika tidak bisa dikatakan memamerkan) bahwa referensi tersebut bisa diunduh dari Internet bahkan gratis. Sebagai info ringan saja, kawan saya pernah ke LAI menunjukkan konkordansi tersebut, kemudian mengajak diskusi koreksi terjemahan PB-Greek, ternyata pihak LAI konon cukup terkejut! Jadi, respon Anda ini hanya akan menunjukkan kualitas Anda dalam diskusi lewat tulis-menulis, dan ini menjadi semakin jelas pada tanggapan saya berikut.
Sayang sekali, ketidak-inginan Anda untuk memuat daftar situs–situs di bawah ini tidak jadi kenyataan, bukan oleh karena ego saya lho, melainkan oleh sikap dan cara Anda sendiri dalam menyimpulkan tulisan saya.[/i]


[color=black]namun mungkin untuk Bapak lebih puas tentang pengertian kata tersebut dan juga sekedar pembanding bagi saudara-saudaraku yang sedikit kebingungan mengenai desas-desus nama Allah VS nama YHWH yang akhir2 ini dipermasalahkan, maka dengan sangat rendah hati saya postingkan beberapa direct situs (maaf yang mudah2an masih valid diakses, mengingat saya telah menyalinnya ke acrobat distiller untuk waktu yang sudah cukup lama), beberapa bacaan pembanding tersebut, sebagai berikut:

Jesus, the YHWH of the Old Testament
Oleh: Dan Corner
www.evangelicaloutreac...g/yhwh.htm

RESTORATION OF THE SACRED NAME
Why were the Sacred Names removed from the Scriptures? - 7000 times in the Old Testament and 1000 times in the New Testament? The Restoration thereof is flooding the world - You can share in it also!
www.revelations.org.za...S-Name.htm

Jesus is the YHWH, the "I am" of the Old and New Testaments
biblia.com/jesusbible/yhwh.htm

Penggunaan kata Allah dan Tuhan
www.alkitab.or.id/info...0Allah.htm
[/color]

Tanggapan
Terimakasih atas infonya, dan terima kasih atas “kerendahan hati” Anda. Biasanya jika bermaksud “menolong/membantu” seseorang sebagaimana Anda lakukan ini, saya dan kebanyakan orang mengatakan “dengan senang hati”; namun, Anda memang “berbeda”. Kriteria “rendah hati” memang sulit dijabarkan; tetapi salah satu metode adalah mengidentifikasi lawannya yaitu “tinggi hati”. Jadi aspek “rendah hati” antara lain tidak sombong, tidak pamer, tidak merasa paling/lebih bisa, dan yang tidak kalah pentingnya adalah mau mengakui kekeliruan/kesalahannya jika memang telah melakukannya. Maaf saya tidak ingin diskusi perihal ini, cuma bahasa Anda memang mengherankan saya, meskipun barangkali Anda maunya tidak ingin menggurui saya sehingga Anda perlu merendahkan diri, padahal dalam diskusi pihak-pihak yang terlibat mesti dipandang seimbang saja.
Tentu saja alamat-alamat di atas bisa dicari dan saya memang sudah memilikinya bahkan sangat banyak (maaf ini bukan berarti pamer), meskipun bisa tambah terus; jika tidak mana mungkin saya bisa melakukan tanggapan berbagai tulisan, kecuali untuk alamat yang terakhir (mudah-mudahan tidak jauh berbeda dengan Artikel Sdr. Bambang N dan Sdr. Herlianto)[


Bandingkan juga...

Konfirmasi dan Klarifikasi Surat Mubaligh
Laporan Rudy Lumban Tobing
www.salib.net/index.ph...mp;sid=206


Tanggapan
Aha, ini pula yang menyebabkan saya tersenyum-senyum campur sedih. Justru pertama kali saya kenal salib.net oleh karena ada info perihal ini (perhatikan tanggal keanggotaan saya di salib.net). Sangat menyedihkan dan sangat mengherankan adalah sikap mereka yang mengaku murid Tuhan Yesus ketika menanggapi Pdt. Yakub S (yang tidak saya kenal sebelumnya bahkan belum pernah bertemu hingga kini). Anda bisa baca di forum ini pula; tanggapan mereka yang berisi berbagai “tuduhan” yang saya nilai sangat “ganas”, yang saya yakin mereka ini tidak memiliki bukti autentik ketimbang “prasangka” belaka, sementara itu kebetulan saja saya memilki fotocopy-an surat “yang menghebohkan” lengkap dengan “Kop dan Cap” organisasi yang bersangkutan. Tadinya saya ingin ikut nimbrung, namun saya lebih tertarik artikel Sdr. Bambang N di forum ini pula.

El Roi, “Dewa” Air Dan Allah:
Dari Ismael Hingga Bangsa Arab Sekarang
Oleh: Bambang Noorsena
www.angelfire.com/id2/...s/Nama.htm

Dari Kata Allah Hingga Lam Yalid Wa Lam Yulad
Yang pernah menjadi pembahasan dalam topic ini
Oleh Bambang Noorsena
www.iscs.or.id/modules...amp;sid=28

Menjawab Hujatan “Para Penentang Allah” Part 1
Oleh: Bambang Noorsena
www.iscs.or.id/modules...amp;sid=25

Menjawab Hujatan “Para Penentang Allah” Part 2
Oleh: Bambang Noorsena
www.iscs.or.id/modules...amp;sid=26

Sekali Lagi, Soal YHWH dan Allah: Sebuah Tanggapan Part 1
Oleh: Bambang Noorsena
www.iscs.or.id/modules...amp;sid=29

Sekali Lagi, Soal YHWH dan Allah: Sebuah Tanggapan Part 2
Oleh: Bambang Noorsena
www.iscs.or.id/modules...amp;sid=30

Nama Yahweh: Harus Dipertahankan atau Boleh Diterjemahkan Dalam Bahasa Lain
Oleh: Bambang Noorsena
www.iscs.or.id/modules...amp;sid=27

Surat Terbuka Bambang Noorsena
Oleh: Bambang Noorsena
www.iscs.or.id/modules...amp;sid=24


Komentar:
Beberapa tulisan Bpk Bambang Noorsena yang banyak di-sebut2 dalam perbincangan ini, terkadang saya nilai cukup keras untuk yang seharusnya ditanggapi dengan lemah-lembut namun mengingat beliau juga seorang manusia seperti kita, sepertinya beberapa paragraph dari tulisan beliau mungkin dapat dianggap tidak ada saja, (Maaf Pak Bambang, kulonuwun ) agar kita tidak hanyut dalam emosi beliau (Maaf lagi ).

Tanggapan
Sdr. Maximilian yang terkasih
Disinilah saya agak kebingungan dan barangkali malahan agak “lucu” harus merespon bagaimana terhadap Anda yang telah meng-claim “rendah hati” namun sayang Anda menolak ketika saya meminta untuk membaca tanggapan saya dalam forum ini; dan tentu saja saya tahu diri dalam hal ini. Baiklah saya respon apa adanya saja.
Kedelapan tulisan Sdr. Bambang N yang Anda rekomendasikan tersebut nampaknya hanya yang pertama saja yang tidak dimuat dalam forum diskusi ini dan oleh karena itu semua yang di sini telah saya tanggapi (bersama Sdr. Paulus Komar), tetapi sejak tanggapan terakhir Januari 2005 hingga kini belum dapat respon balik dari beliau meskipun dalam tanggapan tersebut telah ditekankan bagian-bagian yang minta ditanggapi balik. Silakan cek mulai tanggapan artikel Bambang N mulai dari ke 1 hingga ke 6 dalam forum diskusi Pdt. Yakub S ini.
Untuk situs yang pertama, saya tidak menanggapinya karena memang ia tidak memuatnya di forum ini. Namun artikel sejenis bahkan untuk sebagian besar tulisan Sdr. Bambang N tersebut muncul juga dalam tulisan Sdr. Herlianto di Yabina (forum diskusi), yang lagi-lagi banyak berbagai “tuduhan” tidak ubahnya Sdr. Bambang N. Saya telah menanggapinya (dalam PDF file, agar huruf-huruf Hebrew-Greek tidak rusak, karena saya memang tidak pengalaman cara meng-uploadnya), dan telah mengupload-nya pula sejak sekitar 3 minggu lalu di Yabina, namun hingga kini belum dimunculkan; demikian juga se-mingguan lalu di salib.net ini dengan jawaban dari redaksi sedang dalam proses up-dating. Baru saja dapat surat dari redaksi Yabina, namun ia saya anggap bertindak sepihak, tidak mau memuat atau paling tidak tidak mau memberi keteranganh apa pun.
Saya jadi bertanya-tanya jangan-jangan Anda tidak menyadari bahwa materi yang Anda rekomendasikan di atas dimuat juga dalam forum ini; jika Anda telah baca, apakah pernyataan Anda berikut ini (saya copy-pastekan lagi), tertuju kepada penanggap artikel Sdr. Bambang N yang Anda rekomendasikan tersebut atau yang lain (yang mana)?


Saya ingin menghimbau agar kita hati2, karena akhir2 ini banyak sekali orang2 yang memakai nama YHWH untuk kepentingannya sendiri dan menyesatkan banyak orang dan memurtatkan umat...

4. Baru saja saya/kita membaca postingan Sdr. Robbie disitus mana kita dapat membaca para penuduh dan penghujat alkitab (ABA=Asal Bukan Allah). Itu baru salah tiganya...


Sayang nampaknya saya tidak mungkin harus menganjurkan Anda untuk membaca tulisan sdr. Bambang N tersebut dalam forum ini, karena dengan kerendahan hati Anda tersebut Anda pernah menolaknya, padahal Anda sendiri merekomendasi untuk hal yang sama kepada saya.

Mudah-mudahan pembaca salib.net ini tidak banyak yang mau jadi saksi atas rekomendasi untuk alamat situs di atas!!!

Pengalaman komunikasi saya dengan Anda dalam kasus ini sepertinya paralel dengan salah satu pembaca di forum ini pula yang mengajak (tepatnya “menantang”) saya untuk berdoa sambil berpuasa dengan tujuan bertanya nama Tuhan; tentu saja saya tanggapi dengan suka cita, namun saya ingatkan kriteria jawaban-Nya, karena hal ini telah dilakukan oleh Musa sekitar 3500 tahun yang silam dan tentu sudah ada jawabannya Kel.3:15 dst.; ternyata tanggapan beliau sejak itu meminta “quit” terhadap saya.
Jadi rekomendasi Anda atas daftar situs tersebut jelas sudah out of date bagi saya dalam arti memang sudah saya tanggapi tanpa ada tanggapan balik.

Sdr. Maximilian yang rendah hati
Anda sendiri menyatakan tulisan Sdr. Bambang cukup keras dan menghanyutkan emosi, serta mengimbau untuk ditanggapi dengan “lemah lembut”; bahkan paragrap-paragrap yang Anda anggap keras-emosi dianggap tidak ada saja. Apakah ajakan Anda ini hanya berlaku untuk artikel beliau? Saya sama sekali tidak “iri”, tetapi sangat tidak konsisten dengan apa yang saya rasakan meskipun saya merasa tidak melakukan hal sebagaimana artikel sdr. Bambang N. Memang bicara itu sangat mudah, untuk itu tolong silakan merealisasi tanggapan yang “lemah lembut” dan “rendah hati” agar bisa dipakai sebagai “teladan” kalau perlu dengan “menghilangkan” paragrap yang katakanlah Anda anggap “kurang pantas”, (tidak hanya sekedar imbauan saja) sebagaimana telah Anda lakukan kepada saya kan! Saya tunggu tanggapan Anda tersebut untuk Sdr. Bambang, jika mau, sebab sepengetahuan saya hingga kini belum ada yang mau memberi tanggapan terhadap artikel Sdr. Bambang N. tersebut kecuali saya dan P. Komar.
Bukan saya memposisikan diri sebagai Tuhan Y’Shua, melainkan saya mengambil metode sejenis ketika Dia menghadapi “tuduhan-tuduhan” yang gemar dilakukan oleh para ahli Kitab/Torat/Farisi. Model artikel dengan berbagai tuduhan itulah yang sekali lagi saya anggap non-educated – non-academic, sebab yang bersangkutan telah melakukan semacam “teror” dengan tujuan membangun opini publik atas kebenaran tuduhannya.


Bapak Kristian H. Sigiyarto dan saudara seiman dalam Yesus Kristus dalam salib.net...
Nah...
Ada banyak lagi tulisan-tulisan mengenai Kata Teos seperti yang Bapak inginkan. Seperti juga ada banyak tulisan mengenai Allah dan/atau YHWH yang dapat kita cermati dengan hati dan pikiran yang terbuka, terutama sekali dengan bimbingan Roh Kudus agar Allah dalam Kristus Yesus mengungkapkan kebenaran yang hakiki untuk permasalahan ini, dan untuk itu dengan sedikit usaha dan memanfaatkan/memakai search engine-nya Yahoo atau Google dan dengan memasukan kata kunci "Allah" dan "YHWH" atau "Yehova", maka akan banyak kita peroleh daftar situs yang menyajikan bacaan2 untuk dapat kita kaji, khususnya untuk menguatkan iman kita tentang apakah sesunggungnya hal2 yang dipertentangkan dan dipermasalahkan tentang "Allah" dan "YHWH".
Tentunya dengan harapan kita tidak terhanyut dan terbawa arus untuk dan akhirnya malah bukan memuliakan namaNYA.

Tanggapan
No comment at all !!!


Dan diatas semua itu marilah, tidak perlu kita bertengkar untuk hal2 yang hanya Allah atau YHWH saja yang tahu, saya pikir, seperti yang dikatakan oleh si "Batu Karang" Rasul Petrus dalam 1Pe 3:15 :

"Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat"


Tanggapan
Forum diskusi jelas dibutuhkan, sesuai dengan karakter “protestan” kita. Forum diskusi yang sehat tidak akan berubah menjadi “pertengkaran” jika tidak dilontarkan suatu “tuduhan/julukan” atau yang sejenis. Perbedaan pendapat / sikap adalah sesuatu yang sangat wajar. Kesamaan Alkitab sudah terbukti tidak menjamin kesamaan “aliran
/ denominasi”, oleh karena itu kita tidak perlu pula takut atas perbedaan penyebutan nama Tuhan dengan konsekuensi “perbedaan” Alkitab.


Catatan:
(Ayat diatas agar dibaca dan dikhususkan untuk pertanggungan jawab kita memberitakan tentang siapakah Allah yang dimaksud oleh orang Kristen Indonesia!)


Tanggapan
Sesungguhnya saya sedang tidak mendiskusikan siapa “Allah” itu bagi orang Kristen Indonesia menurut versi Anda, tetapi bagaimana tepatnya kita menerjemahkan Hebrew-Greek Bible ke dalam Kitab Suci berbahasa Indonesia, khususnya untuk term “adonai”, “El-Eloah-Elohim”, dan “YHWH/YH”.

Mudah-mudahan bermanfaat, dan jika ada kata2 yang salah mohon dimaafkan...

May Yahsua Bless Us...
Maximilian (mxmjms@yahoo.com)


Tambahan
Anda minta saya berkomentar tentang kasus yang dipandang sebagai “pembajakan” Alkitab LAI; sudah saya tanggapi, sekarang bagaimana sikap Anda? Toh saya tanyakan pada butir ke 10. Hingga kini Anda belum kasih komentar. Jika saya minta tanggapan ini, apakah saya terlalu “ego centris” sementara jika Anda tidak memberi jawaban ya tetap saya sajalah yang “ego centris”.

May Yahweh Bless Us
Kristian H. Sugiyarto
Back to top
View user's profile
mxmjms
Newbie
Newbie


Joined: Jan 28, 2005
Posts: 18

PostPosted: Wed Apr 13, 2005 4:16 pm    Post subject: Re: Apakah tidak mengenal YHWH, tidak selamat? Reply with quote

Shalom...
Bapak Kristian Dalam Tuhan Yesus Kristus...

Ia pak saya maklum, sampai besok pagi ya... mudah-mudahan saya bisa memenuhi janji saya...

Wasalam, Tuhan Yesus Memberkati...
mxmjms @ yahoo.com
Back to top
View user's profile
Display posts from previous:   
This forum is locked: you cannot post, reply to, or edit topics.   This topic is locked: you cannot edit posts or make replies.   Printer Friendly Page     Forum Index -> Dialog dengan Pdt. Yakub Soelistio S.Th MA All times are GMT + 7 Hours
Page 1 of 1


Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum
You cannot attach files in this forum
You can download files in this forum



Semua artikel, forum, dan berita di situs ini adalah tanggung jawab para pengirim.
Silakan menyadur atau meng-copy seizin kami. Jangan lupa untuk mencantumkan sumber: salib.net.
Hotline kami di 08883023916 bila Anda ingin info lebih lanjut mengenai pelayanan SALIBNET MINISTRIES atau bila Anda membutuhkan pelayanan kami.
Interactive software released under GNU GPL, Code Credits, Privacy Policy
Azul theme and related images designed by Jamin - upgraded by Phoenix.